Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Wednesday, July 1, 2015

Shopping is My Cardio

Hi readers!!


Does anyone agree with that?

I do agree.
I like shopping. I love shopping. Somehow, I adore it. Haha, nope, the last one is just a joke!

Well, kesukaanku pada aktivitas shopping dimulai sejak SMA. Pada masa SMA aku terbiasa mengumpulkan sebagian uang saku yang kemudian aku gunakan untuk berbelanja baju, sepatu, tas, atau aksesoris di akhir bulan. Maklumlah, uang saku sewaktu SMA dulu tidak sebanding dengan uang saku anak SMA masa sekarang, jadi musti nunggu akhir bulan baru bisa terkumpul cukup untuk shopping. Dan kebiasaan shopping seolah sudah menjadi hobi atau malah kebutuhan yang memang tidak bisa ditinggalkan, meskipun sekarang musti bisa mengontrol diri lebih baik lagi dalam hal penggunaan uang.

Bagiku, shopping bukan hanya kegiatan menghabiskan uang atau suatu aktivitas hedonis yang memuja kemewahan dan sebagainya. Bagiku, shopping adalah seni dan olahraga. Kenapa aku bilang seni? Karena disini aku melatih diriku untuk dapat menggunakan uang jatah shopping yang sengaja aku sisihkan dari gaji bulananku sebaik-baiknya, misalnya untuk belanja barang-barang kesukaanku, seperti baju, sepatu/sandal, aksesoris, ataupun tas. Shopping juga melatih insting dan kegigihan untuk mencari barang terbaik tanpa harus menyia-nyiakan nominal uang yang ada. Selain itu, shopping barang-barang seperti baju juga melatih seni estetika, yakni bagaimana aku menggunakan pikiranku untuk mengimajinasikan barang tersebut akan aku gunakan seperti apa, bagaimana, kapan, dan dipasangkan dengan apa. Jadi shopping bagiku bukan sembarang aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lebih-lebih, bagiku, shopping adalah olahraga, ya olahraga fisik dan olahraga otak. Olahraga fisik tentunya dapat dilihat dari kegiatan shopping yang dilakukan di mall, di pasar, maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. Penelitian mengatakan bahwa aktivitas shopping dapat membantu manusia untuk membakar kalori dengan persentase yang cukup banyak, in one condition: you wont eat too many calories afterwards, unless you get nothing. Olahraga otak yakni bagaimana me-manage uang dan bagaimana menerapkan seni estetika seperti yang aku sebutkan di paragraf sebelumnya.

Shopping is my cardio. I totally agree with that quotation. Aku setuju jika aktivitas shopping bisa membuatku alive, survive, and sane. Tapi lagi-lagi, aku harus keep reminding my self, kalau shopping tidak boleh berlebihan apalagi menjadi addicted. Lama-lama nanti bisa seperti karakter utama di novel Sophie Kinsella "Shopaholic", Rebecca 'Becky' Bloomwood, yang kemudian terlilit banyak hutang karena ketagihan berbelanja produk-produk ber-merk tanpa mengecek ulang kondisi ekonominya sendiri.

Untuk itu, aku lebih suka menyisihkan gajiku, misalnya 30% untuk shopping, 30% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari (transportasi, jajan kuliner, kolekte, sumbangan, dll) dan kebutuhan tak terduga. Kantong aman, hati nyaman. Saat ini aku masih belajar me-manage uangku dengan sistem 30:30:40 tersebut. Semoga bisa segera menjadi suatu habit yang teratur dan bermanfaat bagi diriku dan orang lain. ^^


~xoxo~



Wednesday, June 10, 2015

Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Kantor

Hi readers!!

Nggak terasa sudah 9 bulan aku bekerja di kantorku yang satu ini. Sudah banyak hal yang aku pelajari termasuk pengalaman individual dan sosial. Selain banyak pembelajaran yang aku dapatkan, yang tentunya akan terus bertambah seiring waktuku bekerja disini, ada beberapa hal yang kini menjadi kebiasaan selama berada di kantor.

1. Rajin Beres-Beres
Yup, aku yang dulunya paling males beres-beres, setelah sekian bulan bekerja disini menjadi sangat freak terhadap hal beberesan. Di waktu senggang, aku selalu, paling tidak sih, membersihkan meja sekaligus menata dan membereskan hal-hal yang ada di atasnya. Aku selalu memastikan jika sebelum pulang atau berakhirnya jam kantor, barang-barang di atas meja harus kembali rapi agar besok pagi ketika aku masuk ke kantor, hatiku merasa senang karena mejaku tidak berantakan.

2. Bawa Bekal ke Kantor
Dulunya aku adalah insan yang paling doyan jajan. Pas awal-awal bekerja disini, aku juga paling suka jajan kemana gitu sewaktu jam makan siang. Tapi, kebiasaan lama tersebut pupus setelah beberapa minggu saja. Banyak teman kantorku yang memilih untuk membawa bekal dari rumah. Selain hemat, membawa bekal dari rumah juga lebih hygienis. Yah, walaupun sesekali aku dan teman-teman sekantor masih jajan juga sih, terutama pada hari Jumat karena jeda jam makan siang lebih panjang daripada hari-hari lainnya.

3. Setel Musik Selama Jam Kerja
Hmm, yang satu ini sih bukan kebiasaan baru sih, hanya kebiasaan lama yang aku bawa ke kantor yang baru. Ketika bekerja sebagai penulis online, setiap jam kerja aku selalu menyetel musik, selain dari playlist laptop/komputer, aku juga mengandalkan situs Youtube. Nah, selama bekerja di kantor yang ini, menjadi hal wajib bagiku untuk memutar musik setiap jam kerja. Jika sedang suntuk, aku biasanya menyetel playlist instrumental yang bersifat relaksasi dan lembut di telinga. Bagiku, menyetel musik pada jam kerja sangat membantu untuk meningkatkan semangat dan produktivitas dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, mendengarkan musik pada jam kerja termasuk upaya killing the time bagiku. Tau-tau udah mendekati jam pulang kantor saja, hehe.

4. Selalu Membuat Plan/To Do List Sebelum Pulang Kantor
Ada satu lagi kebiasaan baru yang aku lakukan selama di kantor, yaitu selalu membuat Plan/To Do List sebelum pulang kantor. Plan atau To Do List untuk esok hari sangatlah penting buatku. Hal itu dapat menjadi reminder bagiku akan pekerjaan apa saja yang belum selesai hari ini dan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan esok hari. Selanjutnya, pada esok harinya, hal yang aku lakukan setelah menghidupkan komputer adalah mengecek Plan/To Do List yang sudah aku buat sehari sebelumnya.

5. Selalu Merekap Apa Saja yang Aku Kerjakan Seharian
Bekerja di kantorku yang ini secara tidak langsung membimbingku menjadi orang yang lebih sistematis dan terstruktur. Semoga sih di kemudian hari aku nggak jadi robot yang melakukan segalanya secara monoton yah, haha. Setiap hari aku selalu merekap apa saja yang aku kerjakan selama sehari bekerja. Hal ini aku lakukan agar aku tahu apa saja yang sudah aku kerjakan. Apalagi di kantorku juga menerapkan sistem pengisian SKP dan Log Book karyawan.

Kalau kalian, kebiasaan baru apa readers yang dilakukan di tempat baru (kantor, sekolah, kampus, dll)??


~xoxo~


Neymar Jr.: 100% Jesus

Hi readers!!

Ada yang menggelitik benakku ketika menonton final Liga Champion hari Minggu dini hari yang lalu. Bukan karena gol Neymar dianulir oleh wasit karena handball tetapi lebih ke reaksi si tengil Neymar Jr. ketika pertandingan usai dan selebrasi atas kemenangkan Football Club Barcelona (FCB) 3:1 atas klub Italia kawakan, Juventus. Apa yang membuat benakku tergelitik? Ini dia:


Bukan tattoo-nya lho, bukan pula ketek-nya, tapi headband yang dia kenakan di dahinya sesaat setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan selesai. 100% Jesus. Itulah tulisan yang tertulis disana. Wow, religious sekali anak satu ini, batinku. Tapi jangan salah, Neymar saat itu bukannya sedang mencari sensasi atau apa. 100% Jesus adalah ekspresi dirinya atas rasa syukur yang begitu besar.

Neymar Jr. tidak hanya sekali itu saja mengenakan headband dengan tulisan yang sama. Setelah googling, aku menemukan beberapa foto-nya ketika dia mengenakan headband bertuliskan 100% Jesus.

Ternyata sudah sejak kecil Neymar Jr. mengenakan headband yang sangat filosofis tersebut di beberapa kesempatan. Yang kemudian hadir di benakku adalah bahwa:
1. Neymar menyadari dirinya bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan Tuhan-nya
Kita semua tahu (terutama pecinta dunia sepak bola) bahwa Neymar adalah salah satu pemain berbakat dari tanah Brazil yang sudah mengukir kesuksesan sejak masih belia. Neymar itu muda, terkenal, kaya, dsb. Namun, dibalik semua itu, dia adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Dia tak pernah lupa siapa dirinya. Mengandalkan pertolongan Tuhan di setiap waktu bisa dibilang filosofi-nya.

2. Neymar mempersembahkan kesuksesannya pada Tuhan-nya
Menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa tanpa kuasa Tuhan atasnya, Neymar mempersembahkan kesuksesan yang dia raih, terutama pada laga final Liga Champion yang lalu, pada Tuhannya. 100% Jesus adalah bukti nyata yang lebih nyaring daripada "berteriak-teriak" pada khalayak bahwa Neymar yang sangat berbahagia pada waktu itu, mendedikasikan kesuksesannya pada Yesus Sang Juru Selamatnya.

3. Neymar adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tidak gentar pada dunia
Hal ketiga yang ku analisis, maaf jika kurang tepat, adalah bahwa Neymar membuktikan dirinya adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tak gentar pada dunia. Hal ini tentunya sangat inspiratif dan membanggakan. Aku sebagai umat kristiani merasakan hati ku menghangat ketika dia dengan gimmiknya menunjukkan kecintaannya pada Yesus dengan mengenakan headband 100% Jesus. Jujur, aku merasakan imanku menguat ketika melihat itu.

"Neymar, be still 100% Jesus now and forever, okay?!"


Sebuah analisa dan refleksi
Tidak ada dimaksudkan untuk menggiring opini tertentu apalagi upaya Kristenisasi.

~xoxo~


Monday, June 8, 2015

Do What You Love, Love What You Do

Hi readers!!!

Sehubungan dengan banyaknya posting dari rekan-rekan di media sosial dan beberapa sharing dari rekan-rekan mengenai pekerjaan, gaji, dst (topik wajar bagi kami yang berada dalam usia produktif, selain masalah pernikahan *ehhh*). Aku pengen sedikit sharing opini tentang filosofi yang aku anut dalam memilih, melakukan, mencintai, dan mensyukuri pekerjaan yang aku miliki sekarang. FYI, gajiku mungkin tak setinggi teman-temanku yang lain, apalagi yang bekerja di sektor-sektor krusial atau yang bekerja di ibukota. Tapi aku sebisa mungkin melatih diriku untuk selalu bersyukur dan mencintai apa yang aku kerjakan saat ini. Who knows jika suatu saat pekerjaanku ini mengantarku membuka gerbang untuk melakukan passion-ku yang lain. Karena aku percaya, setiap pekerjaan pasti akan membukakan pintu kesempatan yang lain bagi kita, tergantung kita jeli atau tidak untuk melihatnya.
***

Salah satu kunci hidup yang bahagia adalah "do what you love and love what you do". Melakukan apa yang kita cintai/sukai dan mencintai apa yang kita lakukan bukan merupakan sesuatu yang mudah memang. Pertama, untuk memenuhi unsur tersebut, kita harus menemukan apa yang kita sukai. Bahasa kerennya sih "passion". Masing-masing individu memiliki passion yang berbeda-beda. Biasanya passion terwujud dalam apa yang disebut hobi. Selain itu, passion juga bisa ditemukan pada kecenderungan minat dan bakat seseorang.

Kedua, untuk memenuhi filosofi "love what you do", kita perlu menemukan titik keikhlasan dalam hati kita. Ikhlas dalam melakukan sesuatu akan mengantar kita pada rasa mencintai sesuatu. Bukankah mencintai itu perlu pengorbanan? Yah, apa yang kita korbankan untuk mencintai apa yang kita lakukan adalah rasa enggan. Rasa enggan dikorbankan menjadi rasa ikhlas, kemudian rasa ikhlas menuntun kita pada perasaan mencinta.

Do what you love and love what you do tidak hanya berlaku pada hobi, namun harus berlaku dalam banyak hal di hidup kita, contoh paling konkret-nya adalah dalam hal pekerjaan. Sebelum melakukan suatu pekerjaan, kita pasti melewati beberapa tahap terlebih dahulu. Yang pertama adalah tahap "memilih" pekerjaan. Kita memiliki kebebasan secara individual untuk memilih perkerjaan mana yang hendak kita lamar. Passion adalah hal yang paling penting untuk diterapkan disini. Kalau menurutku sih, jangan dulu berorientasi pada seberapa besar kita akan mendapat uang dari pekerjaan yang kita lakukan. Besarnya uang yang kita dapat dari melakukan pekerjaan bukanlah penjamin kita akan bahagia melakukan pekerjaan itu.

Mengandalkan passion dalam memilih pekerjaan adalah hal yang wajib. Okelah, mungkin ini sulit karena mencari pekerjaan yang tidak sesuai passion saja susah, apalagi mencari yang sesuai. Kalau misalnya terlalu sulit, maka pilah-lah pekerjaan yang paling tidak menyerempet atau mengandung unsur passion yang kita miliki, contohnya passion kita adalah menggambar namun sulit bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Nah, kenapa tidak kita mulai mengasah diri kita dengan ilmu gambar digital atau gambar bangunan, maka kita bisa menjadi designer, animator, drafter, arsitek, dsb.

Yang kedua adalah tahap "melakukan" pekerjaan. Banyak orang bilang, melakukan bidang pekerjaan yang kita sukai akan menuntun kita pada hidup bahagia. Jadi, setelah puas memilih jenis pekerjaan yang akan kita ambil, yang harus kita lakukan adalah melakukan pekerjaan itu sendiri dengan sepenuh hati.

Yang ketiga adalah tahap "memperjuangkan" pekerjaan. Pekerjaan bukanlah hal yang statis. Memperjuangkan apa yang sudah kita dapat adalah hal yang pantas kita lakukan. Jangan terlena dengan zona nyaman dimana kita sudah mendapat pekerjaan sesuai passion dan kemampuan kita. Sebaliknya, kita harus memiliki willingness untuk belajar dan terus belajar guna memperjuangkan apa yang telah kita dapat. Memperjuangkan pekerjaan yang telah kita dapatkan akan membuat kita dan hasil kerja kita semakin berkualitas.

Yang keempat adalah tahap "mencintai" pekerjaan. Tibalah saat dimana kita harus memupuk rasa cinta pada apa yang kita kerjakan atau lakukan. Ada banyak hal yang membuat orang, bahkan yang mendapat pekerjaan sesuai passion, tidak dapat mencintai pekerjaannya. Banyak orang yang kemudian mengeluhkan apa yang dia lakukan selama ini. Banyak yang kemudian mencari excuse untuk tidak lagi mau memperjuangkan apa yang dia kerjakan, misalnya gaji rendah, beban kerja terlalu banyak, dsb. Kembali lagi ke filosofi "love what you do" yang mana mengandalkan diri kita untuk ikhlas dan memupuk rasa cinta pada pekerjaan.

Yang keenam adalah tahap "memetik hasil, terus mencintai, dan tetap mengembangkan diri". Tahapan terakhir dalam penjabaran filosofi "do what you love and love what you do" ala aku adalah memetik hasil, terus mencintai, dan tetap mengembangkan diri. Ketiga hal tersebut dapat dirangkum dengan satu kata, yaitu "bersyukur". Mensyukuri apa yang kita miliki dan apa yang kita lakukan adalah bagian terpenting dalam mengelola passion kita akan suatu pekerjaan. Bersyukur akan membuat kita menjadi pribadi yang positif. Ada yang bilang, "mensyukuri pekerjaan yang itu itu saja tidak akan menaikkan penghasilan", memang benar. Tapi, apa untungnya punya penghasilan yang besar tapi kita tidak bersyukur, tidak memanfaatkan nikmat yang diberikan Tuhan pada kita melalui penghasilan yang kita dapatkan. Tidak mau mensyukuri pekerjaan adalah pemicu "ketidakbercukupan" seseorang. 


Sebuah refleksi yang penuh ketidaksempurnaan

~xoxo~


Friday, May 1, 2015

Self Reward is Important

Hi readers!!!

Self reward adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan memberikan self reward kita dapat mengapresiasi segala hal dan usaha yang sudah kita lakukan, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bagiku secara pribadi, self reward itu sangatlah penting. Self reward dapat membantuku mengurangi rasa stress dan dapat meningkatkan semangat. Biasanya, setelah melakukan hal-hal yang menguras tenaga dan otak, aku biasanya memberi diriku suatu reward. Bentuk reward-nya macam-macam tergantung mood dan juga kebutuhan. Untuk bulan ini, berhubung diriku menghadapi hal-hal yang stressful selama bertubi-tubi khususnya di kantor, maka aku memutuskan untuk memberikan diriku self reward untuk sekedar re-charge semangat. Nggak banyak sih self rewardnya, tapi cukuplah untuk menyenangkan diri sendiri :)

Drink Can, Purse, Wedges

Self reward-ku nggak jauh-jauh dari barang-barang yang aku butuhkan dan aku sukai.

1. Tropical Leopard Coolgear Can
Tempat minum adalah salah satu benda yang aku butuhkan. Secara di kantorku kalau mau ambil minum musti ke pantry di lantai 1, sedangkan aku kerja di lantai 2. Daripada bolak balik makanya aku lebih suka bawa minum dari rumah. Aku membeli tempat minum yang satu ini karena motifnya dan desainnya yang unik. Bentuknya menyerupai soft-drink can. Selain itu, Coolgear can yang satu ini juga BPA free dan washable. Coolgear can macam ini tersedia dalam berbagai motif, bisa dibeli di Acehardware.

2. Leopard Purse
Lagi-lagi leopard :) Aku memang penggemar animal print. Leopard adalah salah satu motif yang paling favorit buatku. Purse yang satu ini aku hadiahkan pada diriku agar barang-barang semacam jepit rambut, lipstick, bedak, kaca, dll tetap tersimpan rapi di dalam tas.

3. Wedges Sandals
Self reward yang terakhir adalah Wedges Sandals by Yongki Komaladi. Yep, membeli alas kaki adalah hal yang sangat relieving bagi wanita, termasuk aku. Dan sandal Yongki Komaladi ini worth the money banget. Aku suka karena modelnya semacam sendal Docmart meskipun yang ini versi wedges.

Kalau readers gimana? Ada juga yang suka memberi reward pada diri sendiri?


~xoxo~


Monday, April 20, 2015

Antara Aku dan Kebiasaan Menabung

Menabung hampir selalu menjadi sebuah wacana bagiku. Terkadang aku sudah sangat excited-nya untuk menabung dan sudah mengumpulkan pundi-pundi yang lumayan, namun hal ini tidak bertahan lama. Pernah sudah sampai sekian juta, kemudian ada saja hal-hal yang kemudian membuatku menguras tabungan, seperti: laptop mendadak mati, tas mendadak rusak, ada buku-buku bagus yang terbit subsequently, dan lain sebagainya. Alhasil, menabung adalah hal yang cukup sulit untuk aku lakukan.

Saking susahnya menyisihkan uang tanpa mengutak-atiknya di kemudian hari membuatku memutuskan untuk menjadikan "MENABUNG" sebagai salah satu resolusi 2015 ini. Mulai dari "nol" kataku waktu memutuskan untuk memasukan kegiatan menabung dalam daftar resolusi 2015. Sejak Januari lalu, aku mulai menyisihkan sebagian gajiku untuk ditabung, yah meskipun masih bolong-bolong alias masih sering aku comot untuk kebutuhan tak terduga yang sangat urgent tapi setidaknya saldo tabungan di bank masih bisa dibanggakan :)

Selain menabung, perencanaan keuangan yang baik harus menjadi salah satu plot yang wajib aku jalani demi terciptanya status financial yang kuat *ahh, bahasanya vickynisasi sekali*. Maksudnya, biar pengeluaranku lebih terkontrol. Toh, aku juga termasuk pekerja kantoran yang punya gaji pokok, jadinya membuat perencanaan keuangan bulanan bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan karena selalu ada income yang stabil tiap bulannya.

Post ini aku buat untuk self-reminder agar aku nggak asal-asalan lagi menggunakan gajiku tiap bulannya. Syukur-syukur bisa menabung dan bisa digunakan untuk traveling, memenuhi kebutuhan mendadak, memulai suatu bisnis, atau hal-hal lain yang memuaskan batin.

MARI MENABUNG!!!


~xoxo~

Friday, December 13, 2013

Tentang MEMBACA

Hi readers!
Adakah diantara kalian yang punya hobi membaca? Maksudnya bukan hanya membaca blog atau surat kabar tetapi juga membaca novel atau buku-buku. Aku juga suka membaca dan punya hobi membaca sejak kecil. Aku suka membaca cerita-cerita fiksi, mulai dari cerpen, dongeng, novel, apapun lah. Membaca itu memang bersifat adiktif. Sekali suka bakalan keterusan. Hehhee. Cerita soal hobi membaca, aku sampai rela menguras tabungan pribadi untuk membeli banyak novel lho. Sampai-sampai selama bulan November aku nggak sempat haul baju dan beauty product apapun, jadi maaf kalau bulan kemarin arsip blogku cuman berisi sedikit post, hehhee.

O ya, ngomong-ngomong soal hobi membaca yang benar-benar ingin aku tekuni, aku tidak hanya mulai rajin mengoleksi novel/buku bacaan tetapi aku juga punya blog baru. Emm, nggak baru ding, cuma recycle dari blog lama yang tidak terpakai, sayang kan kalau dibuang, hehehe. Blog itu berisi beberapa review novel dan apapun yang terkait dengan hobi membaca. Kalau kalian punya waktu luang atau mungkin punya hobi membaca dan mengoleksi buku-buku, boleh deh mampir ke blogku di piecesofdramaqueen.blogspot.com.

Nah, selain tentang blog, aku juga mau share sedikit tentang kegemaran baruku membaca eBook. Iya, electronic book alias buku elektronik. Menurutku eBook itu banyak manfaatnya. Selain (kalau beruntung) bisa didownload secara gratis, eBook juga bisa menghilangkan dahaga membaca. Kan kadang bahan bacaan kita habis sebelum punya uang untuk membeli novel/buku yang baru. Si eBook ini akan sangat membantu banget, karena juga bisa dibaca langsung di situs penyediannya. Parahnya lagi, eBook banyak menyediakan bahan bacaan/novel (dalam versi pdf, epub, mobi, atau txt) yang belum terbit di Indonesia. Konsekuensinya sih novelnya kebanyakan dalam versi bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, tergantung si penulis sih awalnya nulis dengan bahasa apa atau terjemahan yang sudah tersedia.

Beberapa waktu yang lalu sempat mencoba link eBook yang diberikan salah satu dosen penguji skripsiku dulu. Ternyata disana aku bisa nemu dan bahkan download secara gratis novel The Cuckoo's Calling (versi bahasa Inggris) karya Robert Galbraith alias J.K Rowling yang sekarang lagi booming di Indonesia, dan rencana akan terbit pertengahan Desember ini. Wahhh! Kesempatan banget kan, bisa baca duluan (yah, meskipun aslinya udah lama terbitnya di luar sana sih), dan bisa menghemat uang hingga sekitar 90ribuan!!!

Membaca itu merupakan hobi yang menyenangkan lho, bisa menambah banyak ilmu dan wawasan, serta bisa meningkatkan daya imajinasi dan mencegah penyakit "pelupa". Percayalah, membaca itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Yuk, budayakan membaca!!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo



Thursday, October 3, 2013

Nggak Perlu Takut Mati Gaya Kalau Punya 5 Jenis Pakaian Ini

Ada berbagai macam jenis dan corak pakaian yang terus menerus berkembang dan berganti dari waktu ke waktu. Namun, tahukah kamu kalau ada jenis pakaian yang timeless atau abadi? Ya, ada beberapa jenis pakaian yang hampir selalu ada di setiap musimnya. Tentu saja kalau kamu memiliki beberapa dari pakaian berjenis timeless tersebut, kamu bisa dikatakan beruntung. Kenapa? Karena kamu bisa memakainya kapan saja dan dimana saja tanpa takut dibilang old fashioned alias kuno. Apa saja ya jenis pakaian timeless tersebut? Berikut 5 diantaranya.

1. Polkadot 

Siapa yang nggak kenal motif atau corak pakaian Polkadot? Semua orang tau motif yang satu ini. Ya, Polkadot alias pola titik/lingkaran yang menyebar adalah salah satu jenis/motif pakaian yang timeless. Dari jaman retro sampai jaman futuristik sekarang ini motif Polkadot tetap ada dan tetap menjadi trend.

2. Denim

Denim atau jeans adalah jenis pakaian atau fashion yang selalu ada di setiap tahunnya. Jadi, jenis pakaian yang satu ini wajib banget kamu punya. Beneran deh, denim bisa dan selalu bisa menyelamatkan gaya busana kamu kapanpun dan dimanapun. Kalau bingung mau pakai apa saat hangout, takut dibilang old fashioned, kamu bisa pakai pakaian berbahan denim. Dijamin kamu bakalan nyaman dan gaya tentunya.

3. Floral

Motif bunga-bunga atau floral akan selalu ada di setiap trend pakaian. Mau itu gaun, kemeja, kaos, atau skirt, pasti ada deh yang motif bunga-bunga. Mengkoleksi pakaian dengan motif floral dapat menjadi aset yang sangat menolong kamu disaat kamu kesulitan mencari baju yang pas untuk bepergian. Motif floral juga bisa digunakan di acara apapun, baik casual ataupun formal.

4. Rajut

Pakaian berbahan rajut memang nggak ada matinya. Dari jaman kolonial sampai jaman instragram pakaian berbahan rajut selalu mencuri perhatian. Sweater berbahan rajut, bolero, sampai blazer rajut akan selalu menjadi trend. Selain itu, mengenakan pakaian berbahan rajut akan membuat kamu tampil feminin dan sweet.

5. Polos atau Monochrome

Pakaian bergaya polos dengan satu warna atau monochrome juga nggak kalah trendinya dengan pakaian-pakaian bermotif macam-macam. Monochrome fashion bisa menjadi alternatif gaya buat kamu yang sudah kehabisan ide padu padan gaya. Mengenakan pakaian polos satu warna dapat menjadi daya tarik tersendiri jika dipadukan dengan aksesoris yang pas dan bergaya.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Monday, May 6, 2013

Blaming Does Not Solve Any Problem


Pernahkan kalian mencoba menyelesaikan masalah dengan menyalahkan orang lain? Well, aku sih pernah. Misalnya aku kehilangan headset handphone, kemudian aku menyalahkan ibukku atau adikku karena aku pikir mereka bertanggung jawab akan hilangnya si headset. Aku pikir mereka yang memindahkan headsetku dari meja belajar sehingga hilanglah si headset. Emm, it happens many time. Kebiasaan blaming (menyalahkan) memang susah untuk dihindari. Hampir semua orang pasti pernah melakukan itu. Tapi suatu hari ada seseorang yang menyadarkanku bahwa blaming is not good. Blaming does not even solve any problem you face. Blaming only gives more burden on you and your problem. Blaming does not get you anywhere, though. Seseorang itu adalah dosenku.

Sewaktu semester 8 aku mengambil makul wajib yang disebut "Service Program Design". Kuliah ini bukan soal desain, no no no. Ini mata kuliah adalah mata kuliah paling ajaib sedunia. Mata kuliah ini mengajarkan bisnis, marketing, kerja tim, kepribadian, seni, budaya, motivasi, kedisiplinan, dan macem-macemnya. Aslinya sih kuliah tentang bagaimana mempergunakan ilmu "Pendidikan Bahasa Inggris" untuk dunia bisnis tepatnya bisnis di bidang jasa. FYI, kuliah ini hanya diadakan di hari Senin lho *persis upacara Bendera*. Setiap mahasiswa wajib masuk ke kelas (bukan kelas sih, tapi sebuah ruangan di gedung pusat lantai 4) sebelum jam 6 pagi karena dosen akan datang pukul 6.15. Dan karena jarak tempuh antara kampus dan rumah kira-kira 45menit (normal-ngebut) sampai 1 jam (jalan rame) aku harus maksimal berangkat jam 5.10 pagi dari rumah *pernah saking nggak fokusnya lihat dedemit nyebrang jalan juga #abaikan*. Kalau sampai telat ya sampai ketemu di kelas semester selanjutnya *Ogah banget kan*.

Tapi meskipun kami sampai kampus sebelum jam 6 pagi *Puji Tuhan pintu pagar udah dibuka*, kami nggak bisa terus santai-santai hore lenggang kangkung masuk kelas, no no no, karena tiap datang ke kelas musti naik tangga sampai lantai 4, padahal ada lift tapi nggak boleh dipakai kecuali lagi sakit, lengkap dengan seragam dinas kantoran (blazer + rok + high heels buat cewek dan setelan jas + dasi + fantofel buat cowok). Kebayang nggak tuh perjuangannya kayak apa, LOL. By the way, nggak cuma sampai disitu lho penderitaan kami, kelas ini setiap minggunya ada tugas yang disebut artwork. Kami para mahasiswa (yang khusus di makul itu disebut Mr/Mrs. MANAGER) diwajibkan untuk membuat karya seni 4 dimensi untuk kemudian dipromosikan pada Mr/Mrs. Manager yang lain. Tiap minggunya ada tema yang berbeda-beda. Kalau sampai masuk jajaran "the worst" suruh ngulang bikin artwork dengan tema yang sama di pertemuan selanjutnya *duh!* Pembuatan artwork itu sampai 4 kali dalam 1 semester lho.

Selain membuat artwork, kami juga diminta membuat kelompok yang nantinya akan menjadi base dari service business kami (kami nantinya harus mencari dan mengajar bahasa Inggris pada klien kemudian melaporkan gaji dan proses belajar-mengajar). Masih ada lho tugas yang paling kejam yaitu SUMMARY. Ini bukan sekedar meringkas buku tapi juga belajar bertanggung jawab dan tidak menyalahkan orang lain. Kalau summary gagal otomatis kami juga harus mengulang kuliah di semester selanjutnya. Summary wajib ditulis tangan dan ditulis pada kertas folio bergaris dengan ballpoint biru. Gilanya lagi, tidak boleh ada tipe-x atau coretan, warna tinta ballpoint yang digunakan juga harus sama di setiap lembarnya. Belum lagi aturan margin dan sebagainya. OMG! Summary dibuat selama 2 minggu (padahal bukunya tebel dan tulisannya kecil-kecil, bdk: How to Start a Service Business). Pokoknya kalau ada salah dikit aja atau tidak mengikuti aturan (padahal aturannya juga simpang siur) nyawa kami di kelas tersebut terancam. Ngeri deh.

Nah, setelah moment-moment epic pembuatan summary, artwork, dan beberapa tugas lainnya. Dosen kami tercinta menuturkan kalau dari tugas-tugas dan aturan gila tersebut kami dilatih untuk disiplin dan tentunya STOP BLAMING (blaming cannot be tolerated as an excuse even a solution). Ya, kami dilarang untuk menyalahkan siapapun akan hal buruk apapun yang terjadi selama mengikuti kuliah ini dan di kehidupan kami selanjutnya. Kalau kami gagal dalam membuat tugas dan dikeluarkan dari kelas, the one and only person responsible for that is ourselves. Aku inget banget waktu bu Dosen yang kami kenal dengan panggilan Cik Lan mengatakan, "Apapun yang terjadi padamu, jangan salahkan orang lain, salahkanlah dirimu yang pertama kali. Kamu yang bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan dan atas apa yang terjadi pada dirimu sendiri bukan mereka." Kalau dipikir-pikir sadis juga ya. Tapi jangan ditelan mentah-mentah lah ya, bisa nggak nemu nalar ntar, LOL. Intinya sih kami harus bisa bertanggung jawab pada kehidupan kami masing-masing. 

Stop blaming yang diajarkan di mata kuliah ini memang sadis kok. Misalnya saja kalau kami telat karena terlambat bangun, kami tidak boleh menjadikan "terlambat bangun karena tidak ada yang membangunkan atau karena alarm mati atau karena tidak mendengar alarm" sebagai excuse untuk dimaafkan dan diperbolehkan mengikuti kuliah. Justru kami harus menemukan sebab, kenapa kami tidak aware dengan waktu dan memilih untuk menggantungkan kepercayaan agar bisa bangun pagi pada alarm atau orang rumah. *susah masuk di akal nih* Bahkan yang paling lucu adalah ketika beliau menceritakan pengalaman salah satu (kalau nggak salah sih) anak dari rekan beliau yang mengalami kecelakaan. Sewaktu itu beliau tidak menanyakan "siapa yang nabrak kamu? kok bisa kecelakaan itu gimana?, dll" tapi beliau justru menanyakan, "kenapa kamu ada disitu pas ada pengendara motor yang ugal-ugalan lewat?" Si anak tadi nggak mungkin kan jawab, "yang nabrak tuh nggak punya mata tante" atau mungkin "dia yang salah tante, soalnya naik motornya seenaknya sendiri." Pasti dia bakal jawab, "aku mau ke rumah temen tante" atau "aku lagi pulang kuliah tante." Central dari kejadian adalah "aku" bukan "dia" jadi otomatis si "aku" tidak blame pada "dia". Agak aneh memang saat pertama dengar cerita itu. Tapi dari situ kami belajar bahwa suatu kejadian dan suatu masalah yang menimpa kami adalah tanggung jawab kami.

Kebiasaan menyalahkan orang lain pada suatu masalah seperti "gara-gara dia nih handphone ku hilang" atau "gara-gara dia nggak bayar hutang aku jadi nggak punya uang" tidak akan menyelesaikan masalah itu sendiri. Kenapa kita tidak coba untuk berpikir demikian, "aku tadi meminjamkan handphone pada dia kemudian handphone itu hilang, mungkin aku memang sedang ceroboh" atau "kenapa aku tidak coba tanyakan pada dia kapan dia akan membayar hutangnya padaku ya? Mungkin saja dia lupa." Meskipun mungkin masalah kita tidak selesai semudah itu, tapi dengan merubah mindset seperti itu kita tidak menambah masalah lagi (misalnya saja teman kita jadi tidak mau berteman lagi dengan kita karena dia selalu disalah-salahkan perihal hilangnya si handphone) dan juga akan lebih mudah untuk memaafkan orang lain.

Mulai sekarang, yuk coba untuk STOP BLAMING and BE RESPONSIBLE! Ini memang tidak mudah, aku juga nggak akan bilang ini mudah. Tapi paling tidak kita mencoba untuk mengurangi kebiasaan menyalahkan orang lain. Menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dengan mengubah mindset akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik, lebih ikhlas, dan lebih disukai banyak orang. Blaming will get you NOWHERE, trust me!




~Hug & Kiss~
xoxoxo



Sunday, March 31, 2013

Heavenly Blush Yogurt Strawberry



Hahhaa, katrok banget nggak sih? Aku baru nemu ini Yogurt beberapa hari yang lalu di Indomaret gegara aku lihat iklannya di TV yang sangat menggoda itu. Ternyata lihat di Fanpage FB ini Yogurt udah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Ya udah deh, karena udah nemu dan harganya cocok sekitar Rp7000, langsung borong deh. Hahaha.

Tuesday, January 22, 2013

Tips Jaga Berat Badan Untuk Yang Gampang Gemuk

Hey everyone, (very) long time no see!!
Malam ini kebetulan nih, lagi dapet inspirasi dan waktu luang buat sekedar nulis di blog. Jadi ceritanya di post yang satu ini, aku mau nulis beberapa tips tentang menjaga berat badan khususnya buat pembaca semua yang mudah sekali gemuk.

Kegemukan atau memiliki badan gemuk memang tidak berpotensi untuk dimiliki setiap orang. Buat yang bertubuh berisi (seperti aku), pasti pernah dong ya merasa iri sama orang yang makannya banyak tapi kok kayaknya bentuk badannya segitu aja. Yap! Menurut beberapa artikel kesehatan yang pernah aku baca, karakter tubuh tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang dari sejarah genetiknya memang dia memiliki potensi untuk menjadi gemuk, ada juga yang tidak. Mau gemuk atau tidak kan yang penting sehat, setuju saudara-saudara!! *Ngomong pake TOA*


Nah, buat kalian yang tergolong pada orang yang mudah sekali bertambah berat badannya walaupun sudah mengurangi porsi makan dan berolahraga, ada beberapa tips yang mungkin bisa kalian aplikasikan (tips ini juga sedang aku coba selama sebulan terakhir ini, dan sedikit demi sedikit ada hasilnya)

Friday, December 7, 2012

A Little Touch of Makeup in a Crappy Evening

I did a little make over to my face. I did it yesterday evening because I was bored and I had nothing to do. 
I used some makeup kits from Oriflame.
I think I did it well, but I don't know what other people will think about it.
This is it!!!

1. My bare face. So chubby and not really attractive. O ya, my face is kinda unique face with uneven color. My cheeks are white but my chin and my forehead are not. So uneven and I don't really like it.

under good lighting

under minimum lighting

Saturday, November 24, 2012

I (Really) Miss These Candies

The word 'miss' doesn't always refer to somebody or people, even we can miss a thing we no longer have. Yay, I feel the same. I miss my old favorite. Actually, I don't have them anymore, but I wish I could get them all again.
Well, these are my old favorite that I miss right now (but they are no longer available in store).

image was taken from here
This is nut-milk candy. The taste was really great :) When I was kid, my mom always gave me those candies after she back home from work. I didn't know the brand of that candy, but the taste was really great. If you want to know the taste, you can try to consume Nano Nano Nougat (but these candies are more solid).

Wednesday, November 21, 2012

Delicacy Eau de Toilette


Blogger :)
Udah pernah cobain parfum yang rasanya legit kayak kue nggak?? Kalau mau coba, beli deh Delicacy eau de toilette dari Oriflame.
Delicacy eau de toilette itu wanginya seger, manis, dan feminine. Rasa seger dateng dari wangi bunga-bunga semacam bunga mawar gitu. Kalau manisnya dateng dari rasa vanila atau apa gitu yang jelas jadi kayak kue atau permen lah wanginya. Perpaduan antara rasa buah, bunga, dan rasa manis itu menjadikan Delicacy eau de toilette menjadi parfum yang feminine :)

Monday, November 19, 2012

Lookbook.nu

Hey blogger!!
Yang ngaku sebagai pecinta fashion dan selalu ingin tahu tentang perkembangan fashion yang lagi trend, bisa nih kunjungi website Lookbook.nu
Dijamin kamu akan ketagihan buat buka website tersebut.
Disana kamu bisa nemuin referensi fashion dan gaya terkini yang sedang happening.
Kalau kamu berminat, kamu bisa juga gabung dan post look kamu sendiri. :)

Sunday, November 18, 2012

A Cup of Hot Chocolate, Alone

Malam ini begitu dingin. Aku masih terduduk diam di sebuah kafe terbuka di pinggir jalan besar di kotaku. Seperti biasa, setiap aku mampir ke kafe itu aku selalu memesan coklat panas dan keripik tortilla. Aku memang pecinta coklat. Semua makanan yang berbahan coklat pasti aku doyan. Lain ceritanya dengan keripik tortilla ini. Aku tak begitu menyukainya, hanya saja rasanya memang enak dan pas jika dimakan untuk cemilan.

Malam semakin dingin saja. Aku mulai memencet-mencet keypad handphone ku. Aku bukan sedang mengirim SMS untuk seseorang, aku hanya membuka-buka Twitter dan Facebook. Aku berharap menemukan dia malam ini, maksudku menemukan dirinya mengupdate statusnya di Facebook atau berkicau sesuatu di twitter. Namun, kosong. Terakhir kali dia update status itu 1 minggu yang lalu. Begitu juga dengan kicauannya di Twitter, paling baru itu 10 hari yang lalu. Aku putuskan untuk blogwalking ke blognya. Hanya 1 blog yang dia punya. Aku pun membukanya. Postingan terakhirnya masih sama. Masih tentang sebuah kekecewaan yang dia tulis dengan huruf besar semua. Aku berharap itu mungkin karena caps lock di keyboardnya sedang error. Tapi bukan itu, aku tahu, dia sedang marah, dia sedang kecewa. Padaku.

Angin malam bercampur dengan udara yang berair membuatku semakin menggigil di bawah gazebo yang disediakan oleh kafe. Secangkir coklat panas yang tadi mengepul, kini hanya tinggal secangkir minuman berasa coklat yang tak lagi memberikan kehangatan dan ketenangan. Keripik tortilla rasa keju yang tersaji di sebuah piring kecil di hadapanku kini sudah tak lagi renyah. Rasanya melempem dan tak lagi menggugah nafsuku untuk memakannya.

Deo, maafkan aku....


Wednesday, November 14, 2012

Parfum (Part 2)

Hi blogger!! Nice to see you again. Anyway, thanks for reading my posts, LOL!
Blogger, kali ini aku mau nerusin post tentang parfum yang udah aku upload beberapa hari yang lalu. Well, di post itu aku udah janji kan mau ngasih tau 2 hal. Yang pertama adalah jumlah parfum yang sebaiknya dimiliki dan cara memakai parfum yang baik dan benar biar manfaatnya maksimal.

Oke, dimulai aja ya. 
Jadi menurut beberapa teman yang aku tanyain dan menurut beberapa silent resources (baca: media tertulis) sebaiknya kita memiliki parfum minimal 2 jenis. Kenapa nggak 1 aja sih?? Katanya parfum itu identitas diri?? Nah, gini penjelasannya.
  • Menggunakan hanya 1 jenis parfum akan membuat hidung kita kebal akan baunya, jadi tanpa sadar kita nggak bisa membedakan apakah parfum kita pas dosisnya atau malah berlebihan. Selain itu, kita juga kadang jadi nggak sadar apakah parfum kita perlu touch up lagi atau enggak. Kan parfum itu paling lama cuma bertahan 5-6 jam kan. Apalagi kalau kerja diluar ruangan ber AC jadi wangi parfum cepet menguap.

Friday, November 9, 2012

Botol-Botol Parfum Terunik (Pictures)

Hey blogger!!
Tahukah kamu kenapa botol-botol parfum didesain unik? Ya, benar! Selain karena untuk menarik minat konsumen dan sebagai image produsennya, botol parfum didesain unik juga karena untuk memuaskan minat para kolektor botol parfum. Anyway, ada nggak yang suka koleksi botol parfum?? Tunjuk jari dong!!! Hahaha. Menjadi kolektor botol parfum (bukan botol bekas tapi ya), itu butuh budget yang nggak sedikit lho. Ya iyalah, soalnya kan parfum-parfum yang botolnya unik itu parfum mahal (belinya kalau nggak di luar negeri ya tentunya di konter-konter resminya di Indonesia, kecuali kalau yang KW sih, hoho). Nih, aku post beberapa jenis parfum dengan botol/kemasan/wadah terunik (versiku lho ya, bukan versi On the Spot #eh). Siap-siap ngiler dengan bentuknya ya!

1. DKNY Golden Delicious Eau de Parfum by Martin Katz
image was taken from here

Parfum

 image was taken from here

Ngomongin soal parfum emang nggak ada habisnya ya.. Ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai parfum. Kata orang sih parfum itu bagaikan feromon, lebih tepatnya feromon buatan. Kenapa feromon? Karena parfum itu salah satu fungsinya untuk menarik lawan jenis, kayak feromon gitu. Ada yang bilang, feromon alami manusia itu adalah bau keringat, tapi secara nggak semua orang keringetnya wangi, jadi parfum adalah pilihan yang terbaik untuk menutupi bau keringat yang agak gimana gitu. Eh, dulu aku juga pernah sih, tertarik sama cowok cuman karena wangi parfumnya bikin deg-degan and unforgetable. Hahaha, curcol deh. Well oke, jadi intinya parfum itu digunakan untuk meningkatkan penampilan dan menarik lawan jenis ya.

Monday, November 5, 2012

Apakah Alur Hidupku Cuma Datar?

Aku beberapa kali membaca blog dari beberapa orang. Ada yang isinya cerita-cerita fiksi, ada yang isinya pengetahuan, dan ada juga yang isinya semacan diary. Saat membaca blog yang isinya menyerupai diary, aku sering berpikir dan membandingkan isinya dengan pengalaman hidupku. Kok sepertinya si penulis itu selalu punya sesuatu dan pengalaman yang dapat dituangkan menjadi sebuah tulisan yang apik dan nggak bikin bosen untuk dibaca. Tapi kok aku semacam nggak punya pengalaman yang pantas untuk ditulis tiap harinya. Akupun mulai menggali dan menggali memori di otakku. Dangkal! Tak ada memori yang sekiranya bisa dituliskan dan menjadi sebuah cerita yang mengalir manis dan menggugah orang untuk membacanya. Aku sempat berpikir, jangan-jangan hidupku ya yang datar-datar saja. Sehingga tak ada pengalaman baru yang selalu bisa aku tulis bak buku diary. Aku juga tiap harinya jarang bertemu dengan orang-orang baru dan berinteraksi dengan orang-orang di luar sana. Bukannya anti sosial sih, cuman aku emang agak introvert dan pilih-pilih kalau mau ngobrol sama orang. Aku lebih sering berinteraksi lewat jejaring sosial.

Oke, back to the topic!
Intinya, aku merasa bahwa apa yang aku alami dalam hidup sehari-hari tidak ada akur klimaks, anti klimaks, maupun jenis alur yang lain. Rasanya cuman datar kayak penggaris aja. Aku juga bukan tipe orang yang melowdrama, bukan pula orang yang kemana-mana selalu ceria. Aku orang yang biasa saja. Jarang menangis, jarang patah hati, jarang jatuh cinta (hahaha, aku orang atau batu ya??). Jadi emang nggak bisa kalau mau nulis pengalaman soal cinta dan airmata. Aku seringnya menangis karena melihat binatang yang disakiti, menonton film, membaca buku atau merasa kecewa dengan suatu hal. Bukan karena cowok atau lelaki!! (Jangan-jangan aku tergolong feminist ya??? TAPI SUMPAH AKU MASIH DOYAN LELAKI kok!!)

Setiap pulang atau berangkat kerja juga sepertinya nggak ada hal-hal yang penting untuk diceritakan. Semuanya berjalan biasa saja, tanpa ada hal-hal yang menarik hati. Ahh, sudahlah! Nggak perlu naif begini, suatu saat pasti akan ada pengalaman luar biasa yang selalu bisa di share.

Ciao blogger!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net