Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts

Sunday, July 19, 2015

My Favorite Skincare: Biore Body Lotion Glowing Bright

Hi readers!!

Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali ke dunia per-review-an. Kali ini aku mau review salah satu produk skincare/drugstore yang menjadi favoritku. Ceritanya sih, aku langsung jatuh cinta pada produk ini sejak pertama menggunakannya. Bisa dilihat di judul post ini, produk skincare yang akan aku review adalah Biore Body Lotion Glowing Bright with Anti-Pollution Technology.



Biore Body Lotion Glowing Bright adalah satu dari tiga varian Biore Body Lotion yang ditawarkan. Aku memilih varian yang satu ini karena memang mencari body lotion yang mengandung tabir surya/UV filter. Dengan demikian, produk ini bisa aku gunakan baik siang maupun malam, meskipun kalau digunakan pada malam hari si tabir surya ini tidak berfungsi optimal.

Thursday, July 2, 2015

Curahan Hati Seorang Kawan

Hi readers!!!

Baru saja aku di-curhat-in salah satu kawan. Lagi-lagi aku menjadi tempat curhat masalah per-pacaran dan relationship lainnya. Jadilah kami bercakap-cakap via media online chatting mengenai berbagai hal yang kawanku alami. Pada intinya, kawanku itu memiliki pacar. Nah, masalahnya adalah si pacar itu enggan go public alias mempublikasikan hubungannya dengan kawanku itu pada orang lain, ya istilahnya menegaskan kalau mereka berdua memang sedang menjalin hubungan yang special, lebih dari sekedar teman.

Aku sendiri tidak menelisik alasan si pacar kenapa tidak mau go public padahal banyak rekan mereka masing-masing yang saling kenal satu sama lain. It means, sebenarnya tidak ada hal yang memang benar-benar perlu ditutup-tutupi dari mereka berdua. Nah, karena kejadian ini, kawanku menjadi sedikit kecewa karena keduanya jika dilihat memang sudah sama-sama serius untuk jenjang berikutnya.

Dari kisah tersebut, ada beberapa poin yang ingin aku garis bawahi, ya mungkin ini bisa membantu readers lainnya, yang mungkin juga mengalami masalah yang serupa.

Wednesday, July 1, 2015

Shopping is My Cardio

Hi readers!!


Does anyone agree with that?

I do agree.
I like shopping. I love shopping. Somehow, I adore it. Haha, nope, the last one is just a joke!

Well, kesukaanku pada aktivitas shopping dimulai sejak SMA. Pada masa SMA aku terbiasa mengumpulkan sebagian uang saku yang kemudian aku gunakan untuk berbelanja baju, sepatu, tas, atau aksesoris di akhir bulan. Maklumlah, uang saku sewaktu SMA dulu tidak sebanding dengan uang saku anak SMA masa sekarang, jadi musti nunggu akhir bulan baru bisa terkumpul cukup untuk shopping. Dan kebiasaan shopping seolah sudah menjadi hobi atau malah kebutuhan yang memang tidak bisa ditinggalkan, meskipun sekarang musti bisa mengontrol diri lebih baik lagi dalam hal penggunaan uang.

Bagiku, shopping bukan hanya kegiatan menghabiskan uang atau suatu aktivitas hedonis yang memuja kemewahan dan sebagainya. Bagiku, shopping adalah seni dan olahraga. Kenapa aku bilang seni? Karena disini aku melatih diriku untuk dapat menggunakan uang jatah shopping yang sengaja aku sisihkan dari gaji bulananku sebaik-baiknya, misalnya untuk belanja barang-barang kesukaanku, seperti baju, sepatu/sandal, aksesoris, ataupun tas. Shopping juga melatih insting dan kegigihan untuk mencari barang terbaik tanpa harus menyia-nyiakan nominal uang yang ada. Selain itu, shopping barang-barang seperti baju juga melatih seni estetika, yakni bagaimana aku menggunakan pikiranku untuk mengimajinasikan barang tersebut akan aku gunakan seperti apa, bagaimana, kapan, dan dipasangkan dengan apa. Jadi shopping bagiku bukan sembarang aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lebih-lebih, bagiku, shopping adalah olahraga, ya olahraga fisik dan olahraga otak. Olahraga fisik tentunya dapat dilihat dari kegiatan shopping yang dilakukan di mall, di pasar, maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. Penelitian mengatakan bahwa aktivitas shopping dapat membantu manusia untuk membakar kalori dengan persentase yang cukup banyak, in one condition: you wont eat too many calories afterwards, unless you get nothing. Olahraga otak yakni bagaimana me-manage uang dan bagaimana menerapkan seni estetika seperti yang aku sebutkan di paragraf sebelumnya.

Shopping is my cardio. I totally agree with that quotation. Aku setuju jika aktivitas shopping bisa membuatku alive, survive, and sane. Tapi lagi-lagi, aku harus keep reminding my self, kalau shopping tidak boleh berlebihan apalagi menjadi addicted. Lama-lama nanti bisa seperti karakter utama di novel Sophie Kinsella "Shopaholic", Rebecca 'Becky' Bloomwood, yang kemudian terlilit banyak hutang karena ketagihan berbelanja produk-produk ber-merk tanpa mengecek ulang kondisi ekonominya sendiri.

Untuk itu, aku lebih suka menyisihkan gajiku, misalnya 30% untuk shopping, 30% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari (transportasi, jajan kuliner, kolekte, sumbangan, dll) dan kebutuhan tak terduga. Kantong aman, hati nyaman. Saat ini aku masih belajar me-manage uangku dengan sistem 30:30:40 tersebut. Semoga bisa segera menjadi suatu habit yang teratur dan bermanfaat bagi diriku dan orang lain. ^^


~xoxo~



Wednesday, June 10, 2015

Neymar Jr.: 100% Jesus

Hi readers!!

Ada yang menggelitik benakku ketika menonton final Liga Champion hari Minggu dini hari yang lalu. Bukan karena gol Neymar dianulir oleh wasit karena handball tetapi lebih ke reaksi si tengil Neymar Jr. ketika pertandingan usai dan selebrasi atas kemenangkan Football Club Barcelona (FCB) 3:1 atas klub Italia kawakan, Juventus. Apa yang membuat benakku tergelitik? Ini dia:


Bukan tattoo-nya lho, bukan pula ketek-nya, tapi headband yang dia kenakan di dahinya sesaat setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan selesai. 100% Jesus. Itulah tulisan yang tertulis disana. Wow, religious sekali anak satu ini, batinku. Tapi jangan salah, Neymar saat itu bukannya sedang mencari sensasi atau apa. 100% Jesus adalah ekspresi dirinya atas rasa syukur yang begitu besar.

Neymar Jr. tidak hanya sekali itu saja mengenakan headband dengan tulisan yang sama. Setelah googling, aku menemukan beberapa foto-nya ketika dia mengenakan headband bertuliskan 100% Jesus.

Ternyata sudah sejak kecil Neymar Jr. mengenakan headband yang sangat filosofis tersebut di beberapa kesempatan. Yang kemudian hadir di benakku adalah bahwa:
1. Neymar menyadari dirinya bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan Tuhan-nya
Kita semua tahu (terutama pecinta dunia sepak bola) bahwa Neymar adalah salah satu pemain berbakat dari tanah Brazil yang sudah mengukir kesuksesan sejak masih belia. Neymar itu muda, terkenal, kaya, dsb. Namun, dibalik semua itu, dia adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Dia tak pernah lupa siapa dirinya. Mengandalkan pertolongan Tuhan di setiap waktu bisa dibilang filosofi-nya.

2. Neymar mempersembahkan kesuksesannya pada Tuhan-nya
Menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa tanpa kuasa Tuhan atasnya, Neymar mempersembahkan kesuksesan yang dia raih, terutama pada laga final Liga Champion yang lalu, pada Tuhannya. 100% Jesus adalah bukti nyata yang lebih nyaring daripada "berteriak-teriak" pada khalayak bahwa Neymar yang sangat berbahagia pada waktu itu, mendedikasikan kesuksesannya pada Yesus Sang Juru Selamatnya.

3. Neymar adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tidak gentar pada dunia
Hal ketiga yang ku analisis, maaf jika kurang tepat, adalah bahwa Neymar membuktikan dirinya adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tak gentar pada dunia. Hal ini tentunya sangat inspiratif dan membanggakan. Aku sebagai umat kristiani merasakan hati ku menghangat ketika dia dengan gimmiknya menunjukkan kecintaannya pada Yesus dengan mengenakan headband 100% Jesus. Jujur, aku merasakan imanku menguat ketika melihat itu.

"Neymar, be still 100% Jesus now and forever, okay?!"


Sebuah analisa dan refleksi
Tidak ada dimaksudkan untuk menggiring opini tertentu apalagi upaya Kristenisasi.

~xoxo~


Monday, June 8, 2015

Do What You Love, Love What You Do

Hi readers!!!

Sehubungan dengan banyaknya posting dari rekan-rekan di media sosial dan beberapa sharing dari rekan-rekan mengenai pekerjaan, gaji, dst (topik wajar bagi kami yang berada dalam usia produktif, selain masalah pernikahan *ehhh*). Aku pengen sedikit sharing opini tentang filosofi yang aku anut dalam memilih, melakukan, mencintai, dan mensyukuri pekerjaan yang aku miliki sekarang. FYI, gajiku mungkin tak setinggi teman-temanku yang lain, apalagi yang bekerja di sektor-sektor krusial atau yang bekerja di ibukota. Tapi aku sebisa mungkin melatih diriku untuk selalu bersyukur dan mencintai apa yang aku kerjakan saat ini. Who knows jika suatu saat pekerjaanku ini mengantarku membuka gerbang untuk melakukan passion-ku yang lain. Karena aku percaya, setiap pekerjaan pasti akan membukakan pintu kesempatan yang lain bagi kita, tergantung kita jeli atau tidak untuk melihatnya.
***

Salah satu kunci hidup yang bahagia adalah "do what you love and love what you do". Melakukan apa yang kita cintai/sukai dan mencintai apa yang kita lakukan bukan merupakan sesuatu yang mudah memang. Pertama, untuk memenuhi unsur tersebut, kita harus menemukan apa yang kita sukai. Bahasa kerennya sih "passion". Masing-masing individu memiliki passion yang berbeda-beda. Biasanya passion terwujud dalam apa yang disebut hobi. Selain itu, passion juga bisa ditemukan pada kecenderungan minat dan bakat seseorang.

Kedua, untuk memenuhi filosofi "love what you do", kita perlu menemukan titik keikhlasan dalam hati kita. Ikhlas dalam melakukan sesuatu akan mengantar kita pada rasa mencintai sesuatu. Bukankah mencintai itu perlu pengorbanan? Yah, apa yang kita korbankan untuk mencintai apa yang kita lakukan adalah rasa enggan. Rasa enggan dikorbankan menjadi rasa ikhlas, kemudian rasa ikhlas menuntun kita pada perasaan mencinta.

Do what you love and love what you do tidak hanya berlaku pada hobi, namun harus berlaku dalam banyak hal di hidup kita, contoh paling konkret-nya adalah dalam hal pekerjaan. Sebelum melakukan suatu pekerjaan, kita pasti melewati beberapa tahap terlebih dahulu. Yang pertama adalah tahap "memilih" pekerjaan. Kita memiliki kebebasan secara individual untuk memilih perkerjaan mana yang hendak kita lamar. Passion adalah hal yang paling penting untuk diterapkan disini. Kalau menurutku sih, jangan dulu berorientasi pada seberapa besar kita akan mendapat uang dari pekerjaan yang kita lakukan. Besarnya uang yang kita dapat dari melakukan pekerjaan bukanlah penjamin kita akan bahagia melakukan pekerjaan itu.

Mengandalkan passion dalam memilih pekerjaan adalah hal yang wajib. Okelah, mungkin ini sulit karena mencari pekerjaan yang tidak sesuai passion saja susah, apalagi mencari yang sesuai. Kalau misalnya terlalu sulit, maka pilah-lah pekerjaan yang paling tidak menyerempet atau mengandung unsur passion yang kita miliki, contohnya passion kita adalah menggambar namun sulit bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Nah, kenapa tidak kita mulai mengasah diri kita dengan ilmu gambar digital atau gambar bangunan, maka kita bisa menjadi designer, animator, drafter, arsitek, dsb.

Yang kedua adalah tahap "melakukan" pekerjaan. Banyak orang bilang, melakukan bidang pekerjaan yang kita sukai akan menuntun kita pada hidup bahagia. Jadi, setelah puas memilih jenis pekerjaan yang akan kita ambil, yang harus kita lakukan adalah melakukan pekerjaan itu sendiri dengan sepenuh hati.

Yang ketiga adalah tahap "memperjuangkan" pekerjaan. Pekerjaan bukanlah hal yang statis. Memperjuangkan apa yang sudah kita dapat adalah hal yang pantas kita lakukan. Jangan terlena dengan zona nyaman dimana kita sudah mendapat pekerjaan sesuai passion dan kemampuan kita. Sebaliknya, kita harus memiliki willingness untuk belajar dan terus belajar guna memperjuangkan apa yang telah kita dapat. Memperjuangkan pekerjaan yang telah kita dapatkan akan membuat kita dan hasil kerja kita semakin berkualitas.

Yang keempat adalah tahap "mencintai" pekerjaan. Tibalah saat dimana kita harus memupuk rasa cinta pada apa yang kita kerjakan atau lakukan. Ada banyak hal yang membuat orang, bahkan yang mendapat pekerjaan sesuai passion, tidak dapat mencintai pekerjaannya. Banyak orang yang kemudian mengeluhkan apa yang dia lakukan selama ini. Banyak yang kemudian mencari excuse untuk tidak lagi mau memperjuangkan apa yang dia kerjakan, misalnya gaji rendah, beban kerja terlalu banyak, dsb. Kembali lagi ke filosofi "love what you do" yang mana mengandalkan diri kita untuk ikhlas dan memupuk rasa cinta pada pekerjaan.

Yang keenam adalah tahap "memetik hasil, terus mencintai, dan tetap mengembangkan diri". Tahapan terakhir dalam penjabaran filosofi "do what you love and love what you do" ala aku adalah memetik hasil, terus mencintai, dan tetap mengembangkan diri. Ketiga hal tersebut dapat dirangkum dengan satu kata, yaitu "bersyukur". Mensyukuri apa yang kita miliki dan apa yang kita lakukan adalah bagian terpenting dalam mengelola passion kita akan suatu pekerjaan. Bersyukur akan membuat kita menjadi pribadi yang positif. Ada yang bilang, "mensyukuri pekerjaan yang itu itu saja tidak akan menaikkan penghasilan", memang benar. Tapi, apa untungnya punya penghasilan yang besar tapi kita tidak bersyukur, tidak memanfaatkan nikmat yang diberikan Tuhan pada kita melalui penghasilan yang kita dapatkan. Tidak mau mensyukuri pekerjaan adalah pemicu "ketidakbercukupan" seseorang. 


Sebuah refleksi yang penuh ketidaksempurnaan

~xoxo~


Saturday, May 9, 2015

Me VS Orang yang Malas Berusaha

Hi readers!

"Malas" adalah salah satu sifat alamiah yang pasti dimiliki oleh setiap manusia, bahkan makluk hidup lainnya. Tidak dipungkiri bahwa bermalas-malasan adalah hal termudah untuk dilakukan, tidak perlu banyak usaha dan membuang energi. Tapi yang namanya "malas berusaha" itu beda perkara. Jika mau meraih sesuatu yang kita inginkan ya harus jauh-jauh deh dengan perihal "malas berusaha".

Aku punya sedikit pengalaman, sebenarnya banyak sih tapi cukup mengutip satu saja sebagai contohnya. Jadi begini, beberapa hari yang lalu seorang teman mengontak-ku. Seperti sebelum-sebelumnya, dia mengontak-ku untuk tanya-tanya mengenai job vacancy. Well, sebagai teman yang baik aku mengabari dia mengenai suatu career expo yang patut untuk dicoba, dulu memang aku sudah berjanji padanya untuk selalu mengabari dia jika ada jadwal job fair dll. Percakapan via media chatting pun berlanjut dengan pertanyaan yang sama yang pernah dia lontarkan beberapa bulan sebelumnya. Aku sudah menduga, dia sedang berada dalam situasi yang sama atau serupa dengan situasi beberapa bulan sebelumnya, yakni masalah tes pelamar kerja.

You know what, aku sedikit agak malas kalau lagi-lagi harus menjawab pertanyaan yang sama dengan yang sudah dia ajukan beberapa bulan sebelumnya. Maksudku begini, kalau dulu sudah dijelaskan panjang lebar, kenapa musti tanya lagi? Poin kedua mengapa aku jadi sewot adalah dia menceritakan jika dia ingin lolos tes, khususnya tes wawancara, tapi menurut pengamatanku dia sendiri secara pribadi malas untuk berusaha.

To make it clear, dia bilang kalau dia kurang fasih berbahasa Inggris dan takut menghadapi tes wawancara dalam bahasa Inggris. Okay, berbicara menggunakan bahasa asing memang cukup menegangkan dan stressful, aku juga pernah mengalaminya. Tapi, bahasa itu berbeda dengan ilmu eksak macam fisika, matematika, atau kimia. Bahasa itu bisa diimprovisasi. Lagipula, bahasa bisa dipelajari dengan banyak cara karena belajar bahasa lebih mengarah ke ingatan, pelafalan, dan rasa percaya diri. 

Dan satu hal lagi, bahasa Inggris bagi orang Indonesia adalah Foreign Language, bukan Second Language lho. Jadi, sudah pasti banyak orang yang maklum jika pelafalan bahasa Inggris kita "medhok" atau tidak se-perfect para native atau mereka yang menjadikan bahasa Inggris sebagai Second Language. Nah kalau sudah begitu, kenapa tidak berusaha untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggris kita secara mandiri? Toh banyak sumber di Internet yang bisa kita optimalkan. Bahasa Inggris juga nggak sesulit bahasa Mandarin atau Thailand yang dengan tulisan "aduhai"nya dan "tone" per kata-nya yang susah untuk dipelajari.

Aku bukannya tidak mau membantunya untuk belajar. Tapi, belajar bahasa itu perlu melewati beberapa tahapan. Nah, jika dia merasa bahasa Inggris-nya belum oke dan jadwal tes wawancaranya tinggal 1x24jam dari waktu dia mengontak-ku, so, what should I do then? Kenapa nggak sejak beberapa bulan sebelumnya dia belajar? Kenapa harus serba mendadak? It sucks you know! Aku nggak mau lah dituduh pelit ilmu, yang salah itu timing-nya. Kenapa serba mendadak dan kenapa malas berusaha jika mau meraih sesuatu. Bro, hidup itu penuh pengorbanan. Jika kamu pengen mendapatkan sesuatu, berkorbanlah. Korbankan waktumu barang satu atau dua jam sehari untuk belajar bahasa Inggris via internet. Kalau dalam waktu satu bulan, sudah 60 jam kan? 60 jam sudah bisa membantumu untuk improve bahasa Inggrismu.

Sebagai contoh saja, aku pernah mendengar cerita dari orang Jepang. You know, most of Japanese people learn English only at Junior or Senior High School. SD mah jarang yang ada pelajaran bahasa Inggris. Lagipula, mereka sejak kecil tahunya huruf kanji dan sebangsanya, bukan huruf alfabet seperti yang kita pelajari sejak TK. Jadi bisa dibayangkan bukan, mereka tidak hanya belajar pelafalan kata, grammar, dan vocabulary, tapi mereka juga harus belajar alfabet hanya untuk bisa menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Selebihnya, banyak orang Jepang yang fasih berbahasa Inggris karena mereka belajar secara mandiri (itu kata Sensei-nya). 

Nah, balik lagi ke temanku tadi, apa masih mau mengajukan excuse lagi? You'll never learn something if you don't want to wake up and do something. Nggak usahlah malas-malasan dan beralasan kalau nggak ada waktu untuk belajar sendiri atau belajar itu harus ditemenin sama yang udah ahli (kalau ilmu eksak sih emang harus gitu, Bro). Come on! Yang mau dapat kerjaan itu kan kamu, bukan aku, jadi kenapa tidak berusaha? Aku mau sih bantu kamu, tapi timing kamu nggak pas, mana ada belajar dengan waktu mepet akan menghasilkan hasil yang maksimal. Just wish you the best of luck! You're my friend and I will always support you, but I won't let you get spoiled. I want you to be tough, initiative, and independent!!!



Just a sharing

~xoxo~


Monday, May 4, 2015

I Choose to Be "a Bit" Different

Hi readers!

Are you following mainstream or anti-mainstream? Well, I think it's easier to follow the mainstream because you don't need to struggle to do it. You just need to follow the flow wherever it may bring you to. Choosing to follow anti-mainstream is not easy even though it is. There must be plenty contradictions coming from me and people nearby. One thing that I concern the most during following anti-mainstream 'idea' is that I choose not to use smartphone. You know, it is kind of so yesterday by not using smartphone. I know that and I accept that. However, I choose not to use smartphone due to my own reasons.

I prefer not to use smartphone because I do not really need it. You know, smartphone becomes very viral since 2010. It has been 5 years I am not using smartphone since that era. I know that using smartphone brings a lot of benefits, especially for communication. Many people claim that smartphone ease the effort to contact as many people as possible. There are a lot of applications everyone can take for granted. Well, I realize that sometimes I really want to use smartphone since there are many exciting applications I can use to stay up to date and keep in touch with many people and many of my long lost friends. However, I think my current phone is enough. It is not an old fashioned phone which cannot connect to the internet. It is a quite modern phone which I bought in the middle of 2011. This phone can be used to access the internet, even though it is not as sophisticated as modern smartphone. I can access online chatting application, called Whatsapp, to have fun chat with friends and family.

I think, as long as my phone can be used to handle every communication, it is fine for me. One of my friends told me that I have to get a smartphone to keep in touch with her. You know what I said to her. I don't need a smartphone yet. If she wants me to contact her, I may use SMS or phone call. It's conventional, I know, but if your phone can do those things to communicate, why don't you use them optimally?

If you think I'm old fashioned, I deny it. Well, yes, I'm a bit conventional in the matter of using gadget. But, I have been planning to get a smartphone this year. Why? It is because finally I need it to support my job. Still, I don't want to drop my old phone out. I need it as well.


At my desk
After some chit-chat with my long lost friend
~xoxo~



Friday, April 24, 2015

If You Don't Know Me That Well, Don't Judge Me Ever!!!

Judging seems to be very common habit lately. People do love judging others. No matter what, they keep judging even though they don't know who the person/people they are judging on. To be honest, I don't like judging people. Well, I know I did it, sometimes, but I don't really like doing it. It makes me sick. Emm, sorry to say, but I just don't care about people I don't know well. I don't care for what he/she does. To me, what they do is their own business. As long as they don't bother mine, I won't care what they do.

However, judging-habit becomes my top concern now for I have experienced it many times. I just don't understand why most of my acquaintances love judging others. They said to me and other people nearby that "this girl is blah blah" or "that man is blah blah" even they don't really know the people they are talking about. Please, people, stop doing that! Don't act like a jerk if you don't want people call you a jerk!

If you don't know me that well, please don't say anything about myself which is not true or which you are not sure if it is true. Don't make any opinion based on your own thought if you realize from your deepest heart that your opinion about me is just your own thought which is made by you, yourself. We can be friends since I love making friends. But, don't ever think that we can be friends if you just want to spread some words that are not true about me to others. Don't judge me for what you've seen at me, unless you know me so well.


At my desk
-Self reflection-

xoxo


Friday, April 17, 2015

"Zonk" Moments This Week

Hi readers!!

Today is Friday. It means that this is the last day of the week I'm going to work and do my duty, then I will enjoy weekend. What happens in my office on Friday is that most of the workers are wearing Batik. You know, Batik is one of world's heritages which originally come from Indonesia. I love wearing Batik too because I feel wearing Batik does not only show our culture but it also makes us exotic :)

Poor prologue. Back to the topic! Do I refer to a topic yet? Blah! I haven't even stated what my topic for this post is. Pardon me. Well, what I'm gonna say on this post is what has been going on in my life lately. I must confess that I just made a passport. It's kinda late but it is better than never having it, right? I made my passport manually, I mean, I didn't use online method to apply for it. I just want to experience the process of making passport manually. So, here we go!

First of all, I went to the Immigration Office (Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta). Honestly, I planned to apply for e-passport but the Immigration Office in Yogyakarta doesn't provide this option yet. So, I applied for regular passport (which they call it "ordinary passport"). O ya, for your information, I arrived at Immigration Office at almost 7am, and there were a lot of people queuing for the same reason, applying for passport. I got number 40, by the way.

When it came my turn, I had to prepare all the documents including the form I had filled before. There, the officer checked all the documents, including the original ones, then asked my several questions. The questions were very basic and I thought it was very easy to answer them. The officer was very friendly.

Afterwards, I had to wait outside until the officer called out my name. It took more than an hour to wait outside before I took picture and finger-print scan for my passport. Then, here come the "zonk" moment! I came inside and got my picture taken. I checked the whole data of my-self to make sure that everything is correct. After that, the officer said to me that he could not issue the, what should I call it, "proof of application"? (yah, whatever!), to pay the expense at a bank. I had to wait for another day.

The next day, I came to the same office for getting the proof of application so that I could pay the expense at the bank. I got it, finally. But, another "zonk" moment came once again. The line for entering the payment code at the bank was offline. It means that I had to go to the bank the other day. What a waste!!!

Finally, yesterday I paid all the expenses required to proceed my passport. Then, what I should do next is visiting the Immigration Office next week to get my passport. I wish that there will be no more "zonk" moment I should go through. ^^




*Sorry for this unnecessary post. It's just my attempt to kill the time before attending a meeting. So, enjoy your day guys!!*


~xoxo~

Thursday, December 26, 2013

Himalaya Herbals Gentle Exfoliating Daily Face Wash-Apricot and Aloe Vera





Hi readers, sudah pada kenal dengan produk skin care, body care, dan hair care Himalaya Herbals? Himalaya Herbals adalah brand dari produk perawatan kulit, wajah, badan, hingga rambut yang berasal dari India. Brand Himalaya Herbals sendiri sudah berdiri sejak tahun 1930 lho. Tapi, kalau tidak salah info, baru pada tahun 2005 Himalaya Herbals merambah pasaran Indonesia dan baru pada akhir-akhir ini menjadi salah satu produk perawatan yang populer.

Sesuai dengan namanya, produk-produk keluaran Himalaya Herbals mengutamakan penggunaan bahan-bahan dari alam dan meminimalisir penggunaan bahan kimiawi. Jadi, bisa dibilang produk-produk dari HH ini aman dan terpercaya. O ya, produk HH ini masuk dalam kategori produk-produk drugstore jadi bisa dibeli di apotek atau drugstore semacam Guardian.

Aku sendiri sudah mencoba memakai salah satu produk Himalaya Herbals. Berhubung masih dalam rangka masih coba-coba, aku beli yang murah-murah aja, hehe. Produk yang aku coba dalam 2 mingguan ini adalah Himalaya Herbals Gentle Exfoliating Daily Face Wash-Apricot and Aloe Vera (50ml). Aku pilih produk ini karena berfungsi untuk mencegah komedo, meremajakan kulit, da mengembalikan kulit bercahaya. Poinnya adalah mencegah komedo karena kulit wajahku cenderung komedo-genic alias gampang kena komedo. Uhhh!!

Sebelum ke review aku kasih spesifikasi dan komposisinya dulu ya.

Friday, December 13, 2013

Tentang MEMBACA

Hi readers!
Adakah diantara kalian yang punya hobi membaca? Maksudnya bukan hanya membaca blog atau surat kabar tetapi juga membaca novel atau buku-buku. Aku juga suka membaca dan punya hobi membaca sejak kecil. Aku suka membaca cerita-cerita fiksi, mulai dari cerpen, dongeng, novel, apapun lah. Membaca itu memang bersifat adiktif. Sekali suka bakalan keterusan. Hehhee. Cerita soal hobi membaca, aku sampai rela menguras tabungan pribadi untuk membeli banyak novel lho. Sampai-sampai selama bulan November aku nggak sempat haul baju dan beauty product apapun, jadi maaf kalau bulan kemarin arsip blogku cuman berisi sedikit post, hehhee.

O ya, ngomong-ngomong soal hobi membaca yang benar-benar ingin aku tekuni, aku tidak hanya mulai rajin mengoleksi novel/buku bacaan tetapi aku juga punya blog baru. Emm, nggak baru ding, cuma recycle dari blog lama yang tidak terpakai, sayang kan kalau dibuang, hehehe. Blog itu berisi beberapa review novel dan apapun yang terkait dengan hobi membaca. Kalau kalian punya waktu luang atau mungkin punya hobi membaca dan mengoleksi buku-buku, boleh deh mampir ke blogku di piecesofdramaqueen.blogspot.com.

Nah, selain tentang blog, aku juga mau share sedikit tentang kegemaran baruku membaca eBook. Iya, electronic book alias buku elektronik. Menurutku eBook itu banyak manfaatnya. Selain (kalau beruntung) bisa didownload secara gratis, eBook juga bisa menghilangkan dahaga membaca. Kan kadang bahan bacaan kita habis sebelum punya uang untuk membeli novel/buku yang baru. Si eBook ini akan sangat membantu banget, karena juga bisa dibaca langsung di situs penyediannya. Parahnya lagi, eBook banyak menyediakan bahan bacaan/novel (dalam versi pdf, epub, mobi, atau txt) yang belum terbit di Indonesia. Konsekuensinya sih novelnya kebanyakan dalam versi bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, tergantung si penulis sih awalnya nulis dengan bahasa apa atau terjemahan yang sudah tersedia.

Beberapa waktu yang lalu sempat mencoba link eBook yang diberikan salah satu dosen penguji skripsiku dulu. Ternyata disana aku bisa nemu dan bahkan download secara gratis novel The Cuckoo's Calling (versi bahasa Inggris) karya Robert Galbraith alias J.K Rowling yang sekarang lagi booming di Indonesia, dan rencana akan terbit pertengahan Desember ini. Wahhh! Kesempatan banget kan, bisa baca duluan (yah, meskipun aslinya udah lama terbitnya di luar sana sih), dan bisa menghemat uang hingga sekitar 90ribuan!!!

Membaca itu merupakan hobi yang menyenangkan lho, bisa menambah banyak ilmu dan wawasan, serta bisa meningkatkan daya imajinasi dan mencegah penyakit "pelupa". Percayalah, membaca itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Yuk, budayakan membaca!!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo



Sunday, December 8, 2013

Oriflame Power Musk & Seductive Musk EdT

Hi bloggies!
Long time no see. Ihhh kangen! Peluk satu-satu.
Well, untuk mengobati rasa kangenku pada readers semua dan pada blogku yang satu ini, kali ini aku mau mereview salah satu produk wewangian terbaru dari Oriflame. Tepatnya di akhir tahun ini Oriflame meluncurkan dua produk Eau de Toilette terbaru yang berpasangan. Jarang-jarang kan ada EdT yang berpasangan gitu. Oke, aku perkenalkan ya, namanya Power Musk dan Seductive Musk.

1. Power Musk Eau de Toilette

Deskripsi menurut katalog:
Maskulin, spicy, dengan sentuhan keanggunan, Power Musk EdT menghidupkan hati dan jiwa pria yang penuh semangat. Musk, oud wood, dan nutmeg yang seksi, membuatnya jadi pusat perhatian.

EdT yang satu ini aku kasih ke adek. Wanginya menurutku sih maskulin banget. Apalagi karena ada kandungan musk-nya dan kekayuan. Musk memang sudah sejak lama menjadi bahan baku parfum/wewangian. Wanginya yang khas membuat parfum beraroma musk banyak diminati, khususnya kaum pria. Untuk top note dari EdT ini lebih didominasi oleh aroma kayu dan musk. Sedangkan untuk note terakhir wangi musk-nya masih terasa dalam ditambah dengan aroma nutmeg yang seksi. EdT ini cocok untuk pria yang menyukai gaya casual namun berkepribadian menarik dan berpembawaan tenang. Aromanya yang kuat dan seksi menambah kesan menarik pada pria. Coba deh!

2. Seductive Musk Eau de Toilette

Deskripsi menurut katalog:
Curi perhatian dengan daya tarik Anda yang terpancar dari Seductive Musk EdT. Rose feminin, musk seksi, dan cashmeran lembut yang berpadu cantik menjadi keharuman yang membuat si dia selalu kembali.

Ahhhh, aku suka banget wanginya!! Itu kesan pertama yang aku dapat setelah menyemprotkan si parfum ke pergelangan tangan. Wanginya unik dan lembut banget. Wangi musk-nya terasa paling akhir. Sebelumnya ada wewangian bunga-bungaan yang feminin dan menenangkan. Dulu sih aku sempat mencoba beberapa parfum beraroma musk, tapi baru kali ini dapet yang wanginya oke, lembut, dan nggak terlalu menyengat seperti tipikal parfum pria. EdT ini tipikal wewangian yang bisa digunakan baik siang ataupun malam. Wanginya yang casual tapi kaya membuat EdT ini cocok untuk dipakai di segala acara. O ya, wanginya yang lembut dan menenangkan bisa jadi alternatif mood booster lho. 
Saking sukanya jadi nggak berhenti cium-cium pergelangan tangan deh!


Power Musk
+ Wanginya maskulin
+ Tahan lama
+ Harga terjangkau
+ Isi 50ml

- Kemasan biasa/kurang menarik

Seductive Musk
+ Wanginya lembut, feminin, dan menenangkan
+ Tahan lama
+ Harga terjangkau
+ Isi 50ml


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, November 14, 2013

Book Review: Witch Song

Judul: Witch Song
Judul Bahasa Indonesia: Nyanyian Sang Penyihir Terakhir
Penulis: Amber Argyle
Penerbit: Atria
Cetakan: I/Juli 2012
Harga: Rp64.900 (disc 20% jadi Rp51.920)
Beli di: Togamas, Jogja
Cover:
source: website penerbit Atria

Brusenna adalah anak dari seorang penyihir wanita bernama Sacra. Mereka berdua tinggal terasing di tepi hutan di sebuah desa di wilayah Gonstower di negara Nefalie. Penduduk desa tidak menyukai mereka karena para penduduk tahu bahwa Brusenna dan ibunya adalah kaum penyihir. Pada suatu hari, ketika Brusenna tengah dianiaya oleh seorang pedagang di pasar, datang seorang wanita yang menyelamatkannya dan meminta Brusenna untuk membawanya pada Sacra, ibunya. Dengan was-was Brusenna akhirnya membawa wanita yang diketahui bernama Coyel itu pulang menemui ibunya. Coyel datang membawa kabar yang kurang mengenakkan tentang serangan Penyihir Kegelapan, Espen, kepada para Penjaga (Penyihir penjaga keseimbangan alam). Sejak kedatangan Coyel, sang ibu menjadi berbeda. Dia menjadi lebih waspada dan terkesan menutupi sesuatu. Akhirnya, pada suatu malam, Brusenna sengaja membuntuti ibunya yang tengah berdiri di dalam lingkaran penyihir di tengah ladang. Sacra sang ibu bernyanyi memanggil angin dan mengucapkan beberapa kalimat yang Brusenna sendiri kurang paham maksudnya. Di pagi harinya, sang ibu memanggil Brusenna. Sacra kemudian menunjukkan beberapa simpanan koin emas dan buku sihir kuno, serta memberikan Brusenna sepucuk surat. Hari berikutnya, Sacra pergi meninggalkan Brusenna seorang diri di rumah untuk ke Suaka menyusul Coyel yang terlebih dahulu pergi kesana.

Brusenna yang ditemani anjing setianya, Bruke, memulai petualangan baru tanpa ibunya lagi. Padahal, Brusenna yang kemudian mengganti namanya menjadi Senna terbilang sangat amatir dalam bidang sihir. Dia hanya hafal beberapa lantunan lagu penyihir saja karena Sacra memang jarang mengajarinya sihir untuk melindungi diri Senna sendiri. Sesuai surat dari ibunya, Senna kemudian menyusul sang ibu menuju Suaka, tempat yang sama sekali asing di benaknya. Selama berpetualang mencari Suaka, Senna terus-terusan mendapat masalah dari Wardof dan Garg yang terus mengejarnya. Ya, Wardof dan Garg adalah pelayan Espen yang ditugaskan untuk menangkap bahkan membunuh Senna. Dibantu oleh "Pengawal" amatiran, Joshen, Senna dan Bruke pun memulai perjalanan panjang mencari Suaka yang ternyata terletak di sebuah pulau di tengah samudera. Medan yang dilalui semakin sulit karena kekuatan sihir Espen yang telah merusak keseimbangan alam. Di sisi lain negara Nefalie terjadi kekeringan dahsyat, sedangkan di perairan kabut tebal serta hujan tak pernah sirna. 

Berbekal tekad dan kemampuannya, Senna, Bruke dan Joshen akhirnya sampai juga di Suaka, disambut oleh seekor makhuk setengah katak setengah manusia yang bernama Pogg. Dari Pogg, Senna mengetahui bahwa dialah sang Penyihir Terakhir, dimana semua Penjaga telah dikalahkan oleh Espen, bahkan Sacra ibunya. Konflik semakin banyak terjadi antara Senna dan Joshen yang membuat Senna mengirim Joshen keluar dari Suaka dengan nyanyiannya. Namun pada akhirnya, Senna kembali menemui Joshen yang datang menjemputnya bersama Kapten Parknel, kapten kapal Penyihir Laut. Bersama dengan Joshen dan menumpang kapal Penyihir Laut, Senna pergi menuju sarang Espen di negara Tarten. Ternyata, segalanya tak semudah yang dibayangkan oleh Senna. Hampir semua penduduk Tarten membenci penyihir. Bahkan, petinggi Tarten mengerahkan ribuan prajurit bermantel merah untuk selalu waspada akan keberadaan penyihir. Mengetahui hal itu Senna harus semakin waspada untuk mencari jalan menuju sarang Espen. Untungnya, ada beberapa penduduk Tarten yang merupakan kawan penyihir. Mereka dengan senang hati membantu Senna dan Joshen menuju sarang Espen.

Akhirnya, Senna benar-benar bertemu dengan Espen, sang Penyihir Kegelapan. Pertarungan sengit antara keduanya pun dimulai. Senna yang merupakan penyihir muda amatiran (yang bahkan belum dinobatkan sebagai penyihir) harus melawan penyihir tingkat tinggi yang memiliki kekuatan nyanyian ratusan penyihir yang semula telah dikalahkannya. Namun, tekad dan kemampuan Senna serta nyanyiannya ternyata lebih dari apa yang dia ketahui sebelumnya. Senna berhasil memanggil Sang Pencipta yang terdiri dari 4 Saudari, yakni Sinar Matahari, Tanah, Air, dan Tumbuhan. Dengan bantuan 4 Saudari, Senna akhirnya mengalahkan Espen (dengan mengubahnya menjadi pohon dan mengambil nyanyiannya) dan menyelamatkan ratusan penyihir yang telah diubah menjadi pohon kemudian mengembalikan nyanyian mereka masing-masing. Klimaks dari novel ini tidak berhenti sampai disini. Senna dan sekitar 250 penyihir lainnya, tua dan muda, harus menghadapi ancaman baru di Tarten. Para prajurit yang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu siap membunuh mereka. Pada akhirnya, mereka harus menggunakan strategi lain. Dan tentu saja, mantra yang sangat mengerikan harus dirapalkan.

Witch Song adalah novel debut Amber Argyle. Ceritanya sangat unik, menyentuh, dan nyata. Isi cerita di dalam novel ini tak kalah dengan berbagai cerita mengenai penyihir dan kekuatan magis lainnya. Apalagi, ditunjang dengan konflik-konflik baik internal maupun eksternal dalam diri sang tokoh utama, Brusenna. Novel ini juga menyingkap berbagai romansa antara Brusenna dengan Joshen, yang merupakan satu-satunya harapan Senna untuk terus hidup dan berjuang mengalahkan sang Penyihir Kegelapan. Disini, Amber Argyle juga menggambarkan penyihir dalam rupa yang lain. Biasanya penyihir digambarkan sebagai wanita dengan tubuh bongkok, dagu panjang, dan hidung bengkok seperti paruh, dalam novel ini penyihir digambarkan layaknya manusia biasa. Bahkan, penyihir disini tidak menggunakan tongkat sihir atau sapu terbang. Kekuatan mereka ada pada nyanyian mereka dan beberapa biji tanaman yang merupakan senjata mereka. Novel Witch Song ini memiliki 2 sekuel. Buku pertamanya adalah Witch Song, kemudian disusul dengan Witch Born, dan diakhiri dengan Witch Fall. Tapi sayangnya di Indonesia, buku keduanya belum juga terbit. Padahal aku sudah nggak sabar pengen baca sekuelnya.

Sekuel Witch Song:



~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, October 31, 2013

October's Favorite: Perfume, Skin Care, Face Care, and Hair Care

Hi Blogger!
Hari ini tanggal 31 Oktober ya, anyway, Happy Halloween buat kalian yang merayakannya. Berhubung ini hari terakhir di bulan Oktober, aku mau membahas beberapa hal, lebih tepatnya beberapa benda, yang menjadi favoritku di bulan ini. Bulan Oktober tahun ini memang menjadi bulan yang paling berkesan buatku. Kenapa? Karena 1) Aku wisuda di bulan ini 2) Musim hujan pertama di Jogja datang di bulan ini 3) Ada banyak hal yang menggembirakan di bulan ini 4) apa ya??? Hmmm, pokoknya banyak deh.

Oke, daripada bertele-tele, langsung aja ya, simak apa saja yang menjadi favoritku di bulan ini.


Nah, kelihatan kan, disitu ada 5 jenis benda yang jadi favoritku. Ada body wash, hair mask, shampoo, face cream, dan perfume. Bahas satu per satu yuk!

1. Cussons Imperial Leather Aqua Fresh Body Wash


Kemasan dari Cussons Imperial Leather body wash yang satu ini masih sama dengan kemasan lama. Aku udah coba beberapa jenis body wash dari Cussons dan body wash Aqua Fresh ini merupakan salah satu favoritku. Wanginya seger banget, cocok sebagai mood booster di saat males mandi atau males ngapa-ngapain. Salah satu poin penting dari body wash ini adalah kandungan triple moisturizing complex, pH netral, mineral laut, dan mint. Kombinasi yang sangat pas untuk sebuah body wash yang berfungsi menyegarkan sekaligus melembabkan. Psssttt! Aku juga sangat suka dengan wangi ala lautnya. Hmmm, berasa sedang berenang di Bora-Bora :)

2. Milk and Honey Gold Hair Mask


Milk and Honey Gold Hair Mask ini adalah produk hair care paling favorit buatku saat ini. Aku udah bener-bener cocok dengan produk hair mask yang satu ini. Selain melembabkan dan melembutkan hair mask dari Oriflame ini juga menutrisi. Kandungan utama dari hair mask ini adalah organic milk and honey. Wanginya juga lembut, hampir seperti paduan green tea dengan madu.

3. Milk and Honey Gold Shampoo


Milk and Honey Gold Shampoo adalah rangkaian produk Milk and Honey Gold persembahan dari Oriflame. Aku suka banget dengan shampoo yang satu ini karena nggak bikin rambut jadi kering. Selain itu, shampoo ini bisa melembutkan sekaligus melembabkan rambutku yang agak-agak susah diatur dan bergelombang-gelombang. Wanginya aku suka banget karena enak, lembut, dan tahan lama.

4. Essentials Fairness 5-in-1 Face Cream


Face cream yang satu ini favoritku banget *peluk-peluk* selain si Optimals Oxygen Boost Cream. Aku selalu suka produk-produk keluaran Essentials karena pertama harganya terjangkau, kedua isinya banyak, ketiga manfaatnya segudang dan terasa banget sejak pertama kali pemakaian. O ya, Essentials Fairness 5-in-1 Face Cream ini merupakan produk baru di Oriflame Indonesia. Aku belinya bulan Oktober ini, sudah sebulan tapi isinya masih separuh kurang dikit. Lumayan awet lho, padahal aku pakai tiap hari (2x sehari). Krim wajah ini memang didesain khusus untuk melembabkan, menutrisi, melindungi, mencerahkan, dan menghaluskan. WOW banget kan! Semenjak pakai krim ini secara rutin, wajahku jadi lebih lembab dan lebih cerah lho. Wanginya juga enak :)

5. Lovely Garden Eau de Toilette


Lovely Garden EdT ini adalah parfum favoritku di bulan Oktober ini. Untuk reviewnya, aku udah pernah bahas disini.

Semoga postingan kali ini bermanfaat dan bisa memberi referensi atau inspirasi buat kalian para readers. Thankies.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, September 20, 2013

Si Kucing pun Bisa Marah

Menurut beberapa buku yang aku baca, kucing, seperti halnya anjing dan manusia, juga bisa ngambek atau marah. Awalnya sih aku nggak percaya sama apa yang tertulis di buku tersebut. Tapi, setelah kejadian kemarin Rabu (18 September 2013) baru aku percaya kalau kucing memang memiliki perasaan yang terbilang unik. Ya, kucing memiliki emosi. Kalau dia bisa senang, tentu saja dia bisa sedih dan marah. Jadi ceritanya kemarin Rabu, Cheeten marah padaku. Gara-garanya pagi-pagi jam 8 lebih dia meloncat masuk ke kamarku melalui jendela yang menghadap keluar. Seperti biasa kalau sudah begitu, dia pasti minta jatah sarapan. Akupun bergegas membimbingnya ke dapur. Oopsss! Ternyata di dapur hampir tidak ada makanan yang bisa Cheeten makan (kebetulan makanan kucing kesukaan Cheeten habis sejak hari Selasa) Yang ada di dapur cuma sayur tumis kangkung-tahu dan nasi putih dalam magic jar. Hmmm, Cheeten bukan tipe kucing yang suka dengan sayur ataupun nasi. Jadi dengan terpaksa aku mencari alternatif makanan lain. Karena nggak mungkin kalau aku keluar untuk beli ayam goreng atau ikan goreng kesukaannya, maka aku berinisiatif untuk membuatkan telur dadar kesukaannya. Cheeten memang terbilang suka makan telur dadar dan telur mata sapi. Kebetulan juga di kulkas masih ada beberapa buah sosis ayam. Cheeten itu pintar, kalau sudah lihat aku berdiri dan sibuk dengan kompor serta alat masak, dia akan berhenti mengeong dan memilih untuk tiduran di lantai. 

Setelah selesai dengan telur dadar dan sebuah sosis goreng, aku menuju ke piring makan Cheeten. Aku potong kecil-kecil telur dadar dan sosisnya (Cheeten suka telur dadar yang dipotong dadu dan sosis yang dipotong kemudian dipenyet sehingga dagingnya keluar). Apa yang terjadi?? Cheeten cuma mengendus sekali ke arah makanannya kemudian melengos pergi. Eh? Kok gitu? pikirku. Aku coba buat membujuk dia untuk makan, tapi dia tetap berlalu pergi dengan tatapan seolah-olah bilang, "Nggak ada makanan lain apa??" Aku membuntuti kemana dia pergi, ternyata dia pergi ke kamarku dan naik ke kasur. Okelah, untuk kali ini aku ijinkan dia naik ke kasur (biasanya nggak boleh karena dia sudah punya kasur sendiri). Setelah memastikan Cheeten baik-baik saja, aku pun melanjutkan kerjaanku menulis artikel. Sampai jam 11 siang, Cheeten terlihat diam di kamar. Sewaktu aku tengok, ternyata dia tidak tidur, hanya tiduran. Melihat aku datang, dia langsung berbalik membelakangiku. Eh? Aku sempet bingung. Aku kira dia sakit atau apa. Biasanya kalau lihat aku dia langsung mengeong, kali ini hampir seharian dia diam saja. Aku sempat khawatir. 

Pada akhirnya semua terjawab ketika adekku pulang sekolah. Aku yang jemput dia di sekolah. Saat perjalanan pulang aku cerita kalau Cheeten diam saja, sepertinya dia marah. Setelah sampai di rumah, terlihat Cheeten sedang asik tiduran di ruang TV. Ketika melihat adekku, dia langsung bereaksi seperti biasa. Mengeong manja dan menggesek-gesekkan kepalanya di kaki adekku. Tapi, sewaktu giliranku mendekat, dia cuma menatapku tanpa bersuara. Hmmm, sepertinya Cheeten benar-benar marah padaku sampai dia nggak mau dekat-dekat denganku. Akhirnya, aku menyuruh adekku dan ibukku untuk memberi makan Cheeten dengan ayam suwir. Untung saja, pagi harinya (Kamis, 19 September 2013) Cheeten sudah bersikap seperti biasa padaku. Dia sudah mau mengeong dan duduk berdekatan denganku. 

Pelajaran yang bisa dipetik dari Cheeten kali ini adalah bahwa kucing memang benar-benar memiliki perasaan dan emosi layaknya manusia. Kalau ada orang yang tega berbuat jahat pada mereka (atau menyiksa mereka), pasti mereka akan sedih dan sakit hati. Saling menghormati merupakan hal terbaik yang harus kita bangun untuk menjembatani persahabatan kita dengan hewan peliharaan kita, apapun itu.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, September 5, 2013

Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!

Ceritanya, hampir semingguan ini aku lagi nguber-uber dosen buat tandatangan di skripsi final sebelum dijilid hardcover terus dikumpul ke dekanat buat ditandatangani dekan. Tapi apa daya, sejak Senin sampai hari ini (Kamis) nguber 1 dosen aja nggak ketemu-ketemu. Dosen penguji yang lain, kaprodi, dan dosen pembimbing sudah tandatangan semua, hanya kurang 1 dosen penguji saja. Nah, mengapa aku beri judul "Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!", itu karena aku udah beberapa kali mendapat zonk buat ketemu si Ibu dosen ini. Awalnya aku  berencana untuk menemui beliau pada hari Senin (2 September 2013) dengan asumsi setelah mendapat tandatangan beliau, aku bisa langsung jilid hardcover. Setelah jilid, bisa langsung ke dekanat kemudian mengubah file skripsi menjadi PDF untuk dikumpul sebagai syarat pengambilan SKL untuk pendaftaran wisuda dan pembuatan ijazah. Tapi ternyata, rencanaku tidak berjalan baik, sejak hari Senin ibu dosen pengujiku PLPG sampai Rabu. Ya, aku maklumi lah, namanya juga lagi sibuk kan ya. Sebagai back up plan, jadilah hari ini aku nekat ke kampus pagi-pagi. Di jadwal sih beliau ngajar dari jam 7-10 (3sks). Makanya aku nekat berangkat jam 6 dari rumah untuk menemui beliau sebelum beliau ngajar. 

Sampai di kampus (setelah perjalanan panjang hampir 1 jam yang penuh perjuangan menghadapi kemacetan dan pengendara-pengendara yang naik kendaraan seenak udelnya sendiri), aku langsung menuju ke Common Room (istilah untuk ruang transit dosen). Ternyata, disana sudah sepi banget. Cuma ada 1 dosen yang sepertinya sedang membuat materi kuliah. Aku memberanikan diri buat bertanya, jujur, aku takut bersikap sama dosen itu karena pernah mengalami kejadian nggak mengenakkan dengan beliau. Untungnya beliau mau jawab (dengan lembut). Beliau bilang kalau ibu dosen yang aku cari tidak masuk karena sedang sakit. OMG! Ini udah hari Kamis, dan pendaftaran wisuda tutup Kamis minggu depan! Akkkkkk!! Akhirnya aku putuskan untuk SMS temenku buat minta nomor hp ibu dosen pengujiku itu. Syukurlah beliau membalas dengan mengatakan bahwa besok (baca: Jumat pagi) beliau bersedia ditemui untuk memberi tandatangan untuk skripsiku. Puji Tuhan. Semoga besok menjadi awal yang baik dan menjadi keberuntungan bagiku. Amien.

Intinya, aku cuma mau bilang kalau tidak selamanya manusia itu ada dalam kondisi atau posisi yang penuh keberuntungan. Sama sepertiku, ketika awal-awal pengerjaan revisi pasca-pendadaran, aku termasuk sangat beruntung dibandingkan teman-temanku yang  lain karena revisiku selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Tapi justru ketika aku harus meminta pengesahan dengan tandatangan penguji, kaprodi, dan dosen pembimbing, aku mau tidak mau harus menerima kenyataan bahwa tidak selamanya apa yang aku lakukan berjalan sangat lancar sesuai rencana atau bahkan lebih baik dari apa yang aku rencanakan. Aku paham jika ada kalanya apa yang sudah dirancang dan direncanakan dengan baik oleh manusia, belum tentu berjalan sesuai rencana. Tapi, tidak sepantasnya kalau kita menyerah ditengah jalan. Tetap semangat apapun yang ada dihadapan kita. Percaya bahwa Tuhan masih menyimpan berjuta rencana bagi kita dibalik semua kejadian. Everything happens for a reason, kata banyak orang.


Behind a great plan should lie a million back up plans!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, August 31, 2013

Book Store Haul

Setelah sekian lama nggak beli buku bacaan (baca: novel) baru, akhirnya kemarin malam kesampaian juga. Semalam aku dan mbak Indah jalan-jalan sebentar ke toko buku TogaMas Kotabaru. Awalnya sih tujuanku nggak jelas kesana, karena aku memang nggak ada planning sama sekali untuk mengunjungi toko buku di tanggal tua seperti semalam (baca: tanggal 30 Agustus 2013). Tapi, berhubung ajakannya ke toko buku TogaMas yang sering banget ngadain diskon, jadi aku mau-mau saja. 

Sesampainya disana, seperti biasanya acap kali aku ke toko buku, yang aku sasar pertama adalah rak novel-novel terjemahan. Aku memang cukup menggilai novel-novel terjemahan karena bahasanya unik menurutku. Selain itu, setting dan penokohannya juga lebih memancing imajinasi. Kali ini aku beli 3 novel terjemahan. Awalnya sih pengen beli 4 tapi berhubung cuma bawa uang Rp200ribuan jadi aku beli 3 dulu. Hahaha. Hemat ceritanya, kan tanggal tua.

Ini dia novel-novel yang aku beli:
Itu semuanya diskon 15% lho. Hehehe

Yang pertama ada novel "Confessions of an Ugly Stepsister". Menurut sinopsis di back cover-nya, novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang kakak tiri yang terasing dibalik ketenaran adik tirinya yang cantik dan menawan. Overall menurut sinopsinya, isi ceritanya hampir sama dengan cerita Cinderella, tapi tokohnya dibalik. Bukan Cinderella yang jadi tokoh utama tapi kakak tirinya. Setting tempatnya cukup menarik imajinasi yaitu Belanda pada abad ke-17. Novel ini belum aku buka sih, jadi belum tau isi cerita secara keseluruhan bagaimana. Tapi aku sempet search di Google dan nemu kalau novel ini dibuat sudah cukup lama bahkan sudah ada filmnya juga (bisa cek di Youtube). Tapi lebih penasaran baca bukunya sih, soalnya kadang kan cerita di novel dan di film dibuat sedikit beda.

Novel yang kedua adalah "Accidentally Fabulous". Ini novel bercerita tentang fashion designer gitu lah. Aku suka novel tentang fashion (seperti Confessions of a Shopaholic series, The Devil Wears Prada, dll). Settingnya dimana lagi kalau bukan di New York, pusat fashion dunia. Novel ini juga belum aku buka. Tunggu giliran deh ya.

Novel terakhir yang aku beli adalah "Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku". Kalau kamu baca blogku dari awal pasti tau dan familiar sama kesukaanku sama binatang terutama anjing dan kucing. Saat ini aku punya 2 kucing, satu di rumah nenek, satu di rumahku. Yang dirumahku namanya Cheeten. Aku beli novel Chicken Soup ini selain karena aku suka dengan kisah-kisah inspiratif yang selalu disuguhkan oleh Chicken Soup, juga karena aku suka kucing. Aku mau belajar banyak dari kucing. Hahaha. Novel ini sudah aku buka dan aku baca beberapa cerita di dalamnya. Sangat asik dan inspiratif menurutku.


Weekend ini akan aku habiskan dengan membaca Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku. Hmm, pasti akan jadi weekend yang menyenangkan sekaligus penuh semangat. Yeayyy!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, July 6, 2013

Mengapa (Lebih) Nyaman Sahabatan Sama Cowok?

Sahabat? Pasti semua orang punya sahabatnya masing-masing. Sahabat nggak kudu banyak-banyak. 1 sahabat pun bisa jadi sudah cukup. Ngomongin soal sahabat, pasti setiap orang memiliki kriteria sahabat masing-masing. Ada yang suka bersahabat dengan orang yang pendiam, ada yang suka bersahabat dengan orang yang talkative, ada juga yang suka bersahabat dengan orang yang lebih dewasa, dll. Tapi, banyakan orang memiliki sahabat karena mereka memiliki cara pikir dan pergaulan yang nyambung. Ya iya lah, kalau nggak nyambung mah nggak bakal jadi sahabat, LOL. 

Sahabat itu juga bukan berarti harus ada dimanapun dan kapanpun, harus sms atau telponan tiap hari. No. Sahabat itu justru orang yang paling dekat dengan hati dan masih tetap menjadi orang yang sama meskipun sudah puluhan tahun nggak ketemu. Iya, aku juga merasakan feel memiliki sahabat yang seperti itu. Dia selalu ada saat dibutuhkan meskipun nggak harus bertatap muka dan tetap menjadi sahabat meskipun sudah lama nggak bertemu. Saat kuliah, aku punya 2 orang sahabat, namanya Windru dan Deti. Mereka berdua sudah akrab sama aku sejak awal masuk kuliah. Hampir di setiap kegiatan kami selalu bersama, bertiga. Kami nggak ngasih nama persahabatan kami layaknya geng atau apapun. Di luar kampus, aku juga punya beberapa sahabat. Salah satu sahabatku sejak kecil dulu yang selalu baik dan perhatian sama aku adalah Wahyu Sigit. Aku memang tidak terlalu intens berkomunikasi dengan dia, tapi setiap bertemu, rasanya chemistry kami sebagai sahabat selalu muncul. Dia orangnya lucu dan baik. Selain si Sigit, ada pula beberapa sahabatku yang berjenis kelamin laki-laki. Entah ya, aku terkadang suka dan nyaman bersahabat dengan laki-laki.

Ada beberapa alasan kenapa aku nyaman bersahabat dengan cowok:
1. Cowok itu enggak ribet. Yes, cowok itu makhluk yang ajaib. Entah mereka itu memang secara alamiah memiliki sifat cuek atau gimana, aku nggak tau. Ini nggak berarti cewek itu ribet lho. Nggak semua cewek ribet kok, buktinya kedua sahabatku Windru dan Deti nggak ribet.

2. Cowok itu jarang galau dan melow. Aku memang sering merasa kurang nyaman dengan orang yang suka galau dan melow. Rasanya, kayak dunia ini udah nggak ada bagus-bagusnya. Dikit-dikit galau, dikit-dikit melow, arrgghhh!

3. Cowok itu pendengar yang baik. Cowok memang bukan tipe pemberi nasehat atau saran yang cucok. Kalau soal saran dan nasehat, aku pasti akan lari ke sahabatku yang cewek. Kalau aku butuh untuk didengar aku akan pilih keduanya. 

4. Cowok itu optimis. Sesulit apapun hidupnya, mereka sudah ditempa sejak di dalam kandungan untuk menjadi manusia yang optimis. Cowok itu tipe orang atau sahabat yang bisa memberi penguatan (bukannya ngompor-ngomporin, LOL). 

5. Cowok itu sanggup melindungi dan membela. Well, ini ngomongin cowok baik-baik ya, bukan yang lain. Kalau cowok baik-baik pasti secara naluriah mereka akan melindungi cewek. 

Apalagi ya?? Hmmm, intinya ya begitulah faktor-faktor yang membuat aku nyaman bersahabat dengan cowok. Sebenernya, bersahabat dengan cowok maupun cewek sama-sama memberikan manfaat yang besar dalam hidup kita. Selain membuat kita lebih percaya diri, merasa dihargai dan berarti, kita juga akan merasa lebih nyaman untuk menghadapi dunia. So, carilah sahabat yang baik dan mau mengerti. Bukan sahabat yang ngajarin kamu hal-hal yang negatif seperti ngajak kamu ngomongin kejelekan orang, nyebarin gosip menyesatkan, ngajak nyopet, ngajak pakai narkoba, atau bahkan ngajak bunuh orang, ihhh seremmm!!

Jadi, pilihlah sahabatmu menurut hati nurani kamu. Sahabat yang baik tidak akan saling menjelekkan satu sama lain dibelakang. Sahabat yang baik selalu setia apapun keadaanya. Sahabat yang baik itu saling mendukung dan menguatkan, bukan menjatuhkan atau menyesatkan. So, find your best friends and go against the world together!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, June 29, 2013

Hobi = Pemborosan???

Q: Apa sih hobi itu menurut kamu? 
A: Kalau menurutku, hobi itu kegiatan-kegiatan spesifik yang membuat kita senang dan gembira dalam melakukannya dan akan terus berkelanjutan. 
Q: Hobi kamu apa?
A: Banyak. Secara garis besar aku hobi koleksi baju atau akesoris yang unik, hobi belanja, hobi koleksi kuteks, hobi mainan yang unyu-unyu dan cantik, hobi koleksi segala sesuatu yang warna-warni, hobi mendengarkan musik, hobi menyanyi, hobi menari, hobi menonton film, hobi menulis, hobi jalan-jalan, hobi motret, dan hobi membaca, dan macem-macem lagi. Haha.
Q: Berapa duit kamu keluarkan buat hobi kamu setiap bulannya?
A: Wah, nggak ngerti juga. Aku jarang itung-itungan gitu. Modal nekat sama ikhlas aja. Jadi nggak perlu dihitung-hitung gitu lah.
Q: Jadi kamu termasuk boros ya soal hobi?
A: Hmmm, bisa dibilang begitu. Eh tapi, aku nggak setuju dengan istilah boros di hobi.
Q: Kenapa?
A: Soalnya ya, hobi itu menurutku termasuk penyaluran bakat, energi, kreatifitas, yang menghasilkan timbal balik berupa peningkatan mood, rasa bahagia, rasa percaya diri, dan rasa bangga serta menghilangkan stress dan meminimalisir kecenderungan depresi dan mudah lupa.
Q: O ya? 
A: Menurutku sejauh ini sih begitu. Ya daripada punya hobi suka nggunjingin orang kan mending punya hobi yang bisa meningkatkan rasa bahagia dan menghilangkan stress tanpa merugikan orang lain. Lebih setuju lagi, kalau dari hobi bisa jadi sumber penghasilan. Misalnya hobi menulis terus bisa sampai nulis novel atau buku. Kan, lumayan tuh royaltinya.

Jadi pada intinya, orang yang punya hobi dan sangat menyukai hobinya itu nggak bakal deh terus itung-itungan berapa uang yang dihabiskan, kapan balik modal, etc. Justru orang yang terlalu perhitungan, menurutku, menurutku lho ya, dia menjalani hobinya dengan setengah hati. Atau malah, bisa jadi cuman ikut-ikutan. Misalnya temennya punya hobi membuat aksesoris handmade, karena nggak mau kalah terus ikutan buat tapi sebenernya dia nggak punya bakat dan rasa cinta pada hobi tersebut. Ujung-ujungnya juga nggak akan bertahan lama dan malah sia-sia. Tapi, lain soal kalau hobinya SHOPPING. Hihihi. Musti itung-itungan juga, kalau enggak bisa-bisa numpuk hutang, kan malu -__-

So, kalau ada orang yang nggak suka atau sirik sama hobi yang kamu geluti, santai aja. Apalagi kalau sampai dinyinyirin soal uang yang dihabisin buat hobi kamu. Tenang, kamu seharusnya malah kasian lho sama orang itu. Kenapa? Karena pasti dia tidak punya hobi yang cukup menyenangkan untuk dijalani sehari-harinya. Kalau dia punya, dia pasti nggak akan nyinyirin hobi kamu. Teruslah berkarya dan berkreasi dengan hobi kamu, apapun itu. Who knows kalau suatu hari kamu bisa terkenal atau mendapatkan penghasilan sendiri dari hobi kamu itu. Cheers!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, May 11, 2013

Saya Khilaf dan Saya (Sedang Ingin) Nyinyir!

Jum'at tanggal 10 Mei 2013 kemarin aku pergi ke Salatiga, pulang sampai rumah jam 6 sore. Lanjut tidur jam 7 malem karena udah completely tepar. Jadilah aku bangun jam 12.10 tadi (udah hari Sabtu). Rencananya sih mau nulis tentang perjalanan ke Salatiga, tapi dipending dulu aja deh. Hohoho. Barusan aja aku buka FB, entahlah, gegara melihat sebuah foto yang diupload oleh salah satu temen di FB rasanya terus pengen nyinyir *tampol sendal ke bibir sendiri*

Salah satu alasan kenapa aku pengen banget nyinyir dan kemudian aku nulis post ini adalah karena ada sesuatu yang mengusik sanubariku *ceilah, bahasanya booookkkk, 80an banget*. Rasanya ada yang nggak pas banget sama hatiku, jadinya ya aku terus pengen nyinyirin tuh foto dan orangnya, LOL. Maafkan saya, saya khilaf, tapi post ini harus tetep lanjut, LOL.

Ceritanya, yang ngupload foto itu adalah salah satu adik kelasku sewaktu sekolah dulu. Dia punya cowok yang 'katanya' sih anggota P*lisi. Tapi yang bikin aku jadi nyesek dan nyinyir itu adalah gaya dia (si cowok itu). Ya iyalah, aku kenal beberapa anggota P*lisi bahkan kakak sepupu-iparku adalah anggota P*lisi. Tapi sejauh ini nggak ada yang senarsis dan se'boyband' dia. LOL. Oke saudara-saudara, aku emang nggak kenal siapa si cowok itu dan nyinyir ini adalah berdasar pada pure my perspective. Intinya, dari beberapa foto yang aku lihat di FB (yang hampir tiap hari diupload sama si cewek) cowok ini semacam "belum pantes" untuk ukuran seorang anggota sebuah korps besar yang memiliki tugas lebih dari sekedar menjaga keamanan. Nggak kebayang sih kalau ada yang seperti itu diterima masuk di korps yang katanya memiliki tahapan ujian yang ketat dan tentunya nggak semua orang bisa lolos. Nggak salah memang, nggak salah, itu hak semua orang untuk narsis dan eksis. Tapi, tapi, tapi, konteksnya lain saudara-saudara.

Yang bikin aku nyesek adalah gaya dia. Aduhhh boookkkk, ngalahin personil boyband deh. Terus gegara satu foto itu aku jadi bayangin gini. Pas ada rusuh, dianya ikut ke TKP. Terus foto-foto dengan gaya dan ekspresi muka boyband "yang monoton itu". Terus diupload di FB. Oh man!!! Mau jadi apa negara ini????? Narsis sih boleh tapi kapasitasnya itu lho. Hiksss. Selain itu, aku juga nganggep dari beberapa foto yang diupload, dia itu tipe spoiled child. Ya, bisa dilihat dari gaya-gayanya lho. Aku jadi nggak yakin deh sama kualitas aparatur negara yang bertanggungjawab pada keamanan negara dan penegakkan hukum kalau ada yang kayak gitu. Karena menurut perspektif dan mindset-ku, seorang anggota P*lisi itu mustinya ya yang siap siaga secara fisik dan pikiran, nggak kemayu, dan tentunya, nggak SELO banget kayak gitu sampai bisa foto-foto anywhere and anytime. (Selo = nggak ada kerjaan/punya banyak waktu senggang *b. Jawa)

Tapi, aku juga mikir gini, yang namanya manusia pasti punya ALTER EGO. Mungkin aja dia begitu karena dia pengen mengungkapkan sisi lain dirinya. Mungkin dia merasa penat dengan kegiatan sehari-harinya dan butuh hiburan. Ya, kita nggak bisa tahu secara pasti juga ya, kenapa dia begitu. Balik lagi deh, itu hak setiap orang. Meskipun kadang mengusik hati dan pikiran orang lain.

Well, sekali lagi saudara-saudara, semua tulisan nyinyir ini hanyalah berdasar pada perspektifku. Aku nggak tahu dan nggak kenal siapa cowok itu dan nggak tahu karakter dia atau kehidupan dia seperti apa. Aku hanya berkomentar berdasarkan kapasitasku sebagai orang yang melihat apa yang dia lakukan di dunia maya. Aku juga nggak bermaksud untuk menyinggung pihak-pihak tertentu. Jadi mohon maaf kalau nyinyirku udah kelewatan, hehehe. Namanya juga manusia yang hidup di dunia sosial, kalau nggak nyinyir itu nggak afdol, LOL. Enggak ding, nggak boleh nyinyir seharusnya itu, ntar disangka sirik lho. :)

P.S: Jangan ditiru ya. Nyinyir itu sebenernya nggak baik untuk kesehatan, hehehe. Salam!


Dibawah ini adalah gambaran tentang perspektif-ku sesuai dengan isi dari post ini (jangan dianggap serius ya, nanti cepet tua kalau serius mulu, LOL)

Polisi itu seharusnya begini:

Bukan begini:

*Duh!* Apalagi begini:

Then, I think:


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net