Monday, November 5, 2012

Apakah Alur Hidupku Cuma Datar?

Aku beberapa kali membaca blog dari beberapa orang. Ada yang isinya cerita-cerita fiksi, ada yang isinya pengetahuan, dan ada juga yang isinya semacan diary. Saat membaca blog yang isinya menyerupai diary, aku sering berpikir dan membandingkan isinya dengan pengalaman hidupku. Kok sepertinya si penulis itu selalu punya sesuatu dan pengalaman yang dapat dituangkan menjadi sebuah tulisan yang apik dan nggak bikin bosen untuk dibaca. Tapi kok aku semacam nggak punya pengalaman yang pantas untuk ditulis tiap harinya. Akupun mulai menggali dan menggali memori di otakku. Dangkal! Tak ada memori yang sekiranya bisa dituliskan dan menjadi sebuah cerita yang mengalir manis dan menggugah orang untuk membacanya. Aku sempat berpikir, jangan-jangan hidupku ya yang datar-datar saja. Sehingga tak ada pengalaman baru yang selalu bisa aku tulis bak buku diary. Aku juga tiap harinya jarang bertemu dengan orang-orang baru dan berinteraksi dengan orang-orang di luar sana. Bukannya anti sosial sih, cuman aku emang agak introvert dan pilih-pilih kalau mau ngobrol sama orang. Aku lebih sering berinteraksi lewat jejaring sosial.

Oke, back to the topic!
Intinya, aku merasa bahwa apa yang aku alami dalam hidup sehari-hari tidak ada akur klimaks, anti klimaks, maupun jenis alur yang lain. Rasanya cuman datar kayak penggaris aja. Aku juga bukan tipe orang yang melowdrama, bukan pula orang yang kemana-mana selalu ceria. Aku orang yang biasa saja. Jarang menangis, jarang patah hati, jarang jatuh cinta (hahaha, aku orang atau batu ya??). Jadi emang nggak bisa kalau mau nulis pengalaman soal cinta dan airmata. Aku seringnya menangis karena melihat binatang yang disakiti, menonton film, membaca buku atau merasa kecewa dengan suatu hal. Bukan karena cowok atau lelaki!! (Jangan-jangan aku tergolong feminist ya??? TAPI SUMPAH AKU MASIH DOYAN LELAKI kok!!)

Setiap pulang atau berangkat kerja juga sepertinya nggak ada hal-hal yang penting untuk diceritakan. Semuanya berjalan biasa saja, tanpa ada hal-hal yang menarik hati. Ahh, sudahlah! Nggak perlu naif begini, suatu saat pasti akan ada pengalaman luar biasa yang selalu bisa di share.

Ciao blogger!!

Semacam Random Post

Malam ini malam galau, galau karena aku seperti pengangguran, nggak ada kerjaan. Hahhaaha. Biasanya sih aku kalau jam segini masih sibuk kerja, ngetik-ngetik bikin artikel. Tapi berhubung aku minta cuti 1 bulan (rencana sih buat ngerjain skripsi gitu,, hehhee), jadi tiap malam cuman luntang-lantung. Oke, kali ini aku mau bahas sesuatu yang sedikit random. Hahaha!!

Posting ini bukan posting horor, cuman ada kaitannya sih dengan yang horor-horor. Langsung mulai aja ya.

Aku sebenarnya nggak gitu ngerti sih masalah makluk 5 dimensi (bener nggak ya?) alias makluk astral alias makluk yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. itu apa? bagaimana? dan kenapa? Cuman, dari pengalaman, (aku pikir sih) aku udah pernah liat yang namanya makluk dimensi lain. Hihihihi. Nggak cuman sekali sih, udah beberapa kali, sejak aku masih kecil malah. Seringkali sih nggak liat bentuknya, cuman denger suaranya, atau nyium sesuatu yang nggak wajar dan nggak pada tempatnya (nggak ada sumber real nya). Kalau boleh jujur ya, di jalan raya aku pernah beberapa kali liat ada orang nyebrang atau ada orang naik sepeda malem-malem tapi pas udah dekat sama sekali nggak ada apa-apa. Pernah denger orang nangis, orang bisik-bisik di telinga, orang jalan, orang lari-larian, dan orang ketawa (tapi janggal). Pernah nyium bau bunga dimana disitu nggak ada pohonnya. Yang paling ekstrim sih pernah liat yang berwujud dan itu beberapa kali aku alami.

Ada beberapa kali pengalaman dimana aku melihat makluk itu menampakkan wujudnya. Yang paling ekstrim itu ya liat yang namanya (aku pikir sih) K*ntilanak. Asli, itu yang paling bikin aku ngeri sendiri (tapi nggak sampai nangis sih). Tapi aku liatnya nggak sendirian, aku liat makluk itu sama adekku selepas Maghrib. Nggak tau datang darimana, dia tiba-tiba udah berdiri (membelakangi kami berdua) di deket sumur milik tetangganya nenekku yang hanya berjarak 10 meteran dari tempat aku duduk (cuman kehalang kebun kecil yang cuman ada beberapa pohon kelapanya). Suasana gelap abis (padahal biasanya di sumur yang sekaligus tempat MCK itu lampunya nyala). Aku awalnya nggak tau kalau itu makluk astral soalnya keliatan banget (enggak transparan). Aku kira itu cucunya tetangga nenekku yang pulang kampung (itu pas masa-masa abis lebaran). Tapi kok berdiri disitu (kapan datengnya? muncul darimana?), pakai gaun panjang putih, lengannya juga panjang mirip kayak lengan kimono. Mana rambutnya panjang banget, kaki dan tangannya nggak keliatan. Eh nggak lama dia berjalan (apa melayang gitu, abis nggak keliatan kakinya sih) ke kanan (tapi mukanya tetep nggak keliatan) , kok tiba-tiba ilang tak berbekas pas nyampe di dekat pohon. Aku masih antara sadar dan enggak waktu itu. Adekku juga cuman tanya "Tadi itu siapa?" aku cuman jawab "Nggak tau, masuk aja yuk Dek." Dan kami pun masuk rumah nenek dan menceritakkan itu pada ibuk dan nenek. Nah, paginya (masih penasaran) buat mastiin itu orang apa bukan, aku sengaja ke rumah nenekku lagi. Aku sempet ngeliat cucunya tetangga nenekku yang sedang pulang kampung. Guess what?? Dia ternyata punya rambut pendek dan tubuhnya nggak setinggi dan seramping cewek yang aku lihat malam sebelumnya. So? I reckon you can answer it yourself. Hihihihi

Aku sempat berfikir sebenarnya aku ini emang sensitif dengan hal-hal seperti itu atau gimana ya? Tapi sampai sekarang aku belum bisa menemukan jawaban yang memuaskan. Hehe. Sampai sekarang aku kadang-kadang masih sering melihat "mereka", meski tidak begitu jelas karena mataku juga udah minus. Kadang aku lihat "mereka" lewat mimpi juga. Termasuk temanku yang sudah meninggal, aku pernah mimpiin dia di bulan Oktober kemarin sampai 2 kali.

Ini pengalamanku, apa pengalamanmu??? 


 image was taken from here

Sunday, November 4, 2012

I Wanna be Everything at Once!

As sly as a fox, as strong as an ox
As fast as a hare, as brave as a bear
As free as a bird, as neat as a word
As quiet as a mouse, as big as a house

All I wanna be, all I wanna be, oh

All I wanna be is everything

As mean as a wolf, as sharp as a tooth

As deep as a bite, as dark as the night
As sweet as a song, as right as a wrong
As long as a road, as ugly as a toad

As pretty as a picture hanging from a fixture

Strong like a family, strong as I wanna be
Bright as day, as light as play
As hard as nails, as grand as a whale

All I wanna be oh, all I wanna be, oh

All I wanna be is everything
Everything at once
Everything at once, oh
Everything at once

As warm as the sun, as silly as fun

As cool as a tree, as scary as the sea
As hot as fire, cold as ice
Sweet as sugar and everything nice

As old as time, as straight as a line

As royal as a queen, as buzzed as a bee
Stealth as a tiger, smooth as a glider
Pure as a melody, pure as I wanna be

All I wanna be oh, all I wanna be, oh

All I wanna be is everything
Everything at once 


Paragraf-paragraf diatas adalah lirik lagu Everything at Once dari Lenka. 
Lirik lagu diatas menggambarkan jiwa seseorang yang menginginkan kebebasan untuk menjadi sesuatu yang dia inginkan. Sama seperti jiwaku, aku juga menginginkan diriku menjadi ini itu at once. Aku pengen jadi penulis, aku pengen jadi traveler, aku pengen jadi pemusik, aku pengen jadi penyanyi, aku pengen pergi ke Maldives, aku pengen tinggal sementara di Inggris atau Spanyol, aku pengen mengunjungi Nami Island di Korea, aku pengen .... ahh sudahlah!

Apapun itu, sekarang aku sedang mengusahakan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku itu satu persatu, karena semuanya nggak bisa jadi dalam sekali tepuk. All I wanna be is everything at once (but through a long long process)! LOL :D


Mom, I Wanna be a Ballerina
 image was taken from here
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
PitaPata - Personal picturePitaPata Cat tickers
Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net