Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Wednesday, July 1, 2015

Shopping is My Cardio

Hi readers!!


Does anyone agree with that?

I do agree.
I like shopping. I love shopping. Somehow, I adore it. Haha, nope, the last one is just a joke!

Well, kesukaanku pada aktivitas shopping dimulai sejak SMA. Pada masa SMA aku terbiasa mengumpulkan sebagian uang saku yang kemudian aku gunakan untuk berbelanja baju, sepatu, tas, atau aksesoris di akhir bulan. Maklumlah, uang saku sewaktu SMA dulu tidak sebanding dengan uang saku anak SMA masa sekarang, jadi musti nunggu akhir bulan baru bisa terkumpul cukup untuk shopping. Dan kebiasaan shopping seolah sudah menjadi hobi atau malah kebutuhan yang memang tidak bisa ditinggalkan, meskipun sekarang musti bisa mengontrol diri lebih baik lagi dalam hal penggunaan uang.

Bagiku, shopping bukan hanya kegiatan menghabiskan uang atau suatu aktivitas hedonis yang memuja kemewahan dan sebagainya. Bagiku, shopping adalah seni dan olahraga. Kenapa aku bilang seni? Karena disini aku melatih diriku untuk dapat menggunakan uang jatah shopping yang sengaja aku sisihkan dari gaji bulananku sebaik-baiknya, misalnya untuk belanja barang-barang kesukaanku, seperti baju, sepatu/sandal, aksesoris, ataupun tas. Shopping juga melatih insting dan kegigihan untuk mencari barang terbaik tanpa harus menyia-nyiakan nominal uang yang ada. Selain itu, shopping barang-barang seperti baju juga melatih seni estetika, yakni bagaimana aku menggunakan pikiranku untuk mengimajinasikan barang tersebut akan aku gunakan seperti apa, bagaimana, kapan, dan dipasangkan dengan apa. Jadi shopping bagiku bukan sembarang aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lebih-lebih, bagiku, shopping adalah olahraga, ya olahraga fisik dan olahraga otak. Olahraga fisik tentunya dapat dilihat dari kegiatan shopping yang dilakukan di mall, di pasar, maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. Penelitian mengatakan bahwa aktivitas shopping dapat membantu manusia untuk membakar kalori dengan persentase yang cukup banyak, in one condition: you wont eat too many calories afterwards, unless you get nothing. Olahraga otak yakni bagaimana me-manage uang dan bagaimana menerapkan seni estetika seperti yang aku sebutkan di paragraf sebelumnya.

Shopping is my cardio. I totally agree with that quotation. Aku setuju jika aktivitas shopping bisa membuatku alive, survive, and sane. Tapi lagi-lagi, aku harus keep reminding my self, kalau shopping tidak boleh berlebihan apalagi menjadi addicted. Lama-lama nanti bisa seperti karakter utama di novel Sophie Kinsella "Shopaholic", Rebecca 'Becky' Bloomwood, yang kemudian terlilit banyak hutang karena ketagihan berbelanja produk-produk ber-merk tanpa mengecek ulang kondisi ekonominya sendiri.

Untuk itu, aku lebih suka menyisihkan gajiku, misalnya 30% untuk shopping, 30% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari (transportasi, jajan kuliner, kolekte, sumbangan, dll) dan kebutuhan tak terduga. Kantong aman, hati nyaman. Saat ini aku masih belajar me-manage uangku dengan sistem 30:30:40 tersebut. Semoga bisa segera menjadi suatu habit yang teratur dan bermanfaat bagi diriku dan orang lain. ^^


~xoxo~



Wednesday, June 10, 2015

Neymar Jr.: 100% Jesus

Hi readers!!

Ada yang menggelitik benakku ketika menonton final Liga Champion hari Minggu dini hari yang lalu. Bukan karena gol Neymar dianulir oleh wasit karena handball tetapi lebih ke reaksi si tengil Neymar Jr. ketika pertandingan usai dan selebrasi atas kemenangkan Football Club Barcelona (FCB) 3:1 atas klub Italia kawakan, Juventus. Apa yang membuat benakku tergelitik? Ini dia:


Bukan tattoo-nya lho, bukan pula ketek-nya, tapi headband yang dia kenakan di dahinya sesaat setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan selesai. 100% Jesus. Itulah tulisan yang tertulis disana. Wow, religious sekali anak satu ini, batinku. Tapi jangan salah, Neymar saat itu bukannya sedang mencari sensasi atau apa. 100% Jesus adalah ekspresi dirinya atas rasa syukur yang begitu besar.

Neymar Jr. tidak hanya sekali itu saja mengenakan headband dengan tulisan yang sama. Setelah googling, aku menemukan beberapa foto-nya ketika dia mengenakan headband bertuliskan 100% Jesus.

Ternyata sudah sejak kecil Neymar Jr. mengenakan headband yang sangat filosofis tersebut di beberapa kesempatan. Yang kemudian hadir di benakku adalah bahwa:
1. Neymar menyadari dirinya bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan Tuhan-nya
Kita semua tahu (terutama pecinta dunia sepak bola) bahwa Neymar adalah salah satu pemain berbakat dari tanah Brazil yang sudah mengukir kesuksesan sejak masih belia. Neymar itu muda, terkenal, kaya, dsb. Namun, dibalik semua itu, dia adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Dia tak pernah lupa siapa dirinya. Mengandalkan pertolongan Tuhan di setiap waktu bisa dibilang filosofi-nya.

2. Neymar mempersembahkan kesuksesannya pada Tuhan-nya
Menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa tanpa kuasa Tuhan atasnya, Neymar mempersembahkan kesuksesan yang dia raih, terutama pada laga final Liga Champion yang lalu, pada Tuhannya. 100% Jesus adalah bukti nyata yang lebih nyaring daripada "berteriak-teriak" pada khalayak bahwa Neymar yang sangat berbahagia pada waktu itu, mendedikasikan kesuksesannya pada Yesus Sang Juru Selamatnya.

3. Neymar adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tidak gentar pada dunia
Hal ketiga yang ku analisis, maaf jika kurang tepat, adalah bahwa Neymar membuktikan dirinya adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tak gentar pada dunia. Hal ini tentunya sangat inspiratif dan membanggakan. Aku sebagai umat kristiani merasakan hati ku menghangat ketika dia dengan gimmiknya menunjukkan kecintaannya pada Yesus dengan mengenakan headband 100% Jesus. Jujur, aku merasakan imanku menguat ketika melihat itu.

"Neymar, be still 100% Jesus now and forever, okay?!"


Sebuah analisa dan refleksi
Tidak ada dimaksudkan untuk menggiring opini tertentu apalagi upaya Kristenisasi.

~xoxo~


Saturday, May 9, 2015

Me VS Orang yang Malas Berusaha

Hi readers!

"Malas" adalah salah satu sifat alamiah yang pasti dimiliki oleh setiap manusia, bahkan makluk hidup lainnya. Tidak dipungkiri bahwa bermalas-malasan adalah hal termudah untuk dilakukan, tidak perlu banyak usaha dan membuang energi. Tapi yang namanya "malas berusaha" itu beda perkara. Jika mau meraih sesuatu yang kita inginkan ya harus jauh-jauh deh dengan perihal "malas berusaha".

Aku punya sedikit pengalaman, sebenarnya banyak sih tapi cukup mengutip satu saja sebagai contohnya. Jadi begini, beberapa hari yang lalu seorang teman mengontak-ku. Seperti sebelum-sebelumnya, dia mengontak-ku untuk tanya-tanya mengenai job vacancy. Well, sebagai teman yang baik aku mengabari dia mengenai suatu career expo yang patut untuk dicoba, dulu memang aku sudah berjanji padanya untuk selalu mengabari dia jika ada jadwal job fair dll. Percakapan via media chatting pun berlanjut dengan pertanyaan yang sama yang pernah dia lontarkan beberapa bulan sebelumnya. Aku sudah menduga, dia sedang berada dalam situasi yang sama atau serupa dengan situasi beberapa bulan sebelumnya, yakni masalah tes pelamar kerja.

You know what, aku sedikit agak malas kalau lagi-lagi harus menjawab pertanyaan yang sama dengan yang sudah dia ajukan beberapa bulan sebelumnya. Maksudku begini, kalau dulu sudah dijelaskan panjang lebar, kenapa musti tanya lagi? Poin kedua mengapa aku jadi sewot adalah dia menceritakan jika dia ingin lolos tes, khususnya tes wawancara, tapi menurut pengamatanku dia sendiri secara pribadi malas untuk berusaha.

To make it clear, dia bilang kalau dia kurang fasih berbahasa Inggris dan takut menghadapi tes wawancara dalam bahasa Inggris. Okay, berbicara menggunakan bahasa asing memang cukup menegangkan dan stressful, aku juga pernah mengalaminya. Tapi, bahasa itu berbeda dengan ilmu eksak macam fisika, matematika, atau kimia. Bahasa itu bisa diimprovisasi. Lagipula, bahasa bisa dipelajari dengan banyak cara karena belajar bahasa lebih mengarah ke ingatan, pelafalan, dan rasa percaya diri. 

Dan satu hal lagi, bahasa Inggris bagi orang Indonesia adalah Foreign Language, bukan Second Language lho. Jadi, sudah pasti banyak orang yang maklum jika pelafalan bahasa Inggris kita "medhok" atau tidak se-perfect para native atau mereka yang menjadikan bahasa Inggris sebagai Second Language. Nah kalau sudah begitu, kenapa tidak berusaha untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggris kita secara mandiri? Toh banyak sumber di Internet yang bisa kita optimalkan. Bahasa Inggris juga nggak sesulit bahasa Mandarin atau Thailand yang dengan tulisan "aduhai"nya dan "tone" per kata-nya yang susah untuk dipelajari.

Aku bukannya tidak mau membantunya untuk belajar. Tapi, belajar bahasa itu perlu melewati beberapa tahapan. Nah, jika dia merasa bahasa Inggris-nya belum oke dan jadwal tes wawancaranya tinggal 1x24jam dari waktu dia mengontak-ku, so, what should I do then? Kenapa nggak sejak beberapa bulan sebelumnya dia belajar? Kenapa harus serba mendadak? It sucks you know! Aku nggak mau lah dituduh pelit ilmu, yang salah itu timing-nya. Kenapa serba mendadak dan kenapa malas berusaha jika mau meraih sesuatu. Bro, hidup itu penuh pengorbanan. Jika kamu pengen mendapatkan sesuatu, berkorbanlah. Korbankan waktumu barang satu atau dua jam sehari untuk belajar bahasa Inggris via internet. Kalau dalam waktu satu bulan, sudah 60 jam kan? 60 jam sudah bisa membantumu untuk improve bahasa Inggrismu.

Sebagai contoh saja, aku pernah mendengar cerita dari orang Jepang. You know, most of Japanese people learn English only at Junior or Senior High School. SD mah jarang yang ada pelajaran bahasa Inggris. Lagipula, mereka sejak kecil tahunya huruf kanji dan sebangsanya, bukan huruf alfabet seperti yang kita pelajari sejak TK. Jadi bisa dibayangkan bukan, mereka tidak hanya belajar pelafalan kata, grammar, dan vocabulary, tapi mereka juga harus belajar alfabet hanya untuk bisa menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Selebihnya, banyak orang Jepang yang fasih berbahasa Inggris karena mereka belajar secara mandiri (itu kata Sensei-nya). 

Nah, balik lagi ke temanku tadi, apa masih mau mengajukan excuse lagi? You'll never learn something if you don't want to wake up and do something. Nggak usahlah malas-malasan dan beralasan kalau nggak ada waktu untuk belajar sendiri atau belajar itu harus ditemenin sama yang udah ahli (kalau ilmu eksak sih emang harus gitu, Bro). Come on! Yang mau dapat kerjaan itu kan kamu, bukan aku, jadi kenapa tidak berusaha? Aku mau sih bantu kamu, tapi timing kamu nggak pas, mana ada belajar dengan waktu mepet akan menghasilkan hasil yang maksimal. Just wish you the best of luck! You're my friend and I will always support you, but I won't let you get spoiled. I want you to be tough, initiative, and independent!!!



Just a sharing

~xoxo~


Friday, May 1, 2015

Self Reward is Important

Hi readers!!!

Self reward adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan memberikan self reward kita dapat mengapresiasi segala hal dan usaha yang sudah kita lakukan, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bagiku secara pribadi, self reward itu sangatlah penting. Self reward dapat membantuku mengurangi rasa stress dan dapat meningkatkan semangat. Biasanya, setelah melakukan hal-hal yang menguras tenaga dan otak, aku biasanya memberi diriku suatu reward. Bentuk reward-nya macam-macam tergantung mood dan juga kebutuhan. Untuk bulan ini, berhubung diriku menghadapi hal-hal yang stressful selama bertubi-tubi khususnya di kantor, maka aku memutuskan untuk memberikan diriku self reward untuk sekedar re-charge semangat. Nggak banyak sih self rewardnya, tapi cukuplah untuk menyenangkan diri sendiri :)

Drink Can, Purse, Wedges

Self reward-ku nggak jauh-jauh dari barang-barang yang aku butuhkan dan aku sukai.

1. Tropical Leopard Coolgear Can
Tempat minum adalah salah satu benda yang aku butuhkan. Secara di kantorku kalau mau ambil minum musti ke pantry di lantai 1, sedangkan aku kerja di lantai 2. Daripada bolak balik makanya aku lebih suka bawa minum dari rumah. Aku membeli tempat minum yang satu ini karena motifnya dan desainnya yang unik. Bentuknya menyerupai soft-drink can. Selain itu, Coolgear can yang satu ini juga BPA free dan washable. Coolgear can macam ini tersedia dalam berbagai motif, bisa dibeli di Acehardware.

2. Leopard Purse
Lagi-lagi leopard :) Aku memang penggemar animal print. Leopard adalah salah satu motif yang paling favorit buatku. Purse yang satu ini aku hadiahkan pada diriku agar barang-barang semacam jepit rambut, lipstick, bedak, kaca, dll tetap tersimpan rapi di dalam tas.

3. Wedges Sandals
Self reward yang terakhir adalah Wedges Sandals by Yongki Komaladi. Yep, membeli alas kaki adalah hal yang sangat relieving bagi wanita, termasuk aku. Dan sandal Yongki Komaladi ini worth the money banget. Aku suka karena modelnya semacam sendal Docmart meskipun yang ini versi wedges.

Kalau readers gimana? Ada juga yang suka memberi reward pada diri sendiri?


~xoxo~


Wednesday, April 22, 2015

Bekerja = Mengembangkan Diri

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari "Bekerja". Bekerja bukan hanya melulu menggeluti pekerjaan tapi Bekerja juga bisa dijadikan sarana untuk belajar dan mengembangkan diri. Melakukan pekerjaan sehari-hari, bahkan yang monoton, bukannya tidak mungkin untuk membuka kemungkinan bagi kita untuk kembali belajar. Belajar memperbaiki diri, memperbaiki kesalahan, dan masih banyak lagi.

Berbicara mengenai "Bekerja", saat ini aku bekerja di sebuah institusi pendidikan tinggi negeri di kota Gudeg. Kantor tempatku bekerja adalah Kantor Urusan Internasional. Bekerja di Kantor Urusan Internasional adalah hal yang benar-benar baru bagiku. Aku sama sekali tidak memiliki pengalaman bekerja di bidang yang sama sebelumnya. Namun, bagiku, keluar dari zona nyaman dan menerima tantangan untuk bekerja di bidang yang baru adalah sebuah kesempatan emas untuk mengembangkan diri.

Bekerja di Kantor Urusan Internasional melatihku untuk kembali mengasah kemampuan korespondensi dan diplomasi dalam bahasa Inggris. Selain itu, aku juga harus menguasai hospitality untuk tamu asing. Meskipun dulu sewaktu kuliah aku pernah mengambil mata kuliah yang terkait dengan Cross Cultural Understanding dan Service Program Design, tapi nyatanya teori perkuliahan hanya terpakai sekian persen untuk mendukung pekerjaanku yang berhubungan dengan tamu asing. Mau tak mau aku harus memasang strategi learning by doing dan trial and error. Memang terkesan riskan sih, tapi ya mau bagaimana lagi, kalau tidak mau belajar pasti aku tidak akan berkembang.

Dari pekerjaanku inilah aku memetik berbagai pelajaran hidup *ceileehh*. Aku belajar manajerial; bagaimana me-manage pekerjaan-pekerjaan yang datang silih berganti bahkan kadang menumpuk satu sama lain, bagaimana memilah pekerjaan berdasarkan skala prioritas dan urgensi. Aku juga belajar self-management; bagaimana me-manage diri sendiri, me-manage emosi (harus punya stok kesabaran ekstra *hihihi*), me-manage waktu, dan sebagainya. Selain itu, dari pekerjaanku aku belajar bagaimana menjalin kerjasama yang baik dan how to deal with many things and many people. Tak hanya itu, aku juga belajar bagaimana untuk membuat tindakan preventif dan respon positif terhadap sesuatu hal yang sebenarnya tidak diharapkan untuk terjadi namun ada kemungkinan untuk terjadi.

I love my current job. Aku mencintai pekerjaan yang sedang aku lakukan. Bekerja di Kantor Urusan Internasional adalah salah satu cita-cita kecilku. Cita-cita yang lain adalah Bekerja di Kantor Imigrasi maupun Kantor Kedutaan. Kenapa demikian? It's because I love working with foreigners. I love working with many people from overseas.


At my desk
Refleksi sehabis menjalani hari dan jam-jam yang super hectic selama 2 bulan terakhir ini.

~xoxo~

Monday, April 20, 2015

Antara Aku dan Kebiasaan Menabung

Menabung hampir selalu menjadi sebuah wacana bagiku. Terkadang aku sudah sangat excited-nya untuk menabung dan sudah mengumpulkan pundi-pundi yang lumayan, namun hal ini tidak bertahan lama. Pernah sudah sampai sekian juta, kemudian ada saja hal-hal yang kemudian membuatku menguras tabungan, seperti: laptop mendadak mati, tas mendadak rusak, ada buku-buku bagus yang terbit subsequently, dan lain sebagainya. Alhasil, menabung adalah hal yang cukup sulit untuk aku lakukan.

Saking susahnya menyisihkan uang tanpa mengutak-atiknya di kemudian hari membuatku memutuskan untuk menjadikan "MENABUNG" sebagai salah satu resolusi 2015 ini. Mulai dari "nol" kataku waktu memutuskan untuk memasukan kegiatan menabung dalam daftar resolusi 2015. Sejak Januari lalu, aku mulai menyisihkan sebagian gajiku untuk ditabung, yah meskipun masih bolong-bolong alias masih sering aku comot untuk kebutuhan tak terduga yang sangat urgent tapi setidaknya saldo tabungan di bank masih bisa dibanggakan :)

Selain menabung, perencanaan keuangan yang baik harus menjadi salah satu plot yang wajib aku jalani demi terciptanya status financial yang kuat *ahh, bahasanya vickynisasi sekali*. Maksudnya, biar pengeluaranku lebih terkontrol. Toh, aku juga termasuk pekerja kantoran yang punya gaji pokok, jadinya membuat perencanaan keuangan bulanan bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan karena selalu ada income yang stabil tiap bulannya.

Post ini aku buat untuk self-reminder agar aku nggak asal-asalan lagi menggunakan gajiku tiap bulannya. Syukur-syukur bisa menabung dan bisa digunakan untuk traveling, memenuhi kebutuhan mendadak, memulai suatu bisnis, atau hal-hal lain yang memuaskan batin.

MARI MENABUNG!!!


~xoxo~

Short Trip: It's Enjoyable, eh?



Short Trip. What do you think about that phrase? Relieving? Unsatisfying? or what? Well, short trip is kind of an escape for me. Yeah, I've been doing some short trips lately and I like it. Here I will share my ideas about short trip and why I like doing it.

Doing busy job currently makes me want an escape to refresh my mind and recharge my energy. This 2015, I have taken some short trips to some places. First, I went to Bogor. Honestly, it's not a kind of vacation but it is an "away duty" in which my co-worker and I should do such presentation for promoting our institution. However, I enjoyed this short trip very much since I could at least visit Bogor and spent a day in that city.

Second, I went to Bandung. It was such a nice escape since I spent my weekend by visiting some places, such as Tangkuban Parahu, Pemandian Air Panas Sari Ater, and more. Unfortunately, my trip partners and I failed to visit Ciwalk mall and Cibaduyut shopping center due to heavy traffic jam for we have to reach the train station by 5pm. But, that's not really matter for me since I could spend my weekend in Bandung and enjoy some view there.

For me, short trip is satisfying and relieving (even though it may last only 2 days) since I can escape from my daily routines. I can enjoy new things and new atmosphere from the places I visit during my short trip. And what I enjoy the most from doing short trip is the journey. I mean, I like spending my time on the road. I like using various kinds of transportation, such as car, bus, plane, train, ship, and even motorcycle. I can see many things even various kinds of people during the trip. As the bonus, I may find awesome yet gorgeous scenery in which I rarely find in my hometown.

Next trip, I plan to go abroad. I wanna visit some countries and I will begin with Asia. I have bought two round trip tickets. One for this year and the other one for next year. I am so excited with my upcoming short trips.

So, what do you think about short trip? Are you motivated to pick one?


~xoxo~


Friday, December 13, 2013

Tentang MEMBACA

Hi readers!
Adakah diantara kalian yang punya hobi membaca? Maksudnya bukan hanya membaca blog atau surat kabar tetapi juga membaca novel atau buku-buku. Aku juga suka membaca dan punya hobi membaca sejak kecil. Aku suka membaca cerita-cerita fiksi, mulai dari cerpen, dongeng, novel, apapun lah. Membaca itu memang bersifat adiktif. Sekali suka bakalan keterusan. Hehhee. Cerita soal hobi membaca, aku sampai rela menguras tabungan pribadi untuk membeli banyak novel lho. Sampai-sampai selama bulan November aku nggak sempat haul baju dan beauty product apapun, jadi maaf kalau bulan kemarin arsip blogku cuman berisi sedikit post, hehhee.

O ya, ngomong-ngomong soal hobi membaca yang benar-benar ingin aku tekuni, aku tidak hanya mulai rajin mengoleksi novel/buku bacaan tetapi aku juga punya blog baru. Emm, nggak baru ding, cuma recycle dari blog lama yang tidak terpakai, sayang kan kalau dibuang, hehehe. Blog itu berisi beberapa review novel dan apapun yang terkait dengan hobi membaca. Kalau kalian punya waktu luang atau mungkin punya hobi membaca dan mengoleksi buku-buku, boleh deh mampir ke blogku di piecesofdramaqueen.blogspot.com.

Nah, selain tentang blog, aku juga mau share sedikit tentang kegemaran baruku membaca eBook. Iya, electronic book alias buku elektronik. Menurutku eBook itu banyak manfaatnya. Selain (kalau beruntung) bisa didownload secara gratis, eBook juga bisa menghilangkan dahaga membaca. Kan kadang bahan bacaan kita habis sebelum punya uang untuk membeli novel/buku yang baru. Si eBook ini akan sangat membantu banget, karena juga bisa dibaca langsung di situs penyediannya. Parahnya lagi, eBook banyak menyediakan bahan bacaan/novel (dalam versi pdf, epub, mobi, atau txt) yang belum terbit di Indonesia. Konsekuensinya sih novelnya kebanyakan dalam versi bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, tergantung si penulis sih awalnya nulis dengan bahasa apa atau terjemahan yang sudah tersedia.

Beberapa waktu yang lalu sempat mencoba link eBook yang diberikan salah satu dosen penguji skripsiku dulu. Ternyata disana aku bisa nemu dan bahkan download secara gratis novel The Cuckoo's Calling (versi bahasa Inggris) karya Robert Galbraith alias J.K Rowling yang sekarang lagi booming di Indonesia, dan rencana akan terbit pertengahan Desember ini. Wahhh! Kesempatan banget kan, bisa baca duluan (yah, meskipun aslinya udah lama terbitnya di luar sana sih), dan bisa menghemat uang hingga sekitar 90ribuan!!!

Membaca itu merupakan hobi yang menyenangkan lho, bisa menambah banyak ilmu dan wawasan, serta bisa meningkatkan daya imajinasi dan mencegah penyakit "pelupa". Percayalah, membaca itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Yuk, budayakan membaca!!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo



Monday, October 28, 2013

Boyce Avenue's Charity Project

Hai Blogger!!
Kali ini aku mau membahas sesuatu yang penting dan serius. Ini berkaitan dengan project yang sedang dilakukan oleh Boyce Avenue. Eh, pasti udah pada tahu Boyce Avenue kan ya?? Kalau belum tahu siapa mereka, bisa googling atau cek post yang ini. Well, kali ini (sekalian mau merayakan Hari Sumpah Pemuda) aku mau share sedikit tentang project mereka seperti yang mereka tweet melalui akun resmi mereka @BoyceAvenue.


Sebelum bicara panjang lebar, aku mau share video yang diunggah oleh Boyce Avenue sendiri. Silakan disimak!


Gimana, udah disimak videonya? Tersentuh dengan isinya? Atau malah belum ngerti maksudnya? Hehehe. Oke, aku akan menjelaskan sedikit tentang project yang dimuat di video tersebut. Jadi, project yang sedang dan akan dilakukan oleh Boyce Avenue adalah peningkatan kualitas education atau pendidikan untuk anak-anak terutama di negara-negara berkembang dengan menyediakan sarana-prasarana (yang tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak). Anyway, buat yang belum tahu nih, negara berkembang itu contohnya ya kayak Indonesia. Nah, untuk projectnya kali ini, Boyce Avenue tidak berjalan sendiri, tapi mereka bekerjasama dengan yayasan Pencil of Promise. Pencil of Promise adalah yayasan atau organisasi non-profit yang memang concernya di bidang pendidikan untuk anak-anak (terutama di daerah yang kurang mampu). Sudah mengerti dengan projectnya??

Kalian para pemuda Indonesia juga bisa kok bantuin project ini karena memang bantuan kalian lah yang amat dibutuhkan disini. Cara untuk ikutan berpartisipasi dalam project charity ini adalah dengan menyalurkan donasi. Donasi disalurkan dengan cara "membeli" single terbaru Boyce Avenue yang berjudul "One Life" yang akan resmi diluncurkan di pasaran pada tanggal 29 Oktober 2013 (waktu Amerika). Kalian bisa membeli single tersebut melalui iTunes, Spotify, dan Amazon.com. Silakan ceki-ceki di ketiga web tersebut ya. Jangan ragu untuk 'membeli' single terbaru Boyce Avenue dan berdonasi di project ini. Upah kalian besar di Surga nantinya.


Selamat Berpartisipasi
~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, October 26, 2013

Weekend's Favorite: The Night Circus

Hi Blogger.
How was your weekend? Hehehe
Weekendku kali ini sedikit berbeda dari weekend-weekend yang sebelumnya. Kenapa? Karena aku punya beberapa novel baru untuk dibaca selama weekend. Hmm, sebenarnya, weekend pun aku juga kerja sih, soalnya kerjaan jadi content writer itu 6 hari kerja, bahkan kalau pas beruntung bisa 7 hari kerja dalam seminggu. Hahaha. Well, oke, nggak usah bahas kerjaan ya. Nah, jadi ceritanya, kemarin hari Kamis (24 Oktober 2013), aku ikut beberapa temenku nengokin Job Fair di salah satu kampus swasta di Jogja. Berhubung tidak ada satupun posisi kerja yang dipengen (ceilleeeehhh gaya banget jadi orang :p) jadi kami para ladies memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sembari menunggui para gentlemen yang sedang sibuk di beberapa stand Job Fair. 

Tujuannya tentu saja Galeria Mall (yang paling deket dengan lokasi Job Fair). Awalnya sih nggak ada niatan buat beli apa-apa disana, cuma pengen ngadem sama cuci mata doang. Tapi, begitu lewat depan etalase "Togamas d Gale" rasanya jadi pengen masuk. Hmm, you know lah, toko buku selalu punya mantra ajaib yang bikin kita pengen masuk kesana lagi dan lagi. Apalagi toko buku diskon sepanjang waktu seperti Togamas. Setelah memilih-milih, akhirnya aku memutuskan untuk membeli 2 novel terjemahan. Aku adalah pecinta novel terjemahan, apalagi novel fantasi yang background ceritanya jaman-jaman kuno. Hihihi. Dari kedua novel yang aku beli (emang udah masuk wishlist sebelumnya sih) aku baca satu dan langsung jatuh cinta dengan isi ceritanya. 

Ini dia penampakan novelnya!!

Novel The Night Circus ini ditulis oleh Erin Morgenstern. Nama pengarangnya cukup asing buatku, tapi aku sangat suka dengan novel karyanya yang satu ini. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku baru baca sampai halaman 183 dari 605 halaman. Hehe. Sejauh yang aku sudah baca, menurutku isi ceritanya sangat imajinatif dan menarik juga penuh intrik. Aku suka settingnya, di Eropa dan Amerika sekitar tahun 1800an -1900an. Gaya berceritanya juga sangat unik, meskipun alurnya sedikit maju-mundur (tapi tenang saja, di setiap judul sudah dicantumkan tanggal atau bulan dan tahun. Jadi bisa dengan mudah mengenali bagaimana alurnya).

O ya, kalau yang mau beli atau tertarik untuk baca juga, ini aku kasih sinopsisnya yang diambil dari back covernya.

"Bersiaplah memasuki Le Cirque des Reves. Jangan terlalu terkejut karena sirkus ini bukanlah sirkus biasa. Di sini kau bisa menemukan Labirin Awan, khayalan-khayalan yang menjadi kenyataan, sari apel terlezat di dunia, Pohon Permohonan, dan wanita cantik dengan gaun penuh untaian surat cinta.

Dalam Le Cirque des Reves pula, Prospero sang Pesulap menjadikan Celia, putrinya sendiri, sebagai ajang taruhan. Prospero mengharuskan Celia untuk bertarung dengan Marco Alisdair, yang merupakan murid dari musuh bebuyutan sang Pesulap. Selama bertahun-tahun, Celia dan Marco berusaha saling menjatuhkan lewat berbagai wahana dan atraksi mendebarkan: panggung ilusi, raven, selubung sihir, api unggun seputih salju, dan binatang-binatang dari kertas.

Namun, kompetisi itu terhambat saat mereka perlahan-lahan saling jatuh cinta. Dan keduanya semakin kewalahan saat sesuatu yang jahat mulai mencelakai, bahkan membunuh orang-orang di sirkus, satu demi satu ..."

Wow! Menarik bukan isi ceritanya? Selain tokoh-tokoh yang disebutkan pada sinopsis, ada beberapa tokoh lain seperti, Isobel Martin, Chandresh, Mr. A.H., Bailey, Caroline, dan masih banyak lainnya. Di dalam novel ini kamu akan menemukan berbagai macam jenis sulap, trik-trik di wahana sirkus, dan masih banyak lagi. Intinya, semakin jauh kamu membaca, kamu akan menemukan sesuatu yang ajaib yang membuatmu akan terus membaca sampai akhir :)


"The Night Circus adalah pilihan yang tepat untuk menghabiskan akhir pekan. Ceritanya sangat ajaib dan mampu memantik imajinasi yang luar biasa." ~Tiyas Fransiska~


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, October 3, 2013

Nggak Perlu Takut Mati Gaya Kalau Punya 5 Jenis Pakaian Ini

Ada berbagai macam jenis dan corak pakaian yang terus menerus berkembang dan berganti dari waktu ke waktu. Namun, tahukah kamu kalau ada jenis pakaian yang timeless atau abadi? Ya, ada beberapa jenis pakaian yang hampir selalu ada di setiap musimnya. Tentu saja kalau kamu memiliki beberapa dari pakaian berjenis timeless tersebut, kamu bisa dikatakan beruntung. Kenapa? Karena kamu bisa memakainya kapan saja dan dimana saja tanpa takut dibilang old fashioned alias kuno. Apa saja ya jenis pakaian timeless tersebut? Berikut 5 diantaranya.

1. Polkadot 

Siapa yang nggak kenal motif atau corak pakaian Polkadot? Semua orang tau motif yang satu ini. Ya, Polkadot alias pola titik/lingkaran yang menyebar adalah salah satu jenis/motif pakaian yang timeless. Dari jaman retro sampai jaman futuristik sekarang ini motif Polkadot tetap ada dan tetap menjadi trend.

2. Denim

Denim atau jeans adalah jenis pakaian atau fashion yang selalu ada di setiap tahunnya. Jadi, jenis pakaian yang satu ini wajib banget kamu punya. Beneran deh, denim bisa dan selalu bisa menyelamatkan gaya busana kamu kapanpun dan dimanapun. Kalau bingung mau pakai apa saat hangout, takut dibilang old fashioned, kamu bisa pakai pakaian berbahan denim. Dijamin kamu bakalan nyaman dan gaya tentunya.

3. Floral

Motif bunga-bunga atau floral akan selalu ada di setiap trend pakaian. Mau itu gaun, kemeja, kaos, atau skirt, pasti ada deh yang motif bunga-bunga. Mengkoleksi pakaian dengan motif floral dapat menjadi aset yang sangat menolong kamu disaat kamu kesulitan mencari baju yang pas untuk bepergian. Motif floral juga bisa digunakan di acara apapun, baik casual ataupun formal.

4. Rajut

Pakaian berbahan rajut memang nggak ada matinya. Dari jaman kolonial sampai jaman instragram pakaian berbahan rajut selalu mencuri perhatian. Sweater berbahan rajut, bolero, sampai blazer rajut akan selalu menjadi trend. Selain itu, mengenakan pakaian berbahan rajut akan membuat kamu tampil feminin dan sweet.

5. Polos atau Monochrome

Pakaian bergaya polos dengan satu warna atau monochrome juga nggak kalah trendinya dengan pakaian-pakaian bermotif macam-macam. Monochrome fashion bisa menjadi alternatif gaya buat kamu yang sudah kehabisan ide padu padan gaya. Mengenakan pakaian polos satu warna dapat menjadi daya tarik tersendiri jika dipadukan dengan aksesoris yang pas dan bergaya.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, September 20, 2013

Si Kucing pun Bisa Marah

Menurut beberapa buku yang aku baca, kucing, seperti halnya anjing dan manusia, juga bisa ngambek atau marah. Awalnya sih aku nggak percaya sama apa yang tertulis di buku tersebut. Tapi, setelah kejadian kemarin Rabu (18 September 2013) baru aku percaya kalau kucing memang memiliki perasaan yang terbilang unik. Ya, kucing memiliki emosi. Kalau dia bisa senang, tentu saja dia bisa sedih dan marah. Jadi ceritanya kemarin Rabu, Cheeten marah padaku. Gara-garanya pagi-pagi jam 8 lebih dia meloncat masuk ke kamarku melalui jendela yang menghadap keluar. Seperti biasa kalau sudah begitu, dia pasti minta jatah sarapan. Akupun bergegas membimbingnya ke dapur. Oopsss! Ternyata di dapur hampir tidak ada makanan yang bisa Cheeten makan (kebetulan makanan kucing kesukaan Cheeten habis sejak hari Selasa) Yang ada di dapur cuma sayur tumis kangkung-tahu dan nasi putih dalam magic jar. Hmmm, Cheeten bukan tipe kucing yang suka dengan sayur ataupun nasi. Jadi dengan terpaksa aku mencari alternatif makanan lain. Karena nggak mungkin kalau aku keluar untuk beli ayam goreng atau ikan goreng kesukaannya, maka aku berinisiatif untuk membuatkan telur dadar kesukaannya. Cheeten memang terbilang suka makan telur dadar dan telur mata sapi. Kebetulan juga di kulkas masih ada beberapa buah sosis ayam. Cheeten itu pintar, kalau sudah lihat aku berdiri dan sibuk dengan kompor serta alat masak, dia akan berhenti mengeong dan memilih untuk tiduran di lantai. 

Setelah selesai dengan telur dadar dan sebuah sosis goreng, aku menuju ke piring makan Cheeten. Aku potong kecil-kecil telur dadar dan sosisnya (Cheeten suka telur dadar yang dipotong dadu dan sosis yang dipotong kemudian dipenyet sehingga dagingnya keluar). Apa yang terjadi?? Cheeten cuma mengendus sekali ke arah makanannya kemudian melengos pergi. Eh? Kok gitu? pikirku. Aku coba buat membujuk dia untuk makan, tapi dia tetap berlalu pergi dengan tatapan seolah-olah bilang, "Nggak ada makanan lain apa??" Aku membuntuti kemana dia pergi, ternyata dia pergi ke kamarku dan naik ke kasur. Okelah, untuk kali ini aku ijinkan dia naik ke kasur (biasanya nggak boleh karena dia sudah punya kasur sendiri). Setelah memastikan Cheeten baik-baik saja, aku pun melanjutkan kerjaanku menulis artikel. Sampai jam 11 siang, Cheeten terlihat diam di kamar. Sewaktu aku tengok, ternyata dia tidak tidur, hanya tiduran. Melihat aku datang, dia langsung berbalik membelakangiku. Eh? Aku sempet bingung. Aku kira dia sakit atau apa. Biasanya kalau lihat aku dia langsung mengeong, kali ini hampir seharian dia diam saja. Aku sempat khawatir. 

Pada akhirnya semua terjawab ketika adekku pulang sekolah. Aku yang jemput dia di sekolah. Saat perjalanan pulang aku cerita kalau Cheeten diam saja, sepertinya dia marah. Setelah sampai di rumah, terlihat Cheeten sedang asik tiduran di ruang TV. Ketika melihat adekku, dia langsung bereaksi seperti biasa. Mengeong manja dan menggesek-gesekkan kepalanya di kaki adekku. Tapi, sewaktu giliranku mendekat, dia cuma menatapku tanpa bersuara. Hmmm, sepertinya Cheeten benar-benar marah padaku sampai dia nggak mau dekat-dekat denganku. Akhirnya, aku menyuruh adekku dan ibukku untuk memberi makan Cheeten dengan ayam suwir. Untung saja, pagi harinya (Kamis, 19 September 2013) Cheeten sudah bersikap seperti biasa padaku. Dia sudah mau mengeong dan duduk berdekatan denganku. 

Pelajaran yang bisa dipetik dari Cheeten kali ini adalah bahwa kucing memang benar-benar memiliki perasaan dan emosi layaknya manusia. Kalau ada orang yang tega berbuat jahat pada mereka (atau menyiksa mereka), pasti mereka akan sedih dan sakit hati. Saling menghormati merupakan hal terbaik yang harus kita bangun untuk menjembatani persahabatan kita dengan hewan peliharaan kita, apapun itu.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, September 5, 2013

Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!

Ceritanya, hampir semingguan ini aku lagi nguber-uber dosen buat tandatangan di skripsi final sebelum dijilid hardcover terus dikumpul ke dekanat buat ditandatangani dekan. Tapi apa daya, sejak Senin sampai hari ini (Kamis) nguber 1 dosen aja nggak ketemu-ketemu. Dosen penguji yang lain, kaprodi, dan dosen pembimbing sudah tandatangan semua, hanya kurang 1 dosen penguji saja. Nah, mengapa aku beri judul "Ketika Keberuntungan Belum Berpihak Padamu, Buatlah Rencana Baru!", itu karena aku udah beberapa kali mendapat zonk buat ketemu si Ibu dosen ini. Awalnya aku  berencana untuk menemui beliau pada hari Senin (2 September 2013) dengan asumsi setelah mendapat tandatangan beliau, aku bisa langsung jilid hardcover. Setelah jilid, bisa langsung ke dekanat kemudian mengubah file skripsi menjadi PDF untuk dikumpul sebagai syarat pengambilan SKL untuk pendaftaran wisuda dan pembuatan ijazah. Tapi ternyata, rencanaku tidak berjalan baik, sejak hari Senin ibu dosen pengujiku PLPG sampai Rabu. Ya, aku maklumi lah, namanya juga lagi sibuk kan ya. Sebagai back up plan, jadilah hari ini aku nekat ke kampus pagi-pagi. Di jadwal sih beliau ngajar dari jam 7-10 (3sks). Makanya aku nekat berangkat jam 6 dari rumah untuk menemui beliau sebelum beliau ngajar. 

Sampai di kampus (setelah perjalanan panjang hampir 1 jam yang penuh perjuangan menghadapi kemacetan dan pengendara-pengendara yang naik kendaraan seenak udelnya sendiri), aku langsung menuju ke Common Room (istilah untuk ruang transit dosen). Ternyata, disana sudah sepi banget. Cuma ada 1 dosen yang sepertinya sedang membuat materi kuliah. Aku memberanikan diri buat bertanya, jujur, aku takut bersikap sama dosen itu karena pernah mengalami kejadian nggak mengenakkan dengan beliau. Untungnya beliau mau jawab (dengan lembut). Beliau bilang kalau ibu dosen yang aku cari tidak masuk karena sedang sakit. OMG! Ini udah hari Kamis, dan pendaftaran wisuda tutup Kamis minggu depan! Akkkkkk!! Akhirnya aku putuskan untuk SMS temenku buat minta nomor hp ibu dosen pengujiku itu. Syukurlah beliau membalas dengan mengatakan bahwa besok (baca: Jumat pagi) beliau bersedia ditemui untuk memberi tandatangan untuk skripsiku. Puji Tuhan. Semoga besok menjadi awal yang baik dan menjadi keberuntungan bagiku. Amien.

Intinya, aku cuma mau bilang kalau tidak selamanya manusia itu ada dalam kondisi atau posisi yang penuh keberuntungan. Sama sepertiku, ketika awal-awal pengerjaan revisi pasca-pendadaran, aku termasuk sangat beruntung dibandingkan teman-temanku yang  lain karena revisiku selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Tapi justru ketika aku harus meminta pengesahan dengan tandatangan penguji, kaprodi, dan dosen pembimbing, aku mau tidak mau harus menerima kenyataan bahwa tidak selamanya apa yang aku lakukan berjalan sangat lancar sesuai rencana atau bahkan lebih baik dari apa yang aku rencanakan. Aku paham jika ada kalanya apa yang sudah dirancang dan direncanakan dengan baik oleh manusia, belum tentu berjalan sesuai rencana. Tapi, tidak sepantasnya kalau kita menyerah ditengah jalan. Tetap semangat apapun yang ada dihadapan kita. Percaya bahwa Tuhan masih menyimpan berjuta rencana bagi kita dibalik semua kejadian. Everything happens for a reason, kata banyak orang.


Behind a great plan should lie a million back up plans!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, August 31, 2013

Book Store Haul

Setelah sekian lama nggak beli buku bacaan (baca: novel) baru, akhirnya kemarin malam kesampaian juga. Semalam aku dan mbak Indah jalan-jalan sebentar ke toko buku TogaMas Kotabaru. Awalnya sih tujuanku nggak jelas kesana, karena aku memang nggak ada planning sama sekali untuk mengunjungi toko buku di tanggal tua seperti semalam (baca: tanggal 30 Agustus 2013). Tapi, berhubung ajakannya ke toko buku TogaMas yang sering banget ngadain diskon, jadi aku mau-mau saja. 

Sesampainya disana, seperti biasanya acap kali aku ke toko buku, yang aku sasar pertama adalah rak novel-novel terjemahan. Aku memang cukup menggilai novel-novel terjemahan karena bahasanya unik menurutku. Selain itu, setting dan penokohannya juga lebih memancing imajinasi. Kali ini aku beli 3 novel terjemahan. Awalnya sih pengen beli 4 tapi berhubung cuma bawa uang Rp200ribuan jadi aku beli 3 dulu. Hahaha. Hemat ceritanya, kan tanggal tua.

Ini dia novel-novel yang aku beli:
Itu semuanya diskon 15% lho. Hehehe

Yang pertama ada novel "Confessions of an Ugly Stepsister". Menurut sinopsis di back cover-nya, novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang kakak tiri yang terasing dibalik ketenaran adik tirinya yang cantik dan menawan. Overall menurut sinopsinya, isi ceritanya hampir sama dengan cerita Cinderella, tapi tokohnya dibalik. Bukan Cinderella yang jadi tokoh utama tapi kakak tirinya. Setting tempatnya cukup menarik imajinasi yaitu Belanda pada abad ke-17. Novel ini belum aku buka sih, jadi belum tau isi cerita secara keseluruhan bagaimana. Tapi aku sempet search di Google dan nemu kalau novel ini dibuat sudah cukup lama bahkan sudah ada filmnya juga (bisa cek di Youtube). Tapi lebih penasaran baca bukunya sih, soalnya kadang kan cerita di novel dan di film dibuat sedikit beda.

Novel yang kedua adalah "Accidentally Fabulous". Ini novel bercerita tentang fashion designer gitu lah. Aku suka novel tentang fashion (seperti Confessions of a Shopaholic series, The Devil Wears Prada, dll). Settingnya dimana lagi kalau bukan di New York, pusat fashion dunia. Novel ini juga belum aku buka. Tunggu giliran deh ya.

Novel terakhir yang aku beli adalah "Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku". Kalau kamu baca blogku dari awal pasti tau dan familiar sama kesukaanku sama binatang terutama anjing dan kucing. Saat ini aku punya 2 kucing, satu di rumah nenek, satu di rumahku. Yang dirumahku namanya Cheeten. Aku beli novel Chicken Soup ini selain karena aku suka dengan kisah-kisah inspiratif yang selalu disuguhkan oleh Chicken Soup, juga karena aku suka kucing. Aku mau belajar banyak dari kucing. Hahaha. Novel ini sudah aku buka dan aku baca beberapa cerita di dalamnya. Sangat asik dan inspiratif menurutku.


Weekend ini akan aku habiskan dengan membaca Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku. Hmm, pasti akan jadi weekend yang menyenangkan sekaligus penuh semangat. Yeayyy!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, June 29, 2013

Hobi = Pemborosan???

Q: Apa sih hobi itu menurut kamu? 
A: Kalau menurutku, hobi itu kegiatan-kegiatan spesifik yang membuat kita senang dan gembira dalam melakukannya dan akan terus berkelanjutan. 
Q: Hobi kamu apa?
A: Banyak. Secara garis besar aku hobi koleksi baju atau akesoris yang unik, hobi belanja, hobi koleksi kuteks, hobi mainan yang unyu-unyu dan cantik, hobi koleksi segala sesuatu yang warna-warni, hobi mendengarkan musik, hobi menyanyi, hobi menari, hobi menonton film, hobi menulis, hobi jalan-jalan, hobi motret, dan hobi membaca, dan macem-macem lagi. Haha.
Q: Berapa duit kamu keluarkan buat hobi kamu setiap bulannya?
A: Wah, nggak ngerti juga. Aku jarang itung-itungan gitu. Modal nekat sama ikhlas aja. Jadi nggak perlu dihitung-hitung gitu lah.
Q: Jadi kamu termasuk boros ya soal hobi?
A: Hmmm, bisa dibilang begitu. Eh tapi, aku nggak setuju dengan istilah boros di hobi.
Q: Kenapa?
A: Soalnya ya, hobi itu menurutku termasuk penyaluran bakat, energi, kreatifitas, yang menghasilkan timbal balik berupa peningkatan mood, rasa bahagia, rasa percaya diri, dan rasa bangga serta menghilangkan stress dan meminimalisir kecenderungan depresi dan mudah lupa.
Q: O ya? 
A: Menurutku sejauh ini sih begitu. Ya daripada punya hobi suka nggunjingin orang kan mending punya hobi yang bisa meningkatkan rasa bahagia dan menghilangkan stress tanpa merugikan orang lain. Lebih setuju lagi, kalau dari hobi bisa jadi sumber penghasilan. Misalnya hobi menulis terus bisa sampai nulis novel atau buku. Kan, lumayan tuh royaltinya.

Jadi pada intinya, orang yang punya hobi dan sangat menyukai hobinya itu nggak bakal deh terus itung-itungan berapa uang yang dihabiskan, kapan balik modal, etc. Justru orang yang terlalu perhitungan, menurutku, menurutku lho ya, dia menjalani hobinya dengan setengah hati. Atau malah, bisa jadi cuman ikut-ikutan. Misalnya temennya punya hobi membuat aksesoris handmade, karena nggak mau kalah terus ikutan buat tapi sebenernya dia nggak punya bakat dan rasa cinta pada hobi tersebut. Ujung-ujungnya juga nggak akan bertahan lama dan malah sia-sia. Tapi, lain soal kalau hobinya SHOPPING. Hihihi. Musti itung-itungan juga, kalau enggak bisa-bisa numpuk hutang, kan malu -__-

So, kalau ada orang yang nggak suka atau sirik sama hobi yang kamu geluti, santai aja. Apalagi kalau sampai dinyinyirin soal uang yang dihabisin buat hobi kamu. Tenang, kamu seharusnya malah kasian lho sama orang itu. Kenapa? Karena pasti dia tidak punya hobi yang cukup menyenangkan untuk dijalani sehari-harinya. Kalau dia punya, dia pasti nggak akan nyinyirin hobi kamu. Teruslah berkarya dan berkreasi dengan hobi kamu, apapun itu. Who knows kalau suatu hari kamu bisa terkenal atau mendapatkan penghasilan sendiri dari hobi kamu itu. Cheers!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Monday, June 3, 2013

Haul Murah Gaya Mahal: 2 Juni 2013

Hey blogger,, aku mau share hasil haulku lagi nih. Bukan mau pamer ya, tapi mau ngasih inspirasi aja kalau mau tampil gaya itu nggak harus mahal. O ya, aku kemarin nge-haul di Sakola. As always, bagiku Sakola itu bukan hanya sekedar toko/retailer fashion, tapi Sakola juga semacam peti harta karun. Kalau jeli, kita bisa dapat aneka fashion mulai dari baju, sepatu, sampai aksesoris yang murah tapi NGGAK MURAHAN. Yuk, cek yuk apa aja yang aku haul.

Galaxy T-shirt

Aku nggak nyangka banget kalau Sakola bakal jual Galaxy T-shirt gini. Udah lama banget pengen beli, tapi di Jogja nyarinya susah. Musti beli online, itupun mahal buat ukuran T-shirt. Kemarin nggak sengaja nemu kaos ini. Seems like gak ada yang nyentuh. Mungkin dikira aneh kali ya, apalagi gambarnya gak jelas apa. But, wait!! Di luar sono, motif Galaxy print kayak gini udah in banget dari jaman akhir 2012 lho. Sampai sekarang masih ada yang pake juga. O ya Galaxy T-shirt yang ini bahannya melar persis bahan legging, tapi di bagian belakangnya itu beda bahan, bahannya semacam chiffon gitu. Suka deh!

Vintage Diamond Checkered Shirt

Diamond checkered shirt semacam ini memang lagi booming. Saking boomingnya Sakola kemarin isinya motif diamond semua. Kebanyakan sih warna black & white. Bosen dengan warna yang lagi "pasar" itu, aku milih alternatif warna lain, yaitu merah. Yang aku suka dari baju ini adalah kesan vintagenya. I love vintage! Print gadis yang membawa setangkai mawar itu bikin baju ini memiliki nilai "lebih". Selain itu, double collar-nya juga ciamik.

Vintage Denim Shirt

You know, I am denim freak. Nggak afdol rasanya kalau shopping belum lihat koleksi denim di toko tersebut. Kemarin sih pengennya beli denim dengan motif camouflage (army) gitu. Tapi sayangnya tinggal 1 biji dan ukurannya S. Sedihhh!! Untungnya sih nemu vintage denim shirt yang satu ini. Terobati deh rasa kecewanya.

Oke, mari kita total jumlah belanjaan kemarin. Galaxy T-shirt (Rp37.000) + Vintage Diamond Checkered Shirt (Rp55.000) + Vintage Denim Shirt (Rp64.000) = Rp 156.000. See, murah kan? Bergaya emang nggak harus mahal kok. Yang penting sih nggak kelihatan murahan aja, itu udah cukup :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net