Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts

Tuesday, July 28, 2015

What a Tough Week: Farewell Grandpa!

Hi readers!!

Minggu lalu menjadi minggu yang paling berat dalam hidupku. Ada banyak kejadian yang sempat membuatku lelah dan sedih. Awal minggu lalu adalah awal yang menyenangkan. Saudara banyak yang berkunjung ke rumah, sebaliknya, aku dan keluarga juga banyak mengunjungi saudara lainnya dalam rangka Lebaran. Kemudian hari berjalan seperti biasa. Tapi, tanpa disangka-sangka, pada hari Jumat, 24 Juli 2015 pukul 16.00WIB, Simbah Kakungku dipanggil Tuhan. Simbah tidak mengalami sakit yang berarti, sehingga hal ini benar-benar mendadak dan membuat kami yang ditinggalkan seolah tak percaya.

Terkait meninggalnya Simbah Kakung, aku sebenarnya sudah ada firasat, tapi lagi-lagi, aku selalu mengabaikan firasat yang datang. Sekitar beberapa hari sebelum Lebaran, mata bagian kiriku sering berkedut lama. Agak mengganggu memang, bahkan aku sudah berniat untuk periksa ke dokter, takut ada masalah di saraf/otot di sekitar kelopak mata kiriku. Bahkan kedutan yang amat mengganggu tersebut terjadi hingga hari Kamis, sehari sebelum Simbah Kakung meninggal.

Ajaibnya, pada hari Jumat itu, kedutan di kelopak mata kiriku yang hampir setiap beberapa jam sekali muncul, seolah hilang. Sampai hari ini pun sudah tidak muncul sama sekali. Percaya nggak percaya, mungkin itu memang sebuah firasat.

Dari cerita yang kudengar dari orang rumah dan saudara, Simbah Kakung meninggal dalam keadaan yang sangat baik. Simbah bahkan seolah sudah tahu kalau akan segera pulang kepada Sang Pencipta. Beberapa jam sebelumnya, beliau bercerita banyak dan memberikan banyak nasehat serta wejangan bagi anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicitnya. Sayangnya, aku tidak sempat melihat Simbah pada menit-menit terakhirnya karena masih dalam perjalanan dari kantor. Tapi, aku sudah ikhlas Simbah berpulang, meskipun awalnya aku masih belum bisa menerima kenyataan. Ya mau bagaimana, Simbah Kakung (dan almarhumah Simbah Putri) adalah kedua eyangku yang aku temui setiap hari karena rumahnya tepat di samping depan rumahku.

Minggu kemarin memang benar-benar menjadi minggu yang berat sekaligus minggu yang banyak memberikan pengalaman berharga bagiku. I will keep moving on.


Farewell my super Grandpa. You are one of the most generous and sincere persons I know. May you rest in peace.
~ xoxo~
Your "little grand daughter"

Friday, July 17, 2015

What A Foggy Morning: Friday, 17 July 2015

Hi Readers!!

Today is the first day of Eid Mubarak celebration. I woke up earlier than I used to during holiday. I woke up before 6am. What made me quite shocked this morning was the fog. It is quite rare in my area to get dark and heavy morning fog. However, this morning was so foggy. I could not even see something farther than 3 meters in front of me. It was terrible and cold as well. Since it is a rare natural phenomenon, I took some pictures to document it. My cats, Louie and Thomas, were willing, and also happy, to become my model. Just enjoy them, peps!

The whole pictures were taken at my backyard, in which there are paddy fields. I love these pictures for they look like "surreal" and "magical" fairy tale. 













~xoxo~


Friday, July 3, 2015

Curahan Hati Seorang Kawan Part 2

Hi readers!!

Pernahkah kalian jengkel dengan co-worker kalian? Well, ada beberapa rekanku yang mengalami demikian. Bukannya tanpa sebab sih mereka jengkel. Sebabnya banyak lah, lha wong aku yang denger ceritanya aja ikutan gemes (dalam konotasi negatif) ke oknum tersebut.

Salah satu temanku, sebut saja dia si A. Dia memiliki co-worker yang cukup disebut si X. You know what? Si A ini jengkel pada si X karena si oknum tersebut selama ini tidak pernah melakukan pekerjaannya dengan baik, justru cenderung menyepelekan yang pada ujungnya, si A harus membereskan pekerjaan si X yang nggak karuan itu. Tapi sayangnya, si X tersebut seolah tidak merasa jika dia tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai sesama worker. Dia dengan santainya makan gaji buta tanpa merasa "sungkan" dengan temanku si A yang ibaratnya sampai membanting tulang di kantor tersebut.

Selain itu, si X ini orangnya sangat money-oriented. Dia suka memilih-milih pekerjaan. Sekiranya pekerjaan tersebut bisa mendatangkan uang tambahan baginya, dia pasti akan menjadi yang pertama menerima pekerjaan tersebut. Sedangkan pekerjaan yang sekiranya masuk dalam job-desc-nya pasti tidak dikerjakan dengan baik.

Aku sebagai rekan dari si A juga pernah mengalami hal yang sama. Dan aku cuman bisa memberikan sedikit kata bagi rekanku si A itu. Intinya, dia harus bersabar dan menjadikan hal ini sebagai tantangan. Namun, nantinya jika penyakit si X ini semakin mengkhawatirkan, tidak ada salahnya jika si A melaporkan hal ini kepada bagian HRD atau langsung ke atasan. Ibaratnya, si X ini sudah mengambil hak orang lain, dan pastinya seberapa besarpun uang yang dia dapat, tidak akan membawa berkah bagi dirinya. We'll see!

Tetap semangat kawan! You're on the right track. Do your job well! Don't get distracted easily by that kind of person and his/her bad attitude!

~xoxo~


Thursday, July 2, 2015

Curahan Hati Seorang Kawan

Hi readers!!!

Baru saja aku di-curhat-in salah satu kawan. Lagi-lagi aku menjadi tempat curhat masalah per-pacaran dan relationship lainnya. Jadilah kami bercakap-cakap via media online chatting mengenai berbagai hal yang kawanku alami. Pada intinya, kawanku itu memiliki pacar. Nah, masalahnya adalah si pacar itu enggan go public alias mempublikasikan hubungannya dengan kawanku itu pada orang lain, ya istilahnya menegaskan kalau mereka berdua memang sedang menjalin hubungan yang special, lebih dari sekedar teman.

Aku sendiri tidak menelisik alasan si pacar kenapa tidak mau go public padahal banyak rekan mereka masing-masing yang saling kenal satu sama lain. It means, sebenarnya tidak ada hal yang memang benar-benar perlu ditutup-tutupi dari mereka berdua. Nah, karena kejadian ini, kawanku menjadi sedikit kecewa karena keduanya jika dilihat memang sudah sama-sama serius untuk jenjang berikutnya.

Dari kisah tersebut, ada beberapa poin yang ingin aku garis bawahi, ya mungkin ini bisa membantu readers lainnya, yang mungkin juga mengalami masalah yang serupa.

Wednesday, July 1, 2015

Shopping is My Cardio

Hi readers!!


Does anyone agree with that?

I do agree.
I like shopping. I love shopping. Somehow, I adore it. Haha, nope, the last one is just a joke!

Well, kesukaanku pada aktivitas shopping dimulai sejak SMA. Pada masa SMA aku terbiasa mengumpulkan sebagian uang saku yang kemudian aku gunakan untuk berbelanja baju, sepatu, tas, atau aksesoris di akhir bulan. Maklumlah, uang saku sewaktu SMA dulu tidak sebanding dengan uang saku anak SMA masa sekarang, jadi musti nunggu akhir bulan baru bisa terkumpul cukup untuk shopping. Dan kebiasaan shopping seolah sudah menjadi hobi atau malah kebutuhan yang memang tidak bisa ditinggalkan, meskipun sekarang musti bisa mengontrol diri lebih baik lagi dalam hal penggunaan uang.

Bagiku, shopping bukan hanya kegiatan menghabiskan uang atau suatu aktivitas hedonis yang memuja kemewahan dan sebagainya. Bagiku, shopping adalah seni dan olahraga. Kenapa aku bilang seni? Karena disini aku melatih diriku untuk dapat menggunakan uang jatah shopping yang sengaja aku sisihkan dari gaji bulananku sebaik-baiknya, misalnya untuk belanja barang-barang kesukaanku, seperti baju, sepatu/sandal, aksesoris, ataupun tas. Shopping juga melatih insting dan kegigihan untuk mencari barang terbaik tanpa harus menyia-nyiakan nominal uang yang ada. Selain itu, shopping barang-barang seperti baju juga melatih seni estetika, yakni bagaimana aku menggunakan pikiranku untuk mengimajinasikan barang tersebut akan aku gunakan seperti apa, bagaimana, kapan, dan dipasangkan dengan apa. Jadi shopping bagiku bukan sembarang aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lebih-lebih, bagiku, shopping adalah olahraga, ya olahraga fisik dan olahraga otak. Olahraga fisik tentunya dapat dilihat dari kegiatan shopping yang dilakukan di mall, di pasar, maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. Penelitian mengatakan bahwa aktivitas shopping dapat membantu manusia untuk membakar kalori dengan persentase yang cukup banyak, in one condition: you wont eat too many calories afterwards, unless you get nothing. Olahraga otak yakni bagaimana me-manage uang dan bagaimana menerapkan seni estetika seperti yang aku sebutkan di paragraf sebelumnya.

Shopping is my cardio. I totally agree with that quotation. Aku setuju jika aktivitas shopping bisa membuatku alive, survive, and sane. Tapi lagi-lagi, aku harus keep reminding my self, kalau shopping tidak boleh berlebihan apalagi menjadi addicted. Lama-lama nanti bisa seperti karakter utama di novel Sophie Kinsella "Shopaholic", Rebecca 'Becky' Bloomwood, yang kemudian terlilit banyak hutang karena ketagihan berbelanja produk-produk ber-merk tanpa mengecek ulang kondisi ekonominya sendiri.

Untuk itu, aku lebih suka menyisihkan gajiku, misalnya 30% untuk shopping, 30% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari (transportasi, jajan kuliner, kolekte, sumbangan, dll) dan kebutuhan tak terduga. Kantong aman, hati nyaman. Saat ini aku masih belajar me-manage uangku dengan sistem 30:30:40 tersebut. Semoga bisa segera menjadi suatu habit yang teratur dan bermanfaat bagi diriku dan orang lain. ^^


~xoxo~



Monday, June 29, 2015

My Office is Getting Quiet

Hi Readers!!

Bekerja di kantor yang notabene ada di dalam lingkungan kampus memang menyenangkan. Sehari-hari-nya pasti tidak pernah sepi. Mahasiswa berlalu-lalang di depan kantor, masuk ke kantor untuk mengurus keperluan ini dan itu, dan bahkan beberapa dari mereka nongkrong-nongkrong di kursi-kursi di depan kantor. Tapi, jika menjelang masa libur semester, pasti kantor berubah menjadi sepi.

Seperti yang terjadi hari ini. Sebagian besar mahasiswa yang berkuliah di gedung/kampus dimana kantorku berada sudah memulai libur panjang akhir semester mereka. Alhasil, suasana kantor jadi sepi dan tentu saja, atmosfer liburan ini membuatku menjadi sedikit relax meskipun yah kerjaan pastinya nggak ikut libur juga.

Pada masa-masa seperti ini biasanya dimanfaatkan para atasan untuk mengadakan banyak rapat dan menggagas proyek-proyek baru. Istilahnya, masa-masa libur semester adalah masa-masa banyak raker. Huhuhu. *Syedihh*

Semangat! Semangat!


~xoxo~



Tuesday, June 16, 2015

My Biggest Enemy

Hi readers!!

Cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini, panas yang menyengat bisa dengan segera berubah menjadi dingin yang menusuk tulang, tentunya memberikan dampak bagi tubuh. Salah satunya adalah tubuhku. Sedari kecil aku memang mudah sakit, tapi ya itu, sakitnya pasti seputaran pilek, batuk, dan radang tenggorokan, nggak lain. Mungkin bagi sebagian orang, batuk dan pilek adalah hal yang biasa, bahkan ada yang sekali dua kali tenggak obat langsung sembuh seperti sedia kala. Tapi tidak bagiku. Pilek, batuk, dan radang tenggorokan adalah MY BIGGEST ENEMY!

Terserang batuk atau pilek, atau keduanya selalu membuatku menderita demam yang naik turun hingga 3 atau 4 hari. Obat pun sepertinya tak begitu mempan menggagalkan virus-virus yang tengah ber-inkubasi di dalam tubuhku. Biasanya kalau siang aku merasa sehat, namun ketika malam datang, badanku kembali panas atau sebaliknya saat malam aku merasa baik-baik saja tapi ketika siang suhu badanku kembali naik. Maka tidak heran jika aku paling sebel jika tertular batuk pilek.

Selain demam yang naik turun, terserang batuk dan pilek membuat kulitku menjadi kering mendadak. Entah bagaimana ceritanya, setiap terkena batuk dan pilek pasti kulit wajahku menjadi kering dan muncul bentol-bentol kecil seperti pori-pori yang membesar. Jadi sudah bisa dipastikan kalau terserang batuk dan pilek wajahku terlihat kusam. Oleh karena itu, air putih menjadi senjata satu-satunya, meskipun yah, tidak begitu mempan melawan kulit kering karena batuk dan pilek.

Oh batuk, pilek, dan radang tenggorokan, kalian memang musuh yang luar biasa! Setahun bisa kena 3 sampai 4 kali, hikss.

At my desk
Still get cough and flu
~xoxo~


Wednesday, June 10, 2015

Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Kantor

Hi readers!!

Nggak terasa sudah 9 bulan aku bekerja di kantorku yang satu ini. Sudah banyak hal yang aku pelajari termasuk pengalaman individual dan sosial. Selain banyak pembelajaran yang aku dapatkan, yang tentunya akan terus bertambah seiring waktuku bekerja disini, ada beberapa hal yang kini menjadi kebiasaan selama berada di kantor.

1. Rajin Beres-Beres
Yup, aku yang dulunya paling males beres-beres, setelah sekian bulan bekerja disini menjadi sangat freak terhadap hal beberesan. Di waktu senggang, aku selalu, paling tidak sih, membersihkan meja sekaligus menata dan membereskan hal-hal yang ada di atasnya. Aku selalu memastikan jika sebelum pulang atau berakhirnya jam kantor, barang-barang di atas meja harus kembali rapi agar besok pagi ketika aku masuk ke kantor, hatiku merasa senang karena mejaku tidak berantakan.

2. Bawa Bekal ke Kantor
Dulunya aku adalah insan yang paling doyan jajan. Pas awal-awal bekerja disini, aku juga paling suka jajan kemana gitu sewaktu jam makan siang. Tapi, kebiasaan lama tersebut pupus setelah beberapa minggu saja. Banyak teman kantorku yang memilih untuk membawa bekal dari rumah. Selain hemat, membawa bekal dari rumah juga lebih hygienis. Yah, walaupun sesekali aku dan teman-teman sekantor masih jajan juga sih, terutama pada hari Jumat karena jeda jam makan siang lebih panjang daripada hari-hari lainnya.

3. Setel Musik Selama Jam Kerja
Hmm, yang satu ini sih bukan kebiasaan baru sih, hanya kebiasaan lama yang aku bawa ke kantor yang baru. Ketika bekerja sebagai penulis online, setiap jam kerja aku selalu menyetel musik, selain dari playlist laptop/komputer, aku juga mengandalkan situs Youtube. Nah, selama bekerja di kantor yang ini, menjadi hal wajib bagiku untuk memutar musik setiap jam kerja. Jika sedang suntuk, aku biasanya menyetel playlist instrumental yang bersifat relaksasi dan lembut di telinga. Bagiku, menyetel musik pada jam kerja sangat membantu untuk meningkatkan semangat dan produktivitas dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, mendengarkan musik pada jam kerja termasuk upaya killing the time bagiku. Tau-tau udah mendekati jam pulang kantor saja, hehe.

4. Selalu Membuat Plan/To Do List Sebelum Pulang Kantor
Ada satu lagi kebiasaan baru yang aku lakukan selama di kantor, yaitu selalu membuat Plan/To Do List sebelum pulang kantor. Plan atau To Do List untuk esok hari sangatlah penting buatku. Hal itu dapat menjadi reminder bagiku akan pekerjaan apa saja yang belum selesai hari ini dan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan esok hari. Selanjutnya, pada esok harinya, hal yang aku lakukan setelah menghidupkan komputer adalah mengecek Plan/To Do List yang sudah aku buat sehari sebelumnya.

5. Selalu Merekap Apa Saja yang Aku Kerjakan Seharian
Bekerja di kantorku yang ini secara tidak langsung membimbingku menjadi orang yang lebih sistematis dan terstruktur. Semoga sih di kemudian hari aku nggak jadi robot yang melakukan segalanya secara monoton yah, haha. Setiap hari aku selalu merekap apa saja yang aku kerjakan selama sehari bekerja. Hal ini aku lakukan agar aku tahu apa saja yang sudah aku kerjakan. Apalagi di kantorku juga menerapkan sistem pengisian SKP dan Log Book karyawan.

Kalau kalian, kebiasaan baru apa readers yang dilakukan di tempat baru (kantor, sekolah, kampus, dll)??


~xoxo~


Wednesday, May 20, 2015

Things Happened This Week

Hi readers!!

It's been a week I don't update my blog. Hmm, there must be many things happened during this week. Well, one of the most unpredictable things happening this week is that my long lost "brother", you name it, greeted me on my social media account. I can say that it's unnecessary but it is. However, like the previous, he disappeared in second. Such a mysterious appearance, right.

Another thing happened this week is that I had new job to do at my office. You see, my senior, who was used to handle most of the administrative parts, moved to another division. It means that I have to take her job. I have to write and issue letters for international purposes, arrange meetings, handle correspondences, etc. It is exhausting, I know, but I think it is challenging. It is not my comfort zone, so, I can learn many things by doing this new job. Just wish the best of luck for me ^^


~xoxo~




Monday, April 20, 2015

Short Trip: It's Enjoyable, eh?



Short Trip. What do you think about that phrase? Relieving? Unsatisfying? or what? Well, short trip is kind of an escape for me. Yeah, I've been doing some short trips lately and I like it. Here I will share my ideas about short trip and why I like doing it.

Doing busy job currently makes me want an escape to refresh my mind and recharge my energy. This 2015, I have taken some short trips to some places. First, I went to Bogor. Honestly, it's not a kind of vacation but it is an "away duty" in which my co-worker and I should do such presentation for promoting our institution. However, I enjoyed this short trip very much since I could at least visit Bogor and spent a day in that city.

Second, I went to Bandung. It was such a nice escape since I spent my weekend by visiting some places, such as Tangkuban Parahu, Pemandian Air Panas Sari Ater, and more. Unfortunately, my trip partners and I failed to visit Ciwalk mall and Cibaduyut shopping center due to heavy traffic jam for we have to reach the train station by 5pm. But, that's not really matter for me since I could spend my weekend in Bandung and enjoy some view there.

For me, short trip is satisfying and relieving (even though it may last only 2 days) since I can escape from my daily routines. I can enjoy new things and new atmosphere from the places I visit during my short trip. And what I enjoy the most from doing short trip is the journey. I mean, I like spending my time on the road. I like using various kinds of transportation, such as car, bus, plane, train, ship, and even motorcycle. I can see many things even various kinds of people during the trip. As the bonus, I may find awesome yet gorgeous scenery in which I rarely find in my hometown.

Next trip, I plan to go abroad. I wanna visit some countries and I will begin with Asia. I have bought two round trip tickets. One for this year and the other one for next year. I am so excited with my upcoming short trips.

So, what do you think about short trip? Are you motivated to pick one?


~xoxo~


Friday, April 17, 2015

"Zonk" Moments This Week

Hi readers!!

Today is Friday. It means that this is the last day of the week I'm going to work and do my duty, then I will enjoy weekend. What happens in my office on Friday is that most of the workers are wearing Batik. You know, Batik is one of world's heritages which originally come from Indonesia. I love wearing Batik too because I feel wearing Batik does not only show our culture but it also makes us exotic :)

Poor prologue. Back to the topic! Do I refer to a topic yet? Blah! I haven't even stated what my topic for this post is. Pardon me. Well, what I'm gonna say on this post is what has been going on in my life lately. I must confess that I just made a passport. It's kinda late but it is better than never having it, right? I made my passport manually, I mean, I didn't use online method to apply for it. I just want to experience the process of making passport manually. So, here we go!

First of all, I went to the Immigration Office (Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta). Honestly, I planned to apply for e-passport but the Immigration Office in Yogyakarta doesn't provide this option yet. So, I applied for regular passport (which they call it "ordinary passport"). O ya, for your information, I arrived at Immigration Office at almost 7am, and there were a lot of people queuing for the same reason, applying for passport. I got number 40, by the way.

When it came my turn, I had to prepare all the documents including the form I had filled before. There, the officer checked all the documents, including the original ones, then asked my several questions. The questions were very basic and I thought it was very easy to answer them. The officer was very friendly.

Afterwards, I had to wait outside until the officer called out my name. It took more than an hour to wait outside before I took picture and finger-print scan for my passport. Then, here come the "zonk" moment! I came inside and got my picture taken. I checked the whole data of my-self to make sure that everything is correct. After that, the officer said to me that he could not issue the, what should I call it, "proof of application"? (yah, whatever!), to pay the expense at a bank. I had to wait for another day.

The next day, I came to the same office for getting the proof of application so that I could pay the expense at the bank. I got it, finally. But, another "zonk" moment came once again. The line for entering the payment code at the bank was offline. It means that I had to go to the bank the other day. What a waste!!!

Finally, yesterday I paid all the expenses required to proceed my passport. Then, what I should do next is visiting the Immigration Office next week to get my passport. I wish that there will be no more "zonk" moment I should go through. ^^




*Sorry for this unnecessary post. It's just my attempt to kill the time before attending a meeting. So, enjoy your day guys!!*


~xoxo~

Friday, December 13, 2013

Tentang MEMBACA

Hi readers!
Adakah diantara kalian yang punya hobi membaca? Maksudnya bukan hanya membaca blog atau surat kabar tetapi juga membaca novel atau buku-buku. Aku juga suka membaca dan punya hobi membaca sejak kecil. Aku suka membaca cerita-cerita fiksi, mulai dari cerpen, dongeng, novel, apapun lah. Membaca itu memang bersifat adiktif. Sekali suka bakalan keterusan. Hehhee. Cerita soal hobi membaca, aku sampai rela menguras tabungan pribadi untuk membeli banyak novel lho. Sampai-sampai selama bulan November aku nggak sempat haul baju dan beauty product apapun, jadi maaf kalau bulan kemarin arsip blogku cuman berisi sedikit post, hehhee.

O ya, ngomong-ngomong soal hobi membaca yang benar-benar ingin aku tekuni, aku tidak hanya mulai rajin mengoleksi novel/buku bacaan tetapi aku juga punya blog baru. Emm, nggak baru ding, cuma recycle dari blog lama yang tidak terpakai, sayang kan kalau dibuang, hehehe. Blog itu berisi beberapa review novel dan apapun yang terkait dengan hobi membaca. Kalau kalian punya waktu luang atau mungkin punya hobi membaca dan mengoleksi buku-buku, boleh deh mampir ke blogku di piecesofdramaqueen.blogspot.com.

Nah, selain tentang blog, aku juga mau share sedikit tentang kegemaran baruku membaca eBook. Iya, electronic book alias buku elektronik. Menurutku eBook itu banyak manfaatnya. Selain (kalau beruntung) bisa didownload secara gratis, eBook juga bisa menghilangkan dahaga membaca. Kan kadang bahan bacaan kita habis sebelum punya uang untuk membeli novel/buku yang baru. Si eBook ini akan sangat membantu banget, karena juga bisa dibaca langsung di situs penyediannya. Parahnya lagi, eBook banyak menyediakan bahan bacaan/novel (dalam versi pdf, epub, mobi, atau txt) yang belum terbit di Indonesia. Konsekuensinya sih novelnya kebanyakan dalam versi bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, tergantung si penulis sih awalnya nulis dengan bahasa apa atau terjemahan yang sudah tersedia.

Beberapa waktu yang lalu sempat mencoba link eBook yang diberikan salah satu dosen penguji skripsiku dulu. Ternyata disana aku bisa nemu dan bahkan download secara gratis novel The Cuckoo's Calling (versi bahasa Inggris) karya Robert Galbraith alias J.K Rowling yang sekarang lagi booming di Indonesia, dan rencana akan terbit pertengahan Desember ini. Wahhh! Kesempatan banget kan, bisa baca duluan (yah, meskipun aslinya udah lama terbitnya di luar sana sih), dan bisa menghemat uang hingga sekitar 90ribuan!!!

Membaca itu merupakan hobi yang menyenangkan lho, bisa menambah banyak ilmu dan wawasan, serta bisa meningkatkan daya imajinasi dan mencegah penyakit "pelupa". Percayalah, membaca itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Yuk, budayakan membaca!!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo



Saturday, October 26, 2013

Weekend's Favorite: The Night Circus

Hi Blogger.
How was your weekend? Hehehe
Weekendku kali ini sedikit berbeda dari weekend-weekend yang sebelumnya. Kenapa? Karena aku punya beberapa novel baru untuk dibaca selama weekend. Hmm, sebenarnya, weekend pun aku juga kerja sih, soalnya kerjaan jadi content writer itu 6 hari kerja, bahkan kalau pas beruntung bisa 7 hari kerja dalam seminggu. Hahaha. Well, oke, nggak usah bahas kerjaan ya. Nah, jadi ceritanya, kemarin hari Kamis (24 Oktober 2013), aku ikut beberapa temenku nengokin Job Fair di salah satu kampus swasta di Jogja. Berhubung tidak ada satupun posisi kerja yang dipengen (ceilleeeehhh gaya banget jadi orang :p) jadi kami para ladies memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sembari menunggui para gentlemen yang sedang sibuk di beberapa stand Job Fair. 

Tujuannya tentu saja Galeria Mall (yang paling deket dengan lokasi Job Fair). Awalnya sih nggak ada niatan buat beli apa-apa disana, cuma pengen ngadem sama cuci mata doang. Tapi, begitu lewat depan etalase "Togamas d Gale" rasanya jadi pengen masuk. Hmm, you know lah, toko buku selalu punya mantra ajaib yang bikin kita pengen masuk kesana lagi dan lagi. Apalagi toko buku diskon sepanjang waktu seperti Togamas. Setelah memilih-milih, akhirnya aku memutuskan untuk membeli 2 novel terjemahan. Aku adalah pecinta novel terjemahan, apalagi novel fantasi yang background ceritanya jaman-jaman kuno. Hihihi. Dari kedua novel yang aku beli (emang udah masuk wishlist sebelumnya sih) aku baca satu dan langsung jatuh cinta dengan isi ceritanya. 

Ini dia penampakan novelnya!!

Novel The Night Circus ini ditulis oleh Erin Morgenstern. Nama pengarangnya cukup asing buatku, tapi aku sangat suka dengan novel karyanya yang satu ini. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku baru baca sampai halaman 183 dari 605 halaman. Hehe. Sejauh yang aku sudah baca, menurutku isi ceritanya sangat imajinatif dan menarik juga penuh intrik. Aku suka settingnya, di Eropa dan Amerika sekitar tahun 1800an -1900an. Gaya berceritanya juga sangat unik, meskipun alurnya sedikit maju-mundur (tapi tenang saja, di setiap judul sudah dicantumkan tanggal atau bulan dan tahun. Jadi bisa dengan mudah mengenali bagaimana alurnya).

O ya, kalau yang mau beli atau tertarik untuk baca juga, ini aku kasih sinopsisnya yang diambil dari back covernya.

"Bersiaplah memasuki Le Cirque des Reves. Jangan terlalu terkejut karena sirkus ini bukanlah sirkus biasa. Di sini kau bisa menemukan Labirin Awan, khayalan-khayalan yang menjadi kenyataan, sari apel terlezat di dunia, Pohon Permohonan, dan wanita cantik dengan gaun penuh untaian surat cinta.

Dalam Le Cirque des Reves pula, Prospero sang Pesulap menjadikan Celia, putrinya sendiri, sebagai ajang taruhan. Prospero mengharuskan Celia untuk bertarung dengan Marco Alisdair, yang merupakan murid dari musuh bebuyutan sang Pesulap. Selama bertahun-tahun, Celia dan Marco berusaha saling menjatuhkan lewat berbagai wahana dan atraksi mendebarkan: panggung ilusi, raven, selubung sihir, api unggun seputih salju, dan binatang-binatang dari kertas.

Namun, kompetisi itu terhambat saat mereka perlahan-lahan saling jatuh cinta. Dan keduanya semakin kewalahan saat sesuatu yang jahat mulai mencelakai, bahkan membunuh orang-orang di sirkus, satu demi satu ..."

Wow! Menarik bukan isi ceritanya? Selain tokoh-tokoh yang disebutkan pada sinopsis, ada beberapa tokoh lain seperti, Isobel Martin, Chandresh, Mr. A.H., Bailey, Caroline, dan masih banyak lainnya. Di dalam novel ini kamu akan menemukan berbagai macam jenis sulap, trik-trik di wahana sirkus, dan masih banyak lagi. Intinya, semakin jauh kamu membaca, kamu akan menemukan sesuatu yang ajaib yang membuatmu akan terus membaca sampai akhir :)


"The Night Circus adalah pilihan yang tepat untuk menghabiskan akhir pekan. Ceritanya sangat ajaib dan mampu memantik imajinasi yang luar biasa." ~Tiyas Fransiska~


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, October 17, 2013

My Graduation [Oktober 12, 2013]

Hi blogger :)
Rasanya pasti seneng banget ya, pada akhirnya bisa keluar (baca: lulus) dari Universitas sebagai sarjana. Iya dong, kalau dibandingkan dengan jenjang pendidika di bawahnya, jenjang perguruan tinggi tentu lebih sulit untuk dijalani. Memang sih, awal-awalnya asik-asik aja, tapi, sewaktu sudah semester akhir bawaannya nggak asik dan nggak santai. Apalagi kalau beberapa temen seangkatan sudah lulus duluan. Hihihi.

Nggak mau berlama-lama ngomong, aku disini mau share beberapa foto wisudaku. Yeayyy!! Akhirnya, aku resmi menyandang gelar S.Pd. juga :D :D

with my beloved family

I love my 'peplum' kebaya

happy face


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, October 9, 2013

Keribetan Menjelang Wisuda

Hai blogger, long time no see ya.
Recently, aku lagi sibuk ngurusin yang namanya wisuda dan malam pelepasan wisuda. Hufff! Ribet banget deh. Emm, tapi kayaknya emang akunya yang rempong ding. Hahaha. Disini aku mau sedikit curhat dan share mengenai persiapanku menghadapi 2 event besar itu.

Karena belum pernah ikut dan menjalani wisuda sarjana, pada awalnya aku santai-santai saja. Maksudnya, tidak pengen berlebihan buat persiapannya. Tapi ternyata, tidak semudah itu Jenderal! Ada banyak hal yang musti dipersiapkan, dan tentunya ada banyak biaya yang harus dikeluarkan. Sedikit mau curhat nih. Jadi beberapa minggu yang lalu aku jahitin kebaya, sebelumnya aku belum pernah jahitin kesana, berhubung Ibuk bilang disana saja, ya aku ngikut. Memang sih, model kebaya yang aku pengen agak ribet. Tapi at least dalam waktu 1 bulan, bisa jadi lah ya. 

Nah, beberapa waktu yang lalu, si mbak penjahit SMS, bilang kalau kebayanya udah bisa diambil. Well, pas sampai sana, ternyata kebayanya belum rampung, kesel sih, tapi masih bisa ditahan. Setelah menunggu kira-kira 3 jam, si kebaya sudah jadi. Tapi hasilnya SANGAT MENGECEWAKAN!!! Bentuknya sama sekali melenceng jauh dari model yang aku kasih ke mbak penjahitnya (padahal aku udah print gambarnya gede lho, udah jelasin juga konsepnya). Aku pengennya kebayanya diberi detail rempel-rempel di ujungnya dengan warna lain (aku siapin kain brokat warna pink). Nah, ternyata sama si mbak penjahit, itu kain brokat cuma digunting and ditempel. Mana nggak rapi pula. Mana bayarnya mahal pula. Udah gitu, kebayanya kebesaran saudara-saudara. Bener-bener kecewa mampus sama penjahit itu. Sama sekali nggak profesional.

Akhirnya, solusi terakhir adalah menjahit kebaya lagi. Kali ini aku beli bahan yang sedikit lebih murah dari yang kemarin dan desain yang lebih mudah. Aku pilih bikin kebaya dengan model "peplum". Besok sih udah bisa diambil, semoga jadinya tidak mengecewakan lagi. Soalnya, kalau ini beneran mohon-mohon ke penjahit langganan. Bodohnya, kenapa nggak dari dulu jahitin disana coba. Ahhh, buang-buang duit saja kau Yas!

Beralih dari curhatan soal kebaya, sekarang gantian curhat soal malam pelepasan wisuda atau bahasa kerennya Graduation Dinner. Setelah lulus kemarin, aku bener-bener excited dengan event yang satu ini. Anggep aja prom night lah (emang iya deh). Jadi jauh-jauh hari aku sudah persiapan dress dan aksesorisnya. Iya, aku emang rempong dan cenderung perfeksionis. Tapi semua persiapan itu mesti ada bagian yang dibatalin. Kenapa? Karena ternyata Graduation Dinner kali ini pakai dresscode saudara-saudara. Haduuhhh! Mana dresscode-nya "Retro" pula. Nah kan, makin bingung aja. Akhirnya setelah nyari-nyari referensi gaya "Retro" yang pas buat prom night, aku putuskan untuk beli dress lagi (sama stocking item ala lady retro). Untungnya sih di Sakola ada beberapa dress bergaya retro yang murah meriah. Bahannya tebel dan stretch (ala-ala butik gitu), tapi harganya dibawah 70ribu. Asiik kan. Sebagai alternatif aku juga beli dress polka dot. You know lah, retro itu identik dengan polka dot dan lipstik merah merona. We'll see later aku mau pakai yang mana. :p

Begitulah sedikit curhatan tentang ribetnya persiapan menjelang wisuda dan graduation dinner. Semoga besok pas hari H semua dilancarkan dan diberkati oleh Tuhan. Happy Graduation!!



~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, September 20, 2013

Si Kucing pun Bisa Marah

Menurut beberapa buku yang aku baca, kucing, seperti halnya anjing dan manusia, juga bisa ngambek atau marah. Awalnya sih aku nggak percaya sama apa yang tertulis di buku tersebut. Tapi, setelah kejadian kemarin Rabu (18 September 2013) baru aku percaya kalau kucing memang memiliki perasaan yang terbilang unik. Ya, kucing memiliki emosi. Kalau dia bisa senang, tentu saja dia bisa sedih dan marah. Jadi ceritanya kemarin Rabu, Cheeten marah padaku. Gara-garanya pagi-pagi jam 8 lebih dia meloncat masuk ke kamarku melalui jendela yang menghadap keluar. Seperti biasa kalau sudah begitu, dia pasti minta jatah sarapan. Akupun bergegas membimbingnya ke dapur. Oopsss! Ternyata di dapur hampir tidak ada makanan yang bisa Cheeten makan (kebetulan makanan kucing kesukaan Cheeten habis sejak hari Selasa) Yang ada di dapur cuma sayur tumis kangkung-tahu dan nasi putih dalam magic jar. Hmmm, Cheeten bukan tipe kucing yang suka dengan sayur ataupun nasi. Jadi dengan terpaksa aku mencari alternatif makanan lain. Karena nggak mungkin kalau aku keluar untuk beli ayam goreng atau ikan goreng kesukaannya, maka aku berinisiatif untuk membuatkan telur dadar kesukaannya. Cheeten memang terbilang suka makan telur dadar dan telur mata sapi. Kebetulan juga di kulkas masih ada beberapa buah sosis ayam. Cheeten itu pintar, kalau sudah lihat aku berdiri dan sibuk dengan kompor serta alat masak, dia akan berhenti mengeong dan memilih untuk tiduran di lantai. 

Setelah selesai dengan telur dadar dan sebuah sosis goreng, aku menuju ke piring makan Cheeten. Aku potong kecil-kecil telur dadar dan sosisnya (Cheeten suka telur dadar yang dipotong dadu dan sosis yang dipotong kemudian dipenyet sehingga dagingnya keluar). Apa yang terjadi?? Cheeten cuma mengendus sekali ke arah makanannya kemudian melengos pergi. Eh? Kok gitu? pikirku. Aku coba buat membujuk dia untuk makan, tapi dia tetap berlalu pergi dengan tatapan seolah-olah bilang, "Nggak ada makanan lain apa??" Aku membuntuti kemana dia pergi, ternyata dia pergi ke kamarku dan naik ke kasur. Okelah, untuk kali ini aku ijinkan dia naik ke kasur (biasanya nggak boleh karena dia sudah punya kasur sendiri). Setelah memastikan Cheeten baik-baik saja, aku pun melanjutkan kerjaanku menulis artikel. Sampai jam 11 siang, Cheeten terlihat diam di kamar. Sewaktu aku tengok, ternyata dia tidak tidur, hanya tiduran. Melihat aku datang, dia langsung berbalik membelakangiku. Eh? Aku sempet bingung. Aku kira dia sakit atau apa. Biasanya kalau lihat aku dia langsung mengeong, kali ini hampir seharian dia diam saja. Aku sempat khawatir. 

Pada akhirnya semua terjawab ketika adekku pulang sekolah. Aku yang jemput dia di sekolah. Saat perjalanan pulang aku cerita kalau Cheeten diam saja, sepertinya dia marah. Setelah sampai di rumah, terlihat Cheeten sedang asik tiduran di ruang TV. Ketika melihat adekku, dia langsung bereaksi seperti biasa. Mengeong manja dan menggesek-gesekkan kepalanya di kaki adekku. Tapi, sewaktu giliranku mendekat, dia cuma menatapku tanpa bersuara. Hmmm, sepertinya Cheeten benar-benar marah padaku sampai dia nggak mau dekat-dekat denganku. Akhirnya, aku menyuruh adekku dan ibukku untuk memberi makan Cheeten dengan ayam suwir. Untung saja, pagi harinya (Kamis, 19 September 2013) Cheeten sudah bersikap seperti biasa padaku. Dia sudah mau mengeong dan duduk berdekatan denganku. 

Pelajaran yang bisa dipetik dari Cheeten kali ini adalah bahwa kucing memang benar-benar memiliki perasaan dan emosi layaknya manusia. Kalau ada orang yang tega berbuat jahat pada mereka (atau menyiksa mereka), pasti mereka akan sedih dan sakit hati. Saling menghormati merupakan hal terbaik yang harus kita bangun untuk menjembatani persahabatan kita dengan hewan peliharaan kita, apapun itu.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Tuesday, September 10, 2013

Finally, I'm Done with Anything Related to Thesis

Yeayyyy!!! Setelah berkutat dengan thesis alias skripsi dengan intens selama beberapa bulan terakhir ini, akhirnya aku nyatakan bahwa diriku benar-benar sudah putus dengan skripsi. Hmmm, seneng sih rasanya apalagi pas nilainya udah keluar, nggak disangka banget hasilnya sangat memuaskan!! Thanks God! Tapi, sedih juga karena terkadang otak mendadak flashback ke memori-memori perjuangan mengerjakan skripsi, bimbingan dengan dosen pembimbing (Mr. Barli, I'm missing you already), pendadaran yang sempat diganti jadwalnya sehari sebelum maju, revisi (yang bisa dibilang sedikit *congkak*), ngejar-ngejar dosen penguji, kaprodi, dan dosen pembimbing buat minta tanda-tangan, nungguin pak dekan, buat PDF (yang sempet salah dan musti buat baru pakai bantuan online PDF converter), nge-burn PDF ke CD (untungnya pakai DVD-RW jadi bisa remove-add), sampai kesana kemari buat nyari tanda tangan beres administrasi sana-sini. Terakhir adalah daftar wisuda dan pembuatan kartu alumni. Perjuangan yang benar-benar menguras emosi, tenaga, dan pikiran. Fiuhhh! But, finally it's done. I'm free as student. Tapiiiiii, di depan sana sudah menunggu dunia baruku, masa depanku, tantanganku, dan berkat untukku. Siap-siap dulu mulai sekarang. Merancang apa yang mau dilakukan setelah lulus ini. Hmmmm.


~Hug & Kiss~
xoxoxo

Thursday, September 5, 2013

Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!

Ceritanya, hampir semingguan ini aku lagi nguber-uber dosen buat tandatangan di skripsi final sebelum dijilid hardcover terus dikumpul ke dekanat buat ditandatangani dekan. Tapi apa daya, sejak Senin sampai hari ini (Kamis) nguber 1 dosen aja nggak ketemu-ketemu. Dosen penguji yang lain, kaprodi, dan dosen pembimbing sudah tandatangan semua, hanya kurang 1 dosen penguji saja. Nah, mengapa aku beri judul "Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!", itu karena aku udah beberapa kali mendapat zonk buat ketemu si Ibu dosen ini. Awalnya aku  berencana untuk menemui beliau pada hari Senin (2 September 2013) dengan asumsi setelah mendapat tandatangan beliau, aku bisa langsung jilid hardcover. Setelah jilid, bisa langsung ke dekanat kemudian mengubah file skripsi menjadi PDF untuk dikumpul sebagai syarat pengambilan SKL untuk pendaftaran wisuda dan pembuatan ijazah. Tapi ternyata, rencanaku tidak berjalan baik, sejak hari Senin ibu dosen pengujiku PLPG sampai Rabu. Ya, aku maklumi lah, namanya juga lagi sibuk kan ya. Sebagai back up plan, jadilah hari ini aku nekat ke kampus pagi-pagi. Di jadwal sih beliau ngajar dari jam 7-10 (3sks). Makanya aku nekat berangkat jam 6 dari rumah untuk menemui beliau sebelum beliau ngajar. 

Sampai di kampus (setelah perjalanan panjang hampir 1 jam yang penuh perjuangan menghadapi kemacetan dan pengendara-pengendara yang naik kendaraan seenak udelnya sendiri), aku langsung menuju ke Common Room (istilah untuk ruang transit dosen). Ternyata, disana sudah sepi banget. Cuma ada 1 dosen yang sepertinya sedang membuat materi kuliah. Aku memberanikan diri buat bertanya, jujur, aku takut bersikap sama dosen itu karena pernah mengalami kejadian nggak mengenakkan dengan beliau. Untungnya beliau mau jawab (dengan lembut). Beliau bilang kalau ibu dosen yang aku cari tidak masuk karena sedang sakit. OMG! Ini udah hari Kamis, dan pendaftaran wisuda tutup Kamis minggu depan! Akkkkkk!! Akhirnya aku putuskan untuk SMS temenku buat minta nomor hp ibu dosen pengujiku itu. Syukurlah beliau membalas dengan mengatakan bahwa besok (baca: Jumat pagi) beliau bersedia ditemui untuk memberi tandatangan untuk skripsiku. Puji Tuhan. Semoga besok menjadi awal yang baik dan menjadi keberuntungan bagiku. Amien.

Intinya, aku cuma mau bilang kalau tidak selamanya manusia itu ada dalam kondisi atau posisi yang penuh keberuntungan. Sama sepertiku, ketika awal-awal pengerjaan revisi pasca-pendadaran, aku termasuk sangat beruntung dibandingkan teman-temanku yang  lain karena revisiku selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Tapi justru ketika aku harus meminta pengesahan dengan tandatangan penguji, kaprodi, dan dosen pembimbing, aku mau tidak mau harus menerima kenyataan bahwa tidak selamanya apa yang aku lakukan berjalan sangat lancar sesuai rencana atau bahkan lebih baik dari apa yang aku rencanakan. Aku paham jika ada kalanya apa yang sudah dirancang dan direncanakan dengan baik oleh manusia, belum tentu berjalan sesuai rencana. Tapi, tidak sepantasnya kalau kita menyerah ditengah jalan. Tetap semangat apapun yang ada dihadapan kita. Percaya bahwa Tuhan masih menyimpan berjuta rencana bagi kita dibalik semua kejadian. Everything happens for a reason, kata banyak orang.


Behind a great plan should lie a million back up plans!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, August 31, 2013

Book Store Haul

Setelah sekian lama nggak beli buku bacaan (baca: novel) baru, akhirnya kemarin malam kesampaian juga. Semalam aku dan mbak Indah jalan-jalan sebentar ke toko buku TogaMas Kotabaru. Awalnya sih tujuanku nggak jelas kesana, karena aku memang nggak ada planning sama sekali untuk mengunjungi toko buku di tanggal tua seperti semalam (baca: tanggal 30 Agustus 2013). Tapi, berhubung ajakannya ke toko buku TogaMas yang sering banget ngadain diskon, jadi aku mau-mau saja. 

Sesampainya disana, seperti biasanya acap kali aku ke toko buku, yang aku sasar pertama adalah rak novel-novel terjemahan. Aku memang cukup menggilai novel-novel terjemahan karena bahasanya unik menurutku. Selain itu, setting dan penokohannya juga lebih memancing imajinasi. Kali ini aku beli 3 novel terjemahan. Awalnya sih pengen beli 4 tapi berhubung cuma bawa uang Rp200ribuan jadi aku beli 3 dulu. Hahaha. Hemat ceritanya, kan tanggal tua.

Ini dia novel-novel yang aku beli:
Itu semuanya diskon 15% lho. Hehehe

Yang pertama ada novel "Confessions of an Ugly Stepsister". Menurut sinopsis di back cover-nya, novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang kakak tiri yang terasing dibalik ketenaran adik tirinya yang cantik dan menawan. Overall menurut sinopsinya, isi ceritanya hampir sama dengan cerita Cinderella, tapi tokohnya dibalik. Bukan Cinderella yang jadi tokoh utama tapi kakak tirinya. Setting tempatnya cukup menarik imajinasi yaitu Belanda pada abad ke-17. Novel ini belum aku buka sih, jadi belum tau isi cerita secara keseluruhan bagaimana. Tapi aku sempet search di Google dan nemu kalau novel ini dibuat sudah cukup lama bahkan sudah ada filmnya juga (bisa cek di Youtube). Tapi lebih penasaran baca bukunya sih, soalnya kadang kan cerita di novel dan di film dibuat sedikit beda.

Novel yang kedua adalah "Accidentally Fabulous". Ini novel bercerita tentang fashion designer gitu lah. Aku suka novel tentang fashion (seperti Confessions of a Shopaholic series, The Devil Wears Prada, dll). Settingnya dimana lagi kalau bukan di New York, pusat fashion dunia. Novel ini juga belum aku buka. Tunggu giliran deh ya.

Novel terakhir yang aku beli adalah "Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku". Kalau kamu baca blogku dari awal pasti tau dan familiar sama kesukaanku sama binatang terutama anjing dan kucing. Saat ini aku punya 2 kucing, satu di rumah nenek, satu di rumahku. Yang dirumahku namanya Cheeten. Aku beli novel Chicken Soup ini selain karena aku suka dengan kisah-kisah inspiratif yang selalu disuguhkan oleh Chicken Soup, juga karena aku suka kucing. Aku mau belajar banyak dari kucing. Hahaha. Novel ini sudah aku buka dan aku baca beberapa cerita di dalamnya. Sangat asik dan inspiratif menurutku.


Weekend ini akan aku habiskan dengan membaca Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku. Hmm, pasti akan jadi weekend yang menyenangkan sekaligus penuh semangat. Yeayyy!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net