Wednesday, April 17, 2013

Sedikit Cerita Soal Mimpi (Part 2)

Menyambung post yang sebelumnya, disini aku mau menceritakan ulang tentang mimpiku. Masih dengan kemunculan orang yang sama. Tapi sayangnya di mimpi yang kedua ini, sedikit kurang jelas alur mimpinya (banyak scene yang aku lupa saat bangun) dan lebih singkat isinya. O ya, mimpi ini aku alami tadi, Rabu tanggal 17 Maret 2013. Jadi, tadi sore aku tidur jam 7 malam, tepatnya ketiduran. Selama aku tidur tadi aku mimpi dan lagi-lagi muncul si mas yang berkumis tipis yang juga muncul di mimpiku tertanggal 16 Maret 2013. Ada kecenderungan rasa ingin bertemu lagi (mungkin spekulasinya begitu) jadi si mas itu muncul lagi.

Ceritanya begini. Dalam mimpi ini, aku tidak begitu ingat settingnya dimana. Yang jelas aku ingat adalah bahwa aku sedang menuju suatu tempat dengan teman-temanku. Disitu campuran sih, maksudnya ada teman kuliahku ada teman SMA ada pula teman SDku dulu. Kami beramai-ramai pergi ke suatu tempat. Samar-samar yang aku ingat sih semacam pasar malam atau apa ya. Pokoknya tempatnya ramai dan ada banyak lampu-lampunya. Di sana kami ngobrol, makan, dan bercandaan. Nah, temanku yang bareng sama aku di mimpi pertama juga ikut lho. Kita asik-asik ngobrol tuh. Si teman ku yang cewek itu sibuk godain aku. Katanya si mas itu naksir aku lah, apa lah. Aku sih seneng-seneng aja. Hahahaha. Anyway, aku nggak tahu itu si mas namanya siapa karena emang nggak sempet kenalan di mimpi pertama. 

Setelah puas ngobrol sana sini dan makan ini itu, kami beramai-ramai melanjutkan jalan-jalan kami malam itu. Aku dan teman-temanku mampir kesini dan kesitu. Ada beberapa stand yang kami kunjungi. Nah, saat-saat paling dramatis ada disini. Ketika aku dan teman-temanku berada di keramaian di sebuah stand, nggak sengaja aku melihat ke samping. Nah di kejauhan aku melihat seseorang yang sepertinya aku pernah lihat sebelumnya. Dia memakai kaus biru muda dan terlihat begitu rapi tapi easy (maksudnya bukan rapi jali kayak mau ke kantor gitu lah). Dia juga sedang melihat ke arahku. FYI, kalau mau membayangkan, adegan ini hampir kayak iklan pasta gigi Cl*se-Up yang settingnya di pasar terus si cowoknya niup gelembung sabun itu. Dalam hitungan sepersekian detik, dia tersenyum dan berusaha menghampiriku. 

Sesaat kemudian dia sudah berdiri di sampingku berdiri. Iya aku emang sengaja nungguin dia dengan tetap berdiri di situ. Dia kemudian mengajakku ngobrol sambil berjalan. Tapi bodohnya, aku nggak minta kenalan seolah-olah aku memang sudah kenal dengannya. Entah apa yang menjadi topik obrolanku dengan dia. Yang jelas, kami asik berdua mengobrol. Cuma sebentar sih tapi aku sempat tanya kenapa dia ada di tempat itu. Dia cuma jawab gini, "Selama ini aku ngikutin kamu kok. Aku tahu kalau kamu mau kesini, makanya aku juga kesini." Agak merinding sih pas tahu dia jawab gitu :| Setelah itu aku terbangun, melihat jam sudah sekitar jam 9 lewat.

Itu cerita di mimpi yang kedua dengan kemunculan orang yang sama yang lagi-lagi hanya ada di akhir cerita. Sudah beberapa kali sih aku mimpi bertemu dengan orang asing dan dia biasanya muncul lebih dari sekali di mimpi yang berbeda-beda. Kebanyakan sih cowok. Nggak tahu juga sih, mungkin, karena aku rindu belaian lelaki, karena aku kebanyakan nonton film atau kebanyakan mandangin mas-mas ganteng. Aku juga nggak tahu :) Mungkin ada pembaca yang bisa membantu menjelaskan??? I will appreciate that, really.



~Hug & Kiss~
xoxoxo


 

Sedikit Cerita Soal Mimpi (Part 1)

"Mas, kamu kok muncul berturut-turut di mimpiku sih?"
"Mas, kamu sebenernya siapa? Jujur, aku nggak kenal siapa kamu."

Di sini aku mau sedikit berbagi cerita soal mimpi. Ya, hampir tiap malam aku mimpi. Udah beberapa bulan ini, mimpiku jelas banget sampai bangunpun aku masih ingat dengan isinya meskipun tidak secara detail. Agak aneh sih, tapi dalam dua mimpi yang berbeda, muncul orang yang sama. Sejujurnya aku belum pernah mempelajari mimpi dari ilmu psikologi. Tapi aku pernah baca (lupa, entah buku atau di internet) kalau mimpi itu hanya berkisar pada kemunculan orang-orang yang kita pernah lihat atau kita kenal. Sedangkan untuk backgroundnya, biasanya merupakan akumulasi tempat yang pernah kita lihat, pernah kita tempati, atau pernah muncul dalam imajinasi kita.

Oke, back to the topic. Aku akan menceritakan isi mimpi yang pertama. Mimpi ini aku alami pada malam menjelang pagi. Tepatnya saat aku tidur di hari Senin tanggal 15 April 2013. Eh, enggak ding, kan aku tidur mulai jam 2 pagi, berarti terhitung hari Selasa tanggal 16 April ya. Pada mimpi itu (bagian paling jelasnya aja ya) aku pergi naik motor berboncengan sama seseorang. Yang aku bonceng itu 'sepertinya' temanku, seorang perempuan. Aku sendiri merasakan kedekatan emosi dengannya tapi jujur, aku nggak kenal siapa perempuan itu. Nah, saat naik motor aku berada di depan (yang pegang kemudi). Saat melewati sebuah jalan (aku sih kenal jalan itu), ternyata jalannya sedang ada perbaikan. Otomatis harus pindah jalur kalau mau tetap lewat jalan itu. Aku ikut pindah jalur dengan mengikuti beberapa motor di depanku. Beberapa ratus meter kemudian, satu persatu motor yang ada di depanku mengikuti jalan yang berbeda, tapi aku tidak. Aku tetap mengikuti jalan utama yang semakin jauh semakin nggak karuan bentuknya. Jalannya berubah menjadi jalan tanah yang berbatu dan sempit. Akhirnya aku ketemu sama dua orang polisi yang sudah agak tua berdiri di sisi jalan. Mereka bilang kalau jalan di depan jalan buntu. Mereka suruh aku putar balik. Aku juga bingung ngapain ada polisi disitu?? Itu kan jalan kampung.

Akhirnya aku dan temanku tadi putar balik. Ternyata kami sudah melewati jalan yang cukup jauh. Akhirnya, kami malah nyasar di perkampungan warga. Entahlah, tapi tempat itu begitu menyenangkan. Hawanya dingin dan tempatnya rindang karena banyak pepohonan. Lalu kami putuskan untuk mampir di rumah salah satu penduduk karena hari sudah agak sore dan kami kehausan. Mampirlah kami di salah satu rumah yang cukup besar. Rumah tersebut bercat putih sementara pintu dan jendelanya bercat cokelat tua. Sesaat setelah kami mengetuk pintu, keluarlah si empunya rumah. Seorang bapak-bapak bertubuh sedang dan berperawakan agak gemuk. Si bapak waktu itu hanya mengenakan kain sarung dan kaos singlet warna putih. Tak seberapa lama muncul si ibu yang mengenakan daster batik dengan warna dasar coklat kehijauan. Mereka kemudian mempersilakan kami masuk. Di rumah yang besar itu suasananya cukup sepi. Aku sempat bertanya-tanya apakah mereka tidak punya anak, soalnya sepi banget. Di dalam rumah itu kami dipersilakan beristirahat dan diberi minum segelas air putih. Setelah itu, aku pamit untuk ke kamar mandi. 

Setelah aku keluar dari kamar mandi, ternyata di luar sudah mulai gelap. Anehnya, kok ini rumah jadi agak ramai ya. Aku pun mencari temanku tadi di ruang depan. Ternyata di dalam rumah itu sedang ada tamu. Temanku tadi malah berdiri di dekat pintu (dari dalam rumah menuju ruang tamu). Bertanyalah aku pada temanku, "Ada apa sih?" Si temanku tadi hanya menjawab, "Ada tamu. 2 orang." Ya sudah aku pikir, soalnya bukan urusanku juga. Tapi terpaksa aku harus nunggu tamu-tamu itu pergi, masa iya mau pamit pulang pas tuan rumah lagi kedatangan tamu, nggak sopan kan. Akhirnya aku dan temanku menunggu sambil duduk-duduk di belakang rumah. Di belakang rumah itu ada semacam sungai besar tapi sudah mengering. Jadinya malah terlihat seperti track off road gitu. Tak lama kami duduk di sana, si ibu mendatangi kami dan memanggil kami untuk makan bersama. Tapi waktu itu aku menolak, aku bilang kalau harus pulang. Si ibu mengijinkan. Tapi dia bilang kalau jalan yang harus kami lewati agak rusak dan medannya berat (padahal tadi pas jalan masuk ke kampung ini, jalannya fine-fine aja lho). Mungkin karena melihat raut mukaku yang sedikit kaget, si ibu tadi menawarkan seseorang yang bisa mengantar kami sampai ke jalan raya di luar kampung. Akupun setuju.

Aku dan temanku segera mengambil tas dan jaket kami. Kemudian kami keluar. Saat keluar kami melewati ruang tamu dan aku berpapasan dengan orang yang tadi bertamu di rumah si bapak dan ibu. Tamunya memang 2 orang. Laki-laki semua. Mereka berseragam cokelat dengan lengan yang digulung rapi (nggak usah sebutin ya profesi mereka, pasti udah pada tahu kok, hihihi). Secara nggak sengaja, aku berpapasan pandang dengan salah satu dari kedua orang itu. Yang aku lihat, dia itu charming banget. Badannya tinggi, tegap, berisi, dan dia punya segurat kumis tipis. Alisnya tebal dan kulitnya sawo matang. Dia tersenyum dan aku jadi salting. Si ibu yang berjalan di belakang kami kemudian mengatakan bahwa dua orang itu yang akan mengantar kami sampai ke jalan raya. Si ibu itu juga menjelaskan kalau dua laki-laki itu adalah teman anaknya. Tapi aku nggak tanya sih anaknya si ibu dimana, nggak penting. Hahaha. Akhirnya sambil malu-malu aku mau dianter sama mereka, terutama sama si mas berkumis tipis itu (dia tuh ya, ngliatin aku terus lho, sambil senyum-senyum gitu, ahhh). Sayangnya adegan mimpi ini berakhir pas aku mau naik motor pulang meninggalkan rumah itu. Hikss!!

Itu adalah kemunculan si mas di mimpi yang pertama. Tapi aku nggak tau juga ya dia itu siapa. Yang aku nyesel, kenapa dia munculnya belakangan. Mana adegannya cuma sedikit pula, keburu bangun kan. :(

-mimpi kedua aku sambung di post selanjutnya-




~Hug & Kiss~
xoxoxo




Tuesday, April 16, 2013

Mini Haul 16 April 2013

Hi Blogger!!
Sehari ini aku udah nulis post 2 kali lho,, hahaha, nggak ada kerjaan banget ya. Hmm, enggak sih, sebenernya hari ini juga masuk kerja seperti biasa sih, cuma lagi lucky aja dapet kerjaan yang nggak susah dan nggak banyak. Well, untuk post yang ini aku mau berbagi lihat barang-barang yang sempet aku beli tadi di toserba dekat rumah. Nggak banyak sih, cuma ada sekitar 8 item aja (ada yang belinya dobel) hihihi.


Keterangan gambar:
1. Styling and Blowing Comb
2. Mustika Ratu Bengkoang Whitening 2 in 1 Face Cleanser (beli 2)
3. Bebek Mandi (nggak ngerti mau buat apa, LOL)
4. Kalung (cuma mau diambil charm/bandulnya aja kok)
5. Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih
6. Mustika Ratu Masker Bengkoang
7. Zipper Pouch
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net