Saturday, July 6, 2013

Mengapa (Lebih) Nyaman Sahabatan Sama Cowok?

Sahabat? Pasti semua orang punya sahabatnya masing-masing. Sahabat nggak kudu banyak-banyak. 1 sahabat pun bisa jadi sudah cukup. Ngomongin soal sahabat, pasti setiap orang memiliki kriteria sahabat masing-masing. Ada yang suka bersahabat dengan orang yang pendiam, ada yang suka bersahabat dengan orang yang talkative, ada juga yang suka bersahabat dengan orang yang lebih dewasa, dll. Tapi, banyakan orang memiliki sahabat karena mereka memiliki cara pikir dan pergaulan yang nyambung. Ya iya lah, kalau nggak nyambung mah nggak bakal jadi sahabat, LOL. 

Sahabat itu juga bukan berarti harus ada dimanapun dan kapanpun, harus sms atau telponan tiap hari. No. Sahabat itu justru orang yang paling dekat dengan hati dan masih tetap menjadi orang yang sama meskipun sudah puluhan tahun nggak ketemu. Iya, aku juga merasakan feel memiliki sahabat yang seperti itu. Dia selalu ada saat dibutuhkan meskipun nggak harus bertatap muka dan tetap menjadi sahabat meskipun sudah lama nggak bertemu. Saat kuliah, aku punya 2 orang sahabat, namanya Windru dan Deti. Mereka berdua sudah akrab sama aku sejak awal masuk kuliah. Hampir di setiap kegiatan kami selalu bersama, bertiga. Kami nggak ngasih nama persahabatan kami layaknya geng atau apapun. Di luar kampus, aku juga punya beberapa sahabat. Salah satu sahabatku sejak kecil dulu yang selalu baik dan perhatian sama aku adalah Wahyu Sigit. Aku memang tidak terlalu intens berkomunikasi dengan dia, tapi setiap bertemu, rasanya chemistry kami sebagai sahabat selalu muncul. Dia orangnya lucu dan baik. Selain si Sigit, ada pula beberapa sahabatku yang berjenis kelamin laki-laki. Entah ya, aku terkadang suka dan nyaman bersahabat dengan laki-laki.

Ada beberapa alasan kenapa aku nyaman bersahabat dengan cowok:
1. Cowok itu enggak ribet. Yes, cowok itu makhluk yang ajaib. Entah mereka itu memang secara alamiah memiliki sifat cuek atau gimana, aku nggak tau. Ini nggak berarti cewek itu ribet lho. Nggak semua cewek ribet kok, buktinya kedua sahabatku Windru dan Deti nggak ribet.

2. Cowok itu jarang galau dan melow. Aku memang sering merasa kurang nyaman dengan orang yang suka galau dan melow. Rasanya, kayak dunia ini udah nggak ada bagus-bagusnya. Dikit-dikit galau, dikit-dikit melow, arrgghhh!

3. Cowok itu pendengar yang baik. Cowok memang bukan tipe pemberi nasehat atau saran yang cucok. Kalau soal saran dan nasehat, aku pasti akan lari ke sahabatku yang cewek. Kalau aku butuh untuk didengar aku akan pilih keduanya. 

4. Cowok itu optimis. Sesulit apapun hidupnya, mereka sudah ditempa sejak di dalam kandungan untuk menjadi manusia yang optimis. Cowok itu tipe orang atau sahabat yang bisa memberi penguatan (bukannya ngompor-ngomporin, LOL). 

5. Cowok itu sanggup melindungi dan membela. Well, ini ngomongin cowok baik-baik ya, bukan yang lain. Kalau cowok baik-baik pasti secara naluriah mereka akan melindungi cewek. 

Apalagi ya?? Hmmm, intinya ya begitulah faktor-faktor yang membuat aku nyaman bersahabat dengan cowok. Sebenernya, bersahabat dengan cowok maupun cewek sama-sama memberikan manfaat yang besar dalam hidup kita. Selain membuat kita lebih percaya diri, merasa dihargai dan berarti, kita juga akan merasa lebih nyaman untuk menghadapi dunia. So, carilah sahabat yang baik dan mau mengerti. Bukan sahabat yang ngajarin kamu hal-hal yang negatif seperti ngajak kamu ngomongin kejelekan orang, nyebarin gosip menyesatkan, ngajak nyopet, ngajak pakai narkoba, atau bahkan ngajak bunuh orang, ihhh seremmm!!

Jadi, pilihlah sahabatmu menurut hati nurani kamu. Sahabat yang baik tidak akan saling menjelekkan satu sama lain dibelakang. Sahabat yang baik selalu setia apapun keadaanya. Sahabat yang baik itu saling mendukung dan menguatkan, bukan menjatuhkan atau menyesatkan. So, find your best friends and go against the world together!


~Hug & Kiss~
xoxoxo


What's Inside My Beauty Pouch?

Aku memang bukan beauty blogger, tapi nggak ada salahnya kan kalau aku mau share apa aja benda-benda yang ada di dalam beauty pouch-ku. Generally, isi dari beauty pouch-ku bukan 100% makeup products, tapi lebih ke face care, skin care, beberapa produk makeup buat touch up, dan random things. Oke, langsung saja ya kita bongkar isi dari beauty pouch yang selalu aku bawa di dalam tas anywhere I go.




Well, itu dia barang-barang yang ada di dalam beauty pouch-ku. Duh, berantakan banget yah. Oke, kita mulai dari kiri:
1. Oriflame Pure Nature Soothing Cleansing Pads
2. Oriflame Tender Care (Original)
3. Oriflame The Babes Eau de Toilette-Spicy Mango Limited Edition
4. Oriflame Gloss Booster-Watermelon
5. Hair Elastic
6. Oriflame Very Me Pencil Sharpener
7. Oriflame Lip Stain-Red
8. Oriflame Very Me Double Trouble Eye Pencil-Night Glow
9. Manicure Set + Eye Shadow Bud and Eye Brow Comb
10. Butterfly Hair Clip
11. Mirror
12. Hair Clips
13. Oriflame Pure Colour Lipsticks-Vintage Rose & Soft Caramel
14. Cotton Buds
15. Bow Bang Clip
16. Oriflame Hyper Stretch Mascara
17. Nivea Intensive-Advanced Moisture Care Serum SPF 25 PA++

Nah, begitulah isinya. Anyway, kenapa nggak ada bedak, blush on, dll? Aku biasanya naruh bedak, face cream, sama lain-lainnya di dalam kantong tas, kalau beauty pouch ini isinya lebih ke benda yang kecil-kecil (ya kecuali si Nivea serum, hihi). Kalau bosen dengan isinya, biasanya seminggu sekali aku switch dengan produk-produk yang lain. Kadang juga aku kurangin isinya kalau lagi pakai shoulder bag, biar nggak berat dan nggak bikin sakit bahu :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Friday, July 5, 2013

Cheeten Sakit T__T

Dua hari ini aku sedih banget, Cheeten sakit. Iya, Cheeten kucing baru peliharaanku. Jadi ceritanya, kemarin (Kamis, 4 Juli 2013) pagi hari pas aku masih tidur, aku denger ada suara meong-meong. Suara itu milik Cheeten. Tapi berbeda dari biasanya (dia biasa mengeong pagi hari karena lapar), suara Cheeten terdengar miris sekali. Lalu aku samperin ke dapur. Pas aku buka pintu dapur, Cheeten udah duduk di depan pintu. Dia nggak bisa jalan. Sedih rasanya. Akupun menggendongnya masuk dan memberikan makanan di piring makannya dan mengganti air minumnya. Setelah makan, aku panggil Cheeten buat mendekat. Tapi bukannya jalan atau lari-lari kecil kayak biasanya, dia malah ngesot-ngesot. Tapi di siang hari, dia sudah mulai aktif seperti biasa sampai lari kesana kemari dan memanjat apapun. Dia hobi banget manjat apalagi manjat pohon, hihi. Aku sudah mulai tenang karena Cheeten sudah baik-baik saja. 

Tapi, tadi pagi (Jumat, 5 Juli 2013) sewaktu aku mau ngasih makan Cheeten. Cheeten terlihat masih ada di boxnya. Aku pikir dia masih ngantuk. Tapi aku mulai curiga saat dia keluar dari box dengan menyeret kaki belakangnya. Saat aku sentuh tubuhnya, dia mengerang kesakitan. Duh, aku jadi makin bingung. Apalagi setelah aku pangku, tubuh Cheeten mendadak gemeteran. Aku sampai nggak kuat nahan buat nggak nangis, dan akhirnya aku nangis sambil meluk Cheeten. Aku nggak mau Cheeten sakit T__T Setelah makan, aku coba bawa Cheeten keluar. Aku bermaksud membiarkan dia bermain di luar terkena sinar matahari. Sayangnya, Cheeten lagi-lagi hanya duduk diam seolah kaki belakangnya tidak mampu menopang berat tubuhnya. Aku tungguin saja sambil duduk dan terus mencoba menstimulasi dia agar mau berjalan. Setelah sekian lama, Cheeten mulai jalan perlahan. Tapi aku perhatikan kaki belakangnya masih gemeteran.

Menjelang siang, keadaan Cheeten nggak jauh berbeda meskipun dia sudah mulai berjalan agak jauh. Tapi sayangnya dia masih kesusahan kalau jalan yang dilewatinya sedikit mendaki. Aku coba pijit-pijit kakinya. Siapa tahu bisa membantu. Setelah sore, Cheeten terlihat agak baikan walaupun raut wajah dan tatapan matanya masih sayu dan murung. Aku tahu, dia sedang merasa kesakitan. Saat sudah lewat jam 5 sore, aku lihat Cheeten buang air besar. Di dalam fecesnya terdapat sisa-sisa tissue. Aduh, jangan-jangan Cheeten sakit perut gegara makan tissue?? Selain tissue juga ada gulungan rambut. Kayaknya Cheeten nggak sengaja makan rambutku yang rontok di lantai deh. Hiksss. Tapi kenapa Cheeten juga jadi nggak bisa jalan ya?? Apa ada korelasi antara sakit pencernaan gegara nelan benda-benda yang nggak sewajarnya dengan kaki yang mendadak nggak bisa jalan?? Kalau ada yang tau kenapa, please tell me :')

Cheeten, maaf ya, aku nggak memperhatikan apa yang kamu telan. Maaf kalau kamu jadi sakit. Cepet sembuh ya sayang. :)


~Hug & Kiss~
xoxoxo


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net