Showing posts with label Information. Show all posts
Showing posts with label Information. Show all posts

Monday, April 20, 2015

Antara Aku dan Kebiasaan Menabung

Menabung hampir selalu menjadi sebuah wacana bagiku. Terkadang aku sudah sangat excited-nya untuk menabung dan sudah mengumpulkan pundi-pundi yang lumayan, namun hal ini tidak bertahan lama. Pernah sudah sampai sekian juta, kemudian ada saja hal-hal yang kemudian membuatku menguras tabungan, seperti: laptop mendadak mati, tas mendadak rusak, ada buku-buku bagus yang terbit subsequently, dan lain sebagainya. Alhasil, menabung adalah hal yang cukup sulit untuk aku lakukan.

Saking susahnya menyisihkan uang tanpa mengutak-atiknya di kemudian hari membuatku memutuskan untuk menjadikan "MENABUNG" sebagai salah satu resolusi 2015 ini. Mulai dari "nol" kataku waktu memutuskan untuk memasukan kegiatan menabung dalam daftar resolusi 2015. Sejak Januari lalu, aku mulai menyisihkan sebagian gajiku untuk ditabung, yah meskipun masih bolong-bolong alias masih sering aku comot untuk kebutuhan tak terduga yang sangat urgent tapi setidaknya saldo tabungan di bank masih bisa dibanggakan :)

Selain menabung, perencanaan keuangan yang baik harus menjadi salah satu plot yang wajib aku jalani demi terciptanya status financial yang kuat *ahh, bahasanya vickynisasi sekali*. Maksudnya, biar pengeluaranku lebih terkontrol. Toh, aku juga termasuk pekerja kantoran yang punya gaji pokok, jadinya membuat perencanaan keuangan bulanan bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan karena selalu ada income yang stabil tiap bulannya.

Post ini aku buat untuk self-reminder agar aku nggak asal-asalan lagi menggunakan gajiku tiap bulannya. Syukur-syukur bisa menabung dan bisa digunakan untuk traveling, memenuhi kebutuhan mendadak, memulai suatu bisnis, atau hal-hal lain yang memuaskan batin.

MARI MENABUNG!!!


~xoxo~

Friday, April 17, 2015

"Zonk" Moments This Week

Hi readers!!

Today is Friday. It means that this is the last day of the week I'm going to work and do my duty, then I will enjoy weekend. What happens in my office on Friday is that most of the workers are wearing Batik. You know, Batik is one of world's heritages which originally come from Indonesia. I love wearing Batik too because I feel wearing Batik does not only show our culture but it also makes us exotic :)

Poor prologue. Back to the topic! Do I refer to a topic yet? Blah! I haven't even stated what my topic for this post is. Pardon me. Well, what I'm gonna say on this post is what has been going on in my life lately. I must confess that I just made a passport. It's kinda late but it is better than never having it, right? I made my passport manually, I mean, I didn't use online method to apply for it. I just want to experience the process of making passport manually. So, here we go!

First of all, I went to the Immigration Office (Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta). Honestly, I planned to apply for e-passport but the Immigration Office in Yogyakarta doesn't provide this option yet. So, I applied for regular passport (which they call it "ordinary passport"). O ya, for your information, I arrived at Immigration Office at almost 7am, and there were a lot of people queuing for the same reason, applying for passport. I got number 40, by the way.

When it came my turn, I had to prepare all the documents including the form I had filled before. There, the officer checked all the documents, including the original ones, then asked my several questions. The questions were very basic and I thought it was very easy to answer them. The officer was very friendly.

Afterwards, I had to wait outside until the officer called out my name. It took more than an hour to wait outside before I took picture and finger-print scan for my passport. Then, here come the "zonk" moment! I came inside and got my picture taken. I checked the whole data of my-self to make sure that everything is correct. After that, the officer said to me that he could not issue the, what should I call it, "proof of application"? (yah, whatever!), to pay the expense at a bank. I had to wait for another day.

The next day, I came to the same office for getting the proof of application so that I could pay the expense at the bank. I got it, finally. But, another "zonk" moment came once again. The line for entering the payment code at the bank was offline. It means that I had to go to the bank the other day. What a waste!!!

Finally, yesterday I paid all the expenses required to proceed my passport. Then, what I should do next is visiting the Immigration Office next week to get my passport. I wish that there will be no more "zonk" moment I should go through. ^^




*Sorry for this unnecessary post. It's just my attempt to kill the time before attending a meeting. So, enjoy your day guys!!*


~xoxo~

Monday, October 28, 2013

Boyce Avenue's Charity Project

Hai Blogger!!
Kali ini aku mau membahas sesuatu yang penting dan serius. Ini berkaitan dengan project yang sedang dilakukan oleh Boyce Avenue. Eh, pasti udah pada tahu Boyce Avenue kan ya?? Kalau belum tahu siapa mereka, bisa googling atau cek post yang ini. Well, kali ini (sekalian mau merayakan Hari Sumpah Pemuda) aku mau share sedikit tentang project mereka seperti yang mereka tweet melalui akun resmi mereka @BoyceAvenue.


Sebelum bicara panjang lebar, aku mau share video yang diunggah oleh Boyce Avenue sendiri. Silakan disimak!


Gimana, udah disimak videonya? Tersentuh dengan isinya? Atau malah belum ngerti maksudnya? Hehehe. Oke, aku akan menjelaskan sedikit tentang project yang dimuat di video tersebut. Jadi, project yang sedang dan akan dilakukan oleh Boyce Avenue adalah peningkatan kualitas education atau pendidikan untuk anak-anak terutama di negara-negara berkembang dengan menyediakan sarana-prasarana (yang tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak). Anyway, buat yang belum tahu nih, negara berkembang itu contohnya ya kayak Indonesia. Nah, untuk projectnya kali ini, Boyce Avenue tidak berjalan sendiri, tapi mereka bekerjasama dengan yayasan Pencil of Promise. Pencil of Promise adalah yayasan atau organisasi non-profit yang memang concernya di bidang pendidikan untuk anak-anak (terutama di daerah yang kurang mampu). Sudah mengerti dengan projectnya??

Kalian para pemuda Indonesia juga bisa kok bantuin project ini karena memang bantuan kalian lah yang amat dibutuhkan disini. Cara untuk ikutan berpartisipasi dalam project charity ini adalah dengan menyalurkan donasi. Donasi disalurkan dengan cara "membeli" single terbaru Boyce Avenue yang berjudul "One Life" yang akan resmi diluncurkan di pasaran pada tanggal 29 Oktober 2013 (waktu Amerika). Kalian bisa membeli single tersebut melalui iTunes, Spotify, dan Amazon.com. Silakan ceki-ceki di ketiga web tersebut ya. Jangan ragu untuk 'membeli' single terbaru Boyce Avenue dan berdonasi di project ini. Upah kalian besar di Surga nantinya.


Selamat Berpartisipasi
~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, August 31, 2013

Book Store Haul

Setelah sekian lama nggak beli buku bacaan (baca: novel) baru, akhirnya kemarin malam kesampaian juga. Semalam aku dan mbak Indah jalan-jalan sebentar ke toko buku TogaMas Kotabaru. Awalnya sih tujuanku nggak jelas kesana, karena aku memang nggak ada planning sama sekali untuk mengunjungi toko buku di tanggal tua seperti semalam (baca: tanggal 30 Agustus 2013). Tapi, berhubung ajakannya ke toko buku TogaMas yang sering banget ngadain diskon, jadi aku mau-mau saja. 

Sesampainya disana, seperti biasanya acap kali aku ke toko buku, yang aku sasar pertama adalah rak novel-novel terjemahan. Aku memang cukup menggilai novel-novel terjemahan karena bahasanya unik menurutku. Selain itu, setting dan penokohannya juga lebih memancing imajinasi. Kali ini aku beli 3 novel terjemahan. Awalnya sih pengen beli 4 tapi berhubung cuma bawa uang Rp200ribuan jadi aku beli 3 dulu. Hahaha. Hemat ceritanya, kan tanggal tua.

Ini dia novel-novel yang aku beli:
Itu semuanya diskon 15% lho. Hehehe

Yang pertama ada novel "Confessions of an Ugly Stepsister". Menurut sinopsis di back cover-nya, novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang kakak tiri yang terasing dibalik ketenaran adik tirinya yang cantik dan menawan. Overall menurut sinopsinya, isi ceritanya hampir sama dengan cerita Cinderella, tapi tokohnya dibalik. Bukan Cinderella yang jadi tokoh utama tapi kakak tirinya. Setting tempatnya cukup menarik imajinasi yaitu Belanda pada abad ke-17. Novel ini belum aku buka sih, jadi belum tau isi cerita secara keseluruhan bagaimana. Tapi aku sempet search di Google dan nemu kalau novel ini dibuat sudah cukup lama bahkan sudah ada filmnya juga (bisa cek di Youtube). Tapi lebih penasaran baca bukunya sih, soalnya kadang kan cerita di novel dan di film dibuat sedikit beda.

Novel yang kedua adalah "Accidentally Fabulous". Ini novel bercerita tentang fashion designer gitu lah. Aku suka novel tentang fashion (seperti Confessions of a Shopaholic series, The Devil Wears Prada, dll). Settingnya dimana lagi kalau bukan di New York, pusat fashion dunia. Novel ini juga belum aku buka. Tunggu giliran deh ya.

Novel terakhir yang aku beli adalah "Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku". Kalau kamu baca blogku dari awal pasti tau dan familiar sama kesukaanku sama binatang terutama anjing dan kucing. Saat ini aku punya 2 kucing, satu di rumah nenek, satu di rumahku. Yang dirumahku namanya Cheeten. Aku beli novel Chicken Soup ini selain karena aku suka dengan kisah-kisah inspiratif yang selalu disuguhkan oleh Chicken Soup, juga karena aku suka kucing. Aku mau belajar banyak dari kucing. Hahaha. Novel ini sudah aku buka dan aku baca beberapa cerita di dalamnya. Sangat asik dan inspiratif menurutku.


Weekend ini akan aku habiskan dengan membaca Chicken Soup for the Soul: Pelajaran dari Kucingku. Hmm, pasti akan jadi weekend yang menyenangkan sekaligus penuh semangat. Yeayyy!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, August 21, 2013

Mengapa Kita Perlu Menggunakan Body Cream?


Body cream. Pasti sudah pada tahu kan ya, apa itu body cream. Yap, body cream adalah sejenis body lotion tapi kandungan dan teksturnya sedikit beda. Oke deh, mari kita bahas mengenai body cream dan mengapa kita perlu menggunakan body cream.

Alasan mengapa kita perlu menggunakan body cream:
1. Teksturnya Lebih Rich dan Creamy Dibandingkan dengan Body Lotion
Benar! Body cream memiliki tekstur yang lebih kaya dan sedikit pekat dibandingkan dengan body lotion pada umumnya. Ini karena body cream dibuat dengan campuran butter (bukan butter buat makanan lho ya) dan ada kandungan minyaknya. Dengan adanya kandungan butter dan minyak esensial di dalamnya, body cream sangat cocok untuk kamu-kamu yang memiliki kulit kering. Teksturnya yang rich sekaligus creamy mampu memberi kelembaban maksimal pada kulit sekaligus merawatnya.


2. Body Cream Melembabkan dengan Sangat Baik
Body cream itu lembabnya juarakkk! Ketahanan body cream untuk melembabkan dan menghidrasi kulit lebih lama dibandingkan dengan body lotion. Sekali pakai bisa lembab hingga berjam-jam bahkan setelah berkeringat pun masih lembab. Ada juga body cream yang tahan air lho. Jadi meskipun setelah cuci tangan atau kaki, tekstur kulit masih lembab dan lembut.

3. Body Cream Melembutkan Kulit
Ya, body cream memiliki fungsi ganda yaitu untuk melembabkan secara optimal dan menghaluskan. Jadi sangat praktis buat mereka yang tidak punya banyak waktu untuk melakukan perawatan kulit secara berkala. Menurut beberapa teman dan aku juga sudah membuktikannya sendiri, pemakaian body cream dalam jangka waktu yang lama (kira-kira minimal 1 bulan) dapat memperbaiki tekstur kulit menjadi lebih halus dan lembut. Namun sayangnya body cream kebanyakan tidak mengandung SPF jadi kurang direkomendasikan untuk mereka yang sering terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama.


4. Body Cream Memiliki Aroma Harum yang Lebih Kuat dan Tahan Lama
Body cream secara umum mengandung bibit parfum (meskipun sedikit banget). Itulah mengapa body cream memiliki aroma khas yang wangi dan segar. Aroma dari body cream bisa bertahan lama melekat di kulit lho, lebih lama dari aroma body lotion secara umum. Bahkan aroma yang khas dan tahan lama pada body cream bisa menjadi alternatif aroma terapi juga. Sangat pas untuk membangkitkan semangat dan sebagai mood booster setiap harinya.

5. Body Cream Mudah Meresap dan Dapat Digunakan di Seluruh Tubuh
Body cream memang bisa digunakan untuk seluruh bagian tubuh (kecuali wajah, daerah genital, dan bagian tubuh yang luka). Fungsinya untuk menghidrasi dan sebagai wewangian karena wanginya menempel di kulit dalam jangka lama (lihat poin 4). Selain itu, keunikan dari body cream adalah sifatnya yang mudah meresap di kulit (meskipun teksturnya creamy dan rich). Jadi nggak butuh waktu lama untuk menunggu si body cream meresap (tapi sayangnya tidak semua body cream begitu, meskipun sebagian besar produk body cream memang mudah meresap di kulit)


Tips:
Agar tubuh kamu semakin wangi dan ternutrisi dengan baik, disarankan untuk memakai body cream setelah mandi pagi atau sore. Selain itu, kamu bisa memilih body cream yang memiliki aroma/wangi yang senada dengan shower cream/body wash kamu. Bisa juga disamakan dengan wangi parfum yang kamu pakai lho. 


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Tuesday, August 20, 2013

Tips Merawat Washable Face Mask

Hi blogger!
Di post kali ini aku mau membahas washable face mask atau masker muka yang bisa dicuci. Btw, maksudnya bukan facial mask ya. Ini face mask alias masker yang dipakai buat nutupin mulut dan hidung guna menghindari paparan asap kendaraan bermotor atau untuk menghindari penularan virus flu dan batuk. Bentuk maskernya yang kayak gini nih:


Berbeda dengan masker yang sekali pakai itu, masker jenis ini perlu perawatan khusus. Ya, nggak khusus-khusus amat sih. Tapi guna menghindari penimbunan bakteri, senyawa karbon, dan jamur, masker kayak gini perlu banget buat dijaga kebersihannya. Begini caranya:

1. Cuci Masker Sehabis Dipakai Maksimal Setelah 2 Hari Pemakaian
Well, sesungguhnya masker kain seperti ini harusnya dicuci minimal 1 hari sekali seperti kalau kita mencuci pakaian. Kenapa? Karena layaknya pakaian, masker ini terbuat dari kain yang berpori-pori. Pori-pori itulah tempat yang nyaman untuk bakteri atau virus untuk stay dan berkembang. Selain itu, keadaan hidung kita kan basah karena respirasi/pernafasan jadi gampang banget buat jamur untuk berkembang juga disana. Masa iya kita pakai masker buat menghindari paparan langsung senyawa karbon, eh hidung kita secara langsung menghirup jamur tiap hari. Hiyy, bisa-bisa jadi jerawat atau alergi juga lho. Nggak mau kan?

2. Cuci Secara Tersendiri Dengan Air Hangat dan Disinfektan
Untuk menghindari kontaminasi, kamu harus memisahkan si masker dari cucian lain. Selain itu, kamu juga perlu menggunakan air hangat dan atau menambahkan disinfektan di air cucian atau bilasan. Contoh disinfektan yang aman dan tidak menimbulkan alergi adalah cairan Dettol. Kamu tinggal nambahin satu atau setengah tutup botol Dettol ke air cucian/bilasan. Gampang kan! Kalau nggak suka yang berbau kimia/obat, kamu bisa pakai air perasan jeruk lemon. Air perasan jeruk lemon adalah salah satu disinfektan alami.

3.Jemur di Tempat Panas Setelah Itu Jangan Lupa Disetrika
Well, meskipun kecil bentuknya, jangan sembarangan buat jemurnya ya. Jemur di tempat panas sangat efektif untuk melumpuhkan kuman/bakteri/virus yang bersarang di pori-pori kain. Setelah kering dan sebelum disimpan di almari, ada baiknya disetrika terlebih dahulu. Menyetrika juga bisa membantu melumpuhkan kuman/bakteri/virus yang menempel pada kain.

4. Simpan di Tempat yang Kering dan Tertutup
Pastikan kamu menyimpannya di tempat yang kering dan tertutup. Jangan hanya digantung atau diletakkan begitu saja diatas meja, dsb. Dengan menyimpan washable mask yang sudah dicuci dan disetrika di tempat yang kering dan tertutup, pasti nantinya si washable mask akan lebih aman saat dipakai.

Sekian.



~Hug & Kiss~
xoxoxo


Thursday, August 15, 2013

Praise The Lord!!! Now I Am A Bachelor of Education


Praise the Lord! Praise the Lord! Praise the Lord for everything. I was so speechless since I received a piece paper announcing the result of my thesis defense, this afternoon. Now I am a Bachelor of Education!! I am so excited, by the way :)

Honestly, I did not expect too much about the result of my thesis defense because my examiners gave many recommendations and suggestions for my thesis. Somehow, I turned into a pessimist, but I did not stop praying to Jesus, my Lord, while waiting for the announcement which was held one day after my defense. Praise the Lord! The result was too amazing to explain.

Well, I think it is enough for the celebrations. What I should do now is starting to revise my thesis. There are a lot of things to revise. Okay! Let's finish it!

*By the way, the date above the signature of the Chairperson is written as August 30, 2013 because according to the regulation, the Yudisium should be held at the end of each month where the thesis defense is taken. But, I don't care! hahaha*

~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, July 13, 2013

Alergi dan Skripsi :)

Hai hai!! Lama banget ya aku nggak nulis post. Sekitar semingguan deh ya. Well, bukan kenapa-kenapa sih. Cuman memang lagi sibuk dan mood sedang berantakan. Hahahaha. Beberapa waktu yang lalu aku bener-bener lagi sewot. You know, aku punya kulit sensitif yang mudah banget alergi kalau kena sesuatu yang nggak cocok. Alergiku yang paling sering itu adalah alergi debu. Jadi aku kalau kena debu rumah, misalnya waktu nyapu atau beberes rumah, pasti kulit langsung bentol-bentol, memerah, dan gatal. Nah, aku juga sering alergi terhadap produk skin care. Kali ini aku kena alergi lagi. Skin care (produk baru) yang aku pakai membuat kulitku gatal luar biasa dan pori-porinya nongol (bengkak). Padahal aku baru sekali pakai lho di tangan dan kaki (itu juga belinya gegara lihat iklan di TV). Hasilnya ya itu tadi, gatel-gatel sepanjang hari. Jadi selama sekitar semingguan ini aku stop pemakaian semua skin care. Sabun mandipun aku ganti dengan sabun bayi. Tersiksa iya banget, apalagi kulitku jadi tampak kusam banget -__-

Well, selain itu aku juga lagi sibuk ngurusin ini itu (baca: skripsi) karena aku pengen cepet-cepet pendadaran. LOL. Iya, aku sadar aku udah kuliah melebihi batas waktu yang aku buat dulu pas awal-awal masuk kuliah. Tapi aku udah terlanjur tergiur dengan yang namanya kerja & cari duit, makanya sampai keteteran. Hohoho. Kabar buruknya, aku belum sempat nge-haul juga. Hahaha. Nggak penting banget!! Besoklah kalau ada waktu, mau nyari-nyari apa gitu. Hahaha. O iya, ini udah masuk bulan Ramadhan ya. Anyway, happy fasting to all my Moslem friends and relatives.


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, June 29, 2013

Hobi = Pemborosan???

Q: Apa sih hobi itu menurut kamu? 
A: Kalau menurutku, hobi itu kegiatan-kegiatan spesifik yang membuat kita senang dan gembira dalam melakukannya dan akan terus berkelanjutan. 
Q: Hobi kamu apa?
A: Banyak. Secara garis besar aku hobi koleksi baju atau akesoris yang unik, hobi belanja, hobi koleksi kuteks, hobi mainan yang unyu-unyu dan cantik, hobi koleksi segala sesuatu yang warna-warni, hobi mendengarkan musik, hobi menyanyi, hobi menari, hobi menonton film, hobi menulis, hobi jalan-jalan, hobi motret, dan hobi membaca, dan macem-macem lagi. Haha.
Q: Berapa duit kamu keluarkan buat hobi kamu setiap bulannya?
A: Wah, nggak ngerti juga. Aku jarang itung-itungan gitu. Modal nekat sama ikhlas aja. Jadi nggak perlu dihitung-hitung gitu lah.
Q: Jadi kamu termasuk boros ya soal hobi?
A: Hmmm, bisa dibilang begitu. Eh tapi, aku nggak setuju dengan istilah boros di hobi.
Q: Kenapa?
A: Soalnya ya, hobi itu menurutku termasuk penyaluran bakat, energi, kreatifitas, yang menghasilkan timbal balik berupa peningkatan mood, rasa bahagia, rasa percaya diri, dan rasa bangga serta menghilangkan stress dan meminimalisir kecenderungan depresi dan mudah lupa.
Q: O ya? 
A: Menurutku sejauh ini sih begitu. Ya daripada punya hobi suka nggunjingin orang kan mending punya hobi yang bisa meningkatkan rasa bahagia dan menghilangkan stress tanpa merugikan orang lain. Lebih setuju lagi, kalau dari hobi bisa jadi sumber penghasilan. Misalnya hobi menulis terus bisa sampai nulis novel atau buku. Kan, lumayan tuh royaltinya.

Jadi pada intinya, orang yang punya hobi dan sangat menyukai hobinya itu nggak bakal deh terus itung-itungan berapa uang yang dihabiskan, kapan balik modal, etc. Justru orang yang terlalu perhitungan, menurutku, menurutku lho ya, dia menjalani hobinya dengan setengah hati. Atau malah, bisa jadi cuman ikut-ikutan. Misalnya temennya punya hobi membuat aksesoris handmade, karena nggak mau kalah terus ikutan buat tapi sebenernya dia nggak punya bakat dan rasa cinta pada hobi tersebut. Ujung-ujungnya juga nggak akan bertahan lama dan malah sia-sia. Tapi, lain soal kalau hobinya SHOPPING. Hihihi. Musti itung-itungan juga, kalau enggak bisa-bisa numpuk hutang, kan malu -__-

So, kalau ada orang yang nggak suka atau sirik sama hobi yang kamu geluti, santai aja. Apalagi kalau sampai dinyinyirin soal uang yang dihabisin buat hobi kamu. Tenang, kamu seharusnya malah kasian lho sama orang itu. Kenapa? Karena pasti dia tidak punya hobi yang cukup menyenangkan untuk dijalani sehari-harinya. Kalau dia punya, dia pasti nggak akan nyinyirin hobi kamu. Teruslah berkarya dan berkreasi dengan hobi kamu, apapun itu. Who knows kalau suatu hari kamu bisa terkenal atau mendapatkan penghasilan sendiri dari hobi kamu itu. Cheers!!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, June 26, 2013

Please, Jangan Sebut Kanan atau Kiri!

Well, di post kali ini aku mau sedikit cerita tentang diriku dan "kekurangan" yang aku miliki. Sebenernya sudah sejak lama aku pengen ngebahas ini di blog, cuman aku masih bingung mau ngebahasnya gimana. Setelah tadi beberapa jam ngobrol di perpus sama mbak Indah dan sepulangnya searching-searching, ternyata apa yang aku alami selama ini tergolong semacam "kelainan". Wahahaha, nggak separah itu juga sih. Intinya, aku itu tipe orang yang TIDAK BISA MEMBEDAKAN KANAN dan KIRI. Jangan ketawa, please!

Iya, sejak kecil sampai usia 22tahun sekarang ini, aku masih kikuk kalau disuruh bedain kanan dan kiri. Aku ngerti kalau tangan kanan untuk makan dan nulis, dan tangan kiri untuk ceb*k, ups! Aku juga tahu kalau orang kidal nulis/mengerjakan sesuatu pakai tangan kiri, btw kakak ipar sepupuku itu kidal. Tapi, kalau aku ditodong kalimat, "nanti di depan belok kiri ya", langsung blank, mana kiri mana kanan aku nggak ngerti. Beberapa orang di sekitarku kadang menganggapku aneh karena nggak bisa ngebedain mana kanan dan mana kiri. Tapi memang membingungkan. Kalau arah utara, timur, selatan, dan barat aku tahu, tapi kalau kanan dan kiri (padahal cuman 2) aku selalu kebingungan untuk membedakan. 

Pas ngobrol-ngobrol tadi, ada kecenderungan aku mengalami salah satu jenis Disleksia, tapi aku bisa baca, nulis, mengeja, dan memakai sendal/sepatu tanpa terbalik. Aku juga bisa menali tali sepatu sendiri sejak SD, cuman aku nggak bisa ngapalin tali temali Pramuka. Sumpah! Susah banget itu simpul-simpul. Arrggghhh!! Kemudian ada juga kecenderungan aku mengalami masalah psikologi. Tapi nggak deh ya, aku rasa aku masih baik-baik saja. Ada juga pembahasan (dari internet) kalau kelainan tidak bisa membedakan kanan dan kiri bisa memicu memory loss. Tapi aku nggak ngerasa gitu, ingatanku masih baik terutama long term memory-nya ASALKAN bukan memori tentang hitung-hitungan/rumus-rumus yang rumit yang ada di pelajaran IPA/Matematika sewaktu SMP/SMA dulu. Kalau yang nggak rumit, aku masih ingat dan tahu cara ngerjainnya sampai sekarang. Nah, alasan yang paling logis itu aku nemu di sini

Di situs tersebut dibahas kalau kecenderungan tidak bisa membedakan kanan dan kiri disebabkan oleh ukuran/letak otak kanan dan kiri yang asimetris. Duh, ngeri! Jadi respon spatial (arah dan ruang) kurang berfungsi dengan baik. Yes, aku akui kalau aku buruk di bidang spatial terutama yang berhubungan dengan arah. Jadi kalau kalian bertemu denganku di jalan, please jangan tanya arah atau jalan menuju suatu tempat padaku. Dijamin, kalian akan nyasar, LOL! Aku sendiri aja sering banget nyasar, hahaha. Jadi aku paling takut kalau disuruh ke suatu tempat asing sendirian. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku nggak mau bekerja di rantau. O ya, aku juga mulai menyimpulkan kalau memang kemungkinan ukuran/letak otak kanan dan kiriku kurang simetris, karena aku sering banget migrain (sakit kepala sebelah). Eh, tapi itu kesimpulanku sendiri lho! Hihihi. Selain itu, dalam situs tersebut dibahas bahwa kaum wanita memang memiliki tingkat kesulitan membedakan arah dan lambatnya respon spatial lebih tinggi dibanding pria. Nggak tau gimana ceritanya, tapi memang begitu adanya. Hahahaha.

Pernah ada beberapa kejadian lucu berhubungan dengan arah kanan dan kiri yang mengesalkan itu. Jadi, waktu itu aku ke Ambarukmo Plaza (Amplaz), sebuah mall besar di Jogja. Nah, aku kan berboncengan dengan temanku naik motor (aku di depan), kita memutuskan untuk parkir di lantai bawah/basement. Pas abis ambil tiket parkir, aku bermaksud mencari lokasi parkir yang longgar. Tiba-tiba ada bapak-bapak penjaga parkir bilang sama aku, "Kiri mbak, ambil yang kiri!" Aku kan nggak ngerti kanan-kiri, aku asal belok aja, ternyata yang aku ambil adalah arah kanan. Si bapak kayaknya jengkel, dia bilang, "Disuruh ambil yang kiri malah ke kanan!" Sambil malu-malu aku bilang sama si bapak, "Maaf Pak, saya nggak bisa bedain kanan sama kiri." Si Bapak terlihat bengong, "Masa udah gede nggak tahu kanan-kiri!" Aku cuma cengegesan aja. Lah, emang nggak bisa, mau gimana??

Selain kejadian itu, aku sewaktu SMP dan SMA paling takut dengan seleksi Tonti (Pleton Inti) atau Pasukan Baris Berbaris. Kenapa? Jelas, alasannya karena aku nggak bisa bedain kanan dan kiri. Jadi aku paling takut dan deg-degan kalau suruh ikut seleksi Tonti (mana wajib pula). Akhirnya, ya itu, aku selalu dapat hukuman karena aku selalu salah arah (apalagi waktu acara mata ditutup pakai kain slayer). Makin nggak tahu arah aku. LOL. Akhirnya, pas SMA aku memutuskan untuk menandai tangan kanan dan kiriku. Aku pakai jam di tangan kiri. Jadi selain tangan yang pakai jam, pasti tangan kanan/arah kanan. Ternyata sukses lho, aku bisa masuk dalam pasukan Tonti. LOL.

O ya, ada juga beberapa hal yang aku alami, entah berkaitan dengan "keunikan/kelainan" yang aku miliki atau tidak. Pada intinya, aku ini nggak bisa yang namanya menjadi orang yang multitasking atau dapat mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang sama. Jadi semisal aku lagi telponan, ya telponan aja. Padahal temenku yang lain bisa telponan sambil makan, sambil nulis, sambil ngegame. Aku nggak bisa. Hikss. Aku juga lemah dalam hal hitung-hitungan dan rumus. Memoriku mengenai rumus-rumus yang rumit sangat mudah menguap alias lupa. Makanya, aku kuliah ambil jurusan bahasa. Kalau urusan bahasa (asal bukan rumus-rumus) aku lumayan jago. Anyway, saking mudah lupanya sama rumus-rumus atau apapun yang berbau hitung-hitungan, kadang kalau teman-temanku membicarakan soal rumus atau istilah dalam rumus, aku nggak ngerti. Nggak ingat sama sekali, meskipun mereka sudah ngasih hint, "yang itu lho, yang pakai akar kuadrat". Tetep aja nggak ingat. LOL.

Tapi, saat ini kesulitan membedakan kanan dan kiriku sudah sedikit berkurang. Aku sudah intens melatih instingku (halah!) untuk bisa membedakan mana kanan dan mana kiri. Yah, lumayan sih, kalau ada petunjuk kanan atau kiri sudah bisa paham. Cuman, memang kalau soal refleks membedakan kanan dan kiri dengan cepat aku masih kesusahan. Gapapalah, yang penting aku sudah mencoba mengurangi "gagap kanan kiri"-ku.

Sebenarnya, "kelainan" ini nggak berbahaya sih, sejauh yang aku alami sendiri. Hanya saja, sangat-sangat mengganggu karena respon/reflek otak dengan arah kanan dan kiri nggak maksimal. Apalagi, banyak orang "normal" yang nggak ngerti dan nggak mau tahu soal "kelainan" ini. Intinya, kami yang memiliki kesulitan membedakan arah kanan-kiri bukannya bodoh tapi mungkin memang ada faktor genetik yang mempengaruhi. So, please please please, jangan meremehkan atau menganggap apa yang kami alami itu lucu ya. Juga, jangan pakai "kode verbal" kanan atau kiri di depanku (mendingan menunjuk langsung arahnya deh). Karena instruksi verbal kanan-kiri membuatku bingung, aku susah bedainnya. Hikss!

Eh, adakah yang memiliki "keunikan" yang sama denganku?? Mungkin bisa share di kolom komen :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Tuesday, June 11, 2013

Waspadai Ketidaksopanan di Dunia Maya


Berinteraksi di dunia maya dan di jejaring sosial memang menjadi candu yang baru bagi seluruh manusia modern di dunia. Jejaring sosial dan dunia maya bak sudah menjadi kebutuhan pokok yang mengalahkan sandang, pangan, dan papan. *besok buku IPS diganti deh materinya, kebutuhan primer itu Internet & jejaring sosial, LOL* Tapi layaknya hidup di dunia nyata, hidup di dunia maya juga ada peraturan tidak tertulisnya lho. Namanya Netiket. Udah pada tahu belum netiket itu apa? Netiket itu internet + etiket alias tatacara dalam menggunakan internet.

Jadi dalam menggunakan internet itu ada etiketnya secara tidak tertulis maupun tertulis (bdk: UU ITE). Seperti halnya kita hidup dengan tetangga dan orang-orang di sekitar kita, pastilah ada etiket tak tertulis yang disebut sopan santun. Well, ngomong-ngomong soal bersopan santun di Internet, pastilah ada banyak pengguna internet atau netizen khususnya jejaring sosial yang attitude-nya bisa dikatakan nol atau minus. Ya, aku sendiri juga sering ketemu dengan sesama pengguna internet yang semacam itu. Entah motif mereka apa, tapi terkadang ketidak sopanan mereka itu sangat mengganggu. Ada banyak kok jenis-jenis ketidak sopanan dalam berinternet khususnya di jejaring sosial. Berikut aku rangkumkan beberapa yang sering terjadi. Avoid doing these if you want your internet friends to love you!!

1. Mengumpat Orang di Jejaring Sosial
Well, mengumpat di jejaring sosial itu tidak salah sebenarnya, tapi sebaiknya dilakukan dengan kapasitas yang "tau diri". Just remember that social network is not your own. Many people use it too and they have their own rights to use it without getting annoyed. Semisal kamu ada masalah dengan orang lain, sebaiknya masalah tersebut diselesaikan diluar forum internet (jika memang bisa diupayakan). Mengumpat di internet itu sebenarnya tidak berguna tapi justru malah merugikan. Bayangkan saja kalau kamu mengumpat orang di jejaring sosial, semua orang yang "berteman" denganmu akan membaca. Lalu apa yang akan terjadi padamu, padanya, dan pada pengguna lain. Kamu akan rugi sendiri pastinya.

2. Menanyakan Informasi Privat dalam Forum
Ini benar-benar tidak sopan. Entah atas dasar pengen kenalan atau pengen cari gebetan, atau apalah. Tapi menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi di jejaring sosial atau sebuah forum dunia maya itu tidak sopan. If you want to ask politely, you can ask her/him privately via private message. Ya, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sudah menyediakan fasilitas private message dan direct message. Kita bisa menggunakannya kalau-kalau kita ingin menanyakan sesuatu yang bersifat privat.

3. Mengupload Foto "Jelek"
Banyak kejadian yang tidak mengenakkan terjadi gara-gara foto yang terupload di dunia maya. Yang dimaksud foto "jelek" disini bukan berarti foto kita dalam keadaan jelek atau bagaimana. Tidak. Yang dimaksud adalah foto yang dapat menimbulkan ambiguitas dan dapat menimbulkan salah persepsi yang dapat menjatuhkan. Mungkin mengupload foto "jelek" tersebut memang lucu dan bisa jadi bahan lelucon seru. Tapi, pikirkan juga dong perasaan orang lain yang ada di foto tersebut. Bisa aja kan, gara-gara kita "salah" upload foto temen atau sahabat kita mendapat masalah. So, berhati-hati sebelum mengupload foto. Kalau perlu, tanyakan dulu pada yang bersangkutan apakah dia menyetujui kalau foto-foto tersebut diupload secara sepihak oleh kita.

4. Mengirim Chat pada Orang yang Belum Dikenal Terlalu Intense
Tindakan tidak sopan di jejaring sosial selanjutnya adalah mengirim chat pada orang yang belum dikenal terlalu intense. Well, entah karena iseng atau karena nggak ada kerjaan, banyak orang yang melakukan hal-hal ini. Setuju atau tidak setuju, tapi bagi sebagian orang khususnya para ladies, chat dari orang yang belum atau kurang dikenal sedikit mengganggu bila dilakukan terlalu sering. Apalagi kalau tujuannya tidak begitu jelas. Lebih-lebih seringkali bahasa yang digunakan terlalu "rude".

5. Tidak "Empan Papan"
Nah, ada lagi lho bentuk tindakan tidak sopan di jejaring sosial, yaitu tidak "empan papan". Maksudnya si pengguna jejaring sosial ini tidak bisa menempatkan diri. Misalnya ada teman yang sedang tertimpa musibah, dia dengan seenak jidatnya menjadikan peristiwa yang dialami temannya itu sebagai lelucon. No, that's not funny!!! Mind set orang jaman sekarang memang cenderung menjadikan "apapun" sebagai lelucon tanpa mempedulikan perasaan dan keadaan orang lain padahal itu sama sekali tidak sopan lho.

Hmm, ternyata cukup banyak ya masalah "ketidaksopanan" yang ada dan terjadi di dunia maya. Ada baiknya sih kita menjaga diri untuk nggak ikut-ikutan berbuat demikian. Hehehe. Bukannya sok bijak, tapi setidaknya jika kita sopan maka orang lain akan segan. Yuk lebih tingkatkan etiket berinternet. :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, June 5, 2013

Pets: Companions or Just Animals?

Menurut survey, hampir semua orang di dunia ini pasti punya hewan peliharaan, entah itu anjing, kucing, kambing, ayam, jangkrik, ataupun kutu rambut #eh. Ngomong-ngomong soal hewan peliharaan, aku juga punya beberapa hewan peliharaan. Salah satunya si kucing Cheeten yang biasa aku panggil "Miu Miu" ini (dia aku panggil "Miu Miu" karena suaranya bukang "meong" tapi "miu" LOL). Kucingku yang satu ini cukup istimewa buatku, selain karena dia punya mata biru yang unik dan cantik, dia juga menjadi sahabat baruku. Iya, aku suka hewan dan aku respect sama mereka, karena bagiku semua hewan itu ciptaan Tuhan, sama halnya dengan manusia dan tumbuhan. Jadi kalau aku respect sama manusia, mengapa tidak respect sama hewan? 

Well, menurut penelitian, hewan peliharaan itu bisa lebih dari sekedar hewan, mereka juga bisa menjadi companion alias teman yang baik dan setia dengan tuannya. O ya, sebelum punya Cheeten, aku punya kucing lain namanya Miss Keong, dia tinggal di rumah nenekku. Aku dulu juga punya anjing namanya Molly. Tapi sayangnya dia mati diracun, dan kejadian itu membuat aku trauma sampai nangis beberapa hari. Aku jadi kasian kalau mau pelihara anjing, kasian kalau dia bakal mati karena diracun. Kalau kucing mah, siapa juga berani ngeracun, katanya pamali nyakitin/bunuh kucing. Hihihi.

R.I.P Molly

Berbicara mengenai manfaat memiliki hewan peliharaan (bukan hewan ternak lho ya), ada banyak lho ternyata manfaatnya. Bagi manula memelihara hewan seperti anjing, kucing, dan burung bisa meningkatkan daya imun karena hati dan pikiran mereka bahagia. Selain itu, anjing, kucing, burung, ikan, kura-kura, kuda, dan segala macamnya bisa menjadi teman di kala sepi. Meskipun mereka tidak berbicara layaknya manusia, tapi mereka tahu dan paham pada perintah-perintah yang kita berikan (kecuali si ikan dan kura-kura, LOL).

Aku juga gitu, kalau lagi jenuh dengan kerjaan dan lagi sepi di rumah, aku suka main sama Cheeten. Dia lucu banget. Apalagi kalau disentuh perutnya, terus guling-guling kegelian gitu. LOL. Kadang aku sampai ketawa-ketawa sendiri kayak orang gila. But, you know, my stress relieved!! Ya, aku jadinya seneng. Kenapa? Karena selain lucu, Cheeten juga nggak banyak nuntut (mau nuntut apa coba?). Dia pendengar yang baik meskipun nggak ngerti aku ngomong apa, dia penurut, dan yang penting SHE NEVER TALKS ABOUT ME BEHIND MY BACK! Itu yang aku banggain dari hewan peliharaan. Mereka nggak munafik dan bermuka dua (eh, eh, malah jadi ngomongin apa ini??). Itulah mengapa banyak orang suka memiliki hewan peliharaan, karena mereka jujur dan apa adanya.

Waktu aku nulis post ini, Cheeten lagi tiduran di deket kaki. Dia kekenyangan kemudian ngantuk. LOL. Cheeten juga pinter lho, dia udah tahu dimana musti BAB  dan BAK. Sekarang Cheeten sudah berumur kurang lebih dua minggu lho, beratnya sudah hampir 1 kg.

best regards for you from Cheeten "Miu Miu"


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Wednesday, May 29, 2013

Perlu Nggak Sih Ngasih Password Penting ke Pacar?

Aku bikin postingan ini berawal dari rasa gemes campur sebel sama suatu kejadian di Facebook. Ceritanya, ada salah satu temenku, yang punya online shop di FB, marah-marah gegara ada orang yang beli baju di dia dan janjian buat COD tapi ternyata nggak ada kabar padahal bajunya sudah ready. Sebenarnya bukan masalah tanggung jawab yang bikin aku gemes campur sebel tapi latar belakang ceritanya.

Aku sendiri memang sempet mengetahui kalau, sebut saja mbak Mawar, memesan baju ke temenku. Soalnya saat itu kebetulan aku dan dia komen di foto yang sama. Aku nggak tahu pasti sih kelanjutannya gimana, tapi intinya dari pihak temenku, dia jadi pesen 1 baju seharga kira-kira Rp80ribuan. Aku sih nggak mau ikut campur secara langsung karena aku memang nggak tahu duduk permasalahannya dimana, cuma aku kepo-kepo dikitlah akun temenku dan akunnya mbak Mawar. 

Temenku mengaku kalau mbak Mawar mangkir dari janji. Dia bilang mau COD dan sms ke temenku sehari sebelumnya. Pas hari H temenku mencoba menghubungi mbak Mawar lagi untuk memastikan jam dan tempat janjian. Tapi nomor handphone mbak Mawar tiba-tiba aja nggak aktif. Selain itu, ternyata mbak Mawar sudah memblokir FB temenku, jadi temenku nggak bisa kontek si mbak Mawar ini. Karena kesal, temenku pun mengumpat lewat status di FB. Akhirnya, setelah beberapa jam mbak Mawar muncul dan marah-marah. Anehnya, dia muncul dengan akun FB seorang cowok. Nggak tahulah itu pacarnya atau siapa, tapi dia marah-marah dan mengeluarkan kata tidak sopan. Satu hal yang bikin aku ngakak gemes itu, kata-kata si mbak Mawar yang begini, "...Kamu nggak tahu posisiku gimana. Jangan asal nuduh dong mbak! Pencemaran nama baik namanya!..." Lah, kalau dipikir-pikir urusan temenku sama posisi dia apa?? Padahal dia sendiri yang minta janjian buat COD sama temenku. 

Selain itu masih ada lagi yang bikin ngakak campur prihatin, dia bilang kalau FBnya yang megang mantan pacarnya. Padahal jelas-jelas aku lihat sehari sebelum kejadian si mbak Mawar statusnya bilang kalau dia habis belanja sebanyak ratusan ribu rupiah. Terus ada temennya (yang FBnya dipakai buat marah-marah ke temenku) komen "Udah puas kan? Badanku capek semua", si Mbak Mawar bales, "Jangan kapok nemenin aku jalan-jalan ya." Nah lo?? Itu gimana ceritanya? Kalau dipikir pakai logika, pakai logika lho ya, yang jalan-jalan seharian ditemenin sama cowok (yang komen) itu siapa? Mantan pacar mbak Mawar atau mbak Mawar sendiri? Atau jangan-jangan setelah belanja ratusan ribu rupiah sehari itu mbak Mawar diputus sama pacarnya? Terus FBnya mbak Mawar dipakai sama (mantan) pacarnya? Nah berarti yang order baju dulu itu mbak Mawar yang asli atau (mantan) pacarnya? Bingung kan? Aku juga.

Ternyata kejutan dari stalking akun FB temenku *maaf ya cint* belum selesai sampai disitu, aku nemu komen pembelaan dari mbak Mawar selanjutnya kalau nomor HP dia (yang dipakai buat janjian COD dengan temenku) yang megang mantan pacarnya. FB dia yang jumlahnya ada 3 yang megang juga mantan pacarnya. Wait! Itu mantan apa mantan? Masa iya sampai nomor HP juga dipegang sama mantannya. Nggak nemu logika ya kalau ditelusuri dari awal. Kelihatan banget kalau dia mau nipu. Ya nggak sih? Tapi aneh bin ajaibnya, setelah dia memenuhi janjinya untuk mengambil dan membayar baju yang sudah dia pesan ke temenku, di FBnya (FB mbak Mawar yang katanya dipegang mantannya) dia nulis status yang isinya tentang kejadian "bentrok" dengan temenku tadi, dengan bahasanya yang khas. Nah, kalau mbak Mawar aja masih bisa ngakses FBnya kenapa dia nggak ganti password aja? Padahal jelas-jelas akun FB tersebut sudah disalahgunakan (atau jangan-jangan mbak Mawar cuma bohong ya? Awalnya mau nipu tapi takut pencemaran nama baik tadi, bihihiihik). Ada kemungkinan kan kalau nanti si mantan usil lagi terus order-order baju lagi di OlShop yang lain. Anyway, ini mantannya cowok apa cewek sih sebenernya? Jadi curiga.

Oke, back to the topic, intinya ilustrasi (kejadian nyata, ding) diatas adalah topik yang akan aku bahas. Sesuai dengan judulnya, "Perlu Nggak Sih Ngasih Password Penting ke Pacar?" Menurutku sih nggak perlu. Jujur saja, aku sangat nggak setuju dengan yang namanya sharing password, baik itu sama pacar atau sama siapapun. Menurutku password itu sesuatu yang sangat intim, sangat pribadi atau private. Memang sih, katanya sharing password atau sharing akun di jejaring sosial adalah bentuk keterbukaan dan saling jujur dengan pasangan. Tapi maaf, aku tidak sejalan dengan paham tersebut. Bisa saja kan kejadiannya sama dengan yang dialami mbak Mawar yang katanya 3 akun FBnya dipegang sama (mantan) pacarnya semua. Nah, kalau kejadian kayak gitu yang rugi siapa? Nama baik siapa yang tercemar? Kalau sama suami atau istri masih mending lah ya, karena ada ikatan sakral pernikahan, jadi kemungkinan untuk terjadi penyalahgunaan password lebih minimum.

Ngomong-ngomong soal sharing password dan akun di jejaring sosial, ada banyak kasus yang pernah aku lihat sendiri. Kebanyakan kasusnya berlatarbelakang dendam dengan mantan pacar. Sang mantan yang sakit hati tersebut ingin menjatuhkan mantan pacarnya atau ingin menghancurkan nama baik mantan pacarnya dengan cara yang sangat KEKANAK-KANAKAN dan tidak humanis. Sebenarnya password itu kan gunanya untuk memproteksi akun pribadi kita jadi cukup kita pribadi dan Tuhan dan server yang tahu. Sebab, meskipun sudah ada undang-undang ITE kejahatan seperti ini susah juga untuk diminimalisir ataupun ditanggulangi. Kalau mau terhindar ya kuncinya itu tadi, proteksi diri sendiri. Nggak salah kok sharing password atau akun dengan pasangan, tapi hati-hati ya. Minimal, kalau mau putus, ganti password dulu, biar doi nggak bisa buka akun kita. LOL *just kidding*


Happy Wednesday!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, May 25, 2013

7 Tahun Gempa Jogja: Mengingat Kembali Kejadian 27 Mei 2006

Pagi itu, jam dinding belum juga menunjukkan pukul 6 pagi. Aku baru bangun sekitar jam 5.50, sekitar 5 menit sebelum kejadian alam maha dahsyat itu terjadi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pagi itu memang aku wajib bangun pagi karena hari itu di SMAku ada pelajaran jam ke-0. Aku masih duduk di kelas 1 SMA semester 2 kala itu. Tidak biasanya pagi itu, setelah aku bangun tidur, aku melangkahkan kaki keluar rumah. Aku keluar melalui pintu belakang-samping yang mengarah ke kebun di samping rumah. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan waktu itu. Bapak sudah berangkat kerja karena beliau biasa berangkat sebelum jam 6 pagi. Ibukku sedang memasak di dapur dan adikku sedang menonton televisi. 

Sewaktu aku sedang berdiri di samping rumah, tiba-tiba aku mendengar suara keras yang hampir menyerupai suara dentuman ditambah suara seperti gas truk yang dipacu. Sepersekian detik aku sempat berpikir kalau ada kecelakaan di jalan dekat rumahku, namun ketika aku hendak berbalik, tanah yang kupijak bergoyang dengan kerasnya. Tanpa berpikir panjang, aku lari dari samping belakang rumah menuju ke depan rumah (ya, aku lari seperti orang bodoh, mengelilingi setengah dari bagian rumahku). Aku tidak tahu ibuk dan adikku dimana. Aku cuma bisa berteriak memanggil nama mereka. Aku panik dan kalut. Aku takut kalau gunung Merapi meletus dahsyat pagi itu. Ya, waktu itu sebenarnya Jogja sedang dalam kondisi siaga karena selama beberapa hari gunung Merapi berada dalam status AWAS. 

Selang beberapa detik setelah gempa berhenti, ibukku berlari menghampiriku di depan rumah sambil menggendong adikku. Adikku masih TK atau kelas 1 SD waktu itu. Dia terlihat sangat ketakutan. Aku juga ketakutan karena tembok rumah lamaku runtuh ke arah barat dimana rumahku yang baru berada. Untung saja waktu itu, ibuk tidak berlari melalui pintu samping yang berbatasan dengan rumah lamaku, kalau iya, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi pada beliau. Sebelumnya, terimakasih Tuhan Yesus. 

O ya, waktu gempa pagi-pagi itu, tetangga dekat rumahku sedang masak besar karena siangnya mereka akan bertolak ke daerah Kulon Progo untuk boyongan manten. Sontak semua ibu-ibu yang sedang memasak itu berlari berhamburan keluar. Ada yang membawa bakul nasi, ada yang menenteng besek, ada yang memegang pisau, macam-macamlah. Mereka juga terlihat kaget dan ketakutan. 

Selama beberapa menit setelahnya, aku memberanikan diri masuk rumah untuk mandi. Waktu itu aku belum punya handphone, jadi nggak bisa menghubungi teman-teman sekolah yang lain. Akhirnya, aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ibuk. Adikku memilih untuk tidak berangkat ke sekolah. Ajaibnya, sampai di sekolahku, semuanya terlihat biasa, maksudnya guru-guru dan teman-teman semua berangkat. Amazing sekali. Bahkan salah satu guruku malah bilang kalau itu cuma gempa dari gunung Merapi saja. Setelah jam 7 lewat, barulah kami semua tahu kalau gempa tadi pagi bukan berasal dari erupsi gunung Merapi, melainkan berpusat di kabupaten Bantul. Ada patahan di sektor Opak (kalau nggak salah ingat).

Tak seberapa lama, tiba-tiba beberapa kakak kelasku yang sedang berolah raga berteriak panik. "Tsunami!! Tsunami!! Tsunami!! Kontan saja, seluruh orang yang ada di lingkungan sekolah panik. Tanpa dikomando kami para siswa bergegas mengemasi barang-barang kami masing-masing. Saking paniknya, aku malah berlari ke parkiran. Aku lupa kalau hari itu aku diantar ibuk ke sekolah. Setelah sadar, aku kemudian minta nebeng sama temanku. Saat itu yang aku pikirkan adalah menjauh dari sisi selatan (semua pantai ada di selatan dan barat daya Jogja). Di depan sekolah ternyata ibuk dan adikku sudah menjemput. Langsung saja aku turun dari motor temanku dan pulang bersama ibuk dan adikku. 

Di sepanjang jalan aku melihat beberapa orang yang sedang panik dan sebagian lainnya menangis. Bus-bus dan beberapa angkutan seperti colt dan mobil penuh sesak penumpang. Kendaraan itu melaju ke arah barat menuju pegunungan di wilayah kabupaten Kulon Progo. Intinya pada pagi menjelang siang itu, suasana sangat kacau. Ada isu tsunami dari arah selatan dan ada isu banjir lahar dingin dari sisi utara. Aku cuma pasrah saja. Di pikiranku terus terbayang peristiwa tsunami Aceh sebelumnya. Aku sudah siap mati waktu itu. 

Bukannya membawaku dan adikku pulang, ibukku malah membawa kami ke rumah kakek dan nenek (orangtua ibuk). Disana tidak terlihat kepanikan yang begitu besar. Bahkan kerusakan akibat gempa jam 5.55 pagi itu juga tidak terlihat. Katanya sih wilayah desa nenekku yang ada di sebelah barat dekat dengan sungai progo tidak termasuk jalur rambatan gempa. Ya, ternyata gempa itu ada jalurnya lho. Tergantung pada letak retakannya. Kalau wilayah desaku lumayan parah sih, bahkan genting-genting di rumahku runtuh kedalam rumah.

Akhirnya, pada pukul 11 lewat, semua keadaan mulai sedikit lebih tenang. Siaran radio mulai memberitakan keadaan Jogja pada waktu itu. Tak disangka, ternyata keadaan di kabupaten Bantul sangat parah. Lebih dari 6000 jiwa melayang. Jogja diliputi kabut duka yang begitu mendalam. Pada pukul 12 lewat, bapak menyusul ke rumah nenek. Ternyata sewaktu beliau hendak pulang sesaat setelah sampai di tempatnya bekerja, beliau terbawa arus massa yang menuju ke arah utara. Jalur ke selatan memang ditutup oleh polisi karena adanya isu tsunami.

Malam harinya kami sekeluarga tidak berani mengambil resiko untuk tidur di dalam rumah. Jadi kami membuat tenda seadanya di halaman depan. Sekitar jam 9 lewat, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Kami terpaksa tidur basah-basahan karena atap seng yang melindungi tenda darurat kami terlalu sempit jadi air hujan tetap membasahi tempat tidur kami yang kami bawa keluar. Aku sempat menangis karena membayangkan bagaimana warga Bantul lainnya yang juga kehujanan padahal rumah mereka sudah rata dengan tanah. Tapi aku tetap bersyukur, setidaknya aku dan seluruh anggota keluargaku selamat. Tuhan tetap melindungi kami dari bencana dan marabahaya.

Well, nggak kerasa tahun ini, bulan Mei ini, peristiwa maha dahsyat tersebut telah 7 tahun terlewati. Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran, pengalaman, dan bahan intropeksi. 7 tahun adalah waktu yang cukup lama, meskipun belum seluruh rasa trauma dan rasa takut terangkat dari diri sebagian besar warga Jogja. Tapi kami sudah bangkit, kami bangkit!!


Salam semangat dari Jogja Istimewa :)


Thursday, May 16, 2013

Fashion Populer 2013 Part 3

Nggak terasa ya sudah masuk pertengahan tahun 2013. Waktunya update lagi gaya fashion terbaru kamu ya. Well, setelah baca dan memantau beberapa situs fashion online, di pertengahan tahun 2013 ini ada beberapa gaya berbusana yang bakal jadi trend. Apa aja? Simak yuk lebih lengkapnya!

1. Royal Blue Fashion



2. Loose Pants



3. Soft Florals


4. Black & White



5. White on White



6. Mustard Pants



7. Zara Skort


8. Ombre Outfits



9. Diamond Checker Outfits




~Hug & Kiss~
xoxoxo


Saturday, May 11, 2013

Boyce Avenue 2013 World Tour, Please Vote!

Sejak keluarnya pengumuman kalau Boyce Avenue bakal ngadain tour keliling dunia, aku udah keranjingan banget. Berdoa semoga Boyce Avenue tour ke Indonesia juga. Well, sebelumnya perkenalkan, aku adalah salah satu dari jutaan fans akutnya Boyce Avenue. Aku sangat suka lagu-lagu yang mereka bawakan, baik lagu cover maupun lagu ciptaan mereka sendiri. Mereka itu tiga bersaudara lho. Personilnya *buat yang belum tau* adalah Daniel Manzano, Fabian Manzano dan Alejandro Manzano. Yeah, mereka itu keturunan Puerto Rico yang tinggal di Florida. Yang bikin aku suka dari mereka adalah suara Alejandro Manzano sebagi vokalis yang serak-serak menggetarkan jiwa, ketrampilan mereka main gitar, piano, dan macem-macem alat musik lainnya *they are so talented*, dan kegokilan mereka (aku koleksi VLOG mereka lho). Selain itu yang aku suka dari mereka bertiga adalah karakter mereka. As far as I know, mereka itu sangat sopan, cinta keluarga, setia dengan keluarga, dan penyayang. Yang unik itu, beberapa lagu yang mereka cover sengaja mereka ganti beberapa liriknya yang agak "rude" menjadi lebih sopan. FYI, awal mula aku suka sama Boyce Avenue itu awal tahun 2010an kalau nggak salah. Waktu itu sih aku belum jadi fan mereka, cuma suka aja sama lagu-lagu mereka. Tahun 2011 mulai deh nyari-nyari album mereka dan mulai keranjingan sama segala sesuatu yang berbau Boyce Avenue. Semua album udah aku punya lho. Mulai dari yang cover sampai yang original music mereka. I am a true fan of them :) *proud*

Tahun ini sih Boyce Avenue udah resmi membuka label recording mereka sendiri yang bernama Three Peace. Jadinya mereka lebih fokus ke bisnis recording dan nyanyi. Penyanyi pertama yang signing ke Three Peace adalah Hannah Trigwell. Doi penyanyi dari Inggris dan doi seumuran deh sama aku. Hohoho. Tapi sampai pertengahan tahun ini Hannah Trigwell masih dalam tahap recording gitu lah *katanya*. Pas akhir tahun 2012 kemarin Boyce Avenue sempet ngasih announcement kalau mereka akan mengadakan suatu project besar di tahun 2013. Secara resmi belum dibongkar apa itu project besar mereka. Aku tebak-tebak buah manggis aja. Option pertama adalah peluncuran album baru Hannah Trigwell, option kedua Boyce Avenue bakal ngeluarin album original mereka untuk yang kedua kalinya, option ketiga adalah world tour. Ternyata, setelah 5 bulan menunggu *elap keringat* Boyce avenue meluncurkan sebuah video di Youtube. Isinya sih rencana world tour mereka. 


Di video mereka ini mereka meminta para fans dan para manusia di seluruh dunia untuk vote negara mana yang akan didatangi oleh mereka. Votenya harus sign up dulu di official website mereka di Boyceavenue.com. Aku sama beberapa temenku sih udah vote dan berharap Indonesia menjadi salah satu negara yang mereka kunjungi. Kalau kalian mau vote, boleh banget kok, cuma tinggal masukin alamat email sama pilih negara kalian Indonesia kemudian enter. Udah selesai, cuman gitu aja kok. Please, bantuin vote yaaaaa *sungkem*.

Pengumuman nama negara dan tanggal tour akan dilakukan secara live di website mereka pada tanggal 14 Mei 2013. Aku jadi deg-deg an banget nih, LOL. Deg-deg an karena takut Indonesia nggak masuk ke jajaran negara yang bakal dikunjungi oleh Boyce Avenue *doa Novena 3x Salam Maria*. Anyway, selain karena takut kuantitas votenya tidak memenuhi kriteria, aku juga takut kalau mereka nggak mau tour ke Indonesia karena alasan keamanan. Masih inget kan batalnya konser Aerosmith di Jakarta yang harusnya dilakukan hari ini, Sabtu 11 Mei 2013 gegara alasan keamanan. Huff! Susah deh ya kalau negara kita semakin hari semakin nggak aman gini. Teroris dimana-mana, kejahatan dimana-mana, ya Tuhan, ada apa dengan negaraku ini??? So, mungkin batalnya konser Aerosmith kemarin bisa menjadi cermin untuk peningkatan keamanan di Indonesia. Salam!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Tuesday, May 7, 2013

Bagaimana Menghadapi Orang yang Suka Show Off?

Kebiasaan suka show off secara naluriah memang dimiliki oleh beberapa orang. Bahkan kadang kita yang merasa normal pun pernah mengalami yang namanya sindrom showing off atau kesukaan pamer. Memamerkan sesuatu misalnya barang, hobi, talenta, atau apapun bisa jadi hal yang wajar AS IF hal tersebut dilakukan secara biasa-biasa saja, nggak berlebihan, dan nggak keseringan. Ya kali, nggak perlu juga tiap hari update barang baru yang harganya selangit dan dipamerin ke seluruh penjuru dunia. Tapi menurut salah seorang dosenku, sikap suka show off itu memiliki dua kemungkinan tujuan lho. Yang pertama adalah murni pengen pamer dan pengen dipuja-puji dan yang kedua adalah pengen memberi motivasi, inspirasi, dan informasi. Hmm, beda 180 derajat ya. FYI, kadang aku juga suka show off kalau di blog, tapi motifnya sih pengen ngasih informasi dan inspirasi aja *takut dibully sama  para reader* LOL

O ya, yang namanya menilai orang lain itu pamer atau tidak itu tergantung pada mindset kita kok. Ya balik lagi ke dua kemungkinan tujuan dari sikap show off itu sendiri. Tapi lain halnya kalau kasusnya begini. Jadi hampir tiap saat ketemu si oknum, nggak ada angin nggak ada ujan si dia langsung cuap-cuap "eh aku pakai baju baru lho, asli dari rumput alang-alang, adem deh, murah pula harganya cuma lima milyar"; "tau nggak Jeng, phone case ini harganya sepuluh juta lho, padahal dibuat dari sisik putri duyung tapi harganya murah banget ya"; "jangan diinjek dong, sepatu baru nih, kemarin baru beli di Atlantis tauk"; "Om ku baru pulang dari Nairobi lho, dia bawain oleh-oleh ini, harganya mahal lho"; "Ini parfum dikasih tanteku lho, katanya harganya 1 triliyun jadi mustti hemat-hemat pakainya, kamu nggak usah minta ya!", dst, dsb, dll (apalagi kalau ngomongnya pakai nyinyir-nyinyir gitu, sakit dengernya jenderal, sakit!!). Hal seperti itu pasti bikin gerah, ya nggak sih. Secara nggak usah disebutin dari mana, harganya berapa, dan dibuat dari apa, kita juga nggak pengen tahu kan. Kecuali kita emang tanya dan kecuali orang itu emang lagi bikin review atau presentasi produk #eh. Nah, kalau udah ketemu yang seperti itu, biasanya emang secara naluriah si oknum adalah #NoOffense tipe orang yang suka show off dengan tipe tujuan nomer 1 (lihat paragraf sebelumnya).

Lama-lama kita pasti gerah dong ya kalau ketemu yang begituan. Ya kali, tiap ketemu isinya cuma pamer ini itu. Well, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita pakai untuk menangkal radikal bebas dari oknum-oknum seperti itu.
1. Jangan Diladenin
Poin penting nih, orang yang suka show off dengan tujuan pamer semata tidak perlu diladenin. Dia sebenarnya cuma kekurangan teman, kekurangan pendukung, dan kurang kerjaan. LOL. Kalau kita ngladenin mereka sama aja kita buang-buang tenaga. Biarkan saja dia berkembang dan menikmati dunianya. Nggak usah terpancing untuk ikutan pamer. Pamer itu bagian dari dosa lho, ehmm. Kalau kita jadi diri kita sendiri tanpa terpengaruh segala rayuan pamer dia, dia pasti lama-lama keki juga mau pamer terus-terusan pada kita tapi tidak mendapat umpan balik. Hihihi

2. Jangan Bermanis Kata
Salah satu cara efektif untuk menghadapi tipe orang yang seperti itu adalah jangan berpura-pura dengan bermanis kata. Kita nggak perlu kok bermuka dua di depan mereka. Kalau kita nggak suka ya bilang saja apa adanya. Misalnya sewaktu dia bilang, "tasku baru lho, belinya di Hongkong" kita sah sah aja kok nanggepin begini, "bagus sih, tapi aku nggak suka sama modelnya". Nah, gitu, jangan berpura-pura sok manis di depan dia. Kalau suka ya kita bisa bilang suka kalau tidak ya bilang saja tidak. Tapi jangan ekstrim-ekstrim, kita juga harus bisa jaga perasaan dia. Jangan malah menunjukkan kalau kita sirik sampai kita ngejek-ngejek dan ngebully dia. NO!

3. Diemin atau Tinggal Pergi
Cara terakhir ini adalah yang paling efektif dan tidak membuang-buang tenaga. Saat si dia lagi asik pamer ini itu, kita tinggal diem aja, tutup mulut dan pura-pura lagi sibuk ngapain gitu. Nanti pasti dia bosen sendiri soalnya pidatonya nggak didengar. Kalau mau lebih ekstrim ya pura-pura aja pergi. Misalnya, "aku mau ke toilet bentar" "aku angkat telepon bentar ya" padahal aslinya kabur, LOL.

Mendengar, melihat, dan bertatapan langsung dengan orang yang gemar show off memang bikin makan ati. Tapi apapun itu kembali lagi ke mindset kita aja. Sebelum menjudge lebih baik kita berpikir positif dulu pada orang itu. Siapa tahu dia nggak sengaja pamer atau bisa saja dia nggak tahu kalau apa yang dia lakukan termasuk dalam kategori pamer. Hehehe.



~Hug & Kiss~
xoxoxo


Monday, May 6, 2013

Blaming Does Not Solve Any Problem


Pernahkan kalian mencoba menyelesaikan masalah dengan menyalahkan orang lain? Well, aku sih pernah. Misalnya aku kehilangan headset handphone, kemudian aku menyalahkan ibukku atau adikku karena aku pikir mereka bertanggung jawab akan hilangnya si headset. Aku pikir mereka yang memindahkan headsetku dari meja belajar sehingga hilanglah si headset. Emm, it happens many time. Kebiasaan blaming (menyalahkan) memang susah untuk dihindari. Hampir semua orang pasti pernah melakukan itu. Tapi suatu hari ada seseorang yang menyadarkanku bahwa blaming is not good. Blaming does not even solve any problem you face. Blaming only gives more burden on you and your problem. Blaming does not get you anywhere, though. Seseorang itu adalah dosenku.

Sewaktu semester 8 aku mengambil makul wajib yang disebut "Service Program Design". Kuliah ini bukan soal desain, no no no. Ini mata kuliah adalah mata kuliah paling ajaib sedunia. Mata kuliah ini mengajarkan bisnis, marketing, kerja tim, kepribadian, seni, budaya, motivasi, kedisiplinan, dan macem-macemnya. Aslinya sih kuliah tentang bagaimana mempergunakan ilmu "Pendidikan Bahasa Inggris" untuk dunia bisnis tepatnya bisnis di bidang jasa. FYI, kuliah ini hanya diadakan di hari Senin lho *persis upacara Bendera*. Setiap mahasiswa wajib masuk ke kelas (bukan kelas sih, tapi sebuah ruangan di gedung pusat lantai 4) sebelum jam 6 pagi karena dosen akan datang pukul 6.15. Dan karena jarak tempuh antara kampus dan rumah kira-kira 45menit (normal-ngebut) sampai 1 jam (jalan rame) aku harus maksimal berangkat jam 5.10 pagi dari rumah *pernah saking nggak fokusnya lihat dedemit nyebrang jalan juga #abaikan*. Kalau sampai telat ya sampai ketemu di kelas semester selanjutnya *Ogah banget kan*.

Tapi meskipun kami sampai kampus sebelum jam 6 pagi *Puji Tuhan pintu pagar udah dibuka*, kami nggak bisa terus santai-santai hore lenggang kangkung masuk kelas, no no no, karena tiap datang ke kelas musti naik tangga sampai lantai 4, padahal ada lift tapi nggak boleh dipakai kecuali lagi sakit, lengkap dengan seragam dinas kantoran (blazer + rok + high heels buat cewek dan setelan jas + dasi + fantofel buat cowok). Kebayang nggak tuh perjuangannya kayak apa, LOL. By the way, nggak cuma sampai disitu lho penderitaan kami, kelas ini setiap minggunya ada tugas yang disebut artwork. Kami para mahasiswa (yang khusus di makul itu disebut Mr/Mrs. MANAGER) diwajibkan untuk membuat karya seni 4 dimensi untuk kemudian dipromosikan pada Mr/Mrs. Manager yang lain. Tiap minggunya ada tema yang berbeda-beda. Kalau sampai masuk jajaran "the worst" suruh ngulang bikin artwork dengan tema yang sama di pertemuan selanjutnya *duh!* Pembuatan artwork itu sampai 4 kali dalam 1 semester lho.

Selain membuat artwork, kami juga diminta membuat kelompok yang nantinya akan menjadi base dari service business kami (kami nantinya harus mencari dan mengajar bahasa Inggris pada klien kemudian melaporkan gaji dan proses belajar-mengajar). Masih ada lho tugas yang paling kejam yaitu SUMMARY. Ini bukan sekedar meringkas buku tapi juga belajar bertanggung jawab dan tidak menyalahkan orang lain. Kalau summary gagal otomatis kami juga harus mengulang kuliah di semester selanjutnya. Summary wajib ditulis tangan dan ditulis pada kertas folio bergaris dengan ballpoint biru. Gilanya lagi, tidak boleh ada tipe-x atau coretan, warna tinta ballpoint yang digunakan juga harus sama di setiap lembarnya. Belum lagi aturan margin dan sebagainya. OMG! Summary dibuat selama 2 minggu (padahal bukunya tebel dan tulisannya kecil-kecil, bdk: How to Start a Service Business). Pokoknya kalau ada salah dikit aja atau tidak mengikuti aturan (padahal aturannya juga simpang siur) nyawa kami di kelas tersebut terancam. Ngeri deh.

Nah, setelah moment-moment epic pembuatan summary, artwork, dan beberapa tugas lainnya. Dosen kami tercinta menuturkan kalau dari tugas-tugas dan aturan gila tersebut kami dilatih untuk disiplin dan tentunya STOP BLAMING (blaming cannot be tolerated as an excuse even a solution). Ya, kami dilarang untuk menyalahkan siapapun akan hal buruk apapun yang terjadi selama mengikuti kuliah ini dan di kehidupan kami selanjutnya. Kalau kami gagal dalam membuat tugas dan dikeluarkan dari kelas, the one and only person responsible for that is ourselves. Aku inget banget waktu bu Dosen yang kami kenal dengan panggilan Cik Lan mengatakan, "Apapun yang terjadi padamu, jangan salahkan orang lain, salahkanlah dirimu yang pertama kali. Kamu yang bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan dan atas apa yang terjadi pada dirimu sendiri bukan mereka." Kalau dipikir-pikir sadis juga ya. Tapi jangan ditelan mentah-mentah lah ya, bisa nggak nemu nalar ntar, LOL. Intinya sih kami harus bisa bertanggung jawab pada kehidupan kami masing-masing. 

Stop blaming yang diajarkan di mata kuliah ini memang sadis kok. Misalnya saja kalau kami telat karena terlambat bangun, kami tidak boleh menjadikan "terlambat bangun karena tidak ada yang membangunkan atau karena alarm mati atau karena tidak mendengar alarm" sebagai excuse untuk dimaafkan dan diperbolehkan mengikuti kuliah. Justru kami harus menemukan sebab, kenapa kami tidak aware dengan waktu dan memilih untuk menggantungkan kepercayaan agar bisa bangun pagi pada alarm atau orang rumah. *susah masuk di akal nih* Bahkan yang paling lucu adalah ketika beliau menceritakan pengalaman salah satu (kalau nggak salah sih) anak dari rekan beliau yang mengalami kecelakaan. Sewaktu itu beliau tidak menanyakan "siapa yang nabrak kamu? kok bisa kecelakaan itu gimana?, dll" tapi beliau justru menanyakan, "kenapa kamu ada disitu pas ada pengendara motor yang ugal-ugalan lewat?" Si anak tadi nggak mungkin kan jawab, "yang nabrak tuh nggak punya mata tante" atau mungkin "dia yang salah tante, soalnya naik motornya seenaknya sendiri." Pasti dia bakal jawab, "aku mau ke rumah temen tante" atau "aku lagi pulang kuliah tante." Central dari kejadian adalah "aku" bukan "dia" jadi otomatis si "aku" tidak blame pada "dia". Agak aneh memang saat pertama dengar cerita itu. Tapi dari situ kami belajar bahwa suatu kejadian dan suatu masalah yang menimpa kami adalah tanggung jawab kami.

Kebiasaan menyalahkan orang lain pada suatu masalah seperti "gara-gara dia nih handphone ku hilang" atau "gara-gara dia nggak bayar hutang aku jadi nggak punya uang" tidak akan menyelesaikan masalah itu sendiri. Kenapa kita tidak coba untuk berpikir demikian, "aku tadi meminjamkan handphone pada dia kemudian handphone itu hilang, mungkin aku memang sedang ceroboh" atau "kenapa aku tidak coba tanyakan pada dia kapan dia akan membayar hutangnya padaku ya? Mungkin saja dia lupa." Meskipun mungkin masalah kita tidak selesai semudah itu, tapi dengan merubah mindset seperti itu kita tidak menambah masalah lagi (misalnya saja teman kita jadi tidak mau berteman lagi dengan kita karena dia selalu disalah-salahkan perihal hilangnya si handphone) dan juga akan lebih mudah untuk memaafkan orang lain.

Mulai sekarang, yuk coba untuk STOP BLAMING and BE RESPONSIBLE! Ini memang tidak mudah, aku juga nggak akan bilang ini mudah. Tapi paling tidak kita mencoba untuk mengurangi kebiasaan menyalahkan orang lain. Menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dengan mengubah mindset akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik, lebih ikhlas, dan lebih disukai banyak orang. Blaming will get you NOWHERE, trust me!




~Hug & Kiss~
xoxoxo



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net