Showing posts with label Sad. Show all posts
Showing posts with label Sad. Show all posts

Tuesday, July 28, 2015

What a Tough Week: Farewell Grandpa!

Hi readers!!

Minggu lalu menjadi minggu yang paling berat dalam hidupku. Ada banyak kejadian yang sempat membuatku lelah dan sedih. Awal minggu lalu adalah awal yang menyenangkan. Saudara banyak yang berkunjung ke rumah, sebaliknya, aku dan keluarga juga banyak mengunjungi saudara lainnya dalam rangka Lebaran. Kemudian hari berjalan seperti biasa. Tapi, tanpa disangka-sangka, pada hari Jumat, 24 Juli 2015 pukul 16.00WIB, Simbah Kakungku dipanggil Tuhan. Simbah tidak mengalami sakit yang berarti, sehingga hal ini benar-benar mendadak dan membuat kami yang ditinggalkan seolah tak percaya.

Terkait meninggalnya Simbah Kakung, aku sebenarnya sudah ada firasat, tapi lagi-lagi, aku selalu mengabaikan firasat yang datang. Sekitar beberapa hari sebelum Lebaran, mata bagian kiriku sering berkedut lama. Agak mengganggu memang, bahkan aku sudah berniat untuk periksa ke dokter, takut ada masalah di saraf/otot di sekitar kelopak mata kiriku. Bahkan kedutan yang amat mengganggu tersebut terjadi hingga hari Kamis, sehari sebelum Simbah Kakung meninggal.

Ajaibnya, pada hari Jumat itu, kedutan di kelopak mata kiriku yang hampir setiap beberapa jam sekali muncul, seolah hilang. Sampai hari ini pun sudah tidak muncul sama sekali. Percaya nggak percaya, mungkin itu memang sebuah firasat.

Dari cerita yang kudengar dari orang rumah dan saudara, Simbah Kakung meninggal dalam keadaan yang sangat baik. Simbah bahkan seolah sudah tahu kalau akan segera pulang kepada Sang Pencipta. Beberapa jam sebelumnya, beliau bercerita banyak dan memberikan banyak nasehat serta wejangan bagi anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicitnya. Sayangnya, aku tidak sempat melihat Simbah pada menit-menit terakhirnya karena masih dalam perjalanan dari kantor. Tapi, aku sudah ikhlas Simbah berpulang, meskipun awalnya aku masih belum bisa menerima kenyataan. Ya mau bagaimana, Simbah Kakung (dan almarhumah Simbah Putri) adalah kedua eyangku yang aku temui setiap hari karena rumahnya tepat di samping depan rumahku.

Minggu kemarin memang benar-benar menjadi minggu yang berat sekaligus minggu yang banyak memberikan pengalaman berharga bagiku. I will keep moving on.


Farewell my super Grandpa. You are one of the most generous and sincere persons I know. May you rest in peace.
~ xoxo~
Your "little grand daughter"

Tuesday, June 16, 2015

My Biggest Enemy

Hi readers!!

Cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini, panas yang menyengat bisa dengan segera berubah menjadi dingin yang menusuk tulang, tentunya memberikan dampak bagi tubuh. Salah satunya adalah tubuhku. Sedari kecil aku memang mudah sakit, tapi ya itu, sakitnya pasti seputaran pilek, batuk, dan radang tenggorokan, nggak lain. Mungkin bagi sebagian orang, batuk dan pilek adalah hal yang biasa, bahkan ada yang sekali dua kali tenggak obat langsung sembuh seperti sedia kala. Tapi tidak bagiku. Pilek, batuk, dan radang tenggorokan adalah MY BIGGEST ENEMY!

Terserang batuk atau pilek, atau keduanya selalu membuatku menderita demam yang naik turun hingga 3 atau 4 hari. Obat pun sepertinya tak begitu mempan menggagalkan virus-virus yang tengah ber-inkubasi di dalam tubuhku. Biasanya kalau siang aku merasa sehat, namun ketika malam datang, badanku kembali panas atau sebaliknya saat malam aku merasa baik-baik saja tapi ketika siang suhu badanku kembali naik. Maka tidak heran jika aku paling sebel jika tertular batuk pilek.

Selain demam yang naik turun, terserang batuk dan pilek membuat kulitku menjadi kering mendadak. Entah bagaimana ceritanya, setiap terkena batuk dan pilek pasti kulit wajahku menjadi kering dan muncul bentol-bentol kecil seperti pori-pori yang membesar. Jadi sudah bisa dipastikan kalau terserang batuk dan pilek wajahku terlihat kusam. Oleh karena itu, air putih menjadi senjata satu-satunya, meskipun yah, tidak begitu mempan melawan kulit kering karena batuk dan pilek.

Oh batuk, pilek, dan radang tenggorokan, kalian memang musuh yang luar biasa! Setahun bisa kena 3 sampai 4 kali, hikss.

At my desk
Still get cough and flu
~xoxo~


Wednesday, May 6, 2015

I Do Hate Farewell

Hi readers!

Farewell is the hardest thing I have to face. I do not like farewell, whatever it is. For me, farewell hurts, yah, except with someone I dislike the most, LOL. This week, my senior coworker got promoted. It means that she has to move to another office, even though it is still under the same institution with me. It makes me hurt by the way. I like her, she is like my second mother, she is wise and helpful as well. I learned many things from her, but it is not enough for me. This sudden farewell makes me sick. I know that I still have a co-worker in the same division. However, I realize that it is quite hard to run an office without her inside.

Well. farewell Ma'am. I wish you the best of luck. See you when I see you!!


~xoxo~


Monday, April 27, 2015

Shocking News on Monday Morning

Well, basically I'm not Monday-hater. I love Monday as I love other working days. However, sometimes, Monday is the most unpredictable day in a week. Monday is very surprising like what happened this Monday.

It was 7.30 o'clock in the morning when I opened my email, like what I usually do every day at my office. I found an email containing very shocking news from my working partner overseas. She told me and my colleague that one of my students, who are joining a program overseas, has just lost her passport, credit card, and some money. Well, this news totally broke my mood today. I knew that my working partner has been handling everything including contacting Indonesian Embassy there. However, it still broke my day. Hope everything would be fine as soon as possible. Now, I keep trying to reach my students there.


At my desk

~xoxo~


Saturday, July 13, 2013

Alergi dan Skripsi :)

Hai hai!! Lama banget ya aku nggak nulis post. Sekitar semingguan deh ya. Well, bukan kenapa-kenapa sih. Cuman memang lagi sibuk dan mood sedang berantakan. Hahahaha. Beberapa waktu yang lalu aku bener-bener lagi sewot. You know, aku punya kulit sensitif yang mudah banget alergi kalau kena sesuatu yang nggak cocok. Alergiku yang paling sering itu adalah alergi debu. Jadi aku kalau kena debu rumah, misalnya waktu nyapu atau beberes rumah, pasti kulit langsung bentol-bentol, memerah, dan gatal. Nah, aku juga sering alergi terhadap produk skin care. Kali ini aku kena alergi lagi. Skin care (produk baru) yang aku pakai membuat kulitku gatal luar biasa dan pori-porinya nongol (bengkak). Padahal aku baru sekali pakai lho di tangan dan kaki (itu juga belinya gegara lihat iklan di TV). Hasilnya ya itu tadi, gatel-gatel sepanjang hari. Jadi selama sekitar semingguan ini aku stop pemakaian semua skin care. Sabun mandipun aku ganti dengan sabun bayi. Tersiksa iya banget, apalagi kulitku jadi tampak kusam banget -__-

Well, selain itu aku juga lagi sibuk ngurusin ini itu (baca: skripsi) karena aku pengen cepet-cepet pendadaran. LOL. Iya, aku sadar aku udah kuliah melebihi batas waktu yang aku buat dulu pas awal-awal masuk kuliah. Tapi aku udah terlanjur tergiur dengan yang namanya kerja & cari duit, makanya sampai keteteran. Hohoho. Kabar buruknya, aku belum sempat nge-haul juga. Hahaha. Nggak penting banget!! Besoklah kalau ada waktu, mau nyari-nyari apa gitu. Hahaha. O iya, ini udah masuk bulan Ramadhan ya. Anyway, happy fasting to all my Moslem friends and relatives.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, July 5, 2013

Cheeten Sakit T__T

Dua hari ini aku sedih banget, Cheeten sakit. Iya, Cheeten kucing baru peliharaanku. Jadi ceritanya, kemarin (Kamis, 4 Juli 2013) pagi hari pas aku masih tidur, aku denger ada suara meong-meong. Suara itu milik Cheeten. Tapi berbeda dari biasanya (dia biasa mengeong pagi hari karena lapar), suara Cheeten terdengar miris sekali. Lalu aku samperin ke dapur. Pas aku buka pintu dapur, Cheeten udah duduk di depan pintu. Dia nggak bisa jalan. Sedih rasanya. Akupun menggendongnya masuk dan memberikan makanan di piring makannya dan mengganti air minumnya. Setelah makan, aku panggil Cheeten buat mendekat. Tapi bukannya jalan atau lari-lari kecil kayak biasanya, dia malah ngesot-ngesot. Tapi di siang hari, dia sudah mulai aktif seperti biasa sampai lari kesana kemari dan memanjat apapun. Dia hobi banget manjat apalagi manjat pohon, hihi. Aku sudah mulai tenang karena Cheeten sudah baik-baik saja. 

Tapi, tadi pagi (Jumat, 5 Juli 2013) sewaktu aku mau ngasih makan Cheeten. Cheeten terlihat masih ada di boxnya. Aku pikir dia masih ngantuk. Tapi aku mulai curiga saat dia keluar dari box dengan menyeret kaki belakangnya. Saat aku sentuh tubuhnya, dia mengerang kesakitan. Duh, aku jadi makin bingung. Apalagi setelah aku pangku, tubuh Cheeten mendadak gemeteran. Aku sampai nggak kuat nahan buat nggak nangis, dan akhirnya aku nangis sambil meluk Cheeten. Aku nggak mau Cheeten sakit T__T Setelah makan, aku coba bawa Cheeten keluar. Aku bermaksud membiarkan dia bermain di luar terkena sinar matahari. Sayangnya, Cheeten lagi-lagi hanya duduk diam seolah kaki belakangnya tidak mampu menopang berat tubuhnya. Aku tungguin saja sambil duduk dan terus mencoba menstimulasi dia agar mau berjalan. Setelah sekian lama, Cheeten mulai jalan perlahan. Tapi aku perhatikan kaki belakangnya masih gemeteran.

Menjelang siang, keadaan Cheeten nggak jauh berbeda meskipun dia sudah mulai berjalan agak jauh. Tapi sayangnya dia masih kesusahan kalau jalan yang dilewatinya sedikit mendaki. Aku coba pijit-pijit kakinya. Siapa tahu bisa membantu. Setelah sore, Cheeten terlihat agak baikan walaupun raut wajah dan tatapan matanya masih sayu dan murung. Aku tahu, dia sedang merasa kesakitan. Saat sudah lewat jam 5 sore, aku lihat Cheeten buang air besar. Di dalam fecesnya terdapat sisa-sisa tissue. Aduh, jangan-jangan Cheeten sakit perut gegara makan tissue?? Selain tissue juga ada gulungan rambut. Kayaknya Cheeten nggak sengaja makan rambutku yang rontok di lantai deh. Hiksss. Tapi kenapa Cheeten juga jadi nggak bisa jalan ya?? Apa ada korelasi antara sakit pencernaan gegara nelan benda-benda yang nggak sewajarnya dengan kaki yang mendadak nggak bisa jalan?? Kalau ada yang tau kenapa, please tell me :')

Cheeten, maaf ya, aku nggak memperhatikan apa yang kamu telan. Maaf kalau kamu jadi sakit. Cepet sembuh ya sayang. :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, May 25, 2013

7 Tahun Gempa Jogja: Mengingat Kembali Kejadian 27 Mei 2006

Pagi itu, jam dinding belum juga menunjukkan pukul 6 pagi. Aku baru bangun sekitar jam 5.50, sekitar 5 menit sebelum kejadian alam maha dahsyat itu terjadi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pagi itu memang aku wajib bangun pagi karena hari itu di SMAku ada pelajaran jam ke-0. Aku masih duduk di kelas 1 SMA semester 2 kala itu. Tidak biasanya pagi itu, setelah aku bangun tidur, aku melangkahkan kaki keluar rumah. Aku keluar melalui pintu belakang-samping yang mengarah ke kebun di samping rumah. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan waktu itu. Bapak sudah berangkat kerja karena beliau biasa berangkat sebelum jam 6 pagi. Ibukku sedang memasak di dapur dan adikku sedang menonton televisi. 

Sewaktu aku sedang berdiri di samping rumah, tiba-tiba aku mendengar suara keras yang hampir menyerupai suara dentuman ditambah suara seperti gas truk yang dipacu. Sepersekian detik aku sempat berpikir kalau ada kecelakaan di jalan dekat rumahku, namun ketika aku hendak berbalik, tanah yang kupijak bergoyang dengan kerasnya. Tanpa berpikir panjang, aku lari dari samping belakang rumah menuju ke depan rumah (ya, aku lari seperti orang bodoh, mengelilingi setengah dari bagian rumahku). Aku tidak tahu ibuk dan adikku dimana. Aku cuma bisa berteriak memanggil nama mereka. Aku panik dan kalut. Aku takut kalau gunung Merapi meletus dahsyat pagi itu. Ya, waktu itu sebenarnya Jogja sedang dalam kondisi siaga karena selama beberapa hari gunung Merapi berada dalam status AWAS. 

Selang beberapa detik setelah gempa berhenti, ibukku berlari menghampiriku di depan rumah sambil menggendong adikku. Adikku masih TK atau kelas 1 SD waktu itu. Dia terlihat sangat ketakutan. Aku juga ketakutan karena tembok rumah lamaku runtuh ke arah barat dimana rumahku yang baru berada. Untung saja waktu itu, ibuk tidak berlari melalui pintu samping yang berbatasan dengan rumah lamaku, kalau iya, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi pada beliau. Sebelumnya, terimakasih Tuhan Yesus. 

O ya, waktu gempa pagi-pagi itu, tetangga dekat rumahku sedang masak besar karena siangnya mereka akan bertolak ke daerah Kulon Progo untuk boyongan manten. Sontak semua ibu-ibu yang sedang memasak itu berlari berhamburan keluar. Ada yang membawa bakul nasi, ada yang menenteng besek, ada yang memegang pisau, macam-macamlah. Mereka juga terlihat kaget dan ketakutan. 

Selama beberapa menit setelahnya, aku memberanikan diri masuk rumah untuk mandi. Waktu itu aku belum punya handphone, jadi nggak bisa menghubungi teman-teman sekolah yang lain. Akhirnya, aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ibuk. Adikku memilih untuk tidak berangkat ke sekolah. Ajaibnya, sampai di sekolahku, semuanya terlihat biasa, maksudnya guru-guru dan teman-teman semua berangkat. Amazing sekali. Bahkan salah satu guruku malah bilang kalau itu cuma gempa dari gunung Merapi saja. Setelah jam 7 lewat, barulah kami semua tahu kalau gempa tadi pagi bukan berasal dari erupsi gunung Merapi, melainkan berpusat di kabupaten Bantul. Ada patahan di sektor Opak (kalau nggak salah ingat).

Tak seberapa lama, tiba-tiba beberapa kakak kelasku yang sedang berolah raga berteriak panik. "Tsunami!! Tsunami!! Tsunami!! Kontan saja, seluruh orang yang ada di lingkungan sekolah panik. Tanpa dikomando kami para siswa bergegas mengemasi barang-barang kami masing-masing. Saking paniknya, aku malah berlari ke parkiran. Aku lupa kalau hari itu aku diantar ibuk ke sekolah. Setelah sadar, aku kemudian minta nebeng sama temanku. Saat itu yang aku pikirkan adalah menjauh dari sisi selatan (semua pantai ada di selatan dan barat daya Jogja). Di depan sekolah ternyata ibuk dan adikku sudah menjemput. Langsung saja aku turun dari motor temanku dan pulang bersama ibuk dan adikku. 

Di sepanjang jalan aku melihat beberapa orang yang sedang panik dan sebagian lainnya menangis. Bus-bus dan beberapa angkutan seperti colt dan mobil penuh sesak penumpang. Kendaraan itu melaju ke arah barat menuju pegunungan di wilayah kabupaten Kulon Progo. Intinya pada pagi menjelang siang itu, suasana sangat kacau. Ada isu tsunami dari arah selatan dan ada isu banjir lahar dingin dari sisi utara. Aku cuma pasrah saja. Di pikiranku terus terbayang peristiwa tsunami Aceh sebelumnya. Aku sudah siap mati waktu itu. 

Bukannya membawaku dan adikku pulang, ibukku malah membawa kami ke rumah kakek dan nenek (orangtua ibuk). Disana tidak terlihat kepanikan yang begitu besar. Bahkan kerusakan akibat gempa jam 5.55 pagi itu juga tidak terlihat. Katanya sih wilayah desa nenekku yang ada di sebelah barat dekat dengan sungai progo tidak termasuk jalur rambatan gempa. Ya, ternyata gempa itu ada jalurnya lho. Tergantung pada letak retakannya. Kalau wilayah desaku lumayan parah sih, bahkan genting-genting di rumahku runtuh kedalam rumah.

Akhirnya, pada pukul 11 lewat, semua keadaan mulai sedikit lebih tenang. Siaran radio mulai memberitakan keadaan Jogja pada waktu itu. Tak disangka, ternyata keadaan di kabupaten Bantul sangat parah. Lebih dari 6000 jiwa melayang. Jogja diliputi kabut duka yang begitu mendalam. Pada pukul 12 lewat, bapak menyusul ke rumah nenek. Ternyata sewaktu beliau hendak pulang sesaat setelah sampai di tempatnya bekerja, beliau terbawa arus massa yang menuju ke arah utara. Jalur ke selatan memang ditutup oleh polisi karena adanya isu tsunami.

Malam harinya kami sekeluarga tidak berani mengambil resiko untuk tidur di dalam rumah. Jadi kami membuat tenda seadanya di halaman depan. Sekitar jam 9 lewat, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Kami terpaksa tidur basah-basahan karena atap seng yang melindungi tenda darurat kami terlalu sempit jadi air hujan tetap membasahi tempat tidur kami yang kami bawa keluar. Aku sempat menangis karena membayangkan bagaimana warga Bantul lainnya yang juga kehujanan padahal rumah mereka sudah rata dengan tanah. Tapi aku tetap bersyukur, setidaknya aku dan seluruh anggota keluargaku selamat. Tuhan tetap melindungi kami dari bencana dan marabahaya.

Well, nggak kerasa tahun ini, bulan Mei ini, peristiwa maha dahsyat tersebut telah 7 tahun terlewati. Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran, pengalaman, dan bahan intropeksi. 7 tahun adalah waktu yang cukup lama, meskipun belum seluruh rasa trauma dan rasa takut terangkat dari diri sebagian besar warga Jogja. Tapi kami sudah bangkit, kami bangkit!!


Salam semangat dari Jogja Istimewa :)


Tuesday, May 7, 2013

Kebelet Nikah, Haruskah Balikan Sama Mantan?

Usiaku memang baru 22 tahun tapi entah mengapa teman-teman sebayaku sudah banyak yang menikah, bahkan sudah ada yang punya anak 2. Tidak bermaksud untuk iri hati dengan mereka yang sudah menikah, bahkan dengan mantan pacar yang sudah menikah, tapi rasa-rasanya aku memang sudah selayaknya menjalin hubungan serius dengan pria. But, wait? Pria yang mana? Aku saat ini memang sedang jomblo, iya aku seorang tante imut dengan 7 keponakan yang masih jomblo *sigh*. Aku happy dan sedang menikmati hidup. Aku juga bukan orang yang berprinsip harus menikah di usia sekian, no no no, tapi aku memang memiliki target, the sooner the better. Tapi aku tidak mau memaksakan diri juga sih. Setelah aku pikir-pikir, apa iya aku harus balikan sama mantan biar bisa cepet nikah???

My answer would be NO! Aku emang sempat kepikiran untuk balik ke mantan, tapi mantan yang mana? Mantan yang satu udah nikah, mantan yang selanjutnya ada di luar kota, mantan selanjutnya dia akan nikah tahun ini, mantan yang lainnya dan lainnya dan lainnya nggak tahu dimana. So? Salahkan saja mantan-mantanku kenapa mereka nggak serius!!! *ngamuk* Ngomong-ngomong soal balik ke mantan, aku memang bukan tipe orang yang melow sana sini dan nggak bisa hidup tanpa pacar, NO! Aku happy-happy aja kok tanpa mantan-mantanku itu, malah justru akhir-akhir ini aku sering nge-Friendzone-in cowok #dikeplak. Ya, mau gimana lagi, kadang ngerasa lebih nyaman begitu. Tapi ujung-ujungnya kalau si doi punya gandengan, aku ngamuk-ngamuk, LOL. 

Semalem aku sempat diminta klien buat nulis artikel review web tentang breakups. Ya, sedikit banyak aku belajar dari artikel-artikel tersebut kalau musti move on alias nggak usah ngungkit-ungkit masa lalu. Tapi nggak menutup kemungkinan juga untuk balikan dengan mantan tapi dengan status hubungan baru yang nggak pantes buat dihubung-hubungin dengan masa lalu. A new relationship must be about something new even still with the same person

Balik lagi ke "kebelet nikah", istilahnya memang ekstrim tapi tidak sepenuhnya aku kebelet pengen nikah kok, NO! Aku masih menikmati indahnya hidup dengan bebas lepas tanpa ada suatu ikatan. Meskipun keponakanku sudah 7 biji *derita cucu dari anak bungsu kakek-nenek (bapak) dan anak bungsu dari kakek-nenek (ibuk) memang begini*, tapi aku tetap masih jadi tante yang single imut nan seksi, LOL. Doakan saja biar aku cepet nyusul para mantanku itu. Biar giliran mereka yang aku kasih undangan, bukan sebaliknya. Hahaha.


P.S: Aku galau karena si doi mau nikah tahun ini dan aku nggak dikabarin sama sekali kapan dan dimana dia mau nikah.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Tuesday, February 19, 2013

I Knew You Were Trouble (My Story)

"No apologies
He'll never see you cry
Pretend he doesn't know
That he's the reason why
You're drowning, you're drowning, you're drowning"

Sepenggal lirik dari lagu Taylor Swift ~I Knew You Were Trouble~ benar-benar smashes me on my face. Semacam membuka luka lama yang benar-benar suck!! Ya, lagu itu sangat pantas sepertinya untuk ditujukan pada seseorang diluar sana yang sudah mempermalukan sekaligus menyakiti hatiku. Ya!! I remember that person as hell. Nggak perlu sebut nama lah ya. Intinya, dia -cowok itu- sudah dengan heartless nya mempermainkan aku. Mungkin memang awalnya aku yang salah dan aku yang bodoh. Tapi selama beberapa bulan memang hubunganku dan dia baik dan semakin baik. Dari dekat menjadi semakin dekat. Sampai suatu hari dia tiba-tiba menghilang setelah beberapa hari sebelumnya sempat bertemu dan makan bersama. Alasan dia menghilang adalah bahwa ada cewek yang cemburu akan hubunganku dengan dia. Saat aku tanya, dia tidak mengakui kalau cewek itu adalah ceweknya. Tapi saat aku tanya teman kos nya, cewek itu adalah ceweknya. Aku semakin bingung dan semakin hilang arah. Suatu saat aku mendesak dia supaya mempertemukan aku dengan cewek itu dan berharap semua kesalahpahaman itu terselesaikan. Tapi apa, dia malah lagi-lagi menghilang. Dasar sialan!!! I'm really sorry but I once ever prayed for your bad. I only want you to feel what I so damn felt that time someday. Akhirnya, penyelesaian dari semua ini hanya pertemuan singkat tanpa ada pembahasan yang serius. Sebenarnya aku malu, aku malu karena aku disangka cewek nggak tahu malu yang mendekati pacar orang. Gee!! Aku bahkan tidak tahu sama sekali kalau dia sedang menjalin hubungan dengan seorang cewek ketika dia juga mendekatiku dan mengucapkan sejuta kata sayang padaku di setiap teleponnya. Bagaimana tidak menjengkelkan, setiap malam selama beberapa bulan dia selalu telepon. Bodohnya aku selalu excited dengan apa yang dia katakan. Entah sihir apa yang dia gunakan. Untung saja aku cepat sadar. Satu yang pasti, aku tidak mau dan tidak akan pernah mau mengenal dia lagi.

Wednesday, December 19, 2012

I Got A Bad Day

Perhaps today was not my lucky day.
The story was ...
Today I worked for shift 1. It means that I had to work from 8 am - 3 pm. Unluckily, I woke up late. I woke up at 9.53 am. I was late to work. But, I worked at home, so I still had time to do my job writing some articles. My boss had sent me the job from two different clients. I had to write 8 articles. It was a bit hard since the first 4 articles required me to attach four pictures on each article. It had something to do with furniture and auto mobile. Honestly, I do not really like to write review about auto mobile and any other vehicles. Well, I decided to work for the second four articles. I should re-write four articles from a website. I could choose the article I want to re-write freely. Then I chose those which were not really difficult to re-write. I finished writing 4 articles at almost 1.30 pm. It means I only had 1 hour plus a half. However, I was still required to add four pictures on each articles. My problem was I found that it was difficult to find matching pictures for my articles. Finally, I finished my job at 3.44 pm. I was late to submit my articles. But, fortunately, my boss was in his mood. So, he did not give any punishment for me. 

In the evening, I decided to go to a mall to look for an outfit for Christmas celebration. I was already 19th of December. I only have 5 day to find a new outfit. To be honest, I do not seriously need a new outfit. I have many clothes in my closet. Obviously, I went to the mall halfhearted. After reaching the department store I like the most, I began to look for the clothes I want. Unfortunately, there was nothing got my interest. I was looking for red colored outfit, but at that store there were mostly pink colored clothes. I was disappointed. I was not interested anymore to shop. Then, I decided to go home. After arriving home, I entered my room and wrote this post.

Hopefully, tomorrow my bad day has gone away.

Sunday, December 16, 2012

Titanium

You shout it loud, but I can't hear a word you say
I'm talking loud, not saying much
I'm criticized, but all your bullets ricochet
you shoot me down, but I get up

I'm bulletproof, nothing to lose
fire away, fire away
ricochet, you take your aim
fire away, fire away
you shoot me down, but I won't fall
I am titanium
you shoot me down, but I won't fall
I am titanium

Cut me down, but it's you who'll have further to fall
Ghost town and haunted love
Raise your voice, sticks and stones may break my bones
I'm talking loud, not saying much

I'm bulletproof, nothing to lose
fire away, fire away
ricochet, you take your aim
fire away, fire away

you shoot me down, but I won't fall
I am titanium
you shoot me down, but I won't fall
I am titanium

I am titanium

I am titanium

Stone hard, machine gun
Fired at the ones who run
Stone hard, as bulletproof glass

You shoot me down, but I won't fall
I am titanium
You shoot me down, but I won't fall
I am titanium
You shoot me down, but I won't fall
I am titanium
You shoot me down, but I won't fall
I am titanium

I am titanium



-David Guetta ft Sia-

Thursday, December 13, 2012

It's Not Christmas Without You

Years almost over
Sure looks like December
The snow and ice on the ground
I hadn't sent a single Christmas card
The 31st is coming around
It makes me remember our last December
How the city looks so beautiful in white
As we walked the street that day you kept me warm
We couldn't wait to get inside

Now its Christmas and you're so far away
On this Christmas I just wish you had stayed
And I wonder if you're thinking of me today
I don't know what I'll do its not Christmas without you

I hear carols in the distance
Don't want to listen because every sound says your not here
Just in case you change your mind I'll leave a light over the door
And hope you suddenly appear

Cuz its Christmas and you're so far away
On this Christmas I just wish you had stayed
And I wonder if you're thinking of me today
I don't know what I'll do its not Christmas without you

I'm to old too old to believe in Santa Claus
What are these gifts under the tree
But I did this once
Or many it's a dream, has he really brought you back to me
its Christmas all I wanted is here
On this Christmas was for you to be near
And I wonder if you're thinking of me cuz you're here
My one wish has come true, it's not Christmas without you

-Katharine McPhee-



Saturday, December 8, 2012

The Unspoken Rhyme of A Little Red Riding Hood

image was taken from here

I was a little red riding hood
When I was kid
I had ever seen an evil wolf with my own eyes
I never knew what he actually wanted from me
But he always went after me
One day my Mom asked me to go to the forest
I had to take some apples for lunch
I was not glad at all
I was afraid of the evil wolf
I thought that he always wanted to chase after me
I took my red riding hood as usual, then
I walked quickly to the forest
I did not want the evil wolf smelled my body scent
Suddenly I met a person in the middle of forest
She dressed like me
However, she had very pale hands
I did not speak to her at all
I only caught a weird glance she gave to me
I was afraid that she was the real evil wolf
But I was not sure
I kept walking
I walked faster since I heard someone stepped behind me
I did not want to look backward
I kept walking and even running
I heard the steps behind me was running also
I was afraid
But my throat was too sick to scream
I kept running but I was not aware of anything in front of me
Unfortunately I felt that my feet stepped on the air
I realized that I was falling down
I fell into a deep down ravine
I could not remember what happened
I just remember that a little red riding hood had gone dead
Not because being chased by the evil wolf
But because she fell down in a deep down ravine
Without being noticed by anybody

Wednesday, December 5, 2012

Am I the Forgotten??

Kadang yang namanya pertemanan itu ada kalanya untuk saling melupakan. Entah itu masalah karena ketidaksengajaan maupun kesengajaan. Itulah yang membedakan persahabatan dan pertemanan.

Mengapa aku tiba-tiba menulis tentang hal ini?? Ya, karena aku sedang merasa menjadi seseorang yang terlupakan. Entah disengaja atau tidak, tapi mereka yang dulu pernah menjadi temanku kini melupakan aku. Aku sebenarnya ikhlas kok diperlakukan seperti itu. Meskipun aku hanya dijadikan sebagai tempat sampah selama proses pertemanan ini terjadi. Maksudnya, aku hanya dijadikan tempat untuk membuang uneg-uneg dan rasa tidak suka pada seseorang saja. Tapi, ketika teman-temanku itu sedang bersenang-senang, akupun tak berguna lagi. Apa sih gunanya tempat sampah kalau pas lagi seneng-seneng. Hahaha *tertawa getir*

Hari ini aku baru menyadari kalau selama ini agak sia-sia juga aku berteman dengan mereka. Berawal dari pembicaraan singkat yang terjadi tadi pagi.
Sebut saja orang itu "Aya"
Aya: "Kamu nanti nggak ikut acaranya?"
Aku: "Nggak diundang kok. Jadi kayaknya nggak pantes aja buat dateng."
Aya: "Terus rencana kamu nanti mau ngapain? Si itu aja diundang lho, padahal jauh rumahnya."
Aku: "Aku nanti mau ngelanjutin kerjaan aja. Kalau si itu memang dia pernah punya hubungan dekat dengan tuan rumahnya."
Aya: "Ohh gitu. Tapi bukannya dulu kamu juga sering kesana."
Aku: "Emm, ya nggak sering sih cuma pernah beberapa kali. Aku juga nggak begitu kenal juga sama orangnya."
Aya: "Iya sih. Kayaknya acaranya agak tertutup. Jadi nggak etis juga kalau dateng tanpa diundang. Hahaha."
Aku: /mengangguk/
Aya: "Ehh, si SS diundangin nggak sih? Kayaknya dia termasuk orang yang penting dan punya jabatan disana. Seharusnya dia diundang lho."
Aku: "Nggak diundang juga. Aku kemarin sudah konfirmasi ke SS. Malah dia balik tanya ke aku."
Aya: "Sepertinya mereka sudah melupakan kamu. Atau gimana?"
Aku: "Nggak apa-apa sih dilupain. Toh mungkin emang aku yang salah karena sering tidak bisa meluangkan waktu untuk mereka. Lagian aku juga cuma apa sih? Debu? Emm, mungkin malah sejenis partikel yang nggak kelihatan. Cuman pas pakai mikroskop aja baru bisa kelihatan."
Aya: "Kok bisa gitu ya?"
Aku: "Nggak ngerti sih jalan pikiran mereka bagaimana."
Aya: "Kamu ada niat buat baikan sama mereka?"
Aku: "Baikan untuk apa? Aku merasa nggak ada yang perlu diperbaiki kok. Semuanya baik-baik saja."
Aya: "Hmmm. Bisa jadi kamu semacam terlupakan karena kamu kurang eksis."
Aku: "Kemungkinannya begitu. Lagian selain aku nggak eksis, aku juga tidak memiliki jabatan apa-apa dan tidak terkenal. Mereka kan lebih memilih bergaul dengan orang yang terkenal. Maksudnya, orang tuanya terpandang atau kaya. Berbeda banget kalau sama keadaanku."
Aya: "Masa sih begitu?"
Aku: "Coba kamu crosscheck sendiri deh."
Aya: "Ya ya ya. Lalu kamu sekarang mau ngapain?"
Aku: "Yang jelas mau nerusin kerja. Daripada nggak dapat gaji dan kena marah si boss. Untuk urusan acara tadi, nggak perlu dibahas lah. Besok tinggal tunggu aja salah satu dari mereka pamer dan mengumbar isi acara yang mereka tahu aku nggak hadir disitu. Sudah bisa ditebak kok."
Aya: "Hahaha, good luck ya!"
Aku: /mengangguk dan tersenyum/

Sunday, November 25, 2012

TRAGIS

Pagi itu aku bangun agak kesiangan karena memang malamnya aku tidur sudah larut.
Seperti biasa, aku selalu mengawali hari dengan meneguk segelas air putih dan mengecek handphone. Ada 3 SMS masuk. Yang pertama datang dari temanku. Yang kedua juga. Yang ketiga datang dari mantan gebetan. Hahaha (ketawa garing). Sebenarnya bukan aku yang gebet duluan, tapi dia. Dia udah aku anggap sebagai abang. Aku lalu membuka SMS tersebut. Isinya semacam sapaan yang hangat. Oke, ini SMS pertamanya sejak hampir 1 tahun kami nggak pernah ada komunikasi. Terakhir sih kalau nggak salah bulan Januari lalu. Aku sudah menggebu-gebu mau bales SMSnya. Tapi, ternyata pulsaku tidak mencukupi untuk membalas. Ya sudahlah, pikirku. Ternyata seharian hujan, akupun sukses bermalasan dirumah dan lupa untuk membeli pulsa. Hari berikutnya aku berencana membalas SMSnya setelah membeli pulsa. Pagi-pagi aku tulis sebuah SMS untuk membalasnya. Isinya kurang lebih sapaan, ucapan terimakasih karena telah menghubungiku, dan basa-basi tanya tentang kabar. Tak lama kemudian dia membalasnya. Isinya standar sih, cuma jawaban dari basa-basiku dan sebuah kalimat singkat, "Kabarmu gimana ****? -dia masih menggunakan sapaan akrabku sama dia dulu- Lama nggak denger kabarmu." Aku pun membalas lagi, sedikit berharap ada semacam obrolan yang cukup panjang pagi itu. Tapi bodohnya, aku cuma membalas begini, "Kabarku baik kok :)". Dia tidak membalas lagi. Sampai hari berikutnya pun tidak ada SMS dari dia.
TAMAT

image was taken from here

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net