Thursday, January 24, 2019

I am Giving Up Eating Rice: What do I Feel?

Hi guys!

Di postingan kali ini, aku mau sedikit bercerita tentang hal baru yang aku niatkan untuk lakukan di tahun 2019 ini. Ya, I am giving up eating rice since January 1st, 2019. Jadi ini sudah hari ke 24 aku tidak makan nasi sama sekali. *big applause for myself*

Source: Liputan6

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku tidak makan nasi sama sekali. Tahun 2017 dan tahun 2018 yang lalu aku sempat melakukannya, tapi hanya bertahan 1 - 2 bulan saja. Setelahnya, ya makan nasi lagi. Secara aku tinggal di Indonesia yang mana makanan pokoknya adalah nasi. Jadi sudah menjadi kebiasaan dari kecil untuk mengkonsumsi nasi setiap hari. Apalagi nasi hangat dengan sambal dan lauk, haduuuhhh, itu surga! Tapi tidak sekarang!

Well, banyak orang di sekitarku yang bilang aku sedang melakukan "diet" karena tidak makan nasi. Okay, let me get it straight. Definisi diet itu apa sih? Menurut Cambridge Dictionary (online), Diet [noun] adalah (1) "the food and drink usually eaten or drunk by a person or group"; (2) "an eating plan in which someone eats less food, or only particular types of food, because they want to become thinner or for medical reasons"; etc

Jadi bisa dibilang aku nggak makan nasi karena diet for my healthier body and soul. Ya. Jadi ada beberapa alasan pribadi mengapa aku tidak makan nasi. Sebelum aku membahas what I feel when giving up eating rice, aku akan bercerita mengenai sedikit dan banyak alasan mengapa aku memilih untuk tidak mengkonsumsi nasi sejak awal tahun 2019 (semoga bisa bertahan hingga akhir tahun ini).

Tuesday, January 1, 2019

My Favorites in 2018

Happy new year everyone!!!
It's 2019 already and I am very excited to have great adventure this year.

Anyway, karena tahun 2018 sudah lewat, maka ini saatnya aku share beberapa hal yang menjadi favoritku di tahun 2018 yang lalu. Emm, sebenarnya ada banyak yang mau aku jadikan sebagai hal/produk terfavorit. Tapi demi kemaslahatan bersama, maka aku putuskan menjadi 10 Favorite Things in 2018.

Oh ya, postingan ini murni dari diriku sendiri ya. No endorse or something. Yakali, aku kan nobody jadi mana ada yang mau endorse. Wkwkwkwk!

Disini aku akan bikin list yang berurutan tapi bukan berarti yang nomor 10 adalah yang least favorite. No. Semua equal kok, karena produknya beda-beda.

Thursday, November 22, 2018

My Story: I Got Scammed! (Beware of Online Scam)

Hi guys!

Di postingan kali ini aku akan sedikit bercerita dan berbagi pengalaman "menyebalkan" terkait online scam alias tipu-tipu di dunia maya.

Pengalaman tidak menyenangkan ini terjadi beberapa waktu yang lalu. Ceritanya aku membeli parfum set di instagram. Awalnya sih hanya coba-coba saja karena penasaran dengan promosi besar-besaran suatu akun IG (anyway, mohon maaf aku tidak akan menyebutkan akunnya apa. Jika kalian ingin tahu, kindly email me).

Nah, promosinya itu pas banget di awal bulan dan via IG Story. Secara nggak sengaja aku lihat IG Story-nya si toko itu (kan biasa tuh waktu kita lihat IG Story orang setelah habis akan otomatis lanjut ke story akun IG selanjutnya). Iseng kan ya habis lihat story si toko parfum lagi promo flash sale  (yang dibuka serentak jam 12.00) aku chat adminnya via Line. Lalu adminnya bilang ordernya via Whatsapp. Oke deh, aku lanjut order di whatsapp.

Saturday, November 17, 2018

Review: Oriflame Essense & Co. Hand and Body Lotion

Hi guys!
I am back with a review.

Frankly speaking, for those who know me so well, you know that I am so much into Hand and Body Lotion my whole life. I am obsessed. Haha.

So, di postingan kali ini aku akan memberikan sebuah review tentang produk body care dari Oriflame yang sedang lumayan hype. Yes, I present you Essense & Co. Hand and Body Lotion!


See, produknya ada berapa? So, please have some snacks with you and sit still. It's gonna be a pretty long post.

Thursday, November 8, 2018

Hi, I am Back!

Hey everyone!


Terima kasih telah mengunjungi blogku yang satu ini.
Meskipun layoutnya agak cheesy dan "alay" tapi semoga isinya bermanfaat ya.

Postingan kali ini sekaligus menjadi penanda bahwa dalam waktu dekat aku akan comeback dengan postingan-postingan yang baru setelah 3 tahun hiatus. Ya ampun, 3 tahun ini gue ngapain aja coba?! Heran deh!

Sebenarnya sih pengen selalu posting-posting di blog ini. Tapi apa daya, instagram telah mengalihkan duniaku. Haha. Tapi, aku berjanji akan sering-sering membuat tulisan di blog ini. Jangan lupa juga follow instagram hamba: @fransiskaningtyas :))

See you soon!
xoxo

Friday, September 4, 2015

Short Trip to Malaysia-Singapore in Less than 3 Days

Hi readers!!!


Long time no see ya. Huft! Padatnya aktivitas membuatku jadi jarang banget membuka blog dan membuat tulisan disini.

Untuk kembali menyemarakkan blog yang mungkin sudah berkarat ini, *halah, lebay*, aku mau sedikit sharing. Lagi-lagi masih seputaran aktivitasku sehari-hari.

Cerita punya cerita, pada akhir Agustus lalu, tepatnya tanggal 21-23 Agustus, aku dan dua orang kawan masa kuliahku berlibur ke Malaysia-Singapura. Sebenarnya, kami sudah lama menginginkan trip ini, bahkan kami membeli tiket sejak bulan Februari lalu. Ceritanya sih, mumpung ada promo tiket murah ke Johor Bahru, Malaysia.

Tuesday, August 11, 2015

Business Trip : New Experiences of Working with Japanese Colleagues

Hi readers!!

It's been quite long time I haven't posted anything on my blog. Basically, I was passing through the similar activities day by day. It was monotonous. Until one day, I experienced new thing.


Tanggal 3 - 8 Agustus kemarin aku ditunjuk sebagai salah satu perwakilan institusi tempatku bekerja untuk mengikuti rapat internasional dengan partner institusi dari Jepang di Malaysia. Rapat ini dimaksudkan sebagai persiapan untuk mengadakan sebuah event berskala internasional yang mana institusi tempatku bekerja menjadi tuan rumahnya. Event ini melibatkan panitia dari 2 negara, yakni Indonesia dan Jepang (baik dosen, staff, maupun mahasiswa). Meskipun event ini baru akan dilaksanakan tahun 2016, tapi kami sudah harus melakukan persiapan sejak bulan Mei kemarin.

Tuesday, July 28, 2015

What a Tough Week: Farewell Grandpa!

Hi readers!!

Minggu lalu menjadi minggu yang paling berat dalam hidupku. Ada banyak kejadian yang sempat membuatku lelah dan sedih. Awal minggu lalu adalah awal yang menyenangkan. Saudara banyak yang berkunjung ke rumah, sebaliknya, aku dan keluarga juga banyak mengunjungi saudara lainnya dalam rangka Lebaran. Kemudian hari berjalan seperti biasa. Tapi, tanpa disangka-sangka, pada hari Jumat, 24 Juli 2015 pukul 16.00WIB, Simbah Kakungku dipanggil Tuhan. Simbah tidak mengalami sakit yang berarti, sehingga hal ini benar-benar mendadak dan membuat kami yang ditinggalkan seolah tak percaya.

Terkait meninggalnya Simbah Kakung, aku sebenarnya sudah ada firasat, tapi lagi-lagi, aku selalu mengabaikan firasat yang datang. Sekitar beberapa hari sebelum Lebaran, mata bagian kiriku sering berkedut lama. Agak mengganggu memang, bahkan aku sudah berniat untuk periksa ke dokter, takut ada masalah di saraf/otot di sekitar kelopak mata kiriku. Bahkan kedutan yang amat mengganggu tersebut terjadi hingga hari Kamis, sehari sebelum Simbah Kakung meninggal.

Ajaibnya, pada hari Jumat itu, kedutan di kelopak mata kiriku yang hampir setiap beberapa jam sekali muncul, seolah hilang. Sampai hari ini pun sudah tidak muncul sama sekali. Percaya nggak percaya, mungkin itu memang sebuah firasat.

Dari cerita yang kudengar dari orang rumah dan saudara, Simbah Kakung meninggal dalam keadaan yang sangat baik. Simbah bahkan seolah sudah tahu kalau akan segera pulang kepada Sang Pencipta. Beberapa jam sebelumnya, beliau bercerita banyak dan memberikan banyak nasehat serta wejangan bagi anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicitnya. Sayangnya, aku tidak sempat melihat Simbah pada menit-menit terakhirnya karena masih dalam perjalanan dari kantor. Tapi, aku sudah ikhlas Simbah berpulang, meskipun awalnya aku masih belum bisa menerima kenyataan. Ya mau bagaimana, Simbah Kakung (dan almarhumah Simbah Putri) adalah kedua eyangku yang aku temui setiap hari karena rumahnya tepat di samping depan rumahku.

Minggu kemarin memang benar-benar menjadi minggu yang berat sekaligus minggu yang banyak memberikan pengalaman berharga bagiku. I will keep moving on.


Farewell my super Grandpa. You are one of the most generous and sincere persons I know. May you rest in peace.
~ xoxo~
Your "little grand daughter"

Sunday, July 19, 2015

My Favorite Skincare: Biore Body Lotion Glowing Bright

Hi readers!!

Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali ke dunia per-review-an. Kali ini aku mau review salah satu produk skincare/drugstore yang menjadi favoritku. Ceritanya sih, aku langsung jatuh cinta pada produk ini sejak pertama menggunakannya. Bisa dilihat di judul post ini, produk skincare yang akan aku review adalah Biore Body Lotion Glowing Bright with Anti-Pollution Technology.



Biore Body Lotion Glowing Bright adalah satu dari tiga varian Biore Body Lotion yang ditawarkan. Aku memilih varian yang satu ini karena memang mencari body lotion yang mengandung tabir surya/UV filter. Dengan demikian, produk ini bisa aku gunakan baik siang maupun malam, meskipun kalau digunakan pada malam hari si tabir surya ini tidak berfungsi optimal.

Friday, July 17, 2015

What A Foggy Morning: Friday, 17 July 2015

Hi Readers!!

Today is the first day of Eid Mubarak celebration. I woke up earlier than I used to during holiday. I woke up before 6am. What made me quite shocked this morning was the fog. It is quite rare in my area to get dark and heavy morning fog. However, this morning was so foggy. I could not even see something farther than 3 meters in front of me. It was terrible and cold as well. Since it is a rare natural phenomenon, I took some pictures to document it. My cats, Louie and Thomas, were willing, and also happy, to become my model. Just enjoy them, peps!

The whole pictures were taken at my backyard, in which there are paddy fields. I love these pictures for they look like "surreal" and "magical" fairy tale. 













~xoxo~


Monday, July 6, 2015

THR Effects

Hi readers!!

Jadi ceritanya, kemarin Minggu (5 Juli 2015), aku mengantar adik kesayanganku untuk berbelanja baju. Kebetulan beberapa hari sebelumnya, uang Tunjangan Kesejahteraan dari kantorku sudah cair dan aku juga sudah janji pada adikku untuk mengantar sekaligus mentraktirnya berbelanja baju. Kamipun menuju salah satu kawasan belanja yang paling terkenal sekaligus tertua di Jogja, yakni kawasan Malioboro. Kami sengaja berangkat lebih awal karena takut jalanan macet dan tidak kebagian tempat parkir. Tapi ternyata, kami masih kalah pagi. Jalan Malioboro padat merayap, dan sebagian besar tempat parkir sudah penuh sesak. Untungnya, kami masih kebagian satu slot tempat parkir sehingga masih bisa parkir dengan nyaman.

Setelah berkutat dengan kegiatan parkir, kami segera menuju Malioboro Mall. Mall yang relatif berukuran kecil (bila dibandingkan dengan mall-mall lain di Jogja) sudah penuh sesak bagaikan lautan manusia. Melihat kondisi yang demikian, kamipun memutuskan untuk sesegera mungkin menuju spot dimana kami hendak berbelanja baju tersebut. Sesampainya disana, kami malah bengong. Jangankan bisa memilih baju dengan nyaman, konter pakaian yang sempit tersebut malah dipenuhi dengan bermacam display. Tentu hal ini semakin menyulitkan para calon pembeli, belum lagi di area tersebut juga terdapat banyak calon pembeli lain yang saling berdesakan.

Setelah lewat dari setengah jam memilih dan memilah, kamipun menyerah. Menyerah tanpa hasil apapun. Bahkan label diskon 50% keatas sama sekali tidak menarik minat kami lagi untuk membeli. Too crowded! Apakah ini efek dari THR atau Tunjangan Hari Raya? Sepertinya memang benar demikian. THR yang cair di awal bulan memang menjadi "hadiah" luar biasa bagi banyak orang, khusus-nya kaum pekerja sehingga banyak diantaranya yang tidak mau menyia-nyiakan momen untuk membelanjakan uang THR tersebut. *termasuk aku*

Besok-besok nggak lagi-lagi deh kalau macam begini jadinya. Sudah kaki gempor, lelah, pusing pula. Belanja sih belanja, tapi memang timing harus diperhatikan deh!


~xoxo~



Friday, July 3, 2015

Curahan Hati Seorang Kawan Part 2

Hi readers!!

Pernahkah kalian jengkel dengan co-worker kalian? Well, ada beberapa rekanku yang mengalami demikian. Bukannya tanpa sebab sih mereka jengkel. Sebabnya banyak lah, lha wong aku yang denger ceritanya aja ikutan gemes (dalam konotasi negatif) ke oknum tersebut.

Salah satu temanku, sebut saja dia si A. Dia memiliki co-worker yang cukup disebut si X. You know what? Si A ini jengkel pada si X karena si oknum tersebut selama ini tidak pernah melakukan pekerjaannya dengan baik, justru cenderung menyepelekan yang pada ujungnya, si A harus membereskan pekerjaan si X yang nggak karuan itu. Tapi sayangnya, si X tersebut seolah tidak merasa jika dia tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai sesama worker. Dia dengan santainya makan gaji buta tanpa merasa "sungkan" dengan temanku si A yang ibaratnya sampai membanting tulang di kantor tersebut.

Selain itu, si X ini orangnya sangat money-oriented. Dia suka memilih-milih pekerjaan. Sekiranya pekerjaan tersebut bisa mendatangkan uang tambahan baginya, dia pasti akan menjadi yang pertama menerima pekerjaan tersebut. Sedangkan pekerjaan yang sekiranya masuk dalam job-desc-nya pasti tidak dikerjakan dengan baik.

Aku sebagai rekan dari si A juga pernah mengalami hal yang sama. Dan aku cuman bisa memberikan sedikit kata bagi rekanku si A itu. Intinya, dia harus bersabar dan menjadikan hal ini sebagai tantangan. Namun, nantinya jika penyakit si X ini semakin mengkhawatirkan, tidak ada salahnya jika si A melaporkan hal ini kepada bagian HRD atau langsung ke atasan. Ibaratnya, si X ini sudah mengambil hak orang lain, dan pastinya seberapa besarpun uang yang dia dapat, tidak akan membawa berkah bagi dirinya. We'll see!

Tetap semangat kawan! You're on the right track. Do your job well! Don't get distracted easily by that kind of person and his/her bad attitude!

~xoxo~


Thursday, July 2, 2015

Curahan Hati Seorang Kawan

Hi readers!!!

Baru saja aku di-curhat-in salah satu kawan. Lagi-lagi aku menjadi tempat curhat masalah per-pacaran dan relationship lainnya. Jadilah kami bercakap-cakap via media online chatting mengenai berbagai hal yang kawanku alami. Pada intinya, kawanku itu memiliki pacar. Nah, masalahnya adalah si pacar itu enggan go public alias mempublikasikan hubungannya dengan kawanku itu pada orang lain, ya istilahnya menegaskan kalau mereka berdua memang sedang menjalin hubungan yang special, lebih dari sekedar teman.

Aku sendiri tidak menelisik alasan si pacar kenapa tidak mau go public padahal banyak rekan mereka masing-masing yang saling kenal satu sama lain. It means, sebenarnya tidak ada hal yang memang benar-benar perlu ditutup-tutupi dari mereka berdua. Nah, karena kejadian ini, kawanku menjadi sedikit kecewa karena keduanya jika dilihat memang sudah sama-sama serius untuk jenjang berikutnya.

Dari kisah tersebut, ada beberapa poin yang ingin aku garis bawahi, ya mungkin ini bisa membantu readers lainnya, yang mungkin juga mengalami masalah yang serupa.

Wednesday, July 1, 2015

Shopping is My Cardio

Hi readers!!


Does anyone agree with that?

I do agree.
I like shopping. I love shopping. Somehow, I adore it. Haha, nope, the last one is just a joke!

Well, kesukaanku pada aktivitas shopping dimulai sejak SMA. Pada masa SMA aku terbiasa mengumpulkan sebagian uang saku yang kemudian aku gunakan untuk berbelanja baju, sepatu, tas, atau aksesoris di akhir bulan. Maklumlah, uang saku sewaktu SMA dulu tidak sebanding dengan uang saku anak SMA masa sekarang, jadi musti nunggu akhir bulan baru bisa terkumpul cukup untuk shopping. Dan kebiasaan shopping seolah sudah menjadi hobi atau malah kebutuhan yang memang tidak bisa ditinggalkan, meskipun sekarang musti bisa mengontrol diri lebih baik lagi dalam hal penggunaan uang.

Bagiku, shopping bukan hanya kegiatan menghabiskan uang atau suatu aktivitas hedonis yang memuja kemewahan dan sebagainya. Bagiku, shopping adalah seni dan olahraga. Kenapa aku bilang seni? Karena disini aku melatih diriku untuk dapat menggunakan uang jatah shopping yang sengaja aku sisihkan dari gaji bulananku sebaik-baiknya, misalnya untuk belanja barang-barang kesukaanku, seperti baju, sepatu/sandal, aksesoris, ataupun tas. Shopping juga melatih insting dan kegigihan untuk mencari barang terbaik tanpa harus menyia-nyiakan nominal uang yang ada. Selain itu, shopping barang-barang seperti baju juga melatih seni estetika, yakni bagaimana aku menggunakan pikiranku untuk mengimajinasikan barang tersebut akan aku gunakan seperti apa, bagaimana, kapan, dan dipasangkan dengan apa. Jadi shopping bagiku bukan sembarang aktivitas yang tidak bermanfaat.

Lebih-lebih, bagiku, shopping adalah olahraga, ya olahraga fisik dan olahraga otak. Olahraga fisik tentunya dapat dilihat dari kegiatan shopping yang dilakukan di mall, di pasar, maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan. Penelitian mengatakan bahwa aktivitas shopping dapat membantu manusia untuk membakar kalori dengan persentase yang cukup banyak, in one condition: you wont eat too many calories afterwards, unless you get nothing. Olahraga otak yakni bagaimana me-manage uang dan bagaimana menerapkan seni estetika seperti yang aku sebutkan di paragraf sebelumnya.

Shopping is my cardio. I totally agree with that quotation. Aku setuju jika aktivitas shopping bisa membuatku alive, survive, and sane. Tapi lagi-lagi, aku harus keep reminding my self, kalau shopping tidak boleh berlebihan apalagi menjadi addicted. Lama-lama nanti bisa seperti karakter utama di novel Sophie Kinsella "Shopaholic", Rebecca 'Becky' Bloomwood, yang kemudian terlilit banyak hutang karena ketagihan berbelanja produk-produk ber-merk tanpa mengecek ulang kondisi ekonominya sendiri.

Untuk itu, aku lebih suka menyisihkan gajiku, misalnya 30% untuk shopping, 30% untuk ditabung, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari (transportasi, jajan kuliner, kolekte, sumbangan, dll) dan kebutuhan tak terduga. Kantong aman, hati nyaman. Saat ini aku masih belajar me-manage uangku dengan sistem 30:30:40 tersebut. Semoga bisa segera menjadi suatu habit yang teratur dan bermanfaat bagi diriku dan orang lain. ^^


~xoxo~



Monday, June 29, 2015

My Office is Getting Quiet

Hi Readers!!

Bekerja di kantor yang notabene ada di dalam lingkungan kampus memang menyenangkan. Sehari-hari-nya pasti tidak pernah sepi. Mahasiswa berlalu-lalang di depan kantor, masuk ke kantor untuk mengurus keperluan ini dan itu, dan bahkan beberapa dari mereka nongkrong-nongkrong di kursi-kursi di depan kantor. Tapi, jika menjelang masa libur semester, pasti kantor berubah menjadi sepi.

Seperti yang terjadi hari ini. Sebagian besar mahasiswa yang berkuliah di gedung/kampus dimana kantorku berada sudah memulai libur panjang akhir semester mereka. Alhasil, suasana kantor jadi sepi dan tentu saja, atmosfer liburan ini membuatku menjadi sedikit relax meskipun yah kerjaan pastinya nggak ikut libur juga.

Pada masa-masa seperti ini biasanya dimanfaatkan para atasan untuk mengadakan banyak rapat dan menggagas proyek-proyek baru. Istilahnya, masa-masa libur semester adalah masa-masa banyak raker. Huhuhu. *Syedihh*

Semangat! Semangat!


~xoxo~



Sunday, June 28, 2015

Sweet Things in Life (Lately)

Hi readers!

Sweet things can recharge good mood. That's what I believe so far.
Many sweet things come to my life. Some of them come from other people, acquaintances, friends, relatives, and family. The rest comes from me, my self.
Here I share some sweet things I got lately. These really made my day.

Chocolate biscuits (blue & green); Kit Kat Strawberry; Kit Kat Matcha

These come from my boss. He had just come back from Japan

2 pairs of earrings: freshwater pearls & silver-red gems

Chomel freshwater pearl necklace & Lombok freshwater pearl bracelet

~xoxo~


Tuesday, June 16, 2015

My Biggest Enemy

Hi readers!!

Cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini, panas yang menyengat bisa dengan segera berubah menjadi dingin yang menusuk tulang, tentunya memberikan dampak bagi tubuh. Salah satunya adalah tubuhku. Sedari kecil aku memang mudah sakit, tapi ya itu, sakitnya pasti seputaran pilek, batuk, dan radang tenggorokan, nggak lain. Mungkin bagi sebagian orang, batuk dan pilek adalah hal yang biasa, bahkan ada yang sekali dua kali tenggak obat langsung sembuh seperti sedia kala. Tapi tidak bagiku. Pilek, batuk, dan radang tenggorokan adalah MY BIGGEST ENEMY!

Terserang batuk atau pilek, atau keduanya selalu membuatku menderita demam yang naik turun hingga 3 atau 4 hari. Obat pun sepertinya tak begitu mempan menggagalkan virus-virus yang tengah ber-inkubasi di dalam tubuhku. Biasanya kalau siang aku merasa sehat, namun ketika malam datang, badanku kembali panas atau sebaliknya saat malam aku merasa baik-baik saja tapi ketika siang suhu badanku kembali naik. Maka tidak heran jika aku paling sebel jika tertular batuk pilek.

Selain demam yang naik turun, terserang batuk dan pilek membuat kulitku menjadi kering mendadak. Entah bagaimana ceritanya, setiap terkena batuk dan pilek pasti kulit wajahku menjadi kering dan muncul bentol-bentol kecil seperti pori-pori yang membesar. Jadi sudah bisa dipastikan kalau terserang batuk dan pilek wajahku terlihat kusam. Oleh karena itu, air putih menjadi senjata satu-satunya, meskipun yah, tidak begitu mempan melawan kulit kering karena batuk dan pilek.

Oh batuk, pilek, dan radang tenggorokan, kalian memang musuh yang luar biasa! Setahun bisa kena 3 sampai 4 kali, hikss.

At my desk
Still get cough and flu
~xoxo~


Wednesday, June 10, 2015

Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Kantor

Hi readers!!

Nggak terasa sudah 9 bulan aku bekerja di kantorku yang satu ini. Sudah banyak hal yang aku pelajari termasuk pengalaman individual dan sosial. Selain banyak pembelajaran yang aku dapatkan, yang tentunya akan terus bertambah seiring waktuku bekerja disini, ada beberapa hal yang kini menjadi kebiasaan selama berada di kantor.

1. Rajin Beres-Beres
Yup, aku yang dulunya paling males beres-beres, setelah sekian bulan bekerja disini menjadi sangat freak terhadap hal beberesan. Di waktu senggang, aku selalu, paling tidak sih, membersihkan meja sekaligus menata dan membereskan hal-hal yang ada di atasnya. Aku selalu memastikan jika sebelum pulang atau berakhirnya jam kantor, barang-barang di atas meja harus kembali rapi agar besok pagi ketika aku masuk ke kantor, hatiku merasa senang karena mejaku tidak berantakan.

2. Bawa Bekal ke Kantor
Dulunya aku adalah insan yang paling doyan jajan. Pas awal-awal bekerja disini, aku juga paling suka jajan kemana gitu sewaktu jam makan siang. Tapi, kebiasaan lama tersebut pupus setelah beberapa minggu saja. Banyak teman kantorku yang memilih untuk membawa bekal dari rumah. Selain hemat, membawa bekal dari rumah juga lebih hygienis. Yah, walaupun sesekali aku dan teman-teman sekantor masih jajan juga sih, terutama pada hari Jumat karena jeda jam makan siang lebih panjang daripada hari-hari lainnya.

3. Setel Musik Selama Jam Kerja
Hmm, yang satu ini sih bukan kebiasaan baru sih, hanya kebiasaan lama yang aku bawa ke kantor yang baru. Ketika bekerja sebagai penulis online, setiap jam kerja aku selalu menyetel musik, selain dari playlist laptop/komputer, aku juga mengandalkan situs Youtube. Nah, selama bekerja di kantor yang ini, menjadi hal wajib bagiku untuk memutar musik setiap jam kerja. Jika sedang suntuk, aku biasanya menyetel playlist instrumental yang bersifat relaksasi dan lembut di telinga. Bagiku, menyetel musik pada jam kerja sangat membantu untuk meningkatkan semangat dan produktivitas dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, mendengarkan musik pada jam kerja termasuk upaya killing the time bagiku. Tau-tau udah mendekati jam pulang kantor saja, hehe.

4. Selalu Membuat Plan/To Do List Sebelum Pulang Kantor
Ada satu lagi kebiasaan baru yang aku lakukan selama di kantor, yaitu selalu membuat Plan/To Do List sebelum pulang kantor. Plan atau To Do List untuk esok hari sangatlah penting buatku. Hal itu dapat menjadi reminder bagiku akan pekerjaan apa saja yang belum selesai hari ini dan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan esok hari. Selanjutnya, pada esok harinya, hal yang aku lakukan setelah menghidupkan komputer adalah mengecek Plan/To Do List yang sudah aku buat sehari sebelumnya.

5. Selalu Merekap Apa Saja yang Aku Kerjakan Seharian
Bekerja di kantorku yang ini secara tidak langsung membimbingku menjadi orang yang lebih sistematis dan terstruktur. Semoga sih di kemudian hari aku nggak jadi robot yang melakukan segalanya secara monoton yah, haha. Setiap hari aku selalu merekap apa saja yang aku kerjakan selama sehari bekerja. Hal ini aku lakukan agar aku tahu apa saja yang sudah aku kerjakan. Apalagi di kantorku juga menerapkan sistem pengisian SKP dan Log Book karyawan.

Kalau kalian, kebiasaan baru apa readers yang dilakukan di tempat baru (kantor, sekolah, kampus, dll)??


~xoxo~


Neymar Jr.: 100% Jesus

Hi readers!!

Ada yang menggelitik benakku ketika menonton final Liga Champion hari Minggu dini hari yang lalu. Bukan karena gol Neymar dianulir oleh wasit karena handball tetapi lebih ke reaksi si tengil Neymar Jr. ketika pertandingan usai dan selebrasi atas kemenangkan Football Club Barcelona (FCB) 3:1 atas klub Italia kawakan, Juventus. Apa yang membuat benakku tergelitik? Ini dia:


Bukan tattoo-nya lho, bukan pula ketek-nya, tapi headband yang dia kenakan di dahinya sesaat setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan selesai. 100% Jesus. Itulah tulisan yang tertulis disana. Wow, religious sekali anak satu ini, batinku. Tapi jangan salah, Neymar saat itu bukannya sedang mencari sensasi atau apa. 100% Jesus adalah ekspresi dirinya atas rasa syukur yang begitu besar.

Neymar Jr. tidak hanya sekali itu saja mengenakan headband dengan tulisan yang sama. Setelah googling, aku menemukan beberapa foto-nya ketika dia mengenakan headband bertuliskan 100% Jesus.

Ternyata sudah sejak kecil Neymar Jr. mengenakan headband yang sangat filosofis tersebut di beberapa kesempatan. Yang kemudian hadir di benakku adalah bahwa:
1. Neymar menyadari dirinya bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan Tuhan-nya
Kita semua tahu (terutama pecinta dunia sepak bola) bahwa Neymar adalah salah satu pemain berbakat dari tanah Brazil yang sudah mengukir kesuksesan sejak masih belia. Neymar itu muda, terkenal, kaya, dsb. Namun, dibalik semua itu, dia adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Dia tak pernah lupa siapa dirinya. Mengandalkan pertolongan Tuhan di setiap waktu bisa dibilang filosofi-nya.

2. Neymar mempersembahkan kesuksesannya pada Tuhan-nya
Menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa tanpa kuasa Tuhan atasnya, Neymar mempersembahkan kesuksesan yang dia raih, terutama pada laga final Liga Champion yang lalu, pada Tuhannya. 100% Jesus adalah bukti nyata yang lebih nyaring daripada "berteriak-teriak" pada khalayak bahwa Neymar yang sangat berbahagia pada waktu itu, mendedikasikan kesuksesannya pada Yesus Sang Juru Selamatnya.

3. Neymar adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tidak gentar pada dunia
Hal ketiga yang ku analisis, maaf jika kurang tepat, adalah bahwa Neymar membuktikan dirinya adalah salah satu dari sekian banyak orang Kristiani yang tak gentar pada dunia. Hal ini tentunya sangat inspiratif dan membanggakan. Aku sebagai umat kristiani merasakan hati ku menghangat ketika dia dengan gimmiknya menunjukkan kecintaannya pada Yesus dengan mengenakan headband 100% Jesus. Jujur, aku merasakan imanku menguat ketika melihat itu.

"Neymar, be still 100% Jesus now and forever, okay?!"


Sebuah analisa dan refleksi
Tidak ada dimaksudkan untuk menggiring opini tertentu apalagi upaya Kristenisasi.

~xoxo~


Monday, June 8, 2015

Do What You Love, Love What You Do

Hi readers!!!

Sehubungan dengan banyaknya posting dari rekan-rekan di media sosial dan beberapa sharing dari rekan-rekan mengenai pekerjaan, gaji, dst (topik wajar bagi kami yang berada dalam usia produktif, selain masalah pernikahan *ehhh*). Aku pengen sedikit sharing opini tentang filosofi yang aku anut dalam memilih, melakukan, mencintai, dan mensyukuri pekerjaan yang aku miliki sekarang. FYI, gajiku mungkin tak setinggi teman-temanku yang lain, apalagi yang bekerja di sektor-sektor krusial atau yang bekerja di ibukota. Tapi aku sebisa mungkin melatih diriku untuk selalu bersyukur dan mencintai apa yang aku kerjakan saat ini. Who knows jika suatu saat pekerjaanku ini mengantarku membuka gerbang untuk melakukan passion-ku yang lain. Karena aku percaya, setiap pekerjaan pasti akan membukakan pintu kesempatan yang lain bagi kita, tergantung kita jeli atau tidak untuk melihatnya.
***

Salah satu kunci hidup yang bahagia adalah "do what you love and love what you do". Melakukan apa yang kita cintai/sukai dan mencintai apa yang kita lakukan bukan merupakan sesuatu yang mudah memang. Pertama, untuk memenuhi unsur tersebut, kita harus menemukan apa yang kita sukai. Bahasa kerennya sih "passion". Masing-masing individu memiliki passion yang berbeda-beda. Biasanya passion terwujud dalam apa yang disebut hobi. Selain itu, passion juga bisa ditemukan pada kecenderungan minat dan bakat seseorang.

Kedua, untuk memenuhi filosofi "love what you do", kita perlu menemukan titik keikhlasan dalam hati kita. Ikhlas dalam melakukan sesuatu akan mengantar kita pada rasa mencintai sesuatu. Bukankah mencintai itu perlu pengorbanan? Yah, apa yang kita korbankan untuk mencintai apa yang kita lakukan adalah rasa enggan. Rasa enggan dikorbankan menjadi rasa ikhlas, kemudian rasa ikhlas menuntun kita pada perasaan mencinta.

Do what you love and love what you do tidak hanya berlaku pada hobi, namun harus berlaku dalam banyak hal di hidup kita, contoh paling konkret-nya adalah dalam hal pekerjaan. Sebelum melakukan suatu pekerjaan, kita pasti melewati beberapa tahap terlebih dahulu. Yang pertama adalah tahap "memilih" pekerjaan. Kita memiliki kebebasan secara individual untuk memilih perkerjaan mana yang hendak kita lamar. Passion adalah hal yang paling penting untuk diterapkan disini. Kalau menurutku sih, jangan dulu berorientasi pada seberapa besar kita akan mendapat uang dari pekerjaan yang kita lakukan. Besarnya uang yang kita dapat dari melakukan pekerjaan bukanlah penjamin kita akan bahagia melakukan pekerjaan itu.

Mengandalkan passion dalam memilih pekerjaan adalah hal yang wajib. Okelah, mungkin ini sulit karena mencari pekerjaan yang tidak sesuai passion saja susah, apalagi mencari yang sesuai. Kalau misalnya terlalu sulit, maka pilah-lah pekerjaan yang paling tidak menyerempet atau mengandung unsur passion yang kita miliki, contohnya passion kita adalah menggambar namun sulit bagi kita untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Nah, kenapa tidak kita mulai mengasah diri kita dengan ilmu gambar digital atau gambar bangunan, maka kita bisa menjadi designer, animator, drafter, arsitek, dsb.

Yang kedua adalah tahap "melakukan" pekerjaan. Banyak orang bilang, melakukan bidang pekerjaan yang kita sukai akan menuntun kita pada hidup bahagia. Jadi, setelah puas memilih jenis pekerjaan yang akan kita ambil, yang harus kita lakukan adalah melakukan pekerjaan itu sendiri dengan sepenuh hati.

Yang ketiga adalah tahap "memperjuangkan" pekerjaan. Pekerjaan bukanlah hal yang statis. Memperjuangkan apa yang sudah kita dapat adalah hal yang pantas kita lakukan. Jangan terlena dengan zona nyaman dimana kita sudah mendapat pekerjaan sesuai passion dan kemampuan kita. Sebaliknya, kita harus memiliki willingness untuk belajar dan terus belajar guna memperjuangkan apa yang telah kita dapat. Memperjuangkan pekerjaan yang telah kita dapatkan akan membuat kita dan hasil kerja kita semakin berkualitas.

Yang keempat adalah tahap "mencintai" pekerjaan. Tibalah saat dimana kita harus memupuk rasa cinta pada apa yang kita kerjakan atau lakukan. Ada banyak hal yang membuat orang, bahkan yang mendapat pekerjaan sesuai passion, tidak dapat mencintai pekerjaannya. Banyak orang yang kemudian mengeluhkan apa yang dia lakukan selama ini. Banyak yang kemudian mencari excuse untuk tidak lagi mau memperjuangkan apa yang dia kerjakan, misalnya gaji rendah, beban kerja terlalu banyak, dsb. Kembali lagi ke filosofi "love what you do" yang mana mengandalkan diri kita untuk ikhlas dan memupuk rasa cinta pada pekerjaan.

Yang keenam adalah tahap "memetik hasil, terus mencintai, dan tetap mengembangkan diri". Tahapan terakhir dalam penjabaran filosofi "do what you love and love what you do" ala aku adalah memetik hasil, terus mencintai, dan tetap mengembangkan diri. Ketiga hal tersebut dapat dirangkum dengan satu kata, yaitu "bersyukur". Mensyukuri apa yang kita miliki dan apa yang kita lakukan adalah bagian terpenting dalam mengelola passion kita akan suatu pekerjaan. Bersyukur akan membuat kita menjadi pribadi yang positif. Ada yang bilang, "mensyukuri pekerjaan yang itu itu saja tidak akan menaikkan penghasilan", memang benar. Tapi, apa untungnya punya penghasilan yang besar tapi kita tidak bersyukur, tidak memanfaatkan nikmat yang diberikan Tuhan pada kita melalui penghasilan yang kita dapatkan. Tidak mau mensyukuri pekerjaan adalah pemicu "ketidakbercukupan" seseorang. 


Sebuah refleksi yang penuh ketidaksempurnaan

~xoxo~


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net