Showing posts with label Legend. Show all posts
Showing posts with label Legend. Show all posts

Wednesday, June 10, 2015

Neymar Jr.: 100% Jesus

Hi readers!!

Ada yang menggelitik benakku ketika menonton final Liga Champion hari Minggu dini hari yang lalu. Bukan karena gol Neymar dianulir oleh wasit karena handball tetapi lebih ke reaksi si tengil Neymar Jr. ketika pertandingan usai dan selebrasi atas kemenangkan Football Club Barcelona (FCB) 3:1 atas klub Italia kawakan, Juventus. Apa yang membuat benakku tergelitik? Ini dia:


Bukan tattoo-nya lho, bukan pula ketek-nya, tapi headband yang dia kenakan di dahinya sesaat setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan selesai. 100% Jesus. Itulah tulisan yang tertulis disana. Wow, religious sekali anak satu ini, batinku. Tapi jangan salah, Neymar saat itu bukannya sedang mencari sensasi atau apa. 100% Jesus adalah ekspresi dirinya atas rasa syukur yang begitu besar.

Neymar Jr. tidak hanya sekali itu saja mengenakan headband dengan tulisan yang sama. Setelah googling, aku menemukan beberapa foto-nya ketika dia mengenakan headband bertuliskan 100% Jesus.

Ternyata sudah sejak kecil Neymar Jr. mengenakan headband yang sangat filosofis tersebut di beberapa kesempatan. Yang kemudian hadir di benakku adalah bahwa:
1. Neymar menyadari dirinya bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan Tuhan-nya
Kita semua tahu (terutama pecinta dunia sepak bola) bahwa Neymar adalah salah satu pemain berbakat dari tanah Brazil yang sudah mengukir kesuksesan sejak masih belia. Neymar itu muda, terkenal, kaya, dsb. Namun, dibalik semua itu, dia adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Dia tak pernah lupa siapa dirinya. Mengandalkan pertolongan Tuhan di setiap waktu bisa dibilang filosofi-nya.

2. Neymar mempersembahkan kesuksesannya pada Tuhan-nya
Menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa tanpa kuasa Tuhan atasnya, Neymar mempersembahkan kesuksesan yang dia raih, terutama pada laga final Liga Champion yang lalu, pada Tuhannya. 100% Jesus adalah bukti nyata yang lebih nyaring daripada "berteriak-teriak" pada khalayak bahwa Neymar yang sangat berbahagia pada waktu itu, mendedikasikan kesuksesannya pada Yesus Sang Juru Selamatnya.

3. Neymar adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tidak gentar pada dunia
Hal ketiga yang ku analisis, maaf jika kurang tepat, adalah bahwa Neymar membuktikan dirinya adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tak gentar pada dunia. Hal ini tentunya sangat inspiratif dan membanggakan. Aku sebagai umat kristiani merasakan hati ku menghangat ketika dia dengan gimmiknya menunjukkan kecintaannya pada Yesus dengan mengenakan headband 100% Jesus. Jujur, aku merasakan imanku menguat ketika melihat itu.

"Neymar, be still 100% Jesus now and forever, okay?!"


Sebuah analisa dan refleksi
Tidak ada dimaksudkan untuk menggiring opini tertentu apalagi upaya Kristenisasi.

~xoxo~


Saturday, November 9, 2013

Book Review: Warped

Judul: Warped
Judul Bahasa Indonesia: Sang Penenun Kehidupan
Penulis: Maurissa Guibord
Penerbit: Atria (Indonesia)
Cetakan: I/Agustus 2012
Harga: Rp 50.000 (disc 15% jadi Rp42.500)
Beli di: Togamas, Jogja
Cover:

Cover versi Bahasa Indonesia
source: website penerbit Atria

Warped adalah karya pertama dari Maurissa Guibord. Novel ini secara keseluruhan mengambil dua setting waktu yang berbeda; masa kini dan masa lalu. Cerita dalam novel ini dimulai ketika seorang gadis kota pinggiran, Tessa Brody, bersama ayahnya, Jackson Brody, mengikuti sebuah lelang barang-barang antik. Ayah Tessa begitu menginginkan sepaket buku kuno namun tidak menyangka jika mereka juga akan mendapat bonus sebuah buku bersampul kulit bertajuk "Texo Vita" (Menenun Kehidupan) dan sebuah permadani kuno dengan sulaman Unicorn di tengah-tengahnya. Setelah membawa pulang hasil lelang, yang mana Ayah Tessa sempat menggerutu karena harganya yang terlalu mahal, Tessa mendapat bagian untuk menyimpan permadani kuno bergambar Unicorn tersebut. Sejak dia menyimpan permadani itu di dalam kamarnya, dia sering dihantui mimpi aneh tentang penyihir dan pangeran dan juga Unicorn dimana dirinya sendiri berperan sebagai gadis (perawan) desa. Selain mimpi aneh, Tessa juga mendapat bermacam pesan aneh dimana dia harus mengembalikan "benang" yang bahkan dia sendiri tidak tahu apa maksudnya.

Tanpa sengaja, suatu malam Tessa menarik salah satu benang berwarna putih keperakan yang terlihat mencuat dari permadani tersebut. Ajaibnya, gambar Unicorn di tengah permadani hilang dengan sendirinya. Sebagai gantinya muncul sesosok pemuda tampan dengan pakaian kumal, aneh, compang-camping dan seperti berasal dari jaman kerajaan. Benar saja, sosok William de Chaucy, atau Will yang tiba-tiba muncul di hadapan Tessa adalah si Unicorn. Dia adalah anak bungsu dari Earl Umbric yang berkuasa di Hartescross, Cornwall, Inggris. Uniknya, Will tersebut datang dari masa lalu, sekitar tahun 1500an. Di sela-sela kebingungannya, Tessa kembali mendapat berbagai masalah. Mulai dari munculnya Lila Gerome yang mengaku sebagai pemilik permadani kuno dan buku "Texo Vita" yang menginginkan dua benda itu kembali padanya. Kemudian disusul dengan munculnya Norn bersaudari; Spyn, Weavyr, dan Scytha yang mengaku kehilangan beberapa benang kehidupan dan menuduh Tessa telah mencurinya.

Dibantu oleh sahabatnya Opal, Tessa kemudian mencari tahu banyak hal tentang Will, buku Texo Vita, dan juga permadani tersebut. Menurut informasi yang diperoleh dari Will, diketahui Lila Gerome adalah perwujudan dari Gray Lily, seorang penyihir dan juga seorang pemintal benang yang berasal dari Hartescross, yang mana telah berhasil menarik benang kehidupan Will dengan cincin batu amber miliknya dan menyimpannya di dalam permadani dalam bentuk seekor Unicorn berbulu putih dan bermata cokelat demi memperoleh kecantikan dan kehidupan abadi. Sejak saat itulah, Tessa berjuang mati-matian untuk melindungi Will dan benang kehidupannya. Namun, sayangnya, dia diantara dua pilihan sulit, antara melindungi nyawa Will atau mengembalikan ketujuh benang kehidupan yang dicuri dari Norn bersaudari demi mengembalikan susunan takdir (dalam untaian benang yang disebut Wyrd) yang terkoyak.

Klimaks dari cerita dalam novel ini adalah ketika Tessa masuk ke dalam permadani menyusul Will. Di dalam permadani yang adalah Hartescross buatan Gray Lily, Tessa harus berjuang melawan segala makluk buatan Gray Lily. Terutama, dia juga harus melawan Gray Lily demi menepati janjinya mengembalikan ke tujuh benang kehidupan yang dicuri kepada Norn bersaudari. Tapi sebagai konsekuensinya, Tessa juga harus rela mengembalikan benang kehidupan Will, pemuda yang kini dicintainya setengah mati, kepada Norn bersaudari karena Will ditakdirkan hidup 500 tahun sebelum masa Tessa.

Dalam novel ini, Tessa digambarkan sebagai gadis remaja yang pendiam dan cukup lemah. Dia bukan tipe gadis yang mudah mengambil keputusan, bahkan di saat-saat yang genting. Namun, justru karakter inilah yang membuat novel ini mengalir dengan sangat menggemaskan. Karakter Tessa yang terkesan "clumsy" juga memicu banyaknya adegan klimaks dan anti klimaks kecil sebelum adegan klimaks yang terakhir. Ending dari novel ini sedikit bisa ditebak, hanya saja tidak terlalu gamblang tertebak di tengah cerita.

Aku begitu menyukai novel ini dan cerita di dalamnya dimana menitikberatkan antara kepercayaan seorang individu terhadap takdir dan bagaimana dia mencoba merubah nasibnya sendiri meskipun takdir sudah tergariskan. Selain itu, cara penggambaran tokoh dan latar belakang terutama kota Hartescross sungguh mendetail. Namun sayangnya, novel ini terlalu banyak adegan klimaks dan anti klimaks kecil-kecil yang agak kurang menarik di sepanjang cerita, lagi pula menjelang klimaks terakhir adegannya agak garing. Pada intinya, novel ini sangat pas buat kamu yang suka imajinasi dan fantasi. Terutama yang menyukai dongeng tentang penyihir dan legenda Unicorn.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net