Showing posts with label Me. Show all posts
Showing posts with label Me. Show all posts

Tuesday, August 11, 2015

Business Trip : New Experiences of Working with Japanese Colleagues

Hi readers!!

It's been quite long time I haven't posted anything on my blog. Basically, I was passing through the similar activities day by day. It was monotonous. Until one day, I experienced new thing.


Tanggal 3 - 8 Agustus kemarin aku ditunjuk sebagai salah satu perwakilan institusi tempatku bekerja untuk mengikuti rapat internasional dengan partner institusi dari Jepang di Malaysia. Rapat ini dimaksudkan sebagai persiapan untuk mengadakan sebuah event berskala internasional yang mana institusi tempatku bekerja menjadi tuan rumahnya. Event ini melibatkan panitia dari 2 negara, yakni Indonesia dan Jepang (baik dosen, staff, maupun mahasiswa). Meskipun event ini baru akan dilaksanakan tahun 2016, tapi kami sudah harus melakukan persiapan sejak bulan Mei kemarin.

Wednesday, July 1, 2015

Shopping is My Cardio

Hi readers!!


Does anyone agree with that?

I do agree.
I like shopping. I love shopping. Somehow, I adore it. Haha, nope, the last one is just a joke!

Well, kesukaanku pada aktivitas shopping dimulai sejak SMA. Pada masa SMA aku terbiasa mengumpulkan sebagian uang saku yang kemudian aku gunakan untuk berbelanja baju, sepatu, tas, atau aksesoris di akhir bulan. Maklumlah, uang saku sewaktu SMA dulu tidak sebanding dengan uang saku anak SMA masa sekarang, jadi musti nunggu akhir bulan baru bisa terkumpul cukup untuk shopping. Dan kebiasaan shopping seolah sudah menjadi hobi atau malah kebutuhan yang memang tidak bisa ditinggalkan, meskipun sekarang musti bisa mengontrol diri lebih baik lagi dalam hal penggunaan uang.

Bagiku, shopping bukan hanya kegiatan menghabiskan uang atau suatu aktivitas hedonis yang memuja kemewahan dan sebagainya. Bagiku, shopping adalah seni dan olahraga. Kenapa aku bilang seni? Karena disini aku melatih diriku untuk dapat menggunakan uang jatah shopping yang sengaja aku sisihkan dari gaji bulananku sebaik-baiknya, misalnya untuk belanja barang-barang kesukaanku, seperti baju, sepatu/sandal, aksesoris, ataupun tas. Shopping juga melatih insting dan kegigihan untuk mencari barang terbaik tanpa harus menyia-nyiakan nominal uang yang ada. Selain itu, shopping barang-barang seperti baju juga melatih seni estetika, yakni bagaimana aku menggunakan pikiranku untuk mengimajinasikan barang tersebut akan aku gunakan seperti apa, bagaimana, kapan, dan dipasangkan dengan apa. Jadi shopping bagiku bukan sembarang aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lebih-lebih, bagiku, shopping adalah olahraga, ya olahraga fisik dan olahraga otak. Olahraga fisik tentunya dapat dilihat dari kegiatan shopping yang dilakukan di mall, di pasar, maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. Penelitian mengatakan bahwa aktivitas shopping dapat membantu manusia untuk membakar kalori dengan persentase yang cukup banyak, in one condition: you wont eat too many calories afterwards, unless you get nothing. Olahraga otak yakni bagaimana me-manage uang dan bagaimana menerapkan seni estetika seperti yang aku sebutkan di paragraf sebelumnya.

Shopping is my cardio. I totally agree with that quotation. Aku setuju jika aktivitas shopping bisa membuatku alive, survive, and sane. Tapi lagi-lagi, aku harus keep reminding my self, kalau shopping tidak boleh berlebihan apalagi menjadi addicted. Lama-lama nanti bisa seperti karakter utama di novel Sophie Kinsella "Shopaholic", Rebecca 'Becky' Bloomwood, yang kemudian terlilit banyak hutang karena ketagihan berbelanja produk-produk ber-merk tanpa mengecek ulang kondisi ekonominya sendiri.

Untuk itu, aku lebih suka menyisihkan gajiku, misalnya 30% untuk shopping, 30% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari (transportasi, jajan kuliner, kolekte, sumbangan, dll) dan kebutuhan tak terduga. Kantong aman, hati nyaman. Saat ini aku masih belajar me-manage uangku dengan sistem 30:30:40 tersebut. Semoga bisa segera menjadi suatu habit yang teratur dan bermanfaat bagi diriku dan orang lain. ^^


~xoxo~



Monday, May 4, 2015

I Choose to Be "a Bit" Different

Hi readers!

Are you following mainstream or anti-mainstream? Well, I think it's easier to follow the mainstream because you don't need to struggle to do it. You just need to follow the flow wherever it may bring you to. Choosing to follow anti-mainstream is not easy even though it is. There must be plenty contradictions coming from me and people nearby. One thing that I concern the most during following anti-mainstream 'idea' is that I choose not to use smartphone. You know, it is kind of so yesterday by not using smartphone. I know that and I accept that. However, I choose not to use smartphone due to my own reasons.

I prefer not to use smartphone because I do not really need it. You know, smartphone becomes very viral since 2010. It has been 5 years I am not using smartphone since that era. I know that using smartphone brings a lot of benefits, especially for communication. Many people claim that smartphone ease the effort to contact as many people as possible. There are a lot of applications everyone can take for granted. Well, I realize that sometimes I really want to use smartphone since there are many exciting applications I can use to stay up to date and keep in touch with many people and many of my long lost friends. However, I think my current phone is enough. It is not an old fashioned phone which cannot connect to the internet. It is a quite modern phone which I bought in the middle of 2011. This phone can be used to access the internet, even though it is not as sophisticated as modern smartphone. I can access online chatting application, called Whatsapp, to have fun chat with friends and family.

I think, as long as my phone can be used to handle every communication, it is fine for me. One of my friends told me that I have to get a smartphone to keep in touch with her. You know what I said to her. I don't need a smartphone yet. If she wants me to contact her, I may use SMS or phone call. It's conventional, I know, but if your phone can do those things to communicate, why don't you use them optimally?

If you think I'm old fashioned, I deny it. Well, yes, I'm a bit conventional in the matter of using gadget. But, I have been planning to get a smartphone this year. Why? It is because finally I need it to support my job. Still, I don't want to drop my old phone out. I need it as well.


At my desk
After some chit-chat with my long lost friend
~xoxo~



Friday, May 1, 2015

Self Reward is Important

Hi readers!!!

Self reward adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan memberikan self reward kita dapat mengapresiasi segala hal dan usaha yang sudah kita lakukan, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bagiku secara pribadi, self reward itu sangatlah penting. Self reward dapat membantuku mengurangi rasa stress dan dapat meningkatkan semangat. Biasanya, setelah melakukan hal-hal yang menguras tenaga dan otak, aku biasanya memberi diriku suatu reward. Bentuk reward-nya macam-macam tergantung mood dan juga kebutuhan. Untuk bulan ini, berhubung diriku menghadapi hal-hal yang stressful selama bertubi-tubi khususnya di kantor, maka aku memutuskan untuk memberikan diriku self reward untuk sekedar re-charge semangat. Nggak banyak sih self rewardnya, tapi cukuplah untuk menyenangkan diri sendiri :)

Drink Can, Purse, Wedges

Self reward-ku nggak jauh-jauh dari barang-barang yang aku butuhkan dan aku sukai.

1. Tropical Leopard Coolgear Can
Tempat minum adalah salah satu benda yang aku butuhkan. Secara di kantorku kalau mau ambil minum musti ke pantry di lantai 1, sedangkan aku kerja di lantai 2. Daripada bolak balik makanya aku lebih suka bawa minum dari rumah. Aku membeli tempat minum yang satu ini karena motifnya dan desainnya yang unik. Bentuknya menyerupai soft-drink can. Selain itu, Coolgear can yang satu ini juga BPA free dan washable. Coolgear can macam ini tersedia dalam berbagai motif, bisa dibeli di Acehardware.

2. Leopard Purse
Lagi-lagi leopard :) Aku memang penggemar animal print. Leopard adalah salah satu motif yang paling favorit buatku. Purse yang satu ini aku hadiahkan pada diriku agar barang-barang semacam jepit rambut, lipstick, bedak, kaca, dll tetap tersimpan rapi di dalam tas.

3. Wedges Sandals
Self reward yang terakhir adalah Wedges Sandals by Yongki Komaladi. Yep, membeli alas kaki adalah hal yang sangat relieving bagi wanita, termasuk aku. Dan sandal Yongki Komaladi ini worth the money banget. Aku suka karena modelnya semacam sendal Docmart meskipun yang ini versi wedges.

Kalau readers gimana? Ada juga yang suka memberi reward pada diri sendiri?


~xoxo~


Thursday, October 17, 2013

My Graduation [Oktober 12, 2013]

Hi blogger :)
Rasanya pasti seneng banget ya, pada akhirnya bisa keluar (baca: lulus) dari Universitas sebagai sarjana. Iya dong, kalau dibandingkan dengan jenjang pendidika di bawahnya, jenjang perguruan tinggi tentu lebih sulit untuk dijalani. Memang sih, awal-awalnya asik-asik aja, tapi, sewaktu sudah semester akhir bawaannya nggak asik dan nggak santai. Apalagi kalau beberapa temen seangkatan sudah lulus duluan. Hihihi.

Nggak mau berlama-lama ngomong, aku disini mau share beberapa foto wisudaku. Yeayyy!! Akhirnya, aku resmi menyandang gelar S.Pd. juga :D :D

with my beloved family

I love my 'peplum' kebaya

happy face


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, October 9, 2013

Keribetan Menjelang Wisuda

Hai blogger, long time no see ya.
Recently, aku lagi sibuk ngurusin yang namanya wisuda dan malam pelepasan wisuda. Hufff! Ribet banget deh. Emm, tapi kayaknya emang akunya yang rempong ding. Hahaha. Disini aku mau sedikit curhat dan share mengenai persiapanku menghadapi 2 event besar itu.

Karena belum pernah ikut dan menjalani wisuda sarjana, pada awalnya aku santai-santai saja. Maksudnya, tidak pengen berlebihan buat persiapannya. Tapi ternyata, tidak semudah itu Jenderal! Ada banyak hal yang musti dipersiapkan, dan tentunya ada banyak biaya yang harus dikeluarkan. Sedikit mau curhat nih. Jadi beberapa minggu yang lalu aku jahitin kebaya, sebelumnya aku belum pernah jahitin kesana, berhubung Ibuk bilang disana saja, ya aku ngikut. Memang sih, model kebaya yang aku pengen agak ribet. Tapi at least dalam waktu 1 bulan, bisa jadi lah ya. 

Nah, beberapa waktu yang lalu, si mbak penjahit SMS, bilang kalau kebayanya udah bisa diambil. Well, pas sampai sana, ternyata kebayanya belum rampung, kesel sih, tapi masih bisa ditahan. Setelah menunggu kira-kira 3 jam, si kebaya sudah jadi. Tapi hasilnya SANGAT MENGECEWAKAN!!! Bentuknya sama sekali melenceng jauh dari model yang aku kasih ke mbak penjahitnya (padahal aku udah print gambarnya gede lho, udah jelasin juga konsepnya). Aku pengennya kebayanya diberi detail rempel-rempel di ujungnya dengan warna lain (aku siapin kain brokat warna pink). Nah, ternyata sama si mbak penjahit, itu kain brokat cuma digunting and ditempel. Mana nggak rapi pula. Mana bayarnya mahal pula. Udah gitu, kebayanya kebesaran saudara-saudara. Bener-bener kecewa mampus sama penjahit itu. Sama sekali nggak profesional.

Akhirnya, solusi terakhir adalah menjahit kebaya lagi. Kali ini aku beli bahan yang sedikit lebih murah dari yang kemarin dan desain yang lebih mudah. Aku pilih bikin kebaya dengan model "peplum". Besok sih udah bisa diambil, semoga jadinya tidak mengecewakan lagi. Soalnya, kalau ini beneran mohon-mohon ke penjahit langganan. Bodohnya, kenapa nggak dari dulu jahitin disana coba. Ahhh, buang-buang duit saja kau Yas!

Beralih dari curhatan soal kebaya, sekarang gantian curhat soal malam pelepasan wisuda atau bahasa kerennya Graduation Dinner. Setelah lulus kemarin, aku bener-bener excited dengan event yang satu ini. Anggep aja prom night lah (emang iya deh). Jadi jauh-jauh hari aku sudah persiapan dress dan aksesorisnya. Iya, aku emang rempong dan cenderung perfeksionis. Tapi semua persiapan itu mesti ada bagian yang dibatalin. Kenapa? Karena ternyata Graduation Dinner kali ini pakai dresscode saudara-saudara. Haduuhhh! Mana dresscode-nya "Retro" pula. Nah kan, makin bingung aja. Akhirnya setelah nyari-nyari referensi gaya "Retro" yang pas buat prom night, aku putuskan untuk beli dress lagi (sama stocking item ala lady retro). Untungnya sih di Sakola ada beberapa dress bergaya retro yang murah meriah. Bahannya tebel dan stretch (ala-ala butik gitu), tapi harganya dibawah 70ribu. Asiik kan. Sebagai alternatif aku juga beli dress polka dot. You know lah, retro itu identik dengan polka dot dan lipstik merah merona. We'll see later aku mau pakai yang mana. :p

Begitulah sedikit curhatan tentang ribetnya persiapan menjelang wisuda dan graduation dinner. Semoga besok pas hari H semua dilancarkan dan diberkati oleh Tuhan. Happy Graduation!!



~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, September 20, 2013

Si Kucing pun Bisa Marah

Menurut beberapa buku yang aku baca, kucing, seperti halnya anjing dan manusia, juga bisa ngambek atau marah. Awalnya sih aku nggak percaya sama apa yang tertulis di buku tersebut. Tapi, setelah kejadian kemarin Rabu (18 September 2013) baru aku percaya kalau kucing memang memiliki perasaan yang terbilang unik. Ya, kucing memiliki emosi. Kalau dia bisa senang, tentu saja dia bisa sedih dan marah. Jadi ceritanya kemarin Rabu, Cheeten marah padaku. Gara-garanya pagi-pagi jam 8 lebih dia meloncat masuk ke kamarku melalui jendela yang menghadap keluar. Seperti biasa kalau sudah begitu, dia pasti minta jatah sarapan. Akupun bergegas membimbingnya ke dapur. Oopsss! Ternyata di dapur hampir tidak ada makanan yang bisa Cheeten makan (kebetulan makanan kucing kesukaan Cheeten habis sejak hari Selasa) Yang ada di dapur cuma sayur tumis kangkung-tahu dan nasi putih dalam magic jar. Hmmm, Cheeten bukan tipe kucing yang suka dengan sayur ataupun nasi. Jadi dengan terpaksa aku mencari alternatif makanan lain. Karena nggak mungkin kalau aku keluar untuk beli ayam goreng atau ikan goreng kesukaannya, maka aku berinisiatif untuk membuatkan telur dadar kesukaannya. Cheeten memang terbilang suka makan telur dadar dan telur mata sapi. Kebetulan juga di kulkas masih ada beberapa buah sosis ayam. Cheeten itu pintar, kalau sudah lihat aku berdiri dan sibuk dengan kompor serta alat masak, dia akan berhenti mengeong dan memilih untuk tiduran di lantai. 

Setelah selesai dengan telur dadar dan sebuah sosis goreng, aku menuju ke piring makan Cheeten. Aku potong kecil-kecil telur dadar dan sosisnya (Cheeten suka telur dadar yang dipotong dadu dan sosis yang dipotong kemudian dipenyet sehingga dagingnya keluar). Apa yang terjadi?? Cheeten cuma mengendus sekali ke arah makanannya kemudian melengos pergi. Eh? Kok gitu? pikirku. Aku coba buat membujuk dia untuk makan, tapi dia tetap berlalu pergi dengan tatapan seolah-olah bilang, "Nggak ada makanan lain apa??" Aku membuntuti kemana dia pergi, ternyata dia pergi ke kamarku dan naik ke kasur. Okelah, untuk kali ini aku ijinkan dia naik ke kasur (biasanya nggak boleh karena dia sudah punya kasur sendiri). Setelah memastikan Cheeten baik-baik saja, aku pun melanjutkan kerjaanku menulis artikel. Sampai jam 11 siang, Cheeten terlihat diam di kamar. Sewaktu aku tengok, ternyata dia tidak tidur, hanya tiduran. Melihat aku datang, dia langsung berbalik membelakangiku. Eh? Aku sempet bingung. Aku kira dia sakit atau apa. Biasanya kalau lihat aku dia langsung mengeong, kali ini hampir seharian dia diam saja. Aku sempat khawatir. 

Pada akhirnya semua terjawab ketika adekku pulang sekolah. Aku yang jemput dia di sekolah. Saat perjalanan pulang aku cerita kalau Cheeten diam saja, sepertinya dia marah. Setelah sampai di rumah, terlihat Cheeten sedang asik tiduran di ruang TV. Ketika melihat adekku, dia langsung bereaksi seperti biasa. Mengeong manja dan menggesek-gesekkan kepalanya di kaki adekku. Tapi, sewaktu giliranku mendekat, dia cuma menatapku tanpa bersuara. Hmmm, sepertinya Cheeten benar-benar marah padaku sampai dia nggak mau dekat-dekat denganku. Akhirnya, aku menyuruh adekku dan ibukku untuk memberi makan Cheeten dengan ayam suwir. Untung saja, pagi harinya (Kamis, 19 September 2013) Cheeten sudah bersikap seperti biasa padaku. Dia sudah mau mengeong dan duduk berdekatan denganku. 

Pelajaran yang bisa dipetik dari Cheeten kali ini adalah bahwa kucing memang benar-benar memiliki perasaan dan emosi layaknya manusia. Kalau ada orang yang tega berbuat jahat pada mereka (atau menyiksa mereka), pasti mereka akan sedih dan sakit hati. Saling menghormati merupakan hal terbaik yang harus kita bangun untuk menjembatani persahabatan kita dengan hewan peliharaan kita, apapun itu.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Tuesday, September 10, 2013

Finally, I'm Done with Anything Related to Thesis

Yeayyyy!!! Setelah berkutat dengan thesis alias skripsi dengan intens selama beberapa bulan terakhir ini, akhirnya aku nyatakan bahwa diriku benar-benar sudah putus dengan skripsi. Hmmm, seneng sih rasanya apalagi pas nilainya udah keluar, nggak disangka banget hasilnya sangat memuaskan!! Thanks God! Tapi, sedih juga karena terkadang otak mendadak flashback ke memori-memori perjuangan mengerjakan skripsi, bimbingan dengan dosen pembimbing (Mr. Barli, I'm missing you already), pendadaran yang sempat diganti jadwalnya sehari sebelum maju, revisi (yang bisa dibilang sedikit *congkak*), ngejar-ngejar dosen penguji, kaprodi, dan dosen pembimbing buat minta tanda-tangan, nungguin pak dekan, buat PDF (yang sempet salah dan musti buat baru pakai bantuan online PDF converter), nge-burn PDF ke CD (untungnya pakai DVD-RW jadi bisa remove-add), sampai kesana kemari buat nyari tanda tangan beres administrasi sana-sini. Terakhir adalah daftar wisuda dan pembuatan kartu alumni. Perjuangan yang benar-benar menguras emosi, tenaga, dan pikiran. Fiuhhh! But, finally it's done. I'm free as student. Tapiiiiii, di depan sana sudah menunggu dunia baruku, masa depanku, tantanganku, dan berkat untukku. Siap-siap dulu mulai sekarang. Merancang apa yang mau dilakukan setelah lulus ini. Hmmmm.


~Hug & Kiss~
xoxoxo

Thursday, September 5, 2013

Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!

Ceritanya, hampir semingguan ini aku lagi nguber-uber dosen buat tandatangan di skripsi final sebelum dijilid hardcover terus dikumpul ke dekanat buat ditandatangani dekan. Tapi apa daya, sejak Senin sampai hari ini (Kamis) nguber 1 dosen aja nggak ketemu-ketemu. Dosen penguji yang lain, kaprodi, dan dosen pembimbing sudah tandatangan semua, hanya kurang 1 dosen penguji saja. Nah, mengapa aku beri judul "Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!", itu karena aku udah beberapa kali mendapat zonk buat ketemu si Ibu dosen ini. Awalnya aku  berencana untuk menemui beliau pada hari Senin (2 September 2013) dengan asumsi setelah mendapat tandatangan beliau, aku bisa langsung jilid hardcover. Setelah jilid, bisa langsung ke dekanat kemudian mengubah file skripsi menjadi PDF untuk dikumpul sebagai syarat pengambilan SKL untuk pendaftaran wisuda dan pembuatan ijazah. Tapi ternyata, rencanaku tidak berjalan baik, sejak hari Senin ibu dosen pengujiku PLPG sampai Rabu. Ya, aku maklumi lah, namanya juga lagi sibuk kan ya. Sebagai back up plan, jadilah hari ini aku nekat ke kampus pagi-pagi. Di jadwal sih beliau ngajar dari jam 7-10 (3sks). Makanya aku nekat berangkat jam 6 dari rumah untuk menemui beliau sebelum beliau ngajar. 

Sampai di kampus (setelah perjalanan panjang hampir 1 jam yang penuh perjuangan menghadapi kemacetan dan pengendara-pengendara yang naik kendaraan seenak udelnya sendiri), aku langsung menuju ke Common Room (istilah untuk ruang transit dosen). Ternyata, disana sudah sepi banget. Cuma ada 1 dosen yang sepertinya sedang membuat materi kuliah. Aku memberanikan diri buat bertanya, jujur, aku takut bersikap sama dosen itu karena pernah mengalami kejadian nggak mengenakkan dengan beliau. Untungnya beliau mau jawab (dengan lembut). Beliau bilang kalau ibu dosen yang aku cari tidak masuk karena sedang sakit. OMG! Ini udah hari Kamis, dan pendaftaran wisuda tutup Kamis minggu depan! Akkkkkk!! Akhirnya aku putuskan untuk SMS temenku buat minta nomor hp ibu dosen pengujiku itu. Syukurlah beliau membalas dengan mengatakan bahwa besok (baca: Jumat pagi) beliau bersedia ditemui untuk memberi tandatangan untuk skripsiku. Puji Tuhan. Semoga besok menjadi awal yang baik dan menjadi keberuntungan bagiku. Amien.

Intinya, aku cuma mau bilang kalau tidak selamanya manusia itu ada dalam kondisi atau posisi yang penuh keberuntungan. Sama sepertiku, ketika awal-awal pengerjaan revisi pasca-pendadaran, aku termasuk sangat beruntung dibandingkan teman-temanku yang  lain karena revisiku selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Tapi justru ketika aku harus meminta pengesahan dengan tandatangan penguji, kaprodi, dan dosen pembimbing, aku mau tidak mau harus menerima kenyataan bahwa tidak selamanya apa yang aku lakukan berjalan sangat lancar sesuai rencana atau bahkan lebih baik dari apa yang aku rencanakan. Aku paham jika ada kalanya apa yang sudah dirancang dan direncanakan dengan baik oleh manusia, belum tentu berjalan sesuai rencana. Tapi, tidak sepantasnya kalau kita menyerah ditengah jalan. Tetap semangat apapun yang ada dihadapan kita. Percaya bahwa Tuhan masih menyimpan berjuta rencana bagi kita dibalik semua kejadian. Everything happens for a reason, kata banyak orang.


Behind a great plan should lie a million back up plans!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, August 15, 2013

Praise The Lord!!! Now I Am A Bachelor of Education


Praise the Lord! Praise the Lord! Praise the Lord for everything. I was so speechless since I received a piece paper announcing the result of my thesis defense, this afternoon. Now I am a Bachelor of Education!! I am so excited, by the way :)

Honestly, I did not expect too much about the result of my thesis defense because my examiners gave many recommendations and suggestions for my thesis. Somehow, I turned into a pessimist, but I did not stop praying to Jesus, my Lord, while waiting for the announcement which was held one day after my defense. Praise the Lord! The result was too amazing to explain.

Well, I think it is enough for the celebrations. What I should do now is starting to revise my thesis. There are a lot of things to revise. Okay! Let's finish it!

*By the way, the date above the signature of the Chairperson is written as August 30, 2013 because according to the regulation, the Yudisium should be held at the end of each month where the thesis defense is taken. But, I don't care! hahaha*

~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, August 7, 2013

Skin Care Therapy for My Allergy

Hei hei :)
Ketemu lagi dengan postingan mengenai skin care. Kali ini aku mau membahas beberapa produk skin care yang aku gunakan untuk mengembalikan kondisi dan kesehatan kulitku paska alergi. Ya, beberapa minggu yang lalu aku sempet terkena alergi kulit yang gejalanya gatal, panas, bentol-bentol kecil, pori-pori membesar, dan kulit kering kusam (bisa baca disini). Alergi ini udah pernah aku alami juga sebelumnya. Penyebabnya sama yaitu nggak cocok dengan produk lotion tertentu, meskipun alergi pertama dan kedua disebabkan oleh lotion dengan merk yang berbeda. Alhasil, aku jadi kapok deh beli lagi lotion dari dua merk itu (padahal kemarin-kemarin beli cuma gegara kemakan iklan).

O ya, aku juga sempet konsultasi masalah alergiku sama kakak sepupuku yang juga seorang apoteker. Dia nyaranin aku buat makai sabun anti kuman untuk mengurangi efek alergi dan penyebaran kuman di kulit. Aku langsung refer ke Dettol. Kenapa Dettol? Karena udah lama aku freak banget sama Dettol, alias aku suka banget pakai produk Dettol, mulai dari sabun tangan, sabun batangan, sabun cair, hand sanitizer, sampai tissue basahnya. Sayangnya, udah hampir 3 bulan aku nggak lagi pakai sabun mandi Dettol, karena aku lebih milih pakai sabun mandi cantik alias sabun kecantikan semacam shower gel atau shower cream. Selain pakai Dettol, aku juga pakai lotion yang mengandung Aloe Vera karena bisa membantu menenangkan kulit dan mengurangi efek alergi. Nggak lupa aku juga pakai lotion anti gatal dari Caladine.


Bahas satu per satu ya :)

1. Dettol Radiance Body Wash

Awalnya sih aku mau beli sabun cair Dettol yang biasa, tapi berhubung di rak persabunan aku nemu si Dettol Radiance Body Wash ini, aku langsung ambil deh. Lumayan lah, ada kandungan vitamin-vitamin yang berfungsi melembabkan dan mencerahkan kulit. Hihi.


Isinya ya kayak body wash biasa, warnanya putih transparan agak keruh. Wanginya lumayan sih tapi ada campuran bau antiseptik ala Dettol. Tapi menurutku sih nggak masalah ya ada bau-bau antiseptiknya. Efeknya menurutku sih bisa bantu ngurangin gatel karena alergiku. Tapi sayangnya, berbeda dengan varian Dettol lain yang pernah aku coba, Dettol Radiance lebih licin dan agak susah dibilasnya.

2. Caladine Lotion

Aku rutin pakai Caladine lotion anti gatal ini selama proses pemulihan alergi. Aku hampir nggak bisa lepas dari lotion ini karena ya itu tadi gatal karena alerginya bener-bener nggak bisa ditoleransi. 


Isinya sebenernya warna pink tapi efek kamera dan lighting jadinya warnanya putih susu semi pink gini. O ya, isinya ini ada semacam butiran ekstra kecil dengan warna lebih tua. Cairannya juga beda dengan lotion biasa, ini lebih cair seperti susu. Tapi cepet banget meresap dan nggak lengket. Wanginya juga acceptable kok. Efeknya di kulit bener-bener bisa ngurangin gatal dan bikin kulit terasa sejuk. Aku biasa pakai ini untuk pengganti lotion di malam hari juga.

3. Vaseline Total Moisture Aloe Fresh SPF 24 (Daily Light Lotion)

Lotion dari Vaseline ini mengandung Aloe Vera. Seperti yang aku sebut diatas kalau lotion dengan kandungan Aloe Vera bagus untuk menenangkan kulit sekaligus memberi kelembaban ekstra. Ada 2 pilihan lotion Aloe Fresh dari Vaseline. Aku pilih yang mengandung SPF karena aku pakai ini di siang hari. 


Isinya standard lotion lah, warnanya putih pekat dan teksturnya sangat kental. Tapi, lotion ini gampang banget meresap. Jadi nggak meninggalkan kesan lengket yang mengganggu. Selain itu, seperti tertulis di kemasan, lotion ini termasuk daily light jadi beneran ringan dikulit. O ya, dulu pernah ada rumor kalau pakai lotion dari Vaseline bikin bulu tangan dan kaki jadi lebat. Well, kayaknya sih cuma rumor aja ya. Aku juga nggak terganggu sih dengan rumor itu, soalnya bulu kaki dan tanganku aslinya secara genetik memang cukup panjang-panjang, LOL. Eh, ini seriusan lho :p Anyway, aku juga pernah pakai produk Vaseline yang lain yaitu si Cocoa Glow lotion yang wanginya enak banget, persis puding coklat. Emm jadi laper :D

Setelah menggunakan trio skin care therapy itu secara intens selama 2 minggu lebih, alergiku udah nggak kambuh lagi. Udah nggak gatel-gatel lagi ini tangan dan kaki. Jadi aku udah bisa pakai skin care yang lain juga (kecuali dua merk lotion yang udah bikin aku alergi, NO NO NO!!)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, July 13, 2013

Alergi dan Skripsi :)

Hai hai!! Lama banget ya aku nggak nulis post. Sekitar semingguan deh ya. Well, bukan kenapa-kenapa sih. Cuman memang lagi sibuk dan mood sedang berantakan. Hahahaha. Beberapa waktu yang lalu aku bener-bener lagi sewot. You know, aku punya kulit sensitif yang mudah banget alergi kalau kena sesuatu yang nggak cocok. Alergiku yang paling sering itu adalah alergi debu. Jadi aku kalau kena debu rumah, misalnya waktu nyapu atau beberes rumah, pasti kulit langsung bentol-bentol, memerah, dan gatal. Nah, aku juga sering alergi terhadap produk skin care. Kali ini aku kena alergi lagi. Skin care (produk baru) yang aku pakai membuat kulitku gatal luar biasa dan pori-porinya nongol (bengkak). Padahal aku baru sekali pakai lho di tangan dan kaki (itu juga belinya gegara lihat iklan di TV). Hasilnya ya itu tadi, gatel-gatel sepanjang hari. Jadi selama sekitar semingguan ini aku stop pemakaian semua skin care. Sabun mandipun aku ganti dengan sabun bayi. Tersiksa iya banget, apalagi kulitku jadi tampak kusam banget -__-

Well, selain itu aku juga lagi sibuk ngurusin ini itu (baca: skripsi) karena aku pengen cepet-cepet pendadaran. LOL. Iya, aku sadar aku udah kuliah melebihi batas waktu yang aku buat dulu pas awal-awal masuk kuliah. Tapi aku udah terlanjur tergiur dengan yang namanya kerja & cari duit, makanya sampai keteteran. Hohoho. Kabar buruknya, aku belum sempat nge-haul juga. Hahaha. Nggak penting banget!! Besoklah kalau ada waktu, mau nyari-nyari apa gitu. Hahaha. O iya, ini udah masuk bulan Ramadhan ya. Anyway, happy fasting to all my Moslem friends and relatives.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Sunday, July 7, 2013

Snapshots: Pink Nails






Recently, I'm in love with pink color. I don't know, but I could not resist to buy a new pink nail polish even though I have many already. It was kinda hilarious when I matched my pink nails with Hello Kitty ring. Hello Kitty always goes pink (and red). I like this style :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, July 6, 2013

Mengapa (Lebih) Nyaman Sahabatan Sama Cowok?

Sahabat? Pasti semua orang punya sahabatnya masing-masing. Sahabat nggak kudu banyak-banyak. 1 sahabat pun bisa jadi sudah cukup. Ngomongin soal sahabat, pasti setiap orang memiliki kriteria sahabat masing-masing. Ada yang suka bersahabat dengan orang yang pendiam, ada yang suka bersahabat dengan orang yang talkative, ada juga yang suka bersahabat dengan orang yang lebih dewasa, dll. Tapi, banyakan orang memiliki sahabat karena mereka memiliki cara pikir dan pergaulan yang nyambung. Ya iya lah, kalau nggak nyambung mah nggak bakal jadi sahabat, LOL. 

Sahabat itu juga bukan berarti harus ada dimanapun dan kapanpun, harus sms atau telponan tiap hari. No. Sahabat itu justru orang yang paling dekat dengan hati dan masih tetap menjadi orang yang sama meskipun sudah puluhan tahun nggak ketemu. Iya, aku juga merasakan feel memiliki sahabat yang seperti itu. Dia selalu ada saat dibutuhkan meskipun nggak harus bertatap muka dan tetap menjadi sahabat meskipun sudah lama nggak bertemu. Saat kuliah, aku punya 2 orang sahabat, namanya Windru dan Deti. Mereka berdua sudah akrab sama aku sejak awal masuk kuliah. Hampir di setiap kegiatan kami selalu bersama, bertiga. Kami nggak ngasih nama persahabatan kami layaknya geng atau apapun. Di luar kampus, aku juga punya beberapa sahabat. Salah satu sahabatku sejak kecil dulu yang selalu baik dan perhatian sama aku adalah Wahyu Sigit. Aku memang tidak terlalu intens berkomunikasi dengan dia, tapi setiap bertemu, rasanya chemistry kami sebagai sahabat selalu muncul. Dia orangnya lucu dan baik. Selain si Sigit, ada pula beberapa sahabatku yang berjenis kelamin laki-laki. Entah ya, aku terkadang suka dan nyaman bersahabat dengan laki-laki.

Ada beberapa alasan kenapa aku nyaman bersahabat dengan cowok:
1. Cowok itu enggak ribet. Yes, cowok itu makhluk yang ajaib. Entah mereka itu memang secara alamiah memiliki sifat cuek atau gimana, aku nggak tau. Ini nggak berarti cewek itu ribet lho. Nggak semua cewek ribet kok, buktinya kedua sahabatku Windru dan Deti nggak ribet.

2. Cowok itu jarang galau dan melow. Aku memang sering merasa kurang nyaman dengan orang yang suka galau dan melow. Rasanya, kayak dunia ini udah nggak ada bagus-bagusnya. Dikit-dikit galau, dikit-dikit melow, arrgghhh!

3. Cowok itu pendengar yang baik. Cowok memang bukan tipe pemberi nasehat atau saran yang cucok. Kalau soal saran dan nasehat, aku pasti akan lari ke sahabatku yang cewek. Kalau aku butuh untuk didengar aku akan pilih keduanya. 

4. Cowok itu optimis. Sesulit apapun hidupnya, mereka sudah ditempa sejak di dalam kandungan untuk menjadi manusia yang optimis. Cowok itu tipe orang atau sahabat yang bisa memberi penguatan (bukannya ngompor-ngomporin, LOL). 

5. Cowok itu sanggup melindungi dan membela. Well, ini ngomongin cowok baik-baik ya, bukan yang lain. Kalau cowok baik-baik pasti secara naluriah mereka akan melindungi cewek. 

Apalagi ya?? Hmmm, intinya ya begitulah faktor-faktor yang membuat aku nyaman bersahabat dengan cowok. Sebenernya, bersahabat dengan cowok maupun cewek sama-sama memberikan manfaat yang besar dalam hidup kita. Selain membuat kita lebih percaya diri, merasa dihargai dan berarti, kita juga akan merasa lebih nyaman untuk menghadapi dunia. So, carilah sahabat yang baik dan mau mengerti. Bukan sahabat yang ngajarin kamu hal-hal yang negatif seperti ngajak kamu ngomongin kejelekan orang, nyebarin gosip menyesatkan, ngajak nyopet, ngajak pakai narkoba, atau bahkan ngajak bunuh orang, ihhh seremmm!!

Jadi, pilihlah sahabatmu menurut hati nurani kamu. Sahabat yang baik tidak akan saling menjelekkan satu sama lain dibelakang. Sahabat yang baik selalu setia apapun keadaanya. Sahabat yang baik itu saling mendukung dan menguatkan, bukan menjatuhkan atau menyesatkan. So, find your best friends and go against the world together!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, June 29, 2013

Hobi = Pemborosan???

Q: Apa sih hobi itu menurut kamu? 
A: Kalau menurutku, hobi itu kegiatan-kegiatan spesifik yang membuat kita senang dan gembira dalam melakukannya dan akan terus berkelanjutan. 
Q: Hobi kamu apa?
A: Banyak. Secara garis besar aku hobi koleksi baju atau akesoris yang unik, hobi belanja, hobi koleksi kuteks, hobi mainan yang unyu-unyu dan cantik, hobi koleksi segala sesuatu yang warna-warni, hobi mendengarkan musik, hobi menyanyi, hobi menari, hobi menonton film, hobi menulis, hobi jalan-jalan, hobi motret, dan hobi membaca, dan macem-macem lagi. Haha.
Q: Berapa duit kamu keluarkan buat hobi kamu setiap bulannya?
A: Wah, nggak ngerti juga. Aku jarang itung-itungan gitu. Modal nekat sama ikhlas aja. Jadi nggak perlu dihitung-hitung gitu lah.
Q: Jadi kamu termasuk boros ya soal hobi?
A: Hmmm, bisa dibilang begitu. Eh tapi, aku nggak setuju dengan istilah boros di hobi.
Q: Kenapa?
A: Soalnya ya, hobi itu menurutku termasuk penyaluran bakat, energi, kreatifitas, yang menghasilkan timbal balik berupa peningkatan mood, rasa bahagia, rasa percaya diri, dan rasa bangga serta menghilangkan stress dan meminimalisir kecenderungan depresi dan mudah lupa.
Q: O ya? 
A: Menurutku sejauh ini sih begitu. Ya daripada punya hobi suka nggunjingin orang kan mending punya hobi yang bisa meningkatkan rasa bahagia dan menghilangkan stress tanpa merugikan orang lain. Lebih setuju lagi, kalau dari hobi bisa jadi sumber penghasilan. Misalnya hobi menulis terus bisa sampai nulis novel atau buku. Kan, lumayan tuh royaltinya.

Jadi pada intinya, orang yang punya hobi dan sangat menyukai hobinya itu nggak bakal deh terus itung-itungan berapa uang yang dihabiskan, kapan balik modal, etc. Justru orang yang terlalu perhitungan, menurutku, menurutku lho ya, dia menjalani hobinya dengan setengah hati. Atau malah, bisa jadi cuman ikut-ikutan. Misalnya temennya punya hobi membuat aksesoris handmade, karena nggak mau kalah terus ikutan buat tapi sebenernya dia nggak punya bakat dan rasa cinta pada hobi tersebut. Ujung-ujungnya juga nggak akan bertahan lama dan malah sia-sia. Tapi, lain soal kalau hobinya SHOPPING. Hihihi. Musti itung-itungan juga, kalau enggak bisa-bisa numpuk hutang, kan malu -__-

So, kalau ada orang yang nggak suka atau sirik sama hobi yang kamu geluti, santai aja. Apalagi kalau sampai dinyinyirin soal uang yang dihabisin buat hobi kamu. Tenang, kamu seharusnya malah kasian lho sama orang itu. Kenapa? Karena pasti dia tidak punya hobi yang cukup menyenangkan untuk dijalani sehari-harinya. Kalau dia punya, dia pasti nggak akan nyinyirin hobi kamu. Teruslah berkarya dan berkreasi dengan hobi kamu, apapun itu. Who knows kalau suatu hari kamu bisa terkenal atau mendapatkan penghasilan sendiri dari hobi kamu itu. Cheers!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, June 28, 2013

Snapshots: Nude Nails for Summer




This week I prefer to wear nude nail polish on my nails. The result is so amazing. I feel like, you know, somebody standing on the red carpet. LOL. To see my other summer nail polish collections, you can click HERE!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Summer Skincare and Face Care Routine


Summer time always becomes a great time to play or do anything outdoor. This season is perfect for anything playful such as enjoying the sun light, lying on the meadow (oh, I wonder I can do this), playing with bugs on the grass, dipping our feet in the pool, and many more. However, in Indonesia, summer time or dry season will be something quite annoying. It is because Indonesian people's skin is very easy to get burnt by sun light. Thus, we have to protect our skin in order not to get darker and duller.

Agree with that habit, I also try to always keep my skin protected. So, I prefer to use skincare and face-care containing SPF for daily especially in daylight. Meanwhile, at night I use something calming to keep my skin moisturized and soothed. The followings are the skincare and face-care I use in this summer:

1. Nivea UV Extra Whitening Serum SPF 25 ++

This product is a kind of body lotion. But, this Nivea product comes in smaller particle so that it is called serum. I like this product, by the way, since it contains high SPF level. I use it daily to protect my skin and minimize skin dullness. I love the smell and the texture of this product. The smell is so great and fresh. It reminds me to the summer meadow combining with gentle summer breeze. 

2.Oriflame Optimals White Day Fluid SPF 15

Actually, this is a face whitening lotion. The texture is almost like cream but it is more watery. Maybe, the texture is like body lotion. I use this lotion in daylight since it contains SPF 15. I like it since it can keep my face from dryness and keep my face from darkening. 

3. Oriflame Pure Nature Aloe Vera & Arnica Extract Soothing Cleansing Pads

I use this product to calm my skin after spending hours outdoor. I like the smell. This product can be used to cleanse our face after using makeup as well. I always bring it inside by bag or purse. It is very practical to use.

4. Oriflame Aqua-Rhythm Visible Skin Renewer

This product is like face serum. It is used to renew our skin in very smooth and calming way. I like using this product at night before I go to sleep. In the morning, my face-skin is already renewed, so my face is ready to apply makeup or another face-care product.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, June 26, 2013

Please, Jangan Sebut Kanan atau Kiri!

Well, di post kali ini aku mau sedikit cerita tentang diriku dan "kekurangan" yang aku miliki. Sebenernya sudah sejak lama aku pengen ngebahas ini di blog, cuman aku masih bingung mau ngebahasnya gimana. Setelah tadi beberapa jam ngobrol di perpus sama mbak Indah dan sepulangnya searching-searching, ternyata apa yang aku alami selama ini tergolong semacam "kelainan". Wahahaha, nggak separah itu juga sih. Intinya, aku itu tipe orang yang TIDAK BISA MEMBEDAKAN KANAN dan KIRI. Jangan ketawa, please!

Iya, sejak kecil sampai usia 22tahun sekarang ini, aku masih kikuk kalau disuruh bedain kanan dan kiri. Aku ngerti kalau tangan kanan untuk makan dan nulis, dan tangan kiri untuk ceb*k, ups! Aku juga tahu kalau orang kidal nulis/mengerjakan sesuatu pakai tangan kiri, btw kakak ipar sepupuku itu kidal. Tapi, kalau aku ditodong kalimat, "nanti di depan belok kiri ya", langsung blank, mana kiri mana kanan aku nggak ngerti. Beberapa orang di sekitarku kadang menganggapku aneh karena nggak bisa ngebedain mana kanan dan mana kiri. Tapi memang membingungkan. Kalau arah utara, timur, selatan, dan barat aku tahu, tapi kalau kanan dan kiri (padahal cuman 2) aku selalu kebingungan untuk membedakan. 

Pas ngobrol-ngobrol tadi, ada kecenderungan aku mengalami salah satu jenis Disleksia, tapi aku bisa baca, nulis, mengeja, dan memakai sendal/sepatu tanpa terbalik. Aku juga bisa menali tali sepatu sendiri sejak SD, cuman aku nggak bisa ngapalin tali temali Pramuka. Sumpah! Susah banget itu simpul-simpul. Arrggghhh!! Kemudian ada juga kecenderungan aku mengalami masalah psikologi. Tapi nggak deh ya, aku rasa aku masih baik-baik saja. Ada juga pembahasan (dari internet) kalau kelainan tidak bisa membedakan kanan dan kiri bisa memicu memory loss. Tapi aku nggak ngerasa gitu, ingatanku masih baik terutama long term memory-nya ASALKAN bukan memori tentang hitung-hitungan/rumus-rumus yang rumit yang ada di pelajaran IPA/Matematika sewaktu SMP/SMA dulu. Kalau yang nggak rumit, aku masih ingat dan tahu cara ngerjainnya sampai sekarang. Nah, alasan yang paling logis itu aku nemu di sini

Di situs tersebut dibahas kalau kecenderungan tidak bisa membedakan kanan dan kiri disebabkan oleh ukuran/letak otak kanan dan kiri yang asimetris. Duh, ngeri! Jadi respon spatial (arah dan ruang) kurang berfungsi dengan baik. Yes, aku akui kalau aku buruk di bidang spatial terutama yang berhubungan dengan arah. Jadi kalau kalian bertemu denganku di jalan, please jangan tanya arah atau jalan menuju suatu tempat padaku. Dijamin, kalian akan nyasar, LOL! Aku sendiri aja sering banget nyasar, hahaha. Jadi aku paling takut kalau disuruh ke suatu tempat asing sendirian. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku nggak mau bekerja di rantau. O ya, aku juga mulai menyimpulkan kalau memang kemungkinan ukuran/letak otak kanan dan kiriku kurang simetris, karena aku sering banget migrain (sakit kepala sebelah). Eh, tapi itu kesimpulanku sendiri lho! Hihihi. Selain itu, dalam situs tersebut dibahas bahwa kaum wanita memang memiliki tingkat kesulitan membedakan arah dan lambatnya respon spatial lebih tinggi dibanding pria. Nggak tau gimana ceritanya, tapi memang begitu adanya. Hahahaha.

Pernah ada beberapa kejadian lucu berhubungan dengan arah kanan dan kiri yang mengesalkan itu. Jadi, waktu itu aku ke Ambarukmo Plaza (Amplaz), sebuah mall besar di Jogja. Nah, aku kan berboncengan dengan temanku naik motor (aku di depan), kita memutuskan untuk parkir di lantai bawah/basement. Pas abis ambil tiket parkir, aku bermaksud mencari lokasi parkir yang longgar. Tiba-tiba ada bapak-bapak penjaga parkir bilang sama aku, "Kiri mbak, ambil yang kiri!" Aku kan nggak ngerti kanan-kiri, aku asal belok aja, ternyata yang aku ambil adalah arah kanan. Si bapak kayaknya jengkel, dia bilang, "Disuruh ambil yang kiri malah ke kanan!" Sambil malu-malu aku bilang sama si bapak, "Maaf Pak, saya nggak bisa bedain kanan sama kiri." Si Bapak terlihat bengong, "Masa udah gede nggak tahu kanan-kiri!" Aku cuma cengegesan aja. Lah, emang nggak bisa, mau gimana??

Selain kejadian itu, aku sewaktu SMP dan SMA paling takut dengan seleksi Tonti (Pleton Inti) atau Pasukan Baris Berbaris. Kenapa? Jelas, alasannya karena aku nggak bisa bedain kanan dan kiri. Jadi aku paling takut dan deg-degan kalau suruh ikut seleksi Tonti (mana wajib pula). Akhirnya, ya itu, aku selalu dapat hukuman karena aku selalu salah arah (apalagi waktu acara mata ditutup pakai kain slayer). Makin nggak tahu arah aku. LOL. Akhirnya, pas SMA aku memutuskan untuk menandai tangan kanan dan kiriku. Aku pakai jam di tangan kiri. Jadi selain tangan yang pakai jam, pasti tangan kanan/arah kanan. Ternyata sukses lho, aku bisa masuk dalam pasukan Tonti. LOL.

O ya, ada juga beberapa hal yang aku alami, entah berkaitan dengan "keunikan/kelainan" yang aku miliki atau tidak. Pada intinya, aku ini nggak bisa yang namanya menjadi orang yang multitasking atau dapat mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang sama. Jadi semisal aku lagi telponan, ya telponan aja. Padahal temenku yang lain bisa telponan sambil makan, sambil nulis, sambil ngegame. Aku nggak bisa. Hikss. Aku juga lemah dalam hal hitung-hitungan dan rumus. Memoriku mengenai rumus-rumus yang rumit sangat mudah menguap alias lupa. Makanya, aku kuliah ambil jurusan bahasa. Kalau urusan bahasa (asal bukan rumus-rumus) aku lumayan jago. Anyway, saking mudah lupanya sama rumus-rumus atau apapun yang berbau hitung-hitungan, kadang kalau teman-temanku membicarakan soal rumus atau istilah dalam rumus, aku nggak ngerti. Nggak ingat sama sekali, meskipun mereka sudah ngasih hint, "yang itu lho, yang pakai akar kuadrat". Tetep aja nggak ingat. LOL.

Tapi, saat ini kesulitan membedakan kanan dan kiriku sudah sedikit berkurang. Aku sudah intens melatih instingku (halah!) untuk bisa membedakan mana kanan dan mana kiri. Yah, lumayan sih, kalau ada petunjuk kanan atau kiri sudah bisa paham. Cuman, memang kalau soal refleks membedakan kanan dan kiri dengan cepat aku masih kesusahan. Gapapalah, yang penting aku sudah mencoba mengurangi "gagap kanan kiri"-ku.

Sebenarnya, "kelainan" ini nggak berbahaya sih, sejauh yang aku alami sendiri. Hanya saja, sangat-sangat mengganggu karena respon/reflek otak dengan arah kanan dan kiri nggak maksimal. Apalagi, banyak orang "normal" yang nggak ngerti dan nggak mau tahu soal "kelainan" ini. Intinya, kami yang memiliki kesulitan membedakan arah kanan-kiri bukannya bodoh tapi mungkin memang ada faktor genetik yang mempengaruhi. So, please please please, jangan meremehkan atau menganggap apa yang kami alami itu lucu ya. Juga, jangan pakai "kode verbal" kanan atau kiri di depanku (mendingan menunjuk langsung arahnya deh). Karena instruksi verbal kanan-kiri membuatku bingung, aku susah bedainnya. Hikss!

Eh, adakah yang memiliki "keunikan" yang sama denganku?? Mungkin bisa share di kolom komen :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, June 19, 2013

Aku dan Kekuatan Super

Kata banyak orang, kekuatan super dari makluk yang namanya manusia adalah "Nyali". Ya, tanpa nyali dan iman kepada Tuhan manusia bukan apa-apa meskipun dia memiliki kekuatan. Karena kekuatan juga nggak akan mau keluar kalau nggak ada nyali dan nggak seatas ijin Tuhan YME. Ngomongin soal kekuatan super alias nyali, tadi siang aku barusan uji nyali. Bukan, uji nyali kayak di tipi tipi itu, bukan. Aku uji nyali menembus hujan angin yang sangat mengerikan.

Begini ceritanya, *nyesep secangkir kopi bentar*. Siang tadi, aku ke kampus berencana untuk menemui DPS alias sang Dosen Pembimbing Skripsi atau nama kerennya Advisor. Tapi kali ini nggak ketemu lagi sama beliau. Udah 3 kali lho padahal aku ke kampus dalam Minggu ini terhitung sejak Senin kemarin. Mungkin memang belum berjodoh kali yak. Setelah itu aku bertemu temenku yang memang udah janjian sejak beberapa hari yang lalu. Dia minta diajarin ngedit recording/rekaman suara. Tapi lagi-lagi nggak berjodoh karena file rekamannya nggak bisa kebaca di applikasi Audacity (yang buat ngedit). Mungkin dia ngrekamnya pakai handphone dan settingannya belum diubah ke Mp3 atau Mp4. Filenya cuma bisa kebuka di applikasi "3,2,1" (apa sih itu namanya, lupak). Kemudian kami lanjut ngobrol-ngobrol dan makan di kantin. FYI, kalau kamu ke kantin kampus 1 & 2 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, kamu musti cobain bakso B2 "Dab Supri". Enak enak enak!! 

Setelah sekian lama ngobrol dan perut sudah kenyang, kami putuskan untuk pulang. Aku pulang ke rumah naik motor dan temenku pulang ke kostnya. Di kota sih cuaca masih cerah-cerah aja. Cuman emang agak berawan. Tapi di kabupaten (daerah tempat tinggalku) mendung tebel, agak horor gitu. Duh, perasaanku udah nggak enak deh selama di jalan. Apalagi inget adekku lagi dalam posisi camping Pramuka (tapi di Prambanan sih, LOL). Aku ngebut aja tuh, berharap sampai di rumah sebelum hujan (apalagi aku nggak bawa sendal). Kemarin-kemarin bawa sendal tapi nggak pernah kena hujan di jalan. Arrghhh!! Well, ternyata sebelum sampai rumah udah hujan. Terpaksa lagi-lagi mengorbankan sepatu kesayangan *aku emang pada dasarnya lebih memilih sepatu basah dibanding nginjek aspal basah tanpa alas kaki*.

Tapi di luar perkiraanku, ternyata hujan kali ini disertai angin kencang dan intensitas hujannya sangat tinggi. Nggak tahu sih, dalam pikiranku aku harus cepet sampai rumah, nggak usah neduh-neduh toh udah pakai mantel juga. Tapi tapi tapi,, semakin jauh berjalan jarak pandang makin berkurang (sekitar hanya 2 meteran aja). Jalanan jadi putih pekat di depan mata, semacam hujannya deres banget tanpa celah. Akhirnya aku pelanin laju motor. Nyali sih masih super, karena aku pikir kalau aku mampir neduh, aku takut kena angin puyuh, LOL. Pikiran galau ya begini. Akhirnya aku nekat nerobos hujan angin itu. Kecepatan motorku cuma sekitar 40-50km/jam. Itu udah berat banget dan agak miring-miring jalannya karena angin dari arah utara kenceng banget.

Puji Tuhan, aku sampai rumah dengan selamat. Di jalan tadi udah komat-kamit baca doa karena takut. Iya, aku takut sama angin kencang. Takutnya banget-banget deh. Hiyyy!! Aku bersyukur karena walaupun sepatu dan celana panjangku basah kuyup (semoga si sepatu tetep awet), aku masih selamat sampai rumah, meskipun tangan bergetar dan mata udah mau nangis saking takutnya. Kekuatan super bernama nyali dan perlindungan Tuhanlah yang membawaku pulang dengan selamat. Aku yakin, Tuhan yang ngasih kekuatan super tadi agar aku sampai rumah dengan selamat. Thanks God! I love you more than ever.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net